Artikel Ilmiah : F1A007016 a.n. MUHAMMAD YULIANSYAH
| NIM | F1A007016 |
|---|---|
| Namamhs | MUHAMMAD YULIANSYAH |
| Judul Artikel | HUBUNGAN INTERAKTIF ORANG TUA TUNA RUNGU DENGAN ANAK NORMAL (Studi Tentang Interaksi Sosial Antara Orang Tua Tuna Rungu Dengan Anak Berpendengaran Dan Berbicara Normal Di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Keluarga merupakan sebuah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari ayah (seorang laki-laki), ibu (seorang perempuan), serta anak (laki-laki maupun perempuan). Masing-masing anggota keluarga memiliki tugas dan peran yang berbeda-beda. Komunikasi maupun interaksi antara satu anggota dengan anggota yang lain tentu ada dalam keluarga. Interaksi juga membutuhkan hubungan timbal balik antara individu satu dengan individu lainnya. Interaksi tidak akan berjalan lancar jika salah satu pihak kurang optimal dalam melakukan interaksi maupun komunikasi, seperti yang dialami oleh keluarga dengan keadaan orang tua penyandang tuna rungu yang mempunyai anak berpendengaran normal, seperti yang terjadi di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah pasangan orang tua atau salah satu dari orang tua (ayah atau ibu) penyandang tuna rungu yang memiliki anak berpendengaran dan berbicara normal dengan usia dibawah 5 tahun, dan orang tua normal yang mempunyai anak penyandang tuna rungu. Keluarga serta tetangga dekat masuk dalam informan pendukung. Adapun teknik menentukan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 8 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan model Analisis Interaktif sebagai metode analisis data. Karakteristik keluarga tuna rungu masuk dalam tipe extended family atau keluarga luas. Karakteristik umur dari keluarga tuna rungu bersifat tidak pasti. Pendidikan formal yang ditempuh oleh keluarga tuna rungu adalah SDLB. Sebagian besar keluarga tuna rungu bekerja di bidang informal / wiraswasta. Keluarga tuna rungu menggunakan komunikasi nonverbal / bahasa isyarat untuk dapat berinteraksi antara orang tua dengan anak maupun dengan orang lain yaitu dengan menggunakan gerakan tangan, gerakan bibir, dan ekspresi wajah. Keluarga tuna rungu mengalami kendala dalam proses interaksi sosial dengan anak yaitu sulitnya mengembangkan kemampuan bicara anak, sering terjadi miss communication antara orang tua dengan anak, sulitnya mengajarkan anak untuk dapat bergaul dengan lingkungan sekitar. Upaya yang dilakukan keluarga tuna rungu untuk menghadapi kendala dalam proses interaksi sosial dengan anak adalah orang tua tuna rungu meminta bantuan orang lain untuk mengembangkan kemampuan bicara anak, orang tua tuna rungu harus lebih memiliki waktu dan lebih sering melakukan interaksi dengan anak, orang tua harus lebih berani membawa anak untuk dapat lebih mengenal lingkungan masyarakat. Keberadaan orang tua penyandang tuna rungu dalam sebuah keluarga ternyata membentuk perilaku anak menjadi lebih pendiam dan pemalu. Kekurangan yang dimiliki orang penyandang tuna rungu dalam sebuah keluarga menjadikan keluarga tuna rungu tidak mendapatkan akses yang luas di dalam masyarakat, oleh karena itu peran orang lain sangat dibutuhkan dalam sebuah keluarga tuna rungu. Peran tersebut adalah peran dari keluarga dan tetangga dekat keluarga tuna rungu. Tetangga dekat berperan penting dalam perkembangan anak yaitu mengembangkan kemampuan bicara anak, memberikan informasi yang lebih banyak bagi anak, mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma kepada anak. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The family is the smallest unit of a society consisting of a father (a man), mother (a woman), and children (male and female). Each family member has a task and a different role. Communication and interaction between the members of the other members in the family of course there. The interaction also requires reciprocal relationship between one individual with another individual. Interaction will not run smoothly if one party in a less than optimal interaction and communication, as experienced by the family with the state of deaf parents who have children normal hearing, as was the case in the Kroya District, Cilacap regency. The method used in this research is descriptive qualitative method. The main target of this research is the parent spouse or one of the parents (father or mother) who has a deaf child hearing and speak normally under age 5 years, and normal parents who have deaf children. Family and their close neighbors included in the informant supporters. The technique of determining informant is purposive sampling with total of informants as many as 8 people. Methods of data collection in this study is deep interview, observation, and documentation. This study uses a model of the Interactive Analysis as a method of data analysis. Deaf family characteristics included in the type extended family. Deaf Families using nonverbal communication/sign language to interact between parents and children as well as with others is by using hand gestures, lip movements and face expressions. Deaf families experiencing problems in the process of social interaction with children is the difficulty of developing the child's ability to speak, often occurs miss communication between parents and children, the difficulty of teaching children to get along with the surrounding environment. Efforts are being made for the deaf families facing obstacles in the process of social interaction with the child is deaf parents asking for help from others to develop children's speech, deaf parents should have more time and more frequent interaction with the child, parents should be more willing to bring the child to get to know the community. The existence of deaf parents in a family would shape the child's behavior becomes more reserved and sheepish. Weaknesses of the deaf in a deaf family makes the family do not get access to a wide within the community, therefore, the role someone else is needed in a deaf family. That role is the role of family and close neighbors deaf family. Close neighbors play an important role in child development that children develop the ability to speak, provide more information for children, teach values and norms to children. |
| Kata kunci | Keluarga, Interaksi Sosial, Komunikasi, Tuna Rungu |
| Pembimbing 1 | Dr. Ign. Suksmadi S., M.Si |
| Pembimbing 2 | Dra. Rin Rostikawati, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dra. Endang Dwi S., M.Si |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2014-05-19 13:41:32.064029 |