Home
Login.
Artikelilmiahs
10246
Update
ROSELLYNIA CALYPTRANTI
NIM
Judul Artikel
KEPADATAN POPULASI TUNGAU PREDATOR Phytoseius sp. PADA BERBAGAI KLON TANAMAN TEH SETELAH AUGMENTASI INUNDATIF DI PTPN IX SEMUGIH PEMALANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jenis hama utama yang menyerang tanaman teh antara lain dari golongan jenis tungau hama jingga (Brevipalpus phoenicis) dan tungau predator Phytoseius sp. memiliki kemampuan yang baik dalam pengendalian hayati tungau hama jingga (Brevipalpus phoenicis). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan 3 kelompok klon (Asam, Gambung, dan TRI 2024) sebagai ulangan dengan pengambilan sampel secara sistematis. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode diagonal. Sampel berupa daun teh diambil 5 helai daun disetiap titik pengambilan sampel yang berasal dari 5 helai daun terbawah dari masing-masing tiap jenis klon. Seluruh daun teh diamati di bawah mikroskop stereo dan dihitung jumlah telur, larva, nimfa, dan dewasa dari tiap jenis tungau hama (Brevipalpus phoenicis) dan tungau predator Phytoseius sp. untuk menentukan rasio antara banyaknya individu larva Phytoseius sp. dengan banyaknya total individu seluruh stadium Phytoseius sp. Hasil data kepadatan populasi ini digunakan sebagai pembanding untuk dilakukan augmentasi inundatif. Strategi augmentasi adalah melepaskan musuh alami yang telah di produksi massal dalam jumlah yang besar dengan tujuan untuk meningkatkan populasi musuh alami di habitat pelepasan atau membanjiri (inundasi) populasi hama dengan musuh alami dan penambahan secara massal populasi tungau predator. Hasil data pendukung seperti sudut duduk daun, luas daun, panjang trikhoma, kerapatan trikhoma, suhu, dan kelembaban kemudian dianalisis dengan analisis ragam (uji F), dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada tingkat kesalahan 10% dan 20%. Hasil penelitian kepadatan populasi tungau predator Phytoseius sp. pada berbagai klon tanaman teh setelah augmentasi inundatif di PTPN IX Semugih Pemalang menunjukkan bahwa kepadatan populasi tungau predator Phytoseius sp. yang tinggi adalah jenis klon asam (P<20%). Faktor yang mempengaruhi kepadatan populasi tungau predator Phytoseius sp. adalah sudut duduk daun, luas daun, panjang trikhoma, dan kerapatan trikhoma.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The main type of pest that attack the crops of tea is orange mite (Brevipalpus phoenicis) moreover predatory mites Phytoseius sp. have a good ability in biological control of pest orange mites (Brevipalpus phoenicis). This study uses experimental methods with a randomized block design (RAK) design with 3 groups of clones (Asam, Gambung, and TRI 2024) as replicates of systematic sampling. We use the diagonal method for determinating sampling point. Samples are tea leaves that 5 leaves at each sampling point from the 5 leaves from the bottom of each type of clone. The whole tea leaves were observed under a stereo microscope and counted the number of eggs, larvae, nymphs, and adults of each type of pest mites (Brevipalpus phoenicis) and predatory mites Phytoseius sp. to determine the ratio between the number of individual larvae Phytoseius sp. and total number of individuals of all stages Phytoseius sp. Population density data is used as a comparison to inundatif augmentation. Augmentation strategy is releasing natural enemies that have been in mass production in large numbers in order to increase natural enemy populations in habitats release or flooding (inundation) of pest populations by natural enemies and the addition of a mass population of predatory mites. Supporting data such as sitting corner leaves, leaf wide, length of trichoma, trichoma density, temperature, and humidity and then analyzed by analysis of variance (F test), followed by Duncan's multiple range test at an error rate of 10% and 20%. The results showed that the population density of predatory mites Phytoseius sp. the high population density by the type of clone Asam (P<20%). Factors affecting that the predatory mite Phytoseius sp. population density is the sitting corner leaves, leaf area, length of trichoma, and trichoma density
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save