Artikel Ilmiah : F1A012033 a.n. NUR FADILLAH

Kembali Update Delete

NIMF1A012033
NamamhsNUR FADILLAH
Judul ArtikelBanyumas Adalah Panginyongan (Studi Semiotik terhadap Desain Kaus Banyumasan di Purwokerto)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna pada desain kaus Banyumasan dan untuk mengetahui bagaimana budaya Banyumasan direpresentasikan oleh desain kaos Banyumasan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan 2 sumber. Sumber utama pada penelitian ini yakni desain kaos Banyumasan yang diproduksi oleh Dablongan, Ngapak dan Baloeng Gedhe. Sementara itu, sumber lainnya yaitu berupa informasi dan referensi pendukung. Dalam penelitian ini telah ditemukan bahwa kebudayaan Banyumas dalam desain kaus Banyumasan direpresentasikan sebagai pribadi yang memiliki jiwa panginyongan dalam lagéan cowag. Penggambaran tersebut muncul dari desain kaus Banyumasan produksi tahun 2015 yang banyak menampilkan karakter orang Banyumas yang suka berterus terang, jujur, demokratis, humoris, komunikatif, ekspresif, santai dan apa adanya. Hal tersebut yang mengantarkan mereka untuk tidak menempatkan diri pada posisi lebih unggul dari pada yang lain sehingga terciptanya kesetaraan strata yang teryakini dalam jiwa panginyongan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to reveal meanings on Banyumasan T-shirts design and to find out
how the Banyumasan culture represented by the T-shirts design. This study used a qualitative study methods that used semiotics approach that stated by Roland Barthes. This research used 2 sources. The main source on the study is the Banyumasan T-shirt design, that produced by Dablongan, Ngapak and Baloeng Gedhe. Meanwhile other sources is the form of information and supporting references. From this study find out that Banyumas culture in Banyumasan Tshirt design was presented as dependency that has soul of panginyongan in lagéan cowag. That description was from T-shirt design which was produced in 2015 that showed many characters of Banyumas people. Those characters were honest, democratic, humorous, communicative, expressive, calm and Banyumas people were as they are. Because of that, Banyumas people never thought that they were better than the other, so that they could create a level equality which stands in panginyongan.
Kata kunciDesain Kaus Banyumasan, Semiotik, Pangingyongan
Pembimbing 1Drs. Dalhar Shodiq, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Hariyadi
Pembimbing 3Arizal Mutahir, MA
Tahun2016
Jumlah Halaman113
Tgl. Entri2016-08-12 23:09:54.629876
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.