Artikelilmiahs

Menampilkan 7.301-7.320 dari 48.889 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
730110305P2BA10006ANALISIS POTENSI KERAGAMAN HAYATI UNTUK KONSERVASI MELALUI EKOWISATA
DI KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG TILU KABUPATEN KUNINGAN
Kawasan Hutan Lindung Gunung Tilu merupakan salah satu Kawasan Hutan alam yang berada di Kabupaten Kuningan Propinsi Jawa Barat dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah. Keanekaragaman vegetasi pada Kawasan Hutan Gunung Tilu merupakan sumber daya alam yang perlu di jaga kelestarian dan hilangnya habitat pada kawasan tersebut. Untuk memelihara jenis vegetasi pada kawasan hutan Gunung Tilu perlu dilakukan suatu konsep dasar agar tetap hutan lestari sebagai dari perlindungan yaitu memanfaatkan hutan tanpa harus mengeksplorasi secara berlebihan tetapi memanfaatkan agar tetap terjaga dengan cara menjadikan kawasan tersebut daerah ekowisata.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi keragaman hayati di kawasan hutan Gunung Tilu untuk dikonservasi melalui ekowisata dan merumuskan strategi yang tepat dalam pengembangan ekowisata di kawasan hutan Gunung Tilu. Data yang dikumpulkan berupa potensi keberadaan jenis-jenis flora dan potensi pendukung ekowisata di Gunung Tilu. Metode pengumpulan vegetasi yaitu melalui metode garis berpetak kemudian dianalisis melalui Index Nilai Penting (INP) sedangkan untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata digunakan analisis SWOT.
Hasil penelitian potensi keragaman hayati di kawasan Hutan Gunung Tilu, ditemukan 171 jenis tanaman, tergolong ke dalam 58 suku. Suku yang paling banyak dijumpai pada tipe habitat ini berasal dari suku Moraceae dengan jumlah 17 jenis, Euphorbiaceae 16 jenis dan Lauraceae 12 jenis. Keragaman tertinggi pada tingkat pohon Blok pasir ipis H’ 2.035, pada tingkat tiang Blok Datar muncang H’ 2.044, pada tingkat pancang Blok Pasir ipis H’ 1.880, pada tingkat semai Blok Palasah H’ 1908, sehingga nilai H’ (Index Shanon Wiener) tersebut mencerminkan jumlah dan kekayaan jenis. Hasil inventarisasi di 4 blok ditemukan 7 jenis pohon terancam punah yaitu kiganggaong (P. arborea), Pasang (Litthocarpus indikus), Pulai (Alstonia scholaris), Saninten (Castanopsis argentea), Tanglar (Aglaia elliptica), Kiburahol (Setelechorpus burahol). Keanekaragaman jenis flora ini menjadi potensi untuk dikembangkannya ekowisata di kawasan hutan Gunung Tilu.
Keterlibatan masyarakat lokal terhadap Kawasan Gunung Tilu akan sangat berperan penting untuk menjaga kelestarian alam dan akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat sehingga secara ekonomi akan meningkat. Strategi konservasi untuk menjaga kelestarian keragaman hayati perlu adanya kerjasama antara pihak pengelola dengan berbagai stekholder pihak terkait, akademisi dan element masyarakat sehingga terwujud suatu kelestarian yang mensejahterakan masyarakat sekitar hutan. Strategi konservasi di dukung oleh keberadaan external maupun internal antara potenisi keragaman hayati dan elemen masyarakat untuk menjadikan suatu keberadaan ekologi tetap terjaga.
The Protected Forest of Gunung Tilu area is one of natural forest area which is in Kuningan regency, West Java Province and it is bordered directly with Brebes Regency, Central Java Province. For maintaining many of flora in Gunung Tilu, it needs one concept to take benefit from the forest wisely without exploiting widely, otherwise to take benefit from the forest and it is kept by making it become ecotourism forest area. This study aims to identify the potential of biodiversity in forest areas for conservation of Gunung Tilu through ecotourism and formulate appropriate strategies in the development of ecotourism in the forest area of Gunung Tilu.
The results of the research potential of biodiversity in the area of Gunung Tilu Forest, found 171 species of plants, belonging to the 58 families. Conservation strategies to preserve biodiversity need for cooperation between the manager with various stekholder stakeholders, academics and community element to realize a preservation of the welfare of forest communities. Conservation strategy is supported by the presence of external and internal between potenisi biodiversity and social elements to make an ecological existence is maintained.
730210307P2CC11042ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) (Studi Kasus Implementasi Sistem Informasi Pendidikan pada SMK Negeri 1 Purwokerto)
Peranan informasi dalam sebuah organisasi sangat penting sehingga diibaratkan sebagai aliran darah dalam tubuh manusia. Sejalan dengan itu maka implementasi sistem informasi manajemen yang didukung oleh teknologi informasi menjadi sebuah kebutuhan pokok dalam setiap organisasi, termasuk lembaga pendidikan. Akan tetapi di sisi lain, kecanggihan teknologi sistem informasi sering tidak memberikan dampak yang berarti jika belum dikelola dengan baik. Berkaitan dengan itu maka diperlukan adanya evaluasi terhadap implementasi sistem informasi manajemen dalam sebuah organisasi.
Penelitian ini mengkaji aspek kepuasan pengguna (user satisfaction) dalam sistem informasi manajemen pendidikan di SMK Negeri 1 Purwokerto. Model penelitian didasarkan pada model kesusksesan sistem informasi DeLone & McLean dengan adaptasi seperlunya. Variabel penelitian terdiri dari kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality), kualitas pelayanan (service quality), kepuasan pengguna (user satisfaction) dan dampak individu (individual impact).
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan metode purposive sample. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 103 orang responden.Teknik analisis yang digunakan untuk mengolah data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software AMOS versi 21. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel kualitas pelayanan (serice quality) terbukti mempengaruhi secara positif kepuasan pengguna (user satisfaction), dan selanjutnya kepuasan pengguna mempengaruhi secara positif dampak individu (individual impact). Variabel kepuasan pengguna (user satisfaction) juga terbukti memediasi hubungan antara kualitas pelayanan dengan dampak individu (individual impact). Sedangkan dua variabel lainnya, yaitu kualitas sistem (system quality) dan kualitas informasi (information quality) tidak terbukti mempengaruhi kepuasan penguna (user satisfaction). Begitu juga variabel kepuasan pengguna tidak terbukti memediasi hubungan antara variabel kualitas sistem dan kualitas informasi dengan variabel dampak individu.
Kesimpulan penelitian ini adalah pelayanan yang baik dapat meningkatkan kepuasan pengguna sistem informasi. Selanjutnya kepuasan pengguna sistem informasi dapat meningkatkan kinerja individu. Kepuasan pengguna dapat menjadi mediator antara kualitas pelayanan dengan dampak individu.

The role of information in an organization is very important as the flow of blood in the human body. The implementation of a management information system supported by information technology becomes a basic requirement in any organization, including educational institutions. Buton the other hand, the technological sophistication of information systems often do not provide a significant impact if it is not managed properly. It is necessary to have an evaluation of the implementation of management information systems in an organization
This study examines aspects of user satisfaction in management information systems education in SMK Negeri 1 Purwokerto. The research model is based on upon the success model of DeLone & McLean information systems with the necessary adaptations. The variables consist of system quality, information quality, service quality, user satisfaction and individual impact.
This study uses purposive sampling method. The sample in this study are 103 responden. Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS software version 21 is used to process the data. Results showed that the variable quality of service is proven to positively affect user satisfaction, and subsequently positively affect user satisfaction individual impact. User satisfaction variables also proved to mediate the relationship between service quality and individual impact. Meanwhile, two other variables, namely system quality and information quality have no significant affect to user satisfaction. Likewise, user satisfaction variables do not show to mediate the relationship between the variables of system quality and information quality with the impact of individual variables.
The conclusion of this study is a good service can improve user satisfaction of information system. Further, information system user satisfaction can improve individual performance. User satisfaction can be a mediator between service quality and individual impact
730310304G1A010088HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK , INDEKS MASSA TUBUH SERTA TEKANAN DARAH DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PURWOKERTO SELATANABSTRAK

Latar Belakang : Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit degeneratif yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) di dalam tubuh yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan resistensi insulin. Prevalensi diabetes melitus tipe 2 meningkat secara dramatik disebabkan oleh pola hidup yang tidak teratur dan seimbang. Aktivitas fisik rendah dan peningkatan konsumsi makanan tinggi energi serta rendah serat mengakibatkan obesitas dan hipertensi yang berhubungan dengan peningkatan kadar glukosa darah dalam tubuh dan memicu berkembangnya diabetes melitus tipe 2.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, indeks massa tubuh dan tekanan darah terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Purwokerto Selatan yang terletak di Kabupaten Banyumas.
Metode : Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan besar sampel yang diambil adalah 35 orang.
Hasil : Hasil korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara aktifitas fisik dengan kadar glukosa darah yaitu r= -0,707 dan tingkat signifikan p= 0,000 (p<0,05). Hubungan indeks massa tubuh dengan kadar glukosa darah, nilai r= 0,621 dengan p= 0,000 (p<0,05). Hasil korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara tekanan darah dengan glukosa darah yaitu r= 0,262 dengan p= 0,128 (p<0,05) dan untuk hasil regresi linier berganda, variabel yang signifikan adalah aktifitas fisik dan indeks massa tubuh (p= 0,004 dan p=0,000) dengan R2=0,621 dan variabel tekanan darah tidak bermakna (p= 0,317) (p<0,05).
Kesimpulan : Ada hubungan antara aktifitas fisik dan indeks massa tubuh dengan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Purwokerto Selatan. Tidak ada hubungan antara tekanan darah dengan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Purwokerto Selatan

Kata kunci : Diabetes melitus tipe 2, aktifitas fisik, indeks massa tubuh, tekanan darah,glukosa darah
CORRELATION BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY, BODY MASS INDEX AND BLOOD PRESSURE WITH BLOOD GLUCOSE LEVELS IN THE AMBULATORY PATIENT OF TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN

ABSTRACT
Background: Type 2 of diabetes mellitus is one degenerative disease characterized by an increased blood glucose levels ( hyperglycemia ) in the body due to decreasing secretion of insulin by beta cells of the pancreas and insulin resistance in the body tissues. The prevalence of type 2 diabetes mellitus significant increasingly due to irregular and unbalanced lifestyles. A certain person with short physical activity and consumption of high energy foods and low fiber resulting in obesity and hypertension that is associated with increase blood glucose levels in the body and led to a flourishing of type 2 of diabetes mellitus.
Aim : The aim of this research is to find out correlation between physical activity, body mass index and blood pressure with blood glucose levels in the ambulatory patient of type 2 diabetes mellitus in Puskesmas Purwokerto Selatan located in Banyumas Regency.
Method: This research is an observational analytic studies using the design of cross sectional. The sample collection technique uses the method total of sampling with broad samples to be taken from 35 people.
Result : The results from Spearman correlation show significant of correlation between physical activity with blood glucose levels is r = -0.707 and p = 0.000 (p<0.05) and from the body mass index with blood glucose levels, r = 0.621 with p = 0.000 (p<0.05). The results from Spearman correlations show no significant of correlation between the blood pressure with the blood glucose is r = 0.262 with p = 0.128 (p<0.05) and for multiple linear regression, and as a result show significant variable is physical activity and body mass index with p = 0.004 and p = 0.000 with R2= 0.621 and blood pressure variable is meaningless (p = 0.317) (p<0.05).
Conclusions: There is a correlation between physical activity and body mass index with blood glucose levels in the ambulatory patient of type 2 diabetes mellitus in Puskesmas Purwokerto Selatan. There was no correlation between blood pressure with blood glucose levels in the ambulatory patient of type 2 diabetes mellitus in Puskesmas Purwokerto Selatan.

Keyword: type 2 diabetes mellitus, physical activity, body mass index, blood pressure,blood glucose levels
73048321H1B010004GRAF KOMPLEMEN DAN SIFAT-SIFATNYAGraf merupakan pasangan himpunan titik dan himpunan sisi. Suatu graf dapat dikomplemenkan. Sama halnya dengan suatu graf maka graf komplemen juga memiliki sifat-sifat dan representasi. Sifat-sifat dan representasi graf komplemen dapat diketahui dari gambar suatu graf komplemen. Selain itu, sifat-sifat dan representasi graf komplemen juga dapat diketahui tanpa mengetahui gambar dari graf komplemennya tetapi dapat diketahui dari graf yang akan dikomplemenkan. Skripsi ini membahas mengenai graf komplemen, sifat-sifat graf komplemen yaitu sisi, derajat, dan jumlah derajat, serta representasi graf komplemen yaitu matriks diagonal, matriks ketetanggaan, dan matriks Laplace tanpa mengetahui gambar graf komplemennya terlebih dahulu.Graph is the set of vertices and the edges. A graph can be complemented. It is same with a graph, so complement graph also have characteristics and representations. The characteristics and complement graph representations can be known from a figure of the complement graph. Moreover, there is the way to know characteristics and complement graph representations without knowing a figure of the complement graph, it is just knowing from the graph that will be complemented. This research discusses about complement graph, characteristics of complement graph such as edge, degree, and the number of degrees, and also complement graph representations such as diagonal matrix, adjacency matrix, Laplace matrix without knowing a figure of the complement graph in advance.
73058323H1C008073RANCANG BANGUN SISTEM PENDETEKSI PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN PADA ANAK DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)Penyakit anak perlu mendapatkan perhatian lebih, Salah satu penyakit yang banyak diderita oleh anak adalah ispa. Ispa merupakan penyakit utama penyebab kematian bayi dan balita di Indonesia. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi beserta aplikasinya di segala bidang tidak lepas dari peranan perangkat komputer. Dibidang kesehatan banyak memanfaatkan hasil perkembangan pengetahuan dan teknologi dalam memberikan pelayanan kesehatan, guna mendukung kegiatan operasional misalnya dibidang diagnose penyakit. Komputer saat ini sangat penting, oleh sebab itu penulis merancang suatu program pendeteksi penyakit khususnya penyakit infeksi saluran pernafasan akut pada anak. Program tersebut menggunakan system pendukung keputusan yaitu system pandeteksi dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), dengan system ini seseorang bias dengan cepat mengetahui kemungkinan penyakit yang dideritanya, sehingga dapat segera mengambil tindakan penanganan yang cepat.Diseases child needs more attention , One disease that affects many children are acute respiratory infection (ARI) . ARI is a major disease cause of mortality of infants and toddlers in Indonesia . Progress in science and technology with its applications in all areas is the role of computer devices . Health sector are using the results of the development of science and technology in providing health service , to support operational activity for example in the field of disease diagnosis . Computers today are very important , therefore the authors designed a disease detection program specially for acute respiratory infections in children . The program uses a decision support system, it is a detection system with the Analytic Hierarchy Process ( AHP ) method , with this system someone can quickly determine the possibility of the disease , so it can immediately take an exact handling action .
73068324F1A008053FIGUR RAHUVANA DALAM NOVEL RAHUVANA TATTWA KARYA AGUS SUNYOTOIni merupakan telaah secara struktural teks Ramayana versi Agus Sunyoto yang berjudul Rahuvana Tattwa (Kisah Sejati Rahuvana). Tujuan penelitian adalah menganalisis korelasi struktur Rahuvana Tattwa dan sosial-budaya India, serta; menganalisis interpretasi Agus Sunyoto tentang figur Rahuvana. Landasan teori yang digunakan adalah strukturalisme Levi-Strauss, yang mana struktur suatu mitos diasumsikan memiliki relasi ‘dimungkinkan’ dengan fakta sosial dan budaya. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui pendekatan struktural-hermeneutik.
Hasil penelitian ini adalah mitologi Brahma dan Indra mengandung relasi konflik antara dewa bangsa Arya dan dewa bangsa asli India; gejolak pada Zaman Vedisme; genealogi Rahuvana terkait erat dengan kebudayaan masyarakat Tamil, Dravida, dan suku bangsa di India selatan dan Sri Lanka; Śivaisme ternyata ajaran tertua di India jauh sebelum kedatangan bangsa Arya; terdapat rangkaian dinamika strategi politik dalam usaha mempertahankan dan merebut kekuasaan raja-raja India Kuno; figur Rahuvana yang ditafsirkan Agus Sunyoto adalah figur pahlawan kebaikan, dan; sejak kedatangan Arya, lahir sistem kasta dan patriarkhis.
Relevansi penelitian ini dengan Indonesia kekinian adalah memberikan pelajaran, alat baca dan analisis memahami masalah seperti dominasi imperialisme asing terhadap politik, ekonomi dan budaya pribumi; pengusiran suku adat dan petani dari tanahnya; ‘perbudakan’ buruh dengan upah murah dan aniaya BMI oleh bangsa asing; kondisi rakyat yang terpecah belah akibat konflik SARA.
This is a structural study of the Ramayana text version entitled Agus Sunyoto’s Rahuvana Tattwa (Rahuvana True Story). The aims of the research is to analyze correlation Rahuvana Tattwa structure with socio-culture India, as well; to analyze Agus Sunyoto interpretation about Rahuvana figure. Theoretical basis used Levi-Strauss’s structuralism which are assumed a myth sructure to have ‘possible’ relations with the social and cultural facts. Method used in this research was qualitative with hermeneutic-structural approach.
The result of this research is Brahma and Indra are known mythology contains relations conflict between Aryan gods and god of the original race of India; turmoil in era Vedism; Rahuvana genealogy associated with the culture of Tamil people, Dravidian and tribes of southern India and Sri Lanka; Śivaism teachings of the oldest in India long before the coming of the Aryans; there are series of political dynamics in the retention strategy and seize power of the kings of ancient India; Rahuvana figure is interpreted Agus Sunyoto goodess hero figure, and; since the arrival of Aryans, turn up caste and patriarchal system.
Relevance of this research with present Indonesian is giving lessons, reading and analysis tools to understand issues such as foreign imperialist domination of the political, economic and indigenous culture; expulsion of indigenous tribes and peasant from their land; 'slavery' labor with low wages and mayhem Indonesian Migrant Labor by foreign nations; fragmented condition of the people as a result of racial, religion and ethnic conflict.
73078325C1C007078PERAN SATUAN PENGAWAS INTERNAL (SPI )DALAM MEWUJUDKAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG)
PADA UNVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO
Penelitian ini berjudul Peran Satuan Pengawas Internal (SPI ) Dalam Mewujudkan Good Corporate Governance (GCG) Pada Unversitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Hipotesis yang diajukan adalah : peran SPI yang dimiliki oleh Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto memadai, peran SPI (independensi, keahlian profesional, lingkup pekerjaan audit internal, pelaksanaan kegiatan pemeriksaan dan manajemen audit internal) berpengaruh simultan dan parsial dalam mewujudkan GCG pada Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis jalur dengan uji F dan uji t.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : eran Satuan Pengawas Internal (SPI) oleh Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto sudah memadai. Hal ini menunjukkan bahwa Satuan Pengawas Internal (SPI) mampu bersikap independen dengan tidak memasukkan unsur pribadi dalam dalam menjalankan tugasnya, yang berlawanan dengan prinsip integritas dan objektivitas. Selain itu, Satuan Pengawas Internal (SPI) memiliki pengetahuan, kemampuan, dan berbagai disiplin ilmu yang diperlukan untuk melaksanakan pemeriksaan secara tepat dan pantas, mampu melakukan pengujian dan penilaian atas kelayakan san aktivitas sistem pengendalian intern universitas di samping kualitas personil atau kayaan dalam melaksanakan tanggng jawab yang dibebankan kepadanya, mampu merencanakan kegiatan pemeriksaan, pengujian, serta pengevaluasian informasi, pemberitahuan hasil dan menindaklanjuti (follow up) dan mampu mengelola bagian audit internal secara tepat.
Peran SPI yang terdiri dari prinsip independensi, keahlian profesional, lingkup pekerjaan audit internal, pelaksanaan kegiatan pemeriksaan dan manajemen audit internal berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap Good Corporate Government (GCG) pada Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Berdasarkan hasil penelitian implikasi yang diajukan adalah untuk meningkatan pelaksanaan tata kelola perguruan tinggi yang baik (GCG) hendaknya masing-masing Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto menerapkan prinsip-prinsip SPI secara konsisten, yaitu independensi, keahlian profesional, lingkup pekerjaan audit internal, pelaksanaan kegiatan pemeriksaan dan manajemen audit internal, baik secara simultan maupun parsial.
This research, is entitled The Role of the Internal Audit Unit (IAU ) In Achieve Good Corporate Governance ( GCG ) In General Sudirman Unversitas Purwokerto. The hypothesis is : the role of SPI is owned by the University of Purwokerto adequate General Sudirman, the role of SPI (the independence, professional expertise, the scope of internal audit work, the implementation of inspection and internal audit management) and simultaneous partial effect in achieving good corporate governance at the University of Purwokerto General Sudirman.
The analytical tool used is descriptive analysis , path analysis with the F test and t test.
Based on the results of this study concluded that : The role Internal Audit Unit (IAU) by General Sudirman University Purwokerto is adequate. This suggests that the Internal Audit Unit (IAU) is able to be independent by not entering the personal element in carrying out their duties , which is contrary to the principles of integrity and objectivity. In addition, the Internal Audit Unit (IAU) has the knowledge, ability, and the various disciplines required to carry out the appropriate examinations and appropriate manner, able to do the testing and assessment of the feasibility of san activity of the internal control system in addition to the quality of university personnel or wealth in implementing tanggng responsibilities assigned to him, able to plan activities of inspection, testing, and evaluating information, notification of results and follow-up ( follow-up ) and able to manage appropriate internal audit section.
The role of SPI composed of principles of independence, professional expertise , scope of work of internal audit , inspection and implementation of internal audit management and the simultaneous effect partially on Good Corporate Government (GCG) at the University of Purwokerto General Sudirman.
Based on the results of the implications of the proposed research is to improve governance good college (GCG) should each General Sudirman University Purwokerto apply principles consistently SPI, namely independence, professional expertise, scope of work of internal audit, inspection and enforcement activities internal audit management, either simultaneously or partially.
73088326G1A010033EFEK PEMBERIAN PROPOLIS TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GLOMERULUS GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN STRAIN Wistar YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA (CCl4)Latar belakang : Salah satu radikal bebas yang dihasilkan dari luar tubuh yang dapat menimbulkan stres oksidatif adalah karbon tetraklorida (CCl4). Induksi CCl4 pada tikus terbukti dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Propolis dapat mencegah terjadinya stres oksidatif akibat induksi CCl4 sehingga kerusakan ginjal yang ditimbulkan tidak terlalu parah.
Tujuan : Mengetahui efek pemberian propolis terhadap gambaran histopatologi glomerulus ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4).
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain posttest only with control group.Lima belas tikus putih (Rattus norvegicus) jantan stain Wistar dibagi menjadi 3 kelompok. Satu kelompok berjumlah 5 ekor. Kelompok I : tikus kontrol+aquades 2 ml/hari. Kelompok II : tikus+induksi CCl4 1 ml+sonde aquades 1 ml/hari. Kelompok III : tikus+induksi CCl4 1 ml+sonde propolis 0,108 gr/hari. Setelah 30 hari perlakuan, ginjal tikus diambil untuk dibuat preparat dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin.
Hasil : Luas glomerulus kelompok I (22.515,59 µm2), kelompok II (31.007,44 µm2) dan kelompok III (22.678,95 µm2).Jumlah sel mesangial intraglomerulus kelompok I (5,44 sel), kelompok II (16,96 sel) dan kelompok III (11,60 sel). Terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) luas glomerulus dan jumlah sel mesangial intraglomerulus antara kelompok II dan III. Tidak terdapat perbedaan luas glomerulus yang signifikan antara kelompok I dan kelompok II (p=0,957).
Kesimpulan : Luas glomerulus dan jumlah sel mesangial intraglomerulus yang diinduksi CCl4 lebih luas dan lebih banyak jumlah sel mesangialnya daripada kelompok kontrol. Luas glomerulus dan jumlah sel mesangial intraglomerulus pada kelompok pemberian propolis lebih sempit dan lebih sedikit jumlah sel mesangialnya daripada yang diinduksi CCl4.
Background Knowledge : One of the free radical generated from outside the body that can cause oxidative stress is carbon tetrachloride (CCl4). Induction of CCl4 in mice has been shown to cause kidneys damage. Propolis can prevent CCl4- induced oxidative stress thus induced kidney damage is not too severe.
Objective : Knowing the propolis effect on renal glomerulus of wistars (Rattus norvegicus) which is induced by carbon tetrachloride (CCl4).
Method : This study was an experimental study with posttest only with control group design. Fifteen male wistars were divided into 3 groups. Each group consists of 5 rats. Group I: control rats + 2ml/day sonde of aquadest. Group II: rats + 1ml CCl4 induction + sonde of aquadest. Group III: rats + 1ml CCl4 induction + 0,108 gr/day sonde of propolis. After 30 treatment days, the rats renal organs were taken to make a preparation with Hematoxylin Eosin staining.
Results : For glomerulus width, group I has 22.515,59 µm2, group II has 31.007,44 µm2, and group III 22.678,95 µm2. For mesangial intraglomerulus cell total, group I has 5,44 cells, group II has 16,96 cells, and group III has 11,60 cells. There are significant differences between group II and group III related to the (p<0,05) glomerulus width and total of mesangial intraglomerulus. Furthermore, there is no significant glomerulus width gap between group I and group II (p=0,957).
Conclusion : CCl4-induced rats had wider glomerulus and more mesangial intraglomerulus cells than the controlled group. The glomerulus width and the number mesangial intraglomerulus cell in propolis group are lower than CCl4-induced groups.
73098336F1C009014Strategi Komunikasi Lembaga Penelitian Pengembangan Sumber Daya Dan Lingkungan Hidup Dalam Penanggulangan Penyebaran HIV AIDS Pada Komunitas Waria Kabupaten Banyumas.ABSTRAKSI




UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

STRATEGI KOMUNIKASI
(Strategi Komunikasi Lembaga Peneletian Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Hidup Dalam Penanggulangan Penyebaran HIV AIDS Pada Komunitas Waria Kabupaten Banyumas
Siti Amalia
Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Tahun 2014

Meningkatnya penyebaran HIV&AIDS di kalangan masyarakat perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari banyak pihak. Kurangnya informasi dan aksi penanggulangan HIV&AIDS pada masyarakat terutama kelompok resiko tinggi mengakibatkan setiap tahun penyebaran HIV&AIDS semakin bertambah. LSM LPPSLH sebagai lembaga yang peduli terhadap masalah penyebaran HIV&AIDS merasa perlu mengadakan aksi penanggulangan HIV&AIDS dengan cara mensosialisasikan HIV&AIDS pada masyarakat. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan LSM LPPSLH serta untuk mengetahui respon yang diberikan oleh komunitas waria dalam sosialisasi HIV&AIDS. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.
Dari hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa Strategi komunikasi yang diterapkan oleh LSM LPPSLH adalah melalui program pendampingan dengan menerapkan program-program seperti pemberian informasi, program pencegahan, penerbitan leaflet dan booklet, akses layanan kesehatan, edutaiment. Dan dalam melaksakan program programnya LSM melibatkan pihak lain seperti Dinkes, Dinsos, serta media massa untuk menjadikan sosialisasi bisa berjalan dengan baik sehingga dapat untuk memperkuat upaya mempengaruhi perubahan perilaku sehingga dengan sendirinya akan menjaga kesehatan suapaya tidak tertular penyakit HIV dan AIDS.

Keyword : Strategi Komunikasi, Penanggulangan, HIV AIDS, Komunitas Waria




ABSTRAC

UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

Communication Strategy
(Communication Strategy Research Institute of Resource Development and Environment HIV AIDS Spreading In Prevention Community Shemale In Banyumas)

The increasing spread of HIV & AIDS in the community needs to get a genuine concern from many quarters. Lack of information and action on HIV and AIDS in the community, especially high-risk groups every year resulting in the spread of HIV and AIDS is increasing. LPPSLH LSM as organizations concerned with the spread of HIV & AIDS issues was the need to conduct the action on HIV & AIDS by disseminating HIV and AIDS in the community. By taking the title of Communication Strategy Research Institute of Resource Development and Environment HIV AIDS Spreading In Penanggulanagan Community Shemale In Banyumas, the purpose of this study was to determine the communication strategy by LSM.
From research findings we concluded that the communication strategy adopted by the LSM LPPSLH is through mentoring strategy by implementing programs such as the provision of information, prevention programs, publishing leaflets and booklets, access to health care, edutaiment. And in fulfilling its program LSM programs involve other parties such as Health Office, Social Affairs, and the mass media to make socialization can work well so it can reinforce efforts to influence behavior change by itself will not keep health for contracting HIV and AIDS.
From the analysis in this study, the researchers concluded that the communication strategy by LSM LPPSLH is quite effective, it can be seen from the positive response given by the implementation of the transgender community assistance program in tackling HIV and AIDS.

Keyword: Communication Strategies, Prevention, HIV AIDS, Community Shemale

731010306B1J010230STUDI PENGARUH NUTRIEN AEROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN TAJUK KENTANG KULTIVAR GRANOLA

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh nutrien aeroponik terhadap pertumbuhan tajuk tanaman kentang kultivar granola dan menentukan formulasi nutrien aeroponik yang paling baik untuk meningkatkan pertumbuhan tajuk tanaman kentang kultivar granola. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan nutrien yaitu Farran dimodifikasi (N1), Otazu dimodifikasi (N2), Hoagland dimodifikasi (N3) dan Growmore dimodifikasi (N4). Setiap perlakuan diulang sebanyak 9 kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan tajuk kentang kultivar granola. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah laju pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun dan luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tajuk tanaman kentang kultivar granola dipengaruhi oleh jenis nutrien yang digunakan. Nutrien Hoagland dimodifikasi merupakan media nutrien yang lebih baik untuk meningkatkan pertumbuhan tajuk tanaman kentang kultivar granola.This study was conducted with the aim of studying the effect of aeroponics nutrient against the canopy growth of potato plant from granola cultivar and to determine the optimum aeroponics nutrient formulation to increase the canopy growth of potato plant from granola cultivar. Research method used were experimental method with Completely Randomized Design (RAL) with 4 nutrient treatment which were modified Farran (N1), modified Otazu (N2), modified Hoagland (N3) and modified Growmore (N4). Each treatment was repeated 9 times so that there were 36 experimental unit. Variable observed were canopy growth of potato from granola cultivar. Parameters measured in this study were plant height growth rate, total branch, total leaf, and leaf area. Study results showed that the canopy growth of potato plant from granola cultivar were affected by nutrient type that were used. Modified Hoagland nutrient was the best nutrient medium to increase the canopy growth of potato from granola cultivar.
73118327H1B010017MODEL DINAMIK DISKRIT LOTKA-VOLTERRASalah satu bentuk interaksi makhluk hidup di bumi ini adalah predasi, yang secara matematis dapat disajikan dalam model Lotka-Volterra. Dalam penelitian ini, dikaji model dinamik diskrit Lotka-Volterra yang diperoleh dengan menggunakan metode skema beda hingga tak standar. Perilaku dari titik kesetimbangan model bersifat stabil asimtotis lokal jika memenuhi syarat masing-masing titik kesetimbangan. Perubahan nilai parameter akan memberikan pengaruh pada perubahan kestabilan titik kesetimbangan dan jumlah prey serta jumlah predator karena perubahan nilai parameter tersebut membuat syarat titik kesetimbangan model yang awalnya bersifat stabil asimtotis tak terpenuhi lagi.One of interpopulation interaction of organisms is predation which is mathematically can be expressed in Lotka-Volterra model. In this research, are reviewed dynamic discrete Lotka-Volterra model that can be obtained by nonstandard finite difference schemes method. The behavior of equilibrium point of model is local asymptotically stable if qualified each point equilibrium. The change of parameters values will give impact on change stability of equilibrium point and the number the number of prey and predators because the change of parameters values make the equilibrium point requirement of model originally are asymptotically stable unfulfilled again.
73128328F1F007013THE EFFECTIVENESS OF USING FOXFIRE METHOD TO INCREASE STUDENTS’ ABILITY IN WRITING DESCRIPTIVE PARAGRAPH
(A Case Study on the Eighth Grade Students of SMP PGRI Pangkalan – Karawang Academic Year 2012 / 2013)

Keefektivitasan Penggunaan Metode Foxfire Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Menulis paragraf Deskriptif
(Study Kasus Kelas VIII SMP PGRI Pangkalan –Karawang Tahun Ajaran 2012/2013)

Winda Nuraini
Email: winda.nuraini@gmail.com
Supervised By:
Drs. Agus Sapto Nugroho, M.Ed TESOL and Tuti Purwati, S.S, M.Pd

English Language and Literature Study Program, Humanities Department
Faculties Social and Political Science, Jenderal Soedirman University
Jl.Dr.Soeparno, Karangwangkal – Purwokerto 53122
Abstrak

Fokus penelitian ini adalah tentang keefektifan penggunaan metode foxfire untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis deskriptif paragraf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis karangan dekriptif menggunakan metode foxfire.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Penelitian ini memaparkan tentang pengaruh dari pemberian perlakuan menggunakan metode foxfire sebagai medianya untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan pengaruh antara dua variabel antara grup eksperimen dan kontrol. Pengumpulan data diperoleh melalui tes yang dibagi pre tes dan post tes, wawancara, kuesioner, dan observasi.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam pemahaman menulis. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata grpup eksperimen yang meningkat dari nilai pre tes 59.81 menjadi 71.74 untuk nilai post tes. Hasil ini didukung dengan hasil kuesioner yang menunjukkan bahwa persentase terbesar tentang ketertarikan dalam proses belajar menggunakan metode foxfire dan persentase terkecil tentang memperoleh pengetahuan baru dalam proses belajar menggunakan metode foxfire. Berdasarkan hasil di atas, metode foxfire memberikan pengaruh yang baik dalam meningkatkan kemampuan pemahaman menulis.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru dan siswa dalam meningkatkan kemampuan pemahaman menulis, serta bagi mahasiswa jurusan sastra inggris sebagai referensi bagi mereka yang tertarik untuk melakukan penelitian dengan topic yang serupa.






The main concern of this research is about “the effectiveness of using foxfire method to increase students’ writing descriptive paragraph. The purpose of this research is to find out about the students’ skill on writing descriptive paragraph by using foxfire method.
This research is experimental design. This research describes the influence of the implementation of foxfire method as a media to increase students’ writing ability. This research was conducted to gain the influence of two variables between the experimental group and the control group. The collection of the data obtained through the test divided to pre test and post test, interview, questionnaire, and observation.
The result showed an improvement on students’ writing skill. It could be seen from the mean of experimental class which increased from pre test score was 59.81 become was 71.74 for post test score. It was supported by the result of questionnaire showing that most students in the experimental class showed that the biggest percentage was about the interesting of learning process using foxfire method and the smallest percentage was about getting new knowledge in learning process of using foxfire method. Based on the result above, it revealed that the influence of foxfire method gave good effect in improving the students’ ability and motivation in writing skill.
This research is expected to be useful for the teacher and students in improving students’ English writing skill. The students of English literature program as reference for them who are interested in conducting similar topic.

73138329H1B009004MODEL DINAMIK KETERSEDIAAN NITROGEN PADA LAHAN SAWAH TERASERING
Pada penelitian ini dikaji model dinamik ketersediaan nitrogen pada lahan sawah terasering, dimana model tersebut dimodelkan secara matematis dengan sistem persamaan diferensial linier non homogen. Selanjutnya, model tersebut diselesaikan dengan metode koefisien tak tentu. Berdasarkan analisis penyelesaian model, laju input bahan organik yang dibutuhkan agar masing-masing lahan sawah memenuhi kriteria lahan dengan tingkat kesuburan yang tinggi adalah sebesar 1256,0612 - 4412,156 ppm per hari untuk lahan sawah pertama dan 1086,3102 - 4162,485 ppm per hari untuk lahan sawah kedua. Selain itu, masing-masing lahan sawah tetap memenuhi kriteria lahan dengan tingkat kesuburan yang tinggi, apabila besarnya tingkat pencucian nitrogen dalam bentuk siap diserap tanaman oleh air adalah 0,0333 - 0,3101 per hari.This research, discussed the availability of nitrogen in the dynamic model of terraced paddy field, which the model can be modelled mathematically in the form of a non-homogeneous system of differential equations. Then, the model can be solved by the method of indeterminate coefficients. Based on the analysis of the solution model, the rate of organic matter inputs needed for each paddy fields that satisfy the criteria of land with a high fertility levels is 1256,0612 - 4412,156 ppm per day for the first paddy field and 1086,3102 - 4162,484 ppm per day for the second paddy field. In addition, the each paddy fields can be decided satisfy the criteria of land with high fertility levels, if the leaching rate of available nitrogen is 0,0333 - 0,3101 per day.
73148330H1B009044APLIKASI PEWARNAAN GRAF DENGAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK PENYELESAIAN MASALAH PENJADWALAN DI JURUSAN MIPA UNSOEDPenjadwalan merupakan sebuah teknik dalam mengatur waktu dan sumber daya untuk mendapatkan efektifitas kegiatan. Pembuatan jadwal adalah salah satu masalah yang sering dihadapi oleh institusi-institusi pendidikan, salah satunya adalah pembuatan jadwal kuliah atau sering disebut juga dengan University Timetabling Problem (UTP). Banyak cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah penjadwalan kuliah, salah satunya dengan teknik pewarnaan graf. Teknik pewarnaan graf dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah penjadwalan dengan menggunakan beberapa algoritma, salah satunya dengan algoritma genetika. Algoritma genetika merepresentasikan kemungkinan pewarnaan graf dalam bentuk kromosom. Kromosom tersebut tersusun oleh gen-gen yang merepresentasikan setiap warna pada titik graf. Kromosom tersebut akan mengalami proses seleksi, crossover, dan mutasi sehingga diperoleh kromosom yang lebih baik, yaitu kromosom dengan pewarnaan lebih sedikit dari kromosom sebelumnya. Penyelesaian pewarnaan graf dengan algoritma genetika dalam skripsi ini menggunakan software MATLAB 7.11 (R2010b). Solusi optimum pewarnaan graf dengan 97 titik yang merepresentasikan mata kuliah wajib dan pilihan semester genap di Jurusan MIPA UNSOED adalah 23 warna, sehingga perkuliahan di Jurusan MIPA dapat dijadwalkan dalam 23 waktu.Scheduling is a technique to manage time and resources to obtain the effectiveness of the activities. Schedule making is one of the problems often faced by educational institutions, one of them is make a University timetabling or often called University Timetabling Problem (UTP). Many ways can be used to solve the University Timetabling Problem, one of them is with graph coloring techniques. Graph coloring technique can be used to solve the scheduling problem by using several algorithms, one of them is genetic algorithms. Genetic algorithms represent the possibility of graph coloring in the form of chromosomes. Chromosomes are composed of genes that represent each color at the verteces of graph. The chromosomes will be processed in selection, crossover, and mutation to obtain a chromosome with coloring fewer than before. Graph coloring with a genetic algorithm is solved by using software MATLAB 7.11 (R2010b). The optimum solution is obtained graph coloring with 97 vertex is 23 colors. So, the courses can be scheduled in 23 times.
73158331C1L010047FISCAL CAPACITY ANALYSIS OF FLYPAPER EFFECT
ON INTERGOVERNMENTAL TRANSFER
(Empirical Research in Government of Central Java Province)
Penelitian ini merupakan studi empiris pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada periode 2010-2011 dengan judul Analisis Kapasitas Fiskal atas flypaper effect pada transfer antar pemerintah (Penelitian empiris di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi, Dana Alokasi Umum, Lain-lain Pendapatan Yang Sah , dan kapasitas fiskal terhadap total belanja daerah di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ada 6 kota dan 29 kabupaten sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi linier berganda , didapat kesimpulan : (1) Pendapatan Asli Daerah secara signifikan mempengaruhi total belanja pemerintah daerah, ( 2 ) Dana Bagi Hasil secara signifikan berpengaruh terhadap total belanja pemerintah daerah, ( 3 ) Dana Alokasi Umum memiliki pengaruh yang signifikan terhadap total pengeluaran pemerintah daerah, ( 4 ) Lain-lain Pendapatan Yang Sah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap belanja pemerintah daerah total, ( 5 ) kapasitas fiskal tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap total belanja pemerintah daerah , dan ( 6 ) Dana Alokasi Umum memiliki pengaruh total pengeluaran pemerintah daerah yang paling dominan .
Sebagai implikasi dari kesimpulan di atas, untuk mencapai penyerapan maksimal pendapatan daerah, pemerintah daerah harus memaksimalkan upaya pendapatan daerah untuk mengumpulkan pajak dan sumber-sumber keuangan lokal yang bukan termasuk pajak seperti bagi hasil untuk BUMD ( Badan Usaha Milik Daerah ). Selain itu, pemerintah daerah harus lebih peduli pada perencanaan pendapatan sebagai upaya untuk mencapai kinerja pembangunan daerah sehingga pengumpulan dana optimal . Kemudian, kebijakan transfer harus ditinjau kembali oleh pemerintah pusat untuk menemukan formula yang lebih baik dalam mengalokasikan transfer antar pemerintahan. Selanjutnya, penelitian ini menemukan bahwa transfer Alokasi Umum kepada pemerintah daerah tidak hanya digunakan untuk menutupi kesenjangan fiskal yang ada pada kemampuan keuangan lokal, tetapi juga digunakan sebagai penghasilan utama untuk membiayai pengeluaran pemerintah. Hal ini mencerminkan bahwa pemerintah pusat harus mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan mereka tidak hanya dari Pendapatan Asli Daerah Sendiri tetapi juga mengeksplorasi lagi untuk kemampuan lokal kecuali pendapatan dari pajak, sehingga Pendapatan Asli Daerah yang diperoleh mampu dana kebutuhan mereka .
This research is an empirical study at Government of Central Java Province in the period of 2010-2011 with the title of Fiscal Capacity Analysis of Flypaper Effect on Intergovernmental Transfer (Empirical Research in Government of Central Java Province). The aims of this research are to examine the influence of Local Own Revenue (Pendapatan Asli Daerah), Revenue Sharing Fund (Dana Bagi Hasil), General Allocation Fund (Dana Alokasi Umum), Other Legitimate Income (Lain-lain Pendapatan Yang Sah), and fiscal capacity on total local expenditures in Government of Central Java Province. There were 6 cities and 29 regencies as sampling of research. Then purposive sampling method was used to determine the sampling.
Based on the research result using multiple linear regression analysis, it has got the conclusions: (1) Local Own Revenue (Pendapatan Asli Daerah) significantly affect to total local government expenditure, (2) Revenue Sharing Fund (Dana Bagi Hasil) significantly affect to total local government expenditure, (3) General Allocation Fund (Dana Alokasi Umum) has significant influence toward total local government expenditure, (4) Other Legitimate Income (Lain-lain Pendapatan Yang Sah) has significant influence toward total local government expenditure, (5) Fiscal capacity has no significant influence to the total local government spending, and (6) General Allocation Fund (Dana Alokasi Umum) has the most dominant influence total local government expenditure.
As implication of the conclusion above, in order to reach maximal absorption of local revenue, local government should maximize the local revenue effort to collect taxes and local financial sources exclude taxes such as as revenue sharing for BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Furthermore, local government should concern more on revenues planning effort for reaching the performance of regional development on collecting the fund optimally. Then, transfer policy should be reviewed again by central government to find better formula in allocating intergovernmental transfer. Furthermore, this research found that General Allocation Transfer to the local government not only used for covering fiscal gap which is exist on local financial capability but also used as the main income for funding government expenditures. It reflects that central government should encourage local government for improving their income not only from Local Own Revenue (Pendapatan Asli Daerah) but also explore again for local capability exclude income from tax, so that Local Own Revenue (Pendapatan Asli Daerah) which is earned able to funds their need.
731610308P2CB11009PENGARUH KUALITAS LAYANAN, PERSEPSI HARGA DAN CITRA PERUSAHAAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN DAMPAKNYA PADA LOYALITAS KONSUMEN DI RSUD Dr. M. ASHARI
Kualitas produk dan citra perusahaan merupakan konsep yang sangat penting bagi perusahaan, sehingga perusahaan harus memahami jika mereka ingin tetap kompetitif dan berkembang. Konsumen yang merasa puas karena terpenuhinya kebutuhan akan membentuk dasar dari setiap bisnis yang sukses dan mengarah kepada kepuasan konsumen sehingga akan terbentuk loyalitas konsumen. Berdasarkan keterbatasan penelitian terdahulu, maka dalam penelitian ini dilakukan pada industri jasa dan menambahkan variabel persepsi harga sebagai variabel independent.

Penelitian dilakukan di sektor jasa rumah sakit yaitu pasien rawat inap. Jumlah responden 152 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling pasien yang telah rawat inap lebih dari 2 hari. Alat analisis menggunakan stuctural equation modelling dengan program AMOS.18.

Hasil analisis sebagai berikut: nilai variabel kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai p value lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel persepsi harga terhadap kepuasan konsumen dengan nilai p value kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel citra perusahaan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai p value lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel kepuasan konsumen terhadap loyalitas dengan nilai p value lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel kualitas layanan terhadap loyalitas konsumen dengan nilai p value lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah.Nilai variabel persepsi harga terhadap loyalitas konsumen dengan nilai p value lebih besar dibandingkan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel citra perusahaan terhadap loyalitas konsumen dengan nilai p value lebih besar dibandingkan nilai rata-rata terendah.

Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen, persepsi harga berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, citra perusahaan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, kepuasan konsumen tidak berpengaruh terhadap loyalitas, kualitas layanan berpengaruh terhadap loyalitas, persepsi harga tidak berpengaruh terhadap loyalitas dan citra perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas.
The purpose of this study was to analyze the effect of the variable quality of service, price perception and corporate image to customer satisfaction that impact on customer’s loyalty at RSUD Dr. M.Ashari. The sample in this study was 152 respondents using simple random sampling method. Analysis tools used in this study is Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS 18 program. Test the validity of the indicators is done by testing the Confirmatory Factor Analysis (CFA) where the value of the indicator factor loading above 0.05 so there are some indicators are discarded in this research model. This research model goodness of fit criteria, and data to meet the assumptions of normality SEM, outliers, multicollinearity and singularity.
The results of the analysis as follows: the value of the variable service quality on customer satisfaction with the p value is greater than the lowest average value. Price perception variable value on customer satisfaction with the p value is small compared with the lowest average value. Variable value of corporate image on consumer satisfaction with p value less than the lowest average value. Variable values customer satisfaction to loyalty to the p value is greater than the lowest average value. The value of the variable quality of service to customer loyalty with the p value is smaller than the average value of the variable terendah.Nilai price perception on consumer loyalty to the p value is greater than the lowest average value. Variable value of corporate image on consumer loyalty to the p value is greater than the lowest average value. From the analysis, it can be concluded that the quality of service does not affect the consumer satisfaction, perception of price effect on customer satisfaction, corporate image affects customer satisfaction, customer satisfaction has no effect on loyalty, service quality effect on loyalty, perception does not affect the price of loyalty and image the company has no significant effect on loyalty.
731710309B1J008105POTENSI TANAMAN PENEDUH JALAN SEBAGAI PENYERAP TIMBAL (Pb) DI KOTA PURWOKERTO BERDASARKAN RESPON ENZIM KATALASEKemampuan tanaman untuk mengurangi partikel pencemar udara berbeda-beda,hal ini terkait dengan sifat fisiologis tanaman. Beberapa enzim yang berfungsi sebagai pertahanan akan meningkat aktivitasnya pada saat terjadi cekaman.Salah satu enzim tersebut adalah katalase yang berfungsi mengkatalis reaksi H2O2 menjadi 2H2O dan O2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan tanaman peneduh jalan sebagai penyerap timbal, mengetahui bagaimana respon enzim katalase terhadap konsentrasi timbal pada daun tanaman peneduh jalan dan mengetahui hubungan antara konsentrasiPb daun tanaman peneduh jalan di kota Purwokerto dengan aktivitas enzim katalase. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survai dengan teknik purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi konsentrasi Pb pada daun dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA), aktivitas enzimatis dengan metode Erdal danparameter pendukung meliputi kepadatan kendaraan bermotor di Kota Purwokerto. Hasil penelitian menunjukan daun tanaman Glodogan lebih berpotensi sebagai penyerap timbal dibandingkan tanaman Angsana maupun Kupu-kupu.Adanya respon aktivitas katalase terhadap konsentrasi Pb dalam daun pada ketiga jenis tanaman. Tidak ada hubungan antara konsentrasi Pb daun dengan aktivitas katalase pada daun tanaman peneduh jalan.The ability of plants to reduce air pollutant particles vary, it is associated with the physiological properties of the plant. Some enzymes that function as a defense to increase its activities in the event of cekaman.Salah the catalase enzyme is the function of catalyzing the reaction of H2O2 into 2H2O and O2. The purpose of this study was to determine how the ability of plants roadside as absorbing lead, knowing how to respond to the enzyme catalase lead concentrations in the leaves of plants roadside and determine the relationship between plant leaf konsentrasiPb roadside in the town of Purwokerto with the activity of the enzyme catalase. The method used is the method of survey with purposive sampling technique. The parameters observed Pb concentrations in leaves with Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), enzymatic activity by supporting danparameter Erdal method includes motor vehicle density in Purwokerto. The results showed Glodogan plant leaves more potential as a lead absorber than plants Angsana andKupu- kupu.There is catalase activity response to the concentration of Pb in the leaves on all three types of plants. There is no relationship between the concentration of Pb leaf catalase activity in leaves of plants roadside.
73188214D1E009085ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA PADA USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN BANJARNEGARA“Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja pada Usaha Peternakan Sapi Potong di Kabupaten Banjarnegara”. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 Januari sampai dengan tanggal 8 Februari 2014 di Kabupaten Banjarnegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja peternak dalam usaha peternakan sapi potong dan pengaruh faktor sosial ekonomi (umur petrnak, jumlah ternak, pendidikan peternak, lamanya beternak) terhadap kebutuhan tenaga kerja. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei terhadap rumah tangga peternak sapi potong. Sampel wilayah atau kecamatan dipilih secara Stratified Random Sampling menjadi 3 tingkatan yaitu tinggi, sedang dan rendah kemudian terpilih 5 kecamatan yang dijadikan sampel penelitian dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Banjarnegara. Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode Quota Sampling sebanyak 30 peternak dari masing - masing wilayah yang terpilih. Kebutuhan tenaga kerja peternak sapi potong di Kabupaten Banjarnegara dalam penelitian ini rata - ratanya yaitu sebesar 1,44 atau dibulatkan menjadi 1 tenaga kerja. Pengaruh variabel independen (Umur Peternak, Jumlah Ternak, Pendidikan Peternak dan Lamanya Beternak) terhadap variabel dependen (Kebutuhan Tenaga Kerja) dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukan bahwa variabel independen berpengaruh sangat nyata terhadap variabel dependen pada tingkat signifikansi 99% (P < 0,01) dengan koefisien determinasi sebesar 35,7%. Secara parsial faktor - faktor yang mempengaruhi kebutuhan tenaga kerja pada usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Banjarnegara adalah jumlah ternak (P < 0,01) dan lamanya beternak (P < 0,05).“Need Analysis of Labor of Beef Cattle Farming in Banjarnegara Regency”. This research was carried out on January 12 to February 8, 2014. The aim of the research was to analyze of labor need of beef cattle farming, and the effect of socio-economic factors (farmer age, number of cattle, farmer education, and farming period) on the need of labor. Survey method was applied on beef cattle farmers. Sampling technique was Stratified Random Sampling into 3 levels those were high, medium and low had been selected resulted 5 sampling districts from a total of 20 districts in the regency. Respondent were selected using Quota Sampling as many as 30 farmers from each selected area. The need of labor of beef cattle farming in Banjarnegara Regency was 1.44 or 1 on average. The effect of independent variables (farmer age and education, number of cattle, and farming period) on dependent variable (labor need) was analyzed using multiple linear regression. The results showed that independent variables affected very significantly (P<0.01) with determination coefficient of 35.7%. Partially, factors affecting labor need were number of cattle (P<0.01) and farming period (P<0.05).
73198332H1B010038MODEL MATEMATIKA KANDUNGAN UNSUR HARA NITROGEN PADA LAHAN PERSAWAHANUnsur hara nitrogen pada suatu lahan persawahan merupakan salah satu unsur hara makro yang sangat diperlukan oleh tanaman padi, apabila tanaman tidak mendapatkan asupan nitrogen yang memadai, maka pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman akan terhambat. Unsur hara nitrogen yang terdapat di lahan persawahan dapat berkurang ketika mengalami penguapan ke udara dan pencucian oleh air tanah atau permukaan, dapat pula terserap oleh akar tanaman padi serta bertambah dengan adanya faktor pemupukan baik pupuk organik maupun anorganik. Pada penelitian ini, dikaji dinamika kandungan unsur hara nitrogen pada lahan persawahan dengan faktor pemupukan yang direpresentasikan ke dalam model matematika berupa sistem persamaan diferensial yang diselesaikan dengan menggunakan metode koefisien tak tentu. Berdasarkan penyelesaian model diketahui bahwa kandungan unsur nitrogen pada tanaman padi untuk jangka waktu yang lama berbanding lurus dengan laju pemupukan bahan organik, anorganik serta tingkat penyerapan unsur nitrogen. Dan berbanding terbalik dengan tingkat penguapan dan pencucian unsur nitrogen. Dari analisis penyelesaian model didapatkan laju pemupukan bahan anorganik berdasarkan pada kriteria kesuburan tanaman padi adalah sebesar 471,10588-3381,14285 ppm per hari.Nitrogen in a paddy field is one of the macro nutrients that are needed by rice plants, because if the plants do not get an adequate intake of nitrogen, the growth and development of a plant will be stunted. Nitrogen contained in the paddy fields can be decreased by the evaporation, leached to the ground water, and absorbed by the roots of the rice plant. Meanwhile, the organic and inorganic fertilizer may increase the nutrient. This research, discussed the nutrient content in a paddy field with fertilization process which is represent to a differential equation system and solved by undetermined coefficients method. Based on the solution, it’s known that for a long period of time the content of nitrogen in a rice plants directly proportional to the rate of accumulation of organic and inorganic materials and also the rate of uptake of nitrogen, while the rate of evaporation and leaching of nitrogen to the nitrogen content in rice plants is inversety proportional. This means that the influence of fertilization will increase the content of nitrogen in rice plants. From the solution, it can be concluded that of inorganic material fertilization rate based on the criteria of the fertility of rice plants amount ppm of each day.
73208333H1B010040SEMIGRUP ADITIF POLINOMIAL ATAS ALJABAR MAX-PLUS INTERVALPaper ini membahas tentang pembentukan polinomial atas aljabar max-plus interval. Selanjutnya, dibuktikan bahwa himpunan semua polinomial atas aljabar max-plus interval yang dilengkapi dengan operasi penjumlahan merupakan semigrup komutatif idempoten dengan elemen netral. Lebih lanjut, relasi urutan yang didefinisikan pada himpunan semua polinomial atas aljabar max-plus interval merupakan relasi urutan parsial serta operasi penjumlahan pada polinomial atas aljabar max-plus interval konsisten terhadap urutan relasi tersebut.
This paper discusses about the construction of a polynomial over the interval max-plus algebra. Then, we proved that the set of all polynomials over the interval max-plus algebra equipped with the operation of polynomial addition is a commutative idempotent semigroup with zero element. Furthermore, the order relation defined on the set of all polynomials over the interval max-plus algebra is a partial order relation as well as the operation of addition on polynomial over the interval max-plus algebra consistent with this order relation.