Artikel Ilmiah : F1C012014 a.n. RUCI ADELINA

Kembali Update Delete

NIMF1C012014
NamamhsRUCI ADELINA
Judul ArtikelPola Komunikasi Instruksional Guru Dalam Mengajar Siswa Tunagrahita di SDLB C Yakut Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK


Tunagrahita merupakan istilah yang digunakan untuk anak yang memiliki perkembangan intelejensi yang terlambat. Namun ketidaksempurnaan itu tidak menghalangi anak penyandang tunagrahita untuk menempuh dan menikmati dunia pendidikan. Pendidikan untuk anak – anak yang berkebutuhan khusus lebih dikenal dengan sekolah luar biasa (SLB). Dalam dunia pendidikan terdapat komunikasi instruksional dan komunikasi instruksional merupakan proses komunikasi yang dilakukan di dalam kelas, guru berperan sebagai komunikator dan siswa berperan sebagai komunikan. Proses komunikasi instruksional dilakukan secara tatap muka antara guru dan siswa di dalam kelas, sehingga siswa menjadi merasa lebih akrab dengan guru dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi instruksional guru dalam mengajar siswa tunagrahita di SDLB C Yakut Purwokerto, hambatan yang terjadi selama proses belajar mengajar, serta proses komunikasi siswa tunagrahita dengan guru, orang tua, dan teman-temannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan teknik purposive sampling dengan 9 informan serta menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola komunikasi instruksional yang digunakan guru SDLB C Yakut dalam proses belajar mengajar dengan siswa tunagrahita di kelas 1 yaitu dengan pola komunikasi satu arah (metode ceramah) dan dua arah (metode demonstrasi dan tanya jawab). Dalam proses belajar guru menerapkan komunikasi instruksional secara verbal, non verbal dan komunikasi antar pribadi. Tunagrahita mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi sehingga mudah lupa terhadap materi pembelajaran, mengalami keterlambatan dalam pemahaman dan kemampuan berfikir. Keaktifan setiap siswa yang berbeda-beda juga turut menjadi penghambat bagi guru. Itu menjadi faktor penghambat dalam proses belajar mengajar antara guru dan siswa. Biasanya guru mengatasi hal tersebut dengan cara menegurnya, apabila menegur tidak mendapatkan respon dari siswa maka guru menghampiri siswa tersebut dan menuntunya agar kembali ke tempat duduk. Proses komunikasi antara siswa, guru dan orang tua dominan menggunakan bahasa ibu, bahasa Jawa seperti bahasa Banyumasan dikarenakan mereka dalam kesehariannya menggunakan bahasa Banyumas jika berkomunikasi dengan orang tua di rumah.



Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT

Children with mental retardation are the ones who have difficulty in developing their intelligence aspect. However, they can learn in formal educational institution, which is Sekolah Luar Biasa (SLB). Education is related to instructional communication, which can be defined as a face-to-face communication process that takes place in classrooms between teachers as the communicators and students as the communicants, which makes the relationships between the teachers and students in learning process become closer. This study is purposed to understand the patterns of instructional communication in learning process in SDLB C Yakut Purwokerto, the barriers that occur in learning process and communication processes between the students of SDLB C Yakut Purwokerto with their teachers, parents and friends. This is a qualitative study and it used purposive sampling technique with 9 informants. This study used in-depth interview, observation and documentation in collecting data.
The result of this study found the patterns of instructional communication in learning process of 1st grade in SDLB C Yakut are the one-way and two-way communications. In learning process, the teachers apply instructional communication in verbal and non-verbal interpersonal communication. Children with mental retardation get difficulty in understanding the subjects. Besides, they forget the subjects taught by the teachers easily. Some of the students are also too active in class and they usually go around the classroom. These are the barriers factors in learning process between the teachers and the students. The teachers usually warn the students to get back in their seat. However, if the warning is ignored by the students, the teachers will come to them and get them back to the seat. In doing communication processes, the students, teachers and parents use Banyumasan Javanese language because they also use it in their daily life.


Kata kunciPola Komunikasi, Komunikasi Instruksional, Tunagrahita, Guru
Pembimbing 1Nuryanti, M.Sc
Pembimbing 2Dr. Toto Sugito, M.Si
Pembimbing 3Dr. Mite Setiansah, M.Si
Tahun2016
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2016-08-11 20:24:31.19782
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.