Artikel Ilmiah : D1E012147 a.n. AAN SETIANI

Kembali Update Delete

NIMD1E012147
NamamhsAAN SETIANI
Judul ArtikelBOBOT KARKAS, PERSENTASE KARKAS, DAN LUAS AREA MATA RUSUK KE-13 PADA SAPI PERANAKAN SIMMENTAL DAN SAPI PERANAKAN ONGOLE DI RPH PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, dan luas area mata rusuk ke-13 pada sapi Peranakan Simmental dan sapi Peranakan Ongole. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 Mei sampai 21 Juni 2016 di RPH Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dengan metode survey. Objek yang diamati meliputi bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, dan luas area mata rusuk ke-13 pada sapi Peranakan Simmental dan sapi Peranakan Ongole dengan jumlah sampel masing-masing 25 ekor, umur sapi 2-3 tahun, dan jenis kelamin jantan. Data diuji menggunakan uji – t perbandingan antara 2 sampel bebas (independent two sample t-test). Hasil penelitian diketahui bahwa dari 25 ekor sapi Peranakan Simmental dan sapi Peranakan Ongole menghasilkan rataan bobot potong sapi Peranakan Simmental mempunyai rataan 403,32 ± 39,226 kg, bobot karkas 172,16 ± 14,03 kg, persentase karkas 42,71 ± 0,904%, dan luas area mata rusuk ke-13 yaitu 101,39 ± 12,82 cm2. Sedangkan rataan bobot potong sapi Peranakan Ongole yaitu 368,84 ± 34,226 kg, bobot karkas 164,12 ± 12,80 kg, persentase karkas 44,55 ± 1,082 %, dan luas area mata rusuk ke-13 yaitu 85,53 ± 4,943 cm2. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sapi Peranakan Simmental mampu menghasilkan bobot potong, bobot karkas, dan luas area mata rusuk ke-13 yang lebih tinggi dari sapi Peranakan Ongole sementara sapi Peranakan Ongole menghasilkan persentase karkas yang lebih tinggi dari sapi Peranakan Simmental.
Abtrak (Bhs. Inggris)The aim of this research was to determine the differences betwen Simmental crossbres cattle and Ongole crossbred cattle’s slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and the widht of their 13th rib eye area. The research had been conducted at Purwokerto Abattoar from 24th of May until 21st of June 2016. This research used a survey method. The variables included slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and the 13th rib eye area of 25 Simmental crossbres bull, 25 Ongole crossbres bull, all of which were 2 year old. Data were tested using the t-test comparison (independent two sample t-test). The average of slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and the 13th rib eye area widht of Simmental crossbres cattle’s were, respectively, 403.32 ± 39.226 kg, 172.16 ± 14.03 kg, 42.71 ± 0.904%, and 101.39 ± 12.82 cm2. Whereas those of Ongole crossbred were, respectively, 368.84 ± 34.226 kg, 164.12 ± 12.80 kg, 44.55 ± 1.082%, 85.53 ± 4.943 cm2. The research revealed that, compared to Ongole crossbred cattle, Simmental crossbred cattle are able to produce more slaughter weight, carcass weight, and 13th rib eye area. While Ongole crossbred cattle produce a higher carcass percentage than what Simmental crossbred do.
Kata kuncibobot potong, bobot karkas, persentase karkas, luas area mata rusuk ke-13, peranakan simmental, peranakan ongole
Pembimbing 1Dr. Ir. H. Mochamad Socheh, MS
Pembimbing 2Ir. Paulus Suparman, MP
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman6
Tgl. Entri2016-08-12 23:09:46.708791
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.