Home
Login.
Artikelilmiahs
15556
Update
ALDINO NOORMARES
NIM
Judul Artikel
Analisis Kinerja Mitra Tani Benih Padi Bersertifikat (Studi Kasus PT Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Sumpiuh Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Suatu perusahaan tidak dapat menghasilkan produk yang memuaskan tanpa didukung oleh supplier yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Hubungan antara kriteria output (harga, mutu dan waktu pengiriman) dengan kriteria input (kecepatan tanggap, pelayanan dan fleksibilitas) pada penilaian kinerja supplier, 2) Efisiensi kinerja supplier bahan baku PT Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Banyumas, dan 3) Prioritas kriteria PT Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Banyumas dalam memilih dan menilai supplier.Penelitian ini dilakukan di PT Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Banyumas pada tanggal 25 April sampai dengan 23 Mei 2016. Penelitian dilakukan di PT Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode evaluasi. Metode penentuan sampel supplier yang digunakan yaitu Purposive Sampling dengan data sampel supplier tahun 2013 sampai dengan 2015 yang terdiri dari 27 supplier. Metode penentuan sampel pengelola perusahaan yang digunakan yaitu Purposive Sampling, yaitu Manajer Cabang, Asisten Manajer bagian Produksi, Penyelia I Pengembang Benih Padi dan Supervisor Pengolahan Benih PT Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Banyumas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi Spearman, Data Envelopment Analysis (DEA), dan Analysis Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Terdapat hubungan antara kriteria output dengan input, antara lain: kriteria mutu dengan kecepatan tanggap yaitu kuat, hubungan antara mutu dengan pelayanan yaitu cukup, hubungan antara mutu dengan fleksibilitas yaitu kuat, kemudian hubungan waktu pengiriman dengan kecepatan tanggap yaitu cukup, hubungan waktu pengiriman dengan pelayanan yaitu cukup, hubungan waktu pengiriman dengan fleksibilitas yaitu cukup, sedangkan kriteria harga memiliki hubungan tidak signifikan dengan kriteria input pada penilaian kinerja supplier perusahaan. 2) Hasil perhitungan efisiensi kinerja supplier, pada tahun 2013 terdapat 3 supplier yang efisien (TE=1) yaitu Jatimulya Jatilawang, Krida Tani II Klampok dan Mekar Tani Purbalingga, kemudian pada tahun 2014 terdapat 6 supplier yang efisien (TE=1) yaitu Sido Dadi Makmur Kebasen, Lestari Gombong, Penatus 1 Petanahan, Sejahtera Kebumen, Sri Sedana Kebumen dan Sumber Makmur Kebumen. Pada tahun 2015 terdapat 7 supplier yang efisien (TE=1) yaitu Sri Rejeki Binangun, Adi Utama Jatilawang, Karyanto Weleri, H.M. Zaeri Kendal, Ibuku Petanahan, Karya Bhakti Kebumen dan Lestari Gombong. 3) Prioritas kriteria output adalah kriteria mutu dengan bobot (nilai eigen vector) 0,3929. Sedangkan prioritas kriteria input adalah kriteria fleksibilitas dengan bobot (nilai eigen vector) 0,4076.
Abtrak (Bhs. Inggris)
A company cannot produce a satisfactory product without the support of a good supplier. This study aims to determine: 1) The correlation between the output criteria (quality, price and delivery time) and input criteria (speed responsiveness, service and flexibility) on the assessment of supplier performance, 2) The efficiency of the performance of suppliers of raw materials PT Sang Hyang Seri (Persero) Banyumas branch, and 3) Priority criteria PT Sang Hyang Seri (Persero) branch Banyumas in selecting and assessing suppliers. This research was conducted at PT Sang Hyang Seri (Persero) Branch Banyumas on April 25 until May 23, 2016. The study was conducted in PT Sang Hyang Seri (Persero) Branch of Banyumas. The method used in this study is the method of evaluation. The sampling method used is supplier purposive sampling with sample data of supplier in 2013 to 2015 which consist of 27 suppliers. Sampling determination of company administrators has been done purposively which consist of, the Branch Manager, Assistant Manager Production section, Supervisor I Developer of Rice Seeds and Seed Processing Supervisor of PT Sang Hyang Seri (Persero) Branch of Banyumas. The analytical method used is the Spearman correlation analysis, Data Envelopment Analysis (DEA), and Analysis Hierarchy Process (AHP). Result of the study has shown that: 1) There are correlation between output criteria towards input criteria i.e. quality criteria with the speed of response (strong), correlation between the quality of the service (enough), correlation between the quality of the flexibility (strong), correlation between time delivery with the speed of response (sufficient), correlation between service with delivery time (sufficient), and correlation between delivery time with the flexibility (sufficient), while pricing criteria has no significant correlation with the input criteria in supplier performance assessment company. 2) The result of calculation on the supplier performance efficiency has shown that in 2013 there were 3 efficient supplier (TE = 1) which are Jatimulya Jatilawang, Krida Tani II Klampok and Mekar Tani Purbalingga, then in 2014 there were 6 efficient supplier (TE = 1) are Sido Dadi Makmur Kebasen, Lestari Gombong, Penatus 1 Petanahan, Sejahtera Kebumen, Sri Sedana Kebumen and Sumber Makmur Kebumen. In 2015, there were 7 efficient supplier (TE = 1), which were Sri Rejeki Binangun, Adi Utama Jatilawang, Karyanto Weleri, H.M. Zaeri Kendal, Ibuku Petanahan, Karya Bhakti Kebumen dan Lestari Gombong. 3) The priority output criteria is the quality criteria with the integrity of (eigen values vector) 0.3929. While the priority input criteria is the criteria of flexibility with the integrity of (eigen values vector) 0.4076.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save