Artikel Ilmiah : E1A011095 a.n. ASIDO ALDION YUNIOR
| NIM | E1A011095 |
|---|---|
| Namamhs | ASIDO ALDION YUNIOR |
| Judul Artikel | GUGATAN CERAI KARENA SUAMI MELANGGAR TA’LIK TALAK (Studi Putusan Pengadilan Agama Yogyakarta Nomor 0542/PDT.G/2009/PA.YK) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, menyebutkan “Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pelanggaran ta’lik talak oleh pihak suami dapat menimbulkan hak kepada pihak istri untuk menggunakan hak Khulu’. Pihak istri yang sudah tidak rela dengan pelanggaran yang dilakukan dapat menghadap pejabat yang berwenang menangani masalah ini, yang dalam hal ini Kantor Urusan Agama. Pihak istri kemudian membayar sejumlah uang ‘iwadl melalui pejabat yang berwenang sebagai pernyataan tidak senang terhadap sikap yang dilakukan oleh suami terhadapnya. Pada kenyataannya meskipun ta’lik talak telah disetujui oleh pihak suami dan tidak boleh dilanggar selama pernikahan tetap saja masih ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, seperti yang peneliti temukan dalam Putusan No. 0542/Pdt.G/2009/PA.Yk, dalam proses persidangannya ditemukan fakta bahwa pihak tergugat selaku suami dari penggugat tidak memberikan nafkah kepada penggugat, suka minum-minuman keras, berhubungan sesama jenis, dan telah meninggalkan tergugat selama lebih dari 2 (dua) tahun lamanya, sehingga pihak isteri mengajukan gugatan cerai. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis ingin mengkaji mengenai pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan perceraian talak satu khulu dan merumuskan dalam judul “GUGATAN CERAI KARENA SUAMI MELANGGAR TA’LIK TALAK (Studi Putusan Pengadilan Agama Yogyakarta Nomor 0542/PDT.G/2009/PA.YK)”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis. Menggunakan data sekunder serta metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Metode penyajian data menggunakan naratif dan dianalisis dengan normatif kualitatif. Taklik Talak bertujuan untuk melindungi istri dari tindak sewenang-wenang suami, sehingga suami tidak akan berbuat sewenang-wenang terhadap istri. Dalam hal ini, maka pemerintah Republik Indonesia (RI) memberlakukan sistem Taklik Talak seperti yang terdapat dalam buku nikah yang diterbitkan oleh Kementrian Agama yang bertujuan untuk melindungi istri dari tindakan sewenang-wenang suami. Jika suami menyianyiakan istri sehingga istri sengsara, maka istri dapat mengadu kepada hakim agar perkawinannya diputuskan. Dengan adanya janji yang terwujud dalam bentuk Taklik Talak, maka masing-masing lebih terdorong untuk melaksanakan hak dan kewajibannya. Penerapan hukum Majelis Hakim dalam kasus Putusan Nomor 0542/Pdt.G/2009/PA.YK dirasa oleh peniliti sudah tepat di titik beratkan kepada masalah pelanggaran Taklik Talak. Karena untuk alasan lain membutuhkan waktu lebih lama dalam membuktikan pada persidangan cerai. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Article 1 of Constitution number 1 in 1974 about the marriages , said “Marriage is born inward ties between a man and a woman as their spouse with the aim of forming family ( households ) happy and lasting based on Belief In The One”. Offense of ta’lik talak will divorce by the husband can give rights to the wife for the right use Khulu’. .The woman who has not be content with violation could be overlooking officials which has the authority in this problem , which in this case the office of religious affairs . Wive then pay an amount of money ‘ iwadl through the authorized official as of a statement not happy to the attitudes by husband against him .In fact although ta’lik talak will divorce been approved by the husband and not be infringed for marriage still there are still these violations that done , as researchers found in a verdict number 0542 /PDT.G/2009/PA.YK , in the process of trial has found the fact that by the defendant as husband of the plaintiff has not give provisions to the plaintiff , like drunk, related same-sex , and have left a defendant for more than 2 ( two ) years , so the wife of filed a lawsuit divorce . Based on the background of the problem , writer would like study on judicial consideration the judge in dropped decisions of first divorce khulu and formulated in the title “divorce filing that husbands breaking the ta’lik talak (study of judicial decisions of Religion Court yogyakarta number 0542/PDT.G/2009/PA.YK )”. This research using the methodology normative juridical to specification descriptive analytical.Using secondary data and data collection method used literature study.The presentation of data using narrative and analyzed by normative qualitative. Taklik talak aims to protect the wife of of arbitrary husband , so that husband will not do arbitrary against the wife .In this case , the government of the republic of indonesia make a taklik talak such as one found in marriage book issued by the ministry of religion aimed to protect the wife from act of arbitrary husband .If husband dissipate wife until miserable , so wife can complained to judge decided that marital. With of this stand in the form of taklik talak , so each one was more encouraged to carry out their rights and duties .The application of the laws the judge in in the case of decisions number 0542/PDT.G/2009/PA.YK it is by writer was accurate in a emphasis point to a breaking taklik talak . Due to another reason takes more time in prove to trial divorce. |
| Kata kunci | Perceraian, Taklik Talak, Khulu. |
| Pembimbing 1 | Haedah Faradz, S.H., M.H. |
| Pembimbing 2 | Siti Muflichah, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Rochati, S.H., M.Hum. |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2016-08-15 03:18:47.529679 |