Home
Login.
Artikelilmiahs
15267
Update
SARAH AYU MUTIAH
NIM
Judul Artikel
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PERKOTAAN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Perkotaan Di Purbalingga”. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat ketahanan pangan rumah tangga di perkotaan Purbalingga berdasarkan Current Population Surve (CPS) Food Security Supplement dan menganalisis pengaruh umur kepala keluarga, jumlah anggota keluarga, pendidikan kepala rumah tangga, pendapatan, dan kebijakan raskin terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Penelitian ini menggunakan data primer dengan 100 rumah tangga sampel di Kecamatan Purbalingga, data primer diperoleh dengan wawancara langsung dan pengisian kuisioner. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik untuk menjelaskan hubungan variabel dependen yang bersifat dikotomik dengan variabel independen, dan independent sampel t-Test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara rumah tangga rawan pangan yang mendapat raskin dan yang tidak mendapatkan raskin. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) variabel yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan rumah tangga adalah pendidikan kepala keluarga dan pendapatan, jumlah anggota keluarga berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan variabel yang tidak berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga adalah tingkat umur kepala keluarga dan kebijakan raskin. Variabel jumlah anggota keluarga merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga perkotaan Purbalingga (2) terdapat perbedaan antara rumah tangga rawan pangan yang mendapatkan raskin dan rumah tangga yang tidak mendapatkan raskin. Banyaknya rumah tangga yang rawan pangan disebabkan kebiasaan atau pola makan yang hanya mementingkan keinginan anggota rumah tangga tanpa mementingkan kandungan gizi dari pangan yang dikonsumsi. Hal ini diperkuat dengan pendapatan yang rendah, sehingga rumah tangga rawan pangan hanya bisa membeli makanan seadanya. Rumah tangga rawan pangan juga memiliki akses yang sedikit terhadap penerimaan informasi karena pendidikan yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga dan pendapatan berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Secara logika, seseorang yang memiliki pendidikan tinggi akan lebih memiliki banyak pilihan pekerjaan dan produktivitas yang tinggi sehingga seseorang memiliki pendapatan yang tinggi. Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan kesadaran tentang pentingnya berpendidikan tinggi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara seperti sosialisasi wajib belajar 12 tahun, informasi beasiswa, informasi jalur prestasi dan lain sebagainya. Hal ini dapat dilakukan saat diadakannya PKK atau pertemuan warga.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research entitled "Analysis of Factors Affecting Urban Household Food Security in Purbalingga. The purpose of this research are to measure the level of urban household food security in Purbalingga. Based on Current Population Survey (CPS) Food Security Suplement, and analyze the effect of age of household head, household size, education level of household head, income, and raskin policy for household food security. Type of this research is associative research. This research use primary data with a sample of 100 household in district of Purbalingga. Primary data obtained by direct interview and filling the questionnaire. The analytical tools used in this research is Binary Logistic Regression to explain the relationship between dichotomous dependent variable and independent variables, and independent sample t-Test to determine whether there is a difference between household food insecurity that gets raskin and household food insecurity that not gets raskin. The result of the research showed that (1) the variables that positive affect and significant to household food security are education level of household head and income. Household size are negative significant effect. While, the variables which has no significant effect on household food security is age of household head and raskin policy. Household size is the most variabel affecting on household food security in district of Purbalingga, (2) There’s a difference between household food insecurity are getting raskin and households food insecurity were not getting raskin. The number of household food insecurity caused by eating habits only concerned with the deesires of the household with little consideration for the nutritional content of the food. This is reinforced by the low income, so that household food insecurity could only buy food whatever there is. Households food insecurity also have a little access to accept the information because of low education. Based on result, education level of household head, household size and income effect household food security. Logically, someone who has a high ecucation will have more job option and with the high productivity, that person will have a high income. so its need to increase awareness of the importance of higher education. This can be done by means such as 12-year compulsory socialization, scholarship information, path achievement information that can be do when PKK and community meetting
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save