Artikel Ilmiah : G1B012006 a.n. HAJIZAH

Kembali Update Delete

NIMG1B012006
NamamhsHAJIZAH
Judul ArtikelFAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BBLR PADA PERSALINAN ATERM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II SUMBANG DAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan faktor utama dalam peningkatan mortalitas, dan morbiditas. Faktor yang mempengaruhi berat bayi lahir meliputi umur ibu, paritas, status gizi, penyakit berisiko, akses dan mutu pelayanan, keterpaparan asap rokok, dan psikologis. Jumlah kasus BBLR pada persalinan aterm di Puskesmas II Sumbang sebanyak 21 (41%). Jumlah kasus BBLR pada persalinan aterm di Puskesmas Kedungbanteng sebanyak 37 (71%).

Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR pada persalinan aterm.

Metode: Observasional analitik dengan rancangan studi kasus kontrol. Kasus adalah sebagian ibu bayi yang memiliki riwayat melahirkan BBLR pada persalinan aterm. Kontrol adalah sebagian ibu bayi tetangga terdekat dari bayi BBLR yang memiliki waktu kelahiran hampir sama tetapi tidak mengalami riwayat BBLR.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa LILA, psikologi, dan penyakit berisiko/komplikasi memiliki hubungan dengan kejadian BBLR pada persalinan aterm, dan yang tidak berhubungan adalah usia, paritas, akses dan mutu pelayanan, serta potensi keterpaparan rokok. LILA (OR=5,779) dan psikologi (OR=3,912) merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR pada persalinan aterm. Variabel yang tidak berpengaruh adalah usia, penyakit berisiko/komplikasi ibu, paritas, akses dan mutu pelayanan, serta potensi keterpaparan rokok.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Low Birth Weight Babies (LBWB) is the main factor to increase baby and children mortality and morbidity. Factors which affect baby birth weight are age of the mother, parity, nutrition state, mother’s risk disease, access and quality antenatal service, cigarette exposure, and psycology. Total LBWB case on aterm labor which reported on Puskesmas II Sumbang in 2015 are 21 cases (41%). Total LBWB case on aterm labor on Puskesmas Kedungbanteng are 37 cases (71%).
The Aim: The aim of this study is to find out about factors which affect towards LBWB incident on aterm labor
Method: Analytic Observational with control case study. Case are mother who have history of LBWB on aterm labor. Control are mother who are neighbour of LBWB, who have nearly close time of labor, do not have LBWB history.
Result: This study has shown that LILA, psychology, and mother’s risk disease are correlated with LBWB on aterm labor and variable which do not correlated are age, parity, acces and quality antenatal service, also cigarette exposure. LILA (OR=5.779) and psycology (OR=3.912) are factors which affect LBWB on aterm labor. Variable which not affect LBWB on aterm labor are age, mother’s risky/complication decease, parity, acces and quality service, also cigarette exposure.
Conclution: Variable which affect LBWB on aterm labor are LILA and psycology.

Kata kunciBBLR, LILA, Psikologi
Pembimbing 1Setiyowati Rahardjo, SKM, MKM
Pembimbing 2Colti Sistiarani, SKM, M.Kes
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2016-08-25 11:40:33.342267
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.