| NIM | A1L012047 |
| Namamhs | ISNAN UJIONO |
| Judul Artikel | Eksplorasi Laba-laba Lycosa pseudoannulata dan Atypena formosana, Kemampuan Pemangsaannya terhadap Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens Stal.) dan Mangsa Alternatif Di Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui populasi laba-laba Lycosa pseudoannulata, Atypena formosana dan WBC (wereng batang cokelat) serta intensitas serangan wereng batang cokelat di Kabupaten Banyumas. 2) mengetahui tingkat pemangsaan L. pseudoannulata dan A. formosana terhadap WBC dengan kepadatan mangsa berbeda. 3) mengetahui tingkat preferensi laba-laba potensial (hasil uji predatisme) terhadap mangsa alternatif. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu, 1) eksplorasi laba-laba L. pseudoannulata, A. formosana dan WBC, dilakukan di lima kecamatan di Kabupaten Banyumas masing-masing yang terdiri dari lima desa. Sampel ditentukan dengan metode purposive random sampling. 2) uji predatisme L. pseudoannulata dan A. formosana terhadap WBC. 3) uji preferensi laba-laba potensial terhadap mangsa alternatif. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian telah dilaksanakan pada November 2015 sampai Mei 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi predator L. pseudoannulata dan A. formosana pada kecamatan maupun desa sampel tersebar merata antara 0,03-0,50 individu/rumpun. Populasi nimfa tertinggi sebesar 35,85 individu/rumpun di Kecamatan Jatilawang, sedangkan populasi nimfa terendah yaitu 3,03 individu/rumpun di Kecamatan Kebasen dan 0,85 individu/rumpun di Kecamatan Kembaran. Populasi imago WBC tertinggi di Kecamatan Jatilawang, Sumpiuh, Cilongok yaitu sebesar 1,9; 1,67 dan 1,225 individu/rumpun, sedangkan Kecamatan Kembaran dan Kebasen sama yaitu 0,40 dan 0,525 individu/rumpun. Intensitas serangan WBC tertinggi yaitu 24,18% dan 21,22% di Kecamatan Jatilawang dan Sumpiuh dibandingkan dengan kecamatan lain yaitu Kecamatan Kebasen 15,79%; Cilongok 15,57%; Kembaran 13,46%. Tingkat pemangsaan L. pseudoannulata lebih tinggi yaitu 9,22 individu/24 jam dibandingkan dengan A. formosana 2,17 individu/24 jam. Mangsa alternatif yang dapat digunakan untuk perbanyakan L. pseudoannulata yaitu A. gossypii dengan jumlah mangsa termangsa tertinggi 14,14 individu/24jam. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The purpose of these series of experiments were 1) determine the population of Lycosa pseudoannulata, Atypena formosana spider and brown planthopper as well as the intensity of its attacks in Banyumas. 2) determine the level of predatisme L.pseudoannulata and A. formosana against brown planthopper with different prey density. 3) determine the level of preferences of potential spider (predatisme test results) to alternative prey. This research included, 1) exploration of L.pseudoannulata, A. formosana spider and brown planthopper, conducted in five districts in Banyumas, each consisting of five villages. The sample was determined by purposive random sampling method. 2)predation test of L. pseudoannulata and A. formosana against brown planthopper to determine spider potential, based on the data on the number of prey, long found, handle of prey and predation percentage. 3) preference test its potential spiders prey prey alternatives to determine a suitable alternative for the augment of spiders. Research conducted at the Laboratory of Plant Protection, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Research was conducted from November 2015 to May 2016. The Results of the research showed that the population of L. pseudoannulata and A. formosana were spread evenly between 0.03-0.50 individuals/clump. WBC Nymph highest population in Jatilawang district 35.85 individuals/clump, while the WBC nymph lowest populations in Kebasen district 3.03 individuals/clump and Kembaran district 0.85 individuals/clump. WBC imago highest population in the Jatilawang, Sumpiuh, Cilongok district that is equal to 1.90; 1.67 and 1.225 individuals/clump, where as the Kembaran and Kebasen District same, namely 0,40 and 0.53 individuals/clump. WBC highest intensity of 24.18% and 21.22% in the Jatilawang District and Sumpiuh compared with other districts namely Kebasen 15.79%; Cilongok 15.57%; Kembaran 13.46%. The level predation of L. pseudoannulata higher at 9.22 individuals/24 hours compared to the A. formosana 2,17 individuals/24 hours. Suitable alternative prey for augment of L. pseudoannulata namely Aphis gossypii by prey 14.14 individuals/24h. |
| Kata kunci | Atypena formosana, Lycosa pseudoannulata, Predatisme, Preferensi, Wereng batang cokelat. |
| Pembimbing 1 | Ir. Endang Warih Minarni, M.P. |
| Pembimbing 2 | Ir. Supartoto, M.Agr.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2016-08-12 23:34:26.052421 |
|---|