Artikel Ilmiah : F1I011029 a.n. MOCH SAYED ALI AKBAR PURAWINATA

Kembali Update Delete

NIMF1I011029
NamamhsMOCH SAYED ALI AKBAR PURAWINATA
Judul ArtikelKEBIJAKAN QUANTITATIVE EASING SEBAGAI INSTRUMEN UNTUK MEMPERTAHANKAN HEGEMONI AMERIKA SERIKAT PASCA KRISIS EKONOMI 2008
Abstrak (Bhs. Indonesia)Hegemoni merupakan kondisi imbalance didalam sistem internasional yang pada akhirnya menempatkan suatu negara memiliki kekuatan dan pengaruh dominan diatas negara lainnya. Pasca runtuhnya Inggris, AS melalui Bretton Woods-nya menjadi hegemoni didalam sistem internasional yang disokong oleh 3 pilar utama hegemoninya, yakni institutional power, structural power dan ideational power yang satu sama lain saling bersinergi.
Krisis finansial yang terjadi pada tahun 2008 yang menyerang sektor finansial dan properti di AS, menandakan bahwa AS masih rentan dan mengindikasikan hal tersebut sebagai deklinisme, yang pada akhirnya menjadi momentum bagi negara-negara rival untuk mengambil alih posisi hegemoninya atau sekedar memperkuat pengaruhnya.
Untuk keluar dari posisi krisis ini, the Fed mengeluarkan kebijakan Quantitative Easing sebagai langkah akhir exit strategy, karena kebijakan-kebijakan moneter konvensional terbukti tidak mampu untuk memperbaiki perekonomian dan keadaan finansial AS. Lebih lanjut lagi, kebijakan ini berpangaruh terhadap hegemoni AS lewat implikasinya terhadap dolar. Efek depresiasi dolar AS, menyebabkan instabilitas nilai mata uang bagi negara-negara lain.
Abtrak (Bhs. Inggris)Hegemony is imbalance condition in state international system which placing a powerful state and the most influencing state above another. After the fall of Great Britain as hegemony, US came as succesor with Bretton Woods system and has been supported by 3 pillars of hegemony; intitutional power, structural power and ideational power, which supporting one and the other.
Financial crisis that attack US financial and property sector by 2008, showed that US still vulnerable as hegemony and some thinker indicated it as declinism. Thus, it became a momentum for rival to take the hegemonic position or just raising its power or influence.
To escape from that situation, the Fed has been implemented Quantitative Easing as the final exit strategy, after many of conventional monetary policy ineffectively proven. Furthermore, this policy has an effect to the US hegemonic position with its implication against other currencies. The depreciation of US dollar which caused by QE, caused currencies instabilities for other countries.
Kata kunciHegemoni, 3 pilar hegemoni, Quantitative Easing.
Pembimbing 1Renny Miryanti S.IP, M.Si
Pembimbing 2Tundjung Linggarwati S.IP, M.Si
Pembimbing 3Muhammad Yamin S.IP, M.Si
Tahun2011
Jumlah Halaman34
Tgl. Entri2016-08-13 02:04:02.744407
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.