Artikelilmiahs
Menampilkan 5.461-5.480 dari 48.831 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5461 | 15258 | H1F012038 | GEOLOGI DAN ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH TERHADAP PEMBANGUNAN HOTEL KARLITA PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS | Daerah penelitian berada di daerah Karangklesem, Kecamatan Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Secara geografis terletak pada koordinat 9172900mN – 9177900mN dan 302600mE – 307600mE. Kota Purwokerto sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, pemukiman, dan pariwisata di Kabupaten Banyumas saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Letak geografis Kabupaten Banyumas juga turut mendukung karena sangat strategis dimana terletak pada jalur penghubung arteri primer Utara-Utara dengan arteri primer Selatan-Selatan. Penyelidikan geologi teknik bawah permukaan guna mengetahui stratifikasi dan daya dukung tanah dilakukan dengan pengujian penetrasi kerucut statis. Hasil penyelidikan uji penetrasi kerucut statis menunjukkan litologi yang sama dengan hasil pemetaan geologi. Pengujian geologi teknik dengan laboratorium guna mendukung hasil pemetaan dan uji sondir sendiri terdiri dari pengujian berat jenis, uji geser tanah, analisis ukuran butir, uji plastisitas tanah, dan uji XRD. Dari sisi geologi, diperoleh tiga satuan batuan yaitu batupasir, breksi laharik, dan satuan dataran aluvial. Dengan kemiringan lereng mulai dari sangat landai hingga agak curam. Lalu dari hasil perhitungan daya dukung tanah diperoleh kapasitas ijin sebesar 16,42 ton dari uji penetrasi konus statis dan hasil pengujian plastisitas menunjukkan tanah pada lokasi penelitian memiliki indeks plastisitas tinggi. Berarti daya dukung tanah pada daerah tersebut baik dalam menahan beban mengacu pada faktor keamanan yang telah diperhitungkan dan uji laboratorium yang telah dilakukan. | The research area is located in Karangklesem, Purwokerto, Banyumas District, Central Java. Based on geographycal is located in coordinate 9172900mN – 9177900mN dan 302600mE – 307600mE. Purwokerto city is a region with rapid population growth and infrastructure development include in side of central of government, academy, shopping place, etc. The geographycal location of this research is support because this are was strategic which connected the artery north-north and south-south. Subsurface engineering geology investigation were carried out to understand the soil stratification and the soil bearing capacity with cone penetration test methods (CPT). The methods that are used in this research consist of lithology sampling, and the result was same with the geological mapping. Engineering geology laboratory test consist of spesific gravity test, direct shear test, grain size analysis test, plastic limit test, and XRD test. In the geology side, there were three units of litology. Sandstone unit, laharic breccia unit, and aluvial land unit. With the slop starts from flat till steep. The soil bearing capacity result was show the result from direct shear test that the soil could bearing the mass 16,42 ton with the critical point of cone penetration test and the plastic limit test shows that the soil has a high plastic index. So,it means the soil bearing capacity is good and safe to build the hotel refers to the safety factor and the result of laboratory test. | |
| 5462 | 15257 | D1E012309 | PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI MIMOSA PADA PENYAMKAN NABATI SHANK ITIK TERHADAP KELUATAN TARIK DAN KEMULURAN | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi mimosa yang berbeda pada proses penyamakan nabati shank itik terhadap tingkat kemuluran dan kekuatan Tarik serta mengetahui konsentrasi terbaik mimosa untuk menghasilkan kekuatan tarik dan kemuluran kulit shank itik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat empat perlakuan yaitu penambahan mimosa 10%, 15% 20% dan 25% serta dilakukan lima kali ulangan. Peubah yang diukur yaitu kekuatan tarik (kg/cm2) dan kemuluran (%). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji lanjut orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyamakan nabati kulit shank itik dengan penambahan perbedaan konsentrasi mimosa memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap kekuatan tarik dan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kemuluran. Rataan kuat tarik pada konsentrasi mimosa 10% sebesar 0,49 kg/cm2, mimosa 15% sebesar 0,71 kg/cm2, mimosa 20% sebesar 0,58 kg/cm2 dan mimosa 25% sebesar 0,68 kg/cm2 dan untuk rataan hasil pengukuran kemuluran pada konsentrasi 10% sebesar 44,88%, mimosa 15% sebesar 37,27%, mimosa 20% sebesar 53,95% dan mimosa 25% sebesar 46,85%. Kesimpulan dari penelitian penambahan perbedaan konsentrasi mimosa sebagai bahan penyamak meningkatkan kekuatan tarik dan kemuluran yang menunjukan konsentrasi terbaik adalah pada penambahan mimosa 15%. | The purposes of this research to determine the effect of different concentrations of mimosa on vegetable tanning process of duck shank on the level of elongation and tensile strenght and determine the best concentration of mimosa to generate tensile strength and elongation of leather duck shank. The research method using a completely randomized design (CRD). The research used a completely randomized design (CRD). There were four treatments consisted the addition of mimosa 10%, 15%, 20% and 25% with five replications. Parameters measured were tensile strength (kg/cm2) and elongation (%).Data was analyzed using analysis of variance and a further test of orthogonal polynomials. The results showed that the vegetable tanning of duck shank with the addition of different concentrations of mimosa gave a significant effect (P <0.05) on the tensile strength, highly significant (P <0.01) on the elongation. The means of tensile strength of the concentrations of 10%, 15%, 20%, 25% were 0.49 kg/cm2, 0.71 kg/cm2, 0.58 kg/cm2 and 0.68 kg/cm2 and for the elongation, the concentrations of 10%, 15%, 20%, 25% resulted the means of 44.88%, 37.27%, 53.95% and 46.85%, respectively the conclusion of the research was the addition of different concentrations of mimosa as a tanner improves the tensile strength and elongation which shows that the best concentration was the addition of 15% of mimosa. | |
| 5463 | 15262 | F1B010090 | Implementasi Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten Banyumas | Penyelenggaraan pendidikan merupakan urusan penting yang menjadi tanggung jawab pemerintah, dalam pasal 31 ayat 1 UUD 1945 disebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Salah satu yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan pendidikan bermutu adalah tercapainya pelayanan pendidikan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal. Dalam Permendiknas nomor 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota, terdapat indikator-indikator yang menjadi tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar melalui jalur pendidikan formal yang diselenggarakan daerah/kota.Di kabupaten Banyumas terdapat beberapa sekolah yang belum memenuhi indikator-indikator SPM tersebut, terutama pada tingkat Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Permendiknas nomor 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Banyumas serta faktor-faktor yang mempengaruhi implemetasi dari kebijakan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif.Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan untuk memperoleh data penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan implementasi kebijakan SPM pendidikan dasar sudah berjalan namun belum maksimal, hal tersebut dapat dilihat dari belum terpenuhinya aspek proses yang berisis tentang kesesuaian antara rencana dan pelaksanaan SPM pendidikan dasar serta output yang berkaitan dengan tercapainya 21 indikator SPM pendidikan dasar. Sedangkan untuk input sudah dapat dipenuhi dengan baik, dimana dalam input tersebut berkaitan dengan kesiapan pelaksana kebijakan, kejelasan petunjuk pelaksanaan SPM pendidikan dasar serta adanya sarana prasarana penunjang. faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi dari aspek disposisi sudah dapat dipenuhi dengan baik, sedangkan dari aspek komunikasi, sumber daya serta struktur birokrasi belum dapat dipenuhi dengan baik hal tersebut yang menyebabkan implementasi Permendiknas nomor 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayananan Minimal (SPM) pendidikan dasar di Kabupaten Banyumas belum berjalan dengan maksimal. | The education system is an important matter which is the responsibility of the government, in article 31, paragraph 1 of the 1945 Constitution stipulates that every citizen has the right to education. One being a reference in the implementation of quality education is the achievement of educational services in accordance with the Minimum Service Standards. In Permendiknas number 15 of 2010 on Minimum Service Standards for Basic Education in the District / City, there are indicators that the benchmark performance of basic education services through formal education organized by regions / cities. In the district of Banyumas there are some schools that have not met the SPM indicators, particularly at the elementary school level. This study aims to determine the implementation Permendiknas number 15 of 2010 on Minimum Service Standards (SPM) level Basic Education Primary School in Banyumas and the factors that affect the implementation of the policy. This type of research is qualitative research using descriptive analysis. Selection of informants using purposive sampling techniques and to obtain research data using interviews, observation and documentation.Data analysis technique using an interactive model. The results showed SPM basic education policy implementation is already running but is not maximized, it can be seen from the unfulfilled aspects of the process that contains about compatibility between the plan and the implementation of basic education SPM and output related to the achievement of 21 indicators SPM basic education. As for the input can already be met as well, where the input is related to the readiness of implementing policies, instructions clarity SPM implementation of basic education and their supporting infrastructure. factors that affect the implementation of aspects of the disposition already be filled with good, while from the aspect of communication, resources and bureaucratic structure that can not be met with good things that led to the implementation of Ministerial Regulation Number 15 of 2010 on Standards Pelayananan Minimum (SPM) basic education in Banyumas has not gone up. | |
| 5464 | 15263 | D1E012318 | KEKUATAN JAHIT DAN KEKUATAN SOBEK KULIT SHANK AYAM DENGAN PEMANFAATAN LEMAK AYAM RAS PEDAGING SEBAGAI AGENSIA FATLIQUORING | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi lemak ayam ras pedaging sebagai agensia fatliquoring pada kulit shank ayam terhadap kekuatan jahit dan kekuatan sobek serta mengetahui konsentrasi terbaik penggunaan lemak ayam ras pedaging sebagai agensia fatliquoring. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan konsentrasi lemak ayam ras pedaging sebagai agensia fatliquoring yaitu P1=8%, P2=10%, P3=12% dan P4=14% dengan ulangan sebanyak lima kali. Data dianalisis dengan analisis variansi dan uji lanjut orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan kekuatan jahit pada konsentrasi 8%, 10%, 12% dan 14% lemak ayam ras pedaging berturut-turut sebesar 0,21 kg/cm, 0,17 kg/cm, 0,24 kg/cm, 0,21 kg/cm. Rataan kekuatan sobek berturut-turut sebesar 0,05 kg/cm, 0,06 kg/cm, 0,07 kg/cm, 0,06 kg/cm. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan lemak ayam ras pedaging berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kekuatan jahit, namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kekuatan sobek. Pengaruh konsentrasi lemak ayam ras pedaging terhadap kekuatan sobek membentuk persamaan linier dengan Y = 0,0237 + 0,0033X, (r = 0,67). Penelitian ini berkesimpulan bahwa semakin tinggi penggunaan konsentrasi lemak ayam ras pedaging sebagai agensia fatliquoring pada kulit shank ayam menghasilkan kekuatan jahit yang sama sedangkan pada kekuatan sobek semakin meningkat. | The study aims to investigate the effect of different concentrations of broiler fat utilized as the fatliquoring agent on the stitch tearing and tearing strength of chicken shank leather and to determine know the most appropriate concentration of the fat as the fatliquoring agents. This experimental research used a completely randomized design (CRD). The treatments were the percentage of fat concentration consisting of P1= 8%, P2= 10%, P3= 12%, and P4= 14% each of which was replicated five times. The data was analyzed with an analysis of variance and followed with orthogonal polynomial test. The results showed that the average of the stitch tearing strength resulted from the concentration 8%, 10%, 12% and 14% were, respectively, 0.21 kg/ cm, 0.17 kg/ cm, 0.24 kg/ cm, 0, 21 kg / cm, while the average of tearing strength were 0.05 kg/ cm, 0.06 kg/ cm, 0.07 kg/ cm, 0.06 kg/ cm. The results of analysis of variance showed that the use of the fat was not significant (P> 0.05) to stitch tearing strength, but it was highly significant (P <0.01) to the tearing strength. The influence of the fat utilization on the tearing strength formed a linear equation Y = 0.0237 + 0,0033X, (r = 0.67). In conclusion, the higher broiler fat concentration is used as the fatliquoring agent on the chicken shank leather produces an equal stitch tearing strength and an increasing tearing strength. | |
| 5465 | 15264 | C1L012003 | The influence of Human Resources on the Quality of Government Financial Report with Internal Control System as a Moderating variable (Empirical Study In Ministry of Tourism) | Penelitian ini berjudul Pengaruh Sumber daya manusia terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah dengan Sistem Pengendalian Intern sebagai variable moderasi di Kementerian Pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah di Kementerian Pariwisata, (2) untuk mengetahui pengaruh Sistem Pengendalian Intern mampu memoderasi faktor-faktor Sumber daya manusia terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah di Kementerian Pariwisata. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai keuangan, akuntansi dan sistem pengendalian internal pada satuan kerja di Kementerian Pariwisata Indonesia. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61 pegawai. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel Sistem Informasi Teknologi, Pelatihan dan Sistem Pengendalian Intern berpengaruh significant posifif terhadap kualitas laporan keuangan dan variable Kompetensi menghasilkan positif dan tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. | The title of this research is the influence of human resource on the quality of government financial report with internal control system as moderating variable in Ministry of Tourism. This research has two purposes (1) To determine the influence of factors of human resources on the quality of government financial reports in the Ministry of Tourism, (2) To determine the influence of the Internal Control System capable of moderating factors of human resources on the Quality of government Financial report in the Ministry of Tourism. Population used in this study are all employees in the financial, accounting and internal control system unit in Ministry of Tourism Indonesia. The sampling technique used is simple random sampling with total sample of 61 financial employees. Data collection technique in this research used is the enclosed questionnaires and linear regression is used to analyze the data. Research result showed that the variables of Information Technology Systems, Training and internal control system has positive significant influence on the quality of financial report. Different from others, Competence variabel has positive result and no influence an the quality of financial reporting. | |
| 5466 | 15265 | F1A012027 | TUJUH HARI BERSAMA WAK JUNDRIG (Kisah Hidup Perjuangan Wanita Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pati) | HIV/AIDS merupakan suatu penyakit menular yang mematikan karena sampai saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan seseorang dari penyakit ini. jalur penularan dari penyakit ini sendiri paling terbanyak adalah hteroseksual yaitu sebesar 57 persen. melalui faktor penularan heteroseksual ini, maka perempuan juga tidak luput dari penularn HIV/AIDS terutama ibu-ibu rumah tangga. Hal ini dibuktikan dengan data dari Kemenkes RI di tahun 2014 yang menyatakan bahwa kasus HIV/AIDS paling banyak di Indonesia adalah menjangkiti ibu-ibu rumah tangga dengan 6.539 kasus. Kasus HIV/AIDS ini kemudian menjalar pada beberapa Provinsi yang ada di Indonesia dan sangat mengejutkan bahwa Jawa Tengah masuk dalam daftar ke-6 sebagai Provinsi yang paling banyak kasus HIV/AIDSnya. Kasus HIV/AIDS pada akhirnya menjalar di beberapa Kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Salah satu kabupaten dengan jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak adalah Kabupaten Pati yaitu mencaai 633 kasus dan menempatkan Kabupaten Pati sebagai Kabupaten keempat sebagai penyumbang HIV/AIDS di Jawa Tengah. Salah satu penderita HIV/AIDS di Kabupaten ini adalah Wak Jundrig, seorang wanita yang sekarang ini menderita HIV/AIDS tetapi tidak lantas menyerah akan keadaan dirinya dan terus berjuang melawan HIV/AIDS yang menggerogoti tubuhnya. Melalui penelitian kualitatif yang bersifat life story ini berhasil mengungkapkan perjalanan hidup dari Wak Jundrig, seorang wanita penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perjuangan hidup Wak Jundrig dalam menghadapi penyakit HIV/AIDS yang dideritanya. Hasil Penelitian ini adalah diketahui bahwa Wak Jundrig merupakan seorang wanita biasa yang dimana dirinya tertular HIV/AIDS karena ulah suami pertamanya yang suka bergonta-ganti pasangan seksual. Awal tervonis HIV/AIDS, yang dirasakan Wak Jundrig adalah Penolakan, Marah, Sedih, Khawatir, kecewa, putus asa, pasrah hingga pada akhirnya siap menerima keadaan dirinya. Berbeda dengan penderita HIV/AIDS lain yang lebih cenderung tertutup dan tidak mau lagi bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, Wak Jundrig justru berbanding terbalik. Positif menderita HIV/AIDS membuat Wak Jundrig harus tetap berjuang untuk menghidupi dirinya beserta anak-anaknya. Beberapa usaha yang dilakukan oleh Wak Jundrig setelah positif terinfeksi HIV/AIDS adalah tetap bekerja, membangun rumah tangga kembali dengan seorang laki-laki tanpa HIV/AIDS, bergabung di salah satu LSM di Kabupaten Pati KDS (Kelompok Dukungan Sebaya) Rumah Matahari dan tetap berkumpul dengan masyarakat luar. Diakui Wak Jundrig, dirinya memiliki keberanian untuk membuka statusnya sebagai wanita HIV/AIDS karena faktor dukungan dari beberapa pihak seperti keluarga, teman-teman Wak Jundrig yang tidak mendiskriminasi dirinya, dorongan diri sendiri yang ingin sembuh dan sehat, dokter yang merawat Wak Jundrig serta orang-orang yang tergabung dalam KDS Rumah Matahari. | HIV/AIDS is a deadly infected disease because as far as this moment it does not found some medicine yet which is really cure it. The spreadest streak of this disease it self which ever found is heterosexual reach to 57 percent. By means of this, so woman does not missed from HIV/AIDS spreading particularly for housewives. It is proved by Kemenkes RI data in 2014 stated that HIV/AIDS case in Indonesia is the most widely infected to housewives with 6.539 cases. This case is also spreaded to a few Province in Indonesia and it has so surprised that Central Java Province be included on the sixth rank as the most widely HIV/AIDS case. Cases of HIV/AIDS on eventually spread in several districts that existed in Central Java. One of the districts with the number of cases of HIV/AIDS is the most in Pati i.e. reached 633 cases and placing Pati on fourth District as a contributor to HIV/AIDS in Central Java. One of the HIV/AIDS sufferers in the Country is Wak Jundrig, a women who is now suffering from HIV/AIDS but not surrendered herself and continue to fight against HIV/AIDS are undermining her. Through qualitative research that is that is this life story reveals the journey of life by Wak jundrig, a woman’s HIV/AIDS sufferers in Pati. The purpose of this research is to know the struggles of life in the face of disease Jundrig Wak HIV/AIDS. The results of this research is known that Wak Jundrig is an ordinary woman who herself infected HIV/AIDS because of the manner of her first husband who likes to changes sexual partner. The early verdicted to HIV/AIDS, perceived Wak jundrig is rejection, anger, sadness, fear, disappointment, discouragement, resigned to the eventual state ready to accept her. In contrast to other HIV/AIDS sufferers are more likely to be covered an not socialize with the surrounding environment, Wak Jundrig thus inversely proportional. Positively suffering from HI/AIDS make Wak Jundrig must keep fighting to life out her along with her children. Some of the work done by Wak Jundrig after positive infected HIV/AIDS is still working, builds households returned with a man without HIV/AIDS, join in one of the NGOs (LSM) in named KDS (Kelompok Dukungan Sebaya) “Rumah Matahari” and still hang out with the community outside. Recognized by Wak Jundrig, she had the courage to open the status of woman HIV/AIDS due to endorsement from several parties such as family, friends of her who do not discriminated herself, the urge herself who want to be recover an be healthy, the doctor who treated Wak Jundrig as well as those incorporated in the KDS “Rumah Matahari”. | |
| 5467 | 15266 | C1L012011 | THE EFFECT OF LEVERAGE, COMPANY GROWTH, PROFITABILITY, AND COMPANY SIZE ON GOING CONCERN AUDIT OPINION (Empirical Study on Property and Real Estate Company Listed on The Indonesia Stock Exchange 2010-2014) | Going concern merupakan indikasi dari kemampuan suatu perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidup usahanya pada jangka waktu yang panjang. Going concern selalu dihubungkan dengan prestasi kerja yang telah dicapai oleh pihak manajemen perusahaan yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Kelangsungan hidup perusahaan ini menjadi salah satu sorotan yang sangat penting bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan terutama untuk investor yang ingin melakukan investasi pada perusahaan. Untuk memastikan apakah kinerja dan laporan keuangan disajikan dalam kondisi baik atau tidak oleh manajemen perusahaan, maka diperlukan pihak ketiga yaitu auditor independen untuk menilai hasil kinerja manajemen perusahaan dan memberikan opini dari hasil pemeriksaan audit yang telah dilakukan oleh auditor dalam suatu perusahaan yang diauditnya. Apabila auditor menerbitkan opini audit going concern terhadap perusahaan tersebut maka perusahaan dinyatakan tidak mampu mempertahankan kelangsungan hidup usahanya dan manajemen perusahaan diharapkan mengambil tindakan yang tepat untuk memperbaiki kinerja perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh leverage, pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap penerimaan opini audit going concern pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2014. Populasi penelitian yang terdaftar sebanyak 50 perusahaan property dan real estate, dengan mengakses data laporan keuangan perusahaan dan laporan keuangan auditor independen melalui website www.idx.co.id. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 27 perusahaan untuk 5 tahun pengamatan (2010-2014) dengan 135 unit analisis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode regresi logistik dengan SPSS 16. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan dan profitabilitas memiliki pengaruh secara negative dan signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern, dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh secara positif dan signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern, sedangkan leverage memiliki pengaruh secara positif dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Kata Kunci : Leverage, Pertumbuhan Perusahaan, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Opini Audit Going Concern. | Going concern is an indication of the ability of a company to maintain the viability of its business in the long term. Going concern is always associated with a performance that has been achieved by the management company that is presented in the form of financial statements. The survival of the company became one of the highlights is very important for the parties interested in the company, especially for investors who want to invest in the company. To ascertain whether the performance and the financial statements presented in good condition or not by the company management, it would require a third party, namely the independent auditor to assess the performance of the company’s management and providing opinions on the results of the audit conducted by the auditors in a company auditing. If the auditor issuing going concern audit opinion on the company, the company declared not able to maintain the viability of its business and the company’s management is expected to take appropriate policies to improve the performance of the company. This research aims to identify and analyze the effect of leverage, the company’s growth, profitability, and the company size on going concern audit opinion on the property and real estate company listed on the Indonesia Stock Exchange in 2010-2014. The population of this research were registered as many as 50 property and real estate company with access the financial statement of company and independent audit report on website www.idx.co.id. Sampling method that used in this research is purposive sampling method, with 27 company samples to 5 years (2010-2014) with 135 analysis units. Analysis data method that is used in this research is logistic regression method. The results of this research indicate that the company’s growth and profitability have negative influence and significantly to the acceptance of going concern audit opinion, and the size of company has positive influence and significantly to the acceptance of going concern audit opinion, while the leverage has positive influence and insignificantly to the acceptance of going concern audit opinion. Keywords : Leverage, Company Growth, Profitability, Company Size, and Going Concern Audit Opinion | |
| 5468 | 15267 | C1A012018 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PERKOTAAN PURBALINGGA | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Perkotaan Di Purbalingga”. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat ketahanan pangan rumah tangga di perkotaan Purbalingga berdasarkan Current Population Surve (CPS) Food Security Supplement dan menganalisis pengaruh umur kepala keluarga, jumlah anggota keluarga, pendidikan kepala rumah tangga, pendapatan, dan kebijakan raskin terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Penelitian ini menggunakan data primer dengan 100 rumah tangga sampel di Kecamatan Purbalingga, data primer diperoleh dengan wawancara langsung dan pengisian kuisioner. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik untuk menjelaskan hubungan variabel dependen yang bersifat dikotomik dengan variabel independen, dan independent sampel t-Test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara rumah tangga rawan pangan yang mendapat raskin dan yang tidak mendapatkan raskin. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) variabel yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan rumah tangga adalah pendidikan kepala keluarga dan pendapatan, jumlah anggota keluarga berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan variabel yang tidak berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga adalah tingkat umur kepala keluarga dan kebijakan raskin. Variabel jumlah anggota keluarga merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga perkotaan Purbalingga (2) terdapat perbedaan antara rumah tangga rawan pangan yang mendapatkan raskin dan rumah tangga yang tidak mendapatkan raskin. Banyaknya rumah tangga yang rawan pangan disebabkan kebiasaan atau pola makan yang hanya mementingkan keinginan anggota rumah tangga tanpa mementingkan kandungan gizi dari pangan yang dikonsumsi. Hal ini diperkuat dengan pendapatan yang rendah, sehingga rumah tangga rawan pangan hanya bisa membeli makanan seadanya. Rumah tangga rawan pangan juga memiliki akses yang sedikit terhadap penerimaan informasi karena pendidikan yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga dan pendapatan berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Secara logika, seseorang yang memiliki pendidikan tinggi akan lebih memiliki banyak pilihan pekerjaan dan produktivitas yang tinggi sehingga seseorang memiliki pendapatan yang tinggi. Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan kesadaran tentang pentingnya berpendidikan tinggi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara seperti sosialisasi wajib belajar 12 tahun, informasi beasiswa, informasi jalur prestasi dan lain sebagainya. Hal ini dapat dilakukan saat diadakannya PKK atau pertemuan warga. | This research entitled "Analysis of Factors Affecting Urban Household Food Security in Purbalingga. The purpose of this research are to measure the level of urban household food security in Purbalingga. Based on Current Population Survey (CPS) Food Security Suplement, and analyze the effect of age of household head, household size, education level of household head, income, and raskin policy for household food security. Type of this research is associative research. This research use primary data with a sample of 100 household in district of Purbalingga. Primary data obtained by direct interview and filling the questionnaire. The analytical tools used in this research is Binary Logistic Regression to explain the relationship between dichotomous dependent variable and independent variables, and independent sample t-Test to determine whether there is a difference between household food insecurity that gets raskin and household food insecurity that not gets raskin. The result of the research showed that (1) the variables that positive affect and significant to household food security are education level of household head and income. Household size are negative significant effect. While, the variables which has no significant effect on household food security is age of household head and raskin policy. Household size is the most variabel affecting on household food security in district of Purbalingga, (2) There’s a difference between household food insecurity are getting raskin and households food insecurity were not getting raskin. The number of household food insecurity caused by eating habits only concerned with the deesires of the household with little consideration for the nutritional content of the food. This is reinforced by the low income, so that household food insecurity could only buy food whatever there is. Households food insecurity also have a little access to accept the information because of low education. Based on result, education level of household head, household size and income effect household food security. Logically, someone who has a high ecucation will have more job option and with the high productivity, that person will have a high income. so its need to increase awareness of the importance of higher education. This can be done by means such as 12-year compulsory socialization, scholarship information, path achievement information that can be do when PKK and community meetting | |
| 5469 | 15268 | C1L012016 | Analysis of Factors Affecting the Internal Control Disclosure Quality at Annual Reports (Empirical Study On Bank and Non-Bank Financial Institution Listed On the Indonesia Stock Exchange 2014-2015) | Penerapan Sistem Pengendalian Internal pada Lembaga Keuangan Bank dan Non-Bank di Indonesia merupakan topik yang menarik untuk dibahas, karena pada masa sekarang ini masyarakat hingga aktifitas bisnis sangat bergantung pada peran lembaga keuangan. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Pengungkapan Sistem Pengendalian Internal Pada Laporan Tahunan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan perusahaan, ukuran dewan komisaris dan direksi, serta ukuran perusahaan terkait dengan pengungkapan sistem pengendalian internal perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lembaga keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014 hingga 2015. Dengan menggunakan Purposive Sampling Method, total sampel yang diambil sesuai dengan kriteria penelitian adalah sebanyak 66 sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Kepemilikan perusahaan tidak berpengaruh terhadap kualitas pengungkapan sistem pengendalian internal, (2) Ukuran dewan komisaris dan direksi berpengaruh positif terhadap kualitas pengungkapan sistem pengendalian internal, (3) Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kualitas pengungkapan sistem pengendalian internal. | Implementation of Internal Control System on Bank and Non-Bank Financial Institutions in Indonesia is an interesting topic to be discussed, because nowadays society and all business activity is strongly depended on the role of financial institutions. The objective of this research is to determine the effect of ownership, board size, and company size related with the internal control disclosure quality on financial institution that listed on the Indonesia Stock Exchange 2014-2015. The sample of this research was extracted with purposive sampling method. The 69 corporate annual reports were analyzed as samples. The technique for examining hypotheses is multiple regression analysis using SPSS 16.0 programs. The research and data analysis showed that: (1) Company’s ownership does not give effect on the quality of the internal control disclosure, (2) Board size has positive and significant effect on the quality of the internal control disclosure, (3) Company size has positive and significant effect on the quality of the internal control disclosure | |
| 5470 | 15269 | C1A012008 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEREMPUAN BERSTATUS MENIKAH UNTUK BEKERJA DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Perempuan Berstatus Menikah Untuk Bekerja Di Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel umur, tingkat pendidikan, pendapatan suami dan jumlah tanggungan keluarga terhadap keputusan perempuan berstatus menikah untuk bekerja di Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian survei terhadap perempuan sudah menikah. Penelitian ini menggunakan data primer dengan 100 rumah tangga sampel di Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas, data primer diperoleh dengan wawancara langsung dan pengisian kuisioner. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik biner yaitu regeresi logistik dimana variabel dependennya memiliki dua pilihan atau binominal ialah bekerja atau tidak bekerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) variabel yang tidak signifikan terhadap keputusan perempuan berstatus menikah di Kecamatan Purwokerto Utara adalah variabel umur dan jumlah tanggungan keluarga (2) variabel yang signifikan terhadap keputusan perempuan berstatus menikah untuk bekerja adalah variabel tingkat pendidikan dan pendapatan suami. | This study entitled “Factors That Affect Decisions Of Married Woman To Work In North Purwokerto, Banyumas Regency”. This study aimed to analyze the influence of age, education level, husband income, and number of family size toward the decision of married women to work in North Purwokerto, Banyumas Regency. This research is survey research toward married woman. This study uses primary data with a sample of 100 households in North Purwokerto, Banyumas District. The primary data is obtained by direct interview and filling the questionnaire. Analysis tool, which used in this research, is binary logistic regression, where its dependent variable have two choice or binominal, that is working or not working. The results showed that (1) the variables that are not significant to the decision of married women in North Purwokerto region are age variable and number of family size (2) a significant variable to the decision of married women to work are level of education and husband income variables. | |
| 5471 | 10166 | B1J010046 | Potensi Ekstrak Miselium dan Ekstrak Filtrat Kultur Pleurotus ostreatus Sebagai Antimikroba | Pleurotus ostreatus dikenal sebagai jamur konsumsi yang memiliki potensi sebagai medicinal mushroom. Senyawa bioaktif P. ostreatus diketahui berguna bagi bidang kesehatan di antaranya yaitu sebagai immunomodulator, antikanker dan antimikroba. Senyawa bioaktif P.ostreatus yang bersifat antimikroba dapat berupa senyawa ekstraseluler maupun intraseluler. Banyak sedikitnya produksi senyawa bioaktif dipengaruhi oleh faktor lingkungan salah satunya adalah nutrisi yang terdapat pada medium pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis medium cair yang berbeda terhadap aktivitas antimikroba ekstrak miselium dan filtrat kultur P. ostreatus terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, serta mengetahui asal ekstrak yang paling baik dalam menghasilkan senyawa bioaktif terhadap S. aureus dan E. coli. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), serta perlakuan asal ekstrak dari miselium dan filtrat kultur P. ostreatus. Variabel bebas yang digunakan adalah asal ekstrak yang digunakan, sedangkan variabel tergantung adalah aktivitas penghambatan senyawa antimikroba terhadap bakteri uji. Parameter utama yang diamati adalah diameter zona hambat bakteri, sedangkan berat ekstrak dan pH akhir medium diamati sebagai parameter pendukung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan adanya perbedaan nyata antar perlakuan dianalisis lanjut dengan uji Duncan pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Hasil analisis ragam aktivitas antimikroba dengan metode difusi cakram kertas pada keenam perlakuan menunjukkan hasil yang sangat berbeda nyata antar perlakuan (P <0,01). Hal ini berarti penggunaan medium fermentasi cair yang berbeda berpengaruh pada aktivitas antimikroba ekstrak miselium dan filtrat kultur P. ostreatus terhadap S. aureus dan E. coli. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa perlakuan ektrak filtrat kultur FC3 menunjukkan zona hambat tertinggi baik terhadap S. aureus maupun E. coli dan berbeda nyata terhadap perlakuan yang lainnya pada taraf kepercayaan 95% dan 99%. Rata-rata zona hambat ekstrak filtrat kultur FC3 terhadap S. aureus dan E. coli yakni 13,75 ± 0,901 mm dan 12,92 ± 0,877 mm, yang menunjukkan bahwa ekstrak tersebut menghasilkan senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antimikroba terbaik. | Pleurotus ostreatus mycelium was cultivated on three diverent liquid medium: FC1, FC2 and FC3. Its bioactive compound was extracted from P. ostreatus mycelium and culture filtrate used etil asetat. The result of variance’s analysis of antimicrobial activity with papper disc method on six treatments showed very noticeable difference result among treatments (P <0,01). It means that the uses of the different liquid fermentation medium influences on antimicrobial activity of mycelium and culture filtrate extract of P. ostreatus against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The result of Duncan’s test showed that the treatment of extract culture filtrate of FC3 shows the highest inhibition zone against S. aureus and E. coli and the noticeable different to the other treatments at 95% and 99% confidence level. The average inhibition zone of extract culture filtrate of FC3 against S. aureus and E. coli which is 13,75 ± 0,901 mm and 12,92 ± 0,877 mm, which show that the extract produce the bioactive compounds that have the best antimicrobial activity. | |
| 5472 | 15270 | G1F012080 | AKTIVITAS ANTIFUNGI FORMULA SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOLIK HERBA SELEDRI (Apium graveolens) DENGAN BASIS METOCHEL K15M PREMIUM EP TERHADAP Malassezia furfur | Seledri (A. graveolens) merupakan tanaman herbal yang terbukti sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan gel dari ekstrak etanolik herba seledri dengan basis Metochel K15M Premium EP (HPMC) yang memenuhi syarat evaluasi sifat fisik dan stabilitas selama penyimpanan serta mengetahui aktivitas antifungi terhadap Malassezia furfur. Penelitian ini merupakan eksperimen formulasi gel ekstrak etanolik herba seledri dibuat dengan variasi konsentrasi HPMC (3%, 5%, dan 7%). Gel dievaluasi sifat fisik dan stabilitas (organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat) selama 28 hari. Uji organoleptis, homogenitas, dan pH dianalisis deskriptif. Uji viskositas dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test. Uji daya lekat dan daya sebar dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan HSD. Pengujian aktivitas antifungi dilakukan terhadap formula terpilih menggunakan metode sumuran. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif (krim ketokonazol 2%) kemudian dianalisis dengan Kruskal-Wallis Test. Hasil penelitian menunjukkan variasi konsentrasi HPMC dapat mempengaruhi hasil evaluasi sifat fisik dan stabilitas sediaan gel. Semakin tinggi HPMC maka viskositas dan daya lekat semakin meningkat sedangkan daya sebar semakin menurun. Formula terpilih (Formula I HPMC 3%) dengan viskositas 60.500-82.800 cps, daya sebar 5,35-6,73 cm, dan daya lekat 5,10-7,60 detik menghasilkan presentase daya hambat sebesar 41,52% dengan zona hambat 17,10 mm. Kata kunci: Apium graveolens (A. graveoelens), Gel, HPMC, Antifungi, Malassezia furfur (M. furfur). | Celery (A. graveolens) is a medicinal plant which has been proved for having antifungal activity. The purpose of this study was to create gel as a pharmaceutical formulation which was made by using the ethanolic extract of celery and Metochel K15M Premium EP (HPMC) as the base and this formulation should meet the criterion on physical properties and physical stability evaluation during the storing phase and also to find out the antifungal activity towards Malassezia furfur. This study was worked out on gel formulations of ethanolic extract from celery which was made by various HPMC concentrations (3%, 5%, and 7%). The physical properties and physical stability (organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, dispersive power, and adhesiveness) of the gel were evaluated for 28 days. The organoleptic, homogeneity, and pH parameters were analyzed using descriptive test. The viscosity parameter was analyzed using Kruskal-Wallis Test. The adhesiveness and dispersive power were analyzed using ANOVA test followed with HSD. Antifungal activity was analyzed using the chosen formulation using pitting method. Results obtained (% inhibitory) compared with the negative and positive controls (2% ketoconazole cream) were then analyzed using Kruskal-Wallis Test. Results of the study showed that the various concentrations of HPMC could affect the physical and stability properties of the gel formulations. The higher the HPMC concentration, the viscosity and adhesiveness properties would increase, however, the dispersive power would decrease. The chosen formulation (Formulation I HPMC 3%) with the mean of the viscosity value was 60,500-82,800 cps, the dispersive power was 5.35-6.73 cm, and the adhesiveness properties was 5.10-7.60 second with the percentage of inhibition was 41.52% and the inhibition zone was 17.10 mm. Keywords: Aprium graveolens (A. graveolens), Gel, HPMC, antifungal, Malassezia furfur (M. furfur). | |
| 5473 | 15272 | A1L112006 | KAJIAN KALSIUM KLORIDA (CaCl2) DAN PELAPISAN GEL RUMPUT LAUT (Eucheuma sp.) TERHADAP DAYA TAHAN KESEGARAN BUAH STROBERI (Fragaria sp.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimal larutan CaCl2 sebagai bahan yang dapat mempertahankan kesegaran buah stroberi, mengetahui konsentrasi gel rumput laut optimal sebagai bahan yang dapat mempertahankan kesegaran buah stroberi, mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi CaCl2 dan gel rumput laut terbaik yang dapat digunakan untuk mempertahankan kesegaran buah stroberi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016. Buah stroberi yang digunakan berasal dari salah satu sentra stroberi di Jawa Tengah yaitu Desa Serang, Purbalingga. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Data dianalisis dengan Uji F pada taraf 5%, dilanjutkan dengan uji DMRT. Faktor pertama yang dicoba adalah kalsium klorida (CaCl2) (C) dengan empat taraf yaitu konsentrasi 0% (C0); 2% (C1); 4% (C2); 6% (C3), dan gel rumput laut (G) yang terdiri dari empat taraf yaitu 0% (G0); 1,5% (G1); 3% (G2) dan 4,5% (G3). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah susut bobot, kadar air, padatan total terlarut, kekerasan buah, umur simpan, kerusakan, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan CaCl2 4% dan gel rumput laut 1,5% (C2G1) mampu mempertahankan kesegaran buah stroberi hingga 6 hari dibandingkan kontrol yang hanya 5 hari. | This research aimed to determine the optimal concentration of CaCl2 as a material that can maintain strawberry freshness, to determine the optimal concentration of seaweed gel as a material that can maintain strawberry freshness, and to determine the best combination between the concentration of CaCl2 and seaweed gel to maintain strawberry freshness. This research was conducted in Laboratory of Agronomy and Horticulture, Agriculture Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research was carried out in April 2016. Strawberries were harvested from Serang village, Purbalingga. The design used in this research was factorial Randomized Block Design (RBD). The data were analyzed by using the F Test on 5%, levels followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT). The first factor which is tested is CaCl2 (C) concentration which consist of four levels, they are 0% (C0); 2% (C¬¬1); 4% (C2); 6% (C3), and seaweed gel (G) concentration which consist of four levels, they are 0% (G1); 1,5% (G2); 3% (G2) and 4,5% (G3). Each of treatment repeated by 3 times. The observed variables were fruit weight loss, moisture content of the fruit, total dissolved solids of the fruit, fruit hardness, shelf life fruits, damage of the fruits and organoleptic test. The result showed treatment combination between CaCl2 4% and seaweed 1,5% (C2G1) were able to maintain strawberry freshness for 6 days compared to control that only maintain for 5 days. | |
| 5474 | 15273 | C1L012026 | ANALYSIS TOWARD FACTORS AFFECTING INCOME SMOOTHING PRACTICES ON MANUFACTURING COMPANIES LISTED IN LQ 45 | Proses pembuatan keputusan yang dilakukan pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan sangat bergantung terhadap kualitas laporan keuangan yang disajikan oleh pihak manajemen. Laporan keuangan perusahaan dapat mencerminkan kinerja manajemen selama satu periode akuntansi atau lebih dan laporan keuangan dapat juga dijadikan alat yang digunakan pihak eksternal untuk mengetahui kondisi di dalam perusahaan. Berdasarkan tingkat kepentingan sebuah laporan keuangan, informasi keuangan yang ada dalam laporan keuangan harus disajikan secara cukup dan tidak menyesatkan pihak-pihak eksternal di dalam proses pembuatan keputusan. Karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisa dan menguji secara empiris faktor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap tindakan dari praktik perataan laba di perusahaan manufaktur yang terdaftar di indeks LQ 45. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di indeks LQ 45 dalam periode 2010-2015. Teknik penarikan sampel menggunakan metode Purposive Sampling Method, dan mendapatkan total 42 sampel data observasi. Tiga hipotesis diuji melalui uji asumsi klasik dan analisis regresi linear berganda yang dihitung melalui SPSS 16, untuk menguji pengaruh dari profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan terhadap praktik perataan laba. Berdasarkan pada hasil dari penelitian ini yang menunjukkan bahwa profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh secara bersamaan terhadap praktik perataan laba. Profitabilitas secara individual memiliki pengaruh positif signifikan terhadap praktik perataan laba, leverage secara individual memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap praktik perataan laba, sedangkan ukuran perusahaan secara individual tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba. | Decision making made by parties that have an interest in the company is depend on the quality of financial statements which presented by management. The financial statements of company is a reflection of management's performance during the accounting period and as a tool to giving information of financial condition of the company to external parties. Based on so crucial a company's financial statements, the financial information contained in the financial statements to be presented adequately and does not mislead any external parties in the decision-making process. Therefore, this research conducted to analyze and examine empirically the factors that affect the actions of income smoothing practice in manufacturing companies listed in LQ 45 Index. The population used in this research were the companies listed in LQ 45 Index for the period 2010-2015. The sampling technique used purposive sampling technique, and gained total of 42 data observation samples. The three hypotheses were tested using classical assumption test and multiple regression analysis calculated in SPSS 16, to examine the influence of profitability, leverage, and company size toward income smoothing practice. Based on the result of this research shows that profitability, leverage and company size simultaneously affect income smoothing practice. Profitability partially have positive significant effect to income smoothing practice, leverage partially have negative significant effect to income smoothing practice, while company size has not partially significant effect to income smoothing practice. | |
| 5475 | 15308 | F1C011025 | BENTUK KOMUNIKASI KELOMPOK DALAM PEMBERDAYAAN PEMUDA (STUDI PADA GABUNGAN ANAK KREATIF PANTAI SELATAN DI DESA PAGUBUGAN KULON KECAMATAN BINANGUN KABUPATEN CILACAP) | ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana bentuk komunikasi kelompok dilakukan oleh Gakpasel dalam upaya pemberdayaan pemuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam, observasi dan dari dokumen terkait. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis Mile dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komunikasi kelompok dalam upaya pemberdayaan pemuda Gabungan Anak Kreatif Pantai Selatan adalah bentuk komunikasi kelompok deskriptif. Penerapan bentuk deskriptif pada Gakpasel, meliputi: (1) Mengadakan program pelatihan, tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pemberdayaan kepada pemuda. Ada dua tahapan dalam program pelatihan, yakni tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. (2) Mengadakan pertemuan, kelompok Gakpasel selalu mengadakan pertemuan-pertemuan sebagai sarana komunikasi dan menjalin kekompakan. Pertemuan itu meliputi mingguan, bulanan, dan tahunan. (3) Mengadakan arisan, tujuan dari kegiatan ini adalah supaya pemuda memiliki tabungan pribadi. Selain itu, diadakan pula kegiatan-kegiatan yang dapat membangun motivasi serta semangat pemuda untuk menjadikan kelompok Gakpasel semakin solid. Kata kunci : Komunikasi kelompok, pemberdayaan. | ABSTRACT This study is made to analyze how form of group communication used by the Gakpasel community in the effort of youth empowerment. This study used qualitative approach with descriptive method. The data collected by close interview technic, observation, and from the related document. Informant selection done by purposive sampling technic, while the analysis of the data use Mile and Huberman’s theory. The result of this study shows that the form of group communication in the effort of youth empowerment of Gakpasel community is a form of descriptive group communication. The use of descriptive form in Gakpasel, includes: (1) Training programs, the purpose of this program is to provide knowledge about empowerment to young people. There are two phases in the training program namely preparation and implementation phase. (2) Convoke, Gakpasel community always hold meetings as a means of communication and establish solidarity. The meetings include a weekly, monthly, and annual. (3) Regular social gathering, the purpose of this activity is that young people have a personal savings. Additionally, there was also activities which can build up the motivation and the spirit of youth in order to make Gakpasel community become more solid. Keywords: Group communication, empowerment. | |
| 5476 | 15276 | P2EA14021 | PENEGAKAN HUKUM PRAKTIK KEDOKTERAN TERHADAP KO-ASSISTEN DI KLINIK PRATAMA WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan mengetahui penegakan hukum terhadap praktik kedokteran oleh koassisten, mengetahui faktor – faktor yang cenderung mempengaruhi penegakan hukum terhadap koassisten dalam praktik kedokteran. Penelitian hukum yang akan dilakukan adalah tipe kajian sosiologis. Sumber data meliputi data primer yang dalam penelitian ini berupa pendapat langsung dari responden dalam hal ini meliputi pihak – pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung yaitu Kepala DKK Banyumas, 5 Pemilik klinik, 5 koassisten.Sedangkan sumber data sekunder berupa peraturan perundang – undangan, literatur dan dokumen resmi yang berkaitan dengan pokok permasalahannya. Penegakan hukum terhadap praktik kedokteran oleh koassisten menunjukan kondisi yang relatif belum maksimal, hal ini dapat dibuktikan dengan melihat indikator – indikator ketidaksungguhan peran penegak hukum dalam pengawasan. Penegakan hukum terhadap praktik kedokteran oleh koassisten sangat dipengaruhi oleh faktor – faktor, antara lain intensitas kinerja DKK Banyumas, terbatasnya tenaga kesehatan, sikap koassisten dan pemilik klinik. | This study aimed to law enforcement of medical practice by coassisten, knowing that factors that tend to affect law enforcement. Law Research (Legal Research) that will do is use this type of socio legal studies. The data sources included primary data in this study form an opinion from the respondents in this case include the parties involved directly or indirectly, ie DKK Banyumas, 5 coassisten and 5 clinic. While secondary data sources such as legislation, literature and official document relating to the subject matter. Law enforcement of Medical Practice by coassistenis not maximized, this can be proved by looking at indicators law enforcement officials did not conduct surveillance. Law enforcement is strongly influenced from the DKK factors,limitedhealth workers, coassisten and owner of the clinic. | |
| 5477 | 15158 | D1E012221 | PENGARUH PEMBALURAN DENGAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP SIFAT FISIK DAGING ENTOK BAGIAN DADA | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembaluran belimbing wuluh dengan tingkat penggunaan yang berbeda terhadap keempukan, daya ikat air dan susut masak daging dada entok. Materi yang digunakan, 20 potong daging dada entok dan belimbing wuluh 1 kg. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan; yaitu daging dada tanpa pembaluran (P0), pembaluran 20% (P1), pembaluran 40% (P2) dan pembaluran 60% (P3) dimana, masing-masing dibalur selama 60 menit dan diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan nilai masing-masing yaitu keempukan P0: 0.074 mm/gr/dt, P1: 0.087 mm/gr/dt, P2: 0,088 mm/gr/dt, P3: 0.098 mm/gr/dt. Daya ikat air P0: 36.5%, P1: 38.7%; P2: 40%, P3: 44.5% dan susut masak P0: 43.6%, P1: 42.1%; P2: 41.4%, P3: 40.6%. Pembaluran daging dada entok menggunakan belimbing wuluh berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap nilai keempukan, uji lanjut menggunakan orthogonal polynomial membentuk persamaan garis linear Y= 0.07604 + 0.000367 X (r = 0.85, r2 = 72,72 %). Sedangkan terhadap daya ikat air dan susut masak, pembaluran berpengaruh tidak nyata (P>0.05). Penelitian ini berkesimpulan bahwa pembaluran daging dada entok dengan penggunaan belimbing wuluh yang semakin meningkat dalam waktu 60 menit, menghasilkan nilai keempukan daging yang semakin meningkat, sedangkan daya ikat air dan susut masak daging cenderung sama. | The aim of this research was to assess the effects of Averrhoa bilimbi L smearing at different levels on the tenderness, water holding capacity, and cooking losses of Muscovy duck breast. The research materials were 20 piaces of muscovy duck breast meat and 1 kg Averhoa bilimbi L. Employing an experiment method used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments; i.e. the meat without smearing (P0), 20 % smearing (P1), 40% smearing (P2), and 60% smearing (P3), each of which was kept for 60 minutes and replicated 5 times. The results showed that the average value of the tendernesses were P0: 0.074 mm/gr/s, P1: 0.087 mm/gr/s, P2: 0,088 mm/gr/s, P3: 0.098 mm/gr/s, that of water holding capacity were P0: 36.5%, P1: 38.7%; P2: 40%, P3: 44.5% and that of cooking losses were P0: 43.6%, P1: 42.1%; P2: 41.4%, P3: 40.6%. The smearing of Muscovy duck breast meat with Averhoa bilimbi L was highly significant (P<0.01) the tenderness, orthogonal polynomial test showed an equation Y= 0.07604 + 0.000367 X (r = 0.85, r2 = 72.72 %). However to the water holding capacity and cooking losses, the smearing did not affect significantly (P>0.05). Can be concluded that increasing the levels of Averhoa bilimbi L. usage in smearing Muscovy duck breast meat within 60 minutes increasing within 60 minutes, will increase the meat tenderness, while its water holding capacity and cooking losses will relatively remain the same. | |
| 5478 | 15277 | D1E012271 | PENGARUH PERSENTASE PENAMBAHAN GARAM DAN LAMA PENGEPRESAN TERHADAP TOTAL PADATAN, KADAR LEMAK DAN TINGKAT KESUKAAN PADA KEJU SUSU KAMBING | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara penambahan garam dengan lama pengepresan terhadap total padatan, kadar lemak dan tingkat kesukaan pada keju susu kambing. Penelitian ini menggunakan susu kambing PEGUMAS sebanyak 9 liter, starter bakteri kultur murni (Lactobacillus plantarum TW14 dan Lactobacillus rhamnosus TW2) sebagai kultur murni, rennet, garam (NaCl), media MRSB sebagai media penumbuh bakteri, aquadest, dan petrolium benzene. Penelitian ekperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola factorial kemudian dilanjutkan dengan analisis variansi dan uji orthogonal polinomial. Perlakuannya terdiri dari 9 perlakuan di mana setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara persentase penambahan garam dan lama pengepresan pada keju memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar lemak. Persentase penambahan garam memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total padatan, kadar lemak dan tingkat kesukaan. Lama pengepresan memberikan pengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap total padatan dan kadar lemak. Interaksi persentase penambahan garam dan lama pengepresan terhadap kadar lemak menghasilkan persamaan garis kuadrater Y = 40.496667 - 1.6831944x + 0.02443287 x2 dengan R2 = 99.37 %. Persentase penambahan garam terhadap total padatan menghasilkan persamaan garis linear Y= 53,3196 + 0,203667x dengan R2 =87,8% dan lama pengepresan Y= 48,8718 + 0,27018 x dengan R2 =89,05%. Persentase penambahan garam terhadap tingkat kesukaan Y= 16,332 - 0,392022 x dengan R2 =18,72%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh bersama antara persentase penambahan garam dan lama pengepresan terhadap kadar lemak serta adanya pengaruh persentase penambahan garam dan lama pengepresan terhadap total padatan dan tingkat kesukaan. Semakin tinggi persentase penambahan garam dan lama pengepresan maka total padatan dan kadar lemak yang dihasilkan semakin meningkat, tetapi tingkat kesukaannya menurun. | This study aims to determine the effect of the interaction between the addition of salt and pressure duration in goat milk cheese making proses on its total solids, fat content and consumers preference. The experiment used 9 liters of goat milk PEGUMAS, pure culture bacteria starter (Lactobacillus plantarum and Lactobacillus rhamnosus TW14 TW2), rennet, salt (NaCl), media MRSB medium as the bacteria grower, aquadest water, and petroleum benzene. This experimental study was arranged with completely randomized factorial design and continued with an analysis of variance and followed with orthogonal polynomial test. There were 9 treatments each of which was repeated 3 times. The results showed that the interaction between the percentage addition and the pressure duration significantly effected (P <0.05) the fat content. The percentage of salt addition provided a highly significant effect (P <0.01) on the total solid, fat content and the level of preference. The pressure duration provided a highly significant effect (P <0.01) on the total solids and fat content. The interaction between the percentage addition and the pressure duration on the fat content formed a linear quadratic equation Y = 40.496667 - 0.02443287 1.6831944x + x2 with R2= 99.37%. On the total solids, the influence of the percentage addition of salt formed a linear equation Y= 53.3196 + 0,203667x with R2= 87.8% while the pressure duration formed a linear equation Y= 48.8718 + 0.27018 x with R2= 89.05%. The influence of the percentage of salt addition on the consumers’ preference formed a linear equation Y= 16.332 to 0.392022 x with R2 = 18.72%. This study concludes that there is a co- influence shared between the percentage of salt addition and the pressure duration on the fat content and that there is an effect of the addition of salt and pressure duration on the total solid and consumers’ preference. The higher the percentage of the salt addition and the longer the pressure duration will be, the higher total solids and fat content will be produced, but the less consumers’ preference will be. | |
| 5479 | 15279 | D1E012207 | HUBUNGAN POTENSI DASAR DENGAN KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN PEDAGANG HIJAUAN PAKAN TERNAK DI KABUPATEN KEBUMEN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dasar individu dan karakteristik kewirausahaan pedagang hijauan pakan ternak (HPT) di Kabupaten Kebumen serta untuk menentukan hubungan antar keduanya. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survey terhadap pedagang HPT. Sampel dipilih secara purposive yaitu 5 wilayah yang memiliki populasi pedagang HPT yaitu Kecamatan Gombong, Kutowinangan, Kebumen, Ambal dan Petanahan. Pengambilan sampel responden menggunakan quota sampling berjumlah 40 orang responden. Penelitian menunjukan bahwa, sebanyak 10 orang responden (25 %) memiliki potensi dasar pada kategori tinggi dan 30 orang responden (75 %) memiliki potensi dasar pada kategori sedang. Karakteristik kewirausahaan diukur dari percaya diri dan keorisinilan ide. Hasil karakteristik kewirausahaan menunjukan bahwa, seluruh responden pedagang HPT memiliki karakteristik kewirausahaan dalam kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukan terdapat hubungan sangat nyata antara potensi dasar dengan tingkat kepercayaan diri (0,556) pada kategori yang kuat. Terdapat hubungan sangat nyata antara potensi dasar dengan tingkat keorisinilan ide (0,538) pada kategori yang kuat. Hal ini menunjukan potensi dasar yang dimiliki oleh pedagang hijauan pakan ternak mendorong terbentuknya karakteristik kewirausahaan yang dimiliki. | The research investigates the correlation between the basic potencies and the entrepreneurial characteristics of forage traders in district Kebumen. The 40 forage traders surveyed as the respondents were selected by using quota sampling. They are from five subdistrics in the district which were chosen purposively, i.e. Gombong, Kutowinangun, Kebumen, Ambal, and Petanahan. The research shows that 10 traders (25% of the respondents) have a high category of basic potency while the rest, 30 traders (75% of the respondents), have the medium one. The traders’ entreprenurial characteristic, which was measured by the traders’ confidence and originality of their ideas, are at the medium level. The correlation test proves that there are a positive correlation between their basic potency and confidence (0,556) which is at a high category. There are also a positive correlation between their basic potency and originality of their ideas (0,538) which is also at a high category. The traders’ basic potencies have stimulated the growth of their entrepreneurial characteristics. | |
| 5480 | 15278 | F1I012013 | Dampak Kebijakan Fixed Exchange Rate China Terhadap Perekonomian Amerika Serikat Tahun 2010 - 2015 | Penelitian berjudul ‘Dampak Kebijakan Fixed Exchange Rate China Terhadap Perekonomian Amerika Serikat Tahun 2010 – 2015’ ini menganalisis pengaruh yang timbul dari adanya kebijakan fixed exchange rate yang diterapkan oleh China, dimana hal ini berpengaruh bagi kondisi perekonomian Amerika Serikat sebagai negara mitra dagang strategis China pada tahun 2010 sampai 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan dampak dari adanya kebijakan fixed exchange rate atau intervensi nilai mata uang China terhadap hubungan ekonomi politik China dan Amerika Serikat serta untuk dapat mengetahui pengaruh dari penerapan kebijakan moneter China terhadap kondisi perekonomian Amerika Serikat. Dalam menganalisis hal tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder atau telaah pustaka (desk research) dan teknik analisis data dilakukan dengan mengoperasionalisasikan teori ke dalam permasalahan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini, dapat diketahui bahwa, kebijakan fixed exchange rate China menyebabkan terjadinya defisit perdagangan Amerika Serikat terhadap China dalam jumlah yang besar. Hal ini disebabkan, karena mata uang China (Yuan) yang undervalued membuat produk domestik Amerika Serikat tidak mampu bersaing dengan produk domestik dari China, akibatnya total volume impor Amerika Serikat dari China lebih besar dibandingkan total volume ekspor Amerika Serikat ke China. Disamping itu, defisit perdagangan Amerika Serikat terhadap China dalam jumlah yang besar ini bersifat multi player effect bagi perekonomian Amerika Serikat, dimana hal ini juga berdampak negatif bagi konsumen dan produsen di Amerika Serikat, debitor Amerika Serikat, dan kondisi lapangan pekerjaan di Amerika Serikat. China mulai menerapkan fixed exchange rate sebagai kebijakan moneternya pada tahun 1994. Hal ini dilakukan sebagai upaya China untuk meningkatkan jumlah produksi atas produk domestiknya dalam rangka untuk meningkatkan ekspor, mengingat China adalah negara yang menggantungkan perekonomiannya pada sektor ekspornya. Selama beberapa dekade, penerapan kebijakan fixed exchange rate ini memberikan surplus perdagangan yang besar bagi China secara terus – menerus, sehingga cadangan devisa China juga ikut meningkat. Namun, peningkatan perekonomian China yang disebabkan oleh kebijakan fixed exchange rate ini, justru menyebabkan ketidakseimbangan perdagangan yang berakibat pada terciptanya ketidakseimbangan global (global imbalances), khususnya bagi negara – negara mitra dagang strategis China, seperti Amerika Serikat. Permasalahan inilah yang akan diteliti dan dianalisis secara lebih lanjut dalam penelitian ini. | The research entitled 'The Impact of China’s Fixed Exchange Rate Policy on the Economy of United States on 2010 - 2015' was analyzing the effect which arising from the fixed exchange rate that applied by China, which affecting the condition of the US economy as the strategic trading partners of China in 2010 until 2015. The purpose of this research is to analyze and explain the impact of the fixed exchange rate or intervention value of the Chinese currency against the economic and political relations of China and the United States. In analyzing these case, the research method used was qualitative research method with secondary data collection techniques or literature review (desk research) and data analysis techniques performed by operationalize theory to the problems of this research. The results of this research, it can be seen that, China's fixed exchange rate policy caused US trade deficit against China in large numbers. It happened, because the Chinese currency (Yuan) which undervalued made the domestic products of US can’t compete with the domestic products of China, as the result is the total volume of US imports from China is bigger than the total volume of US exports to China. In addition, the US trade deficit against China in large numbers also have a negative impact for consumers and producers in United States, the debtor in United States, and the conditions of employment in the United States. China began to implement fixed exchange rate as monetary policy started from 1994. This was done as an attempt by China to increase the quantity of domestic production of the products in order to increase exports, considering China is a country economically dependent on its export sector. For decades, the implementation of fixed exchange rate provides a large trade surplus for China continuously - constantly, so the foreign exchange reserves of China also increased. However, the increase in China's economy caused by the fixed exchange rate policy is, in fact lead to trade imbalances that result in the creation of global imbalance, especially for strategic trading partners of China, like the United States. This problem is what will be studied and analyzed further in this research. |