Artikel Ilmiah : F1A012027 a.n. SITI KHOIRIYAH
| NIM | F1A012027 |
|---|---|
| Namamhs | SITI KHOIRIYAH |
| Judul Artikel | TUJUH HARI BERSAMA WAK JUNDRIG (Kisah Hidup Perjuangan Wanita Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pati) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | HIV/AIDS merupakan suatu penyakit menular yang mematikan karena sampai saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan seseorang dari penyakit ini. jalur penularan dari penyakit ini sendiri paling terbanyak adalah hteroseksual yaitu sebesar 57 persen. melalui faktor penularan heteroseksual ini, maka perempuan juga tidak luput dari penularn HIV/AIDS terutama ibu-ibu rumah tangga. Hal ini dibuktikan dengan data dari Kemenkes RI di tahun 2014 yang menyatakan bahwa kasus HIV/AIDS paling banyak di Indonesia adalah menjangkiti ibu-ibu rumah tangga dengan 6.539 kasus. Kasus HIV/AIDS ini kemudian menjalar pada beberapa Provinsi yang ada di Indonesia dan sangat mengejutkan bahwa Jawa Tengah masuk dalam daftar ke-6 sebagai Provinsi yang paling banyak kasus HIV/AIDSnya. Kasus HIV/AIDS pada akhirnya menjalar di beberapa Kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Salah satu kabupaten dengan jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak adalah Kabupaten Pati yaitu mencaai 633 kasus dan menempatkan Kabupaten Pati sebagai Kabupaten keempat sebagai penyumbang HIV/AIDS di Jawa Tengah. Salah satu penderita HIV/AIDS di Kabupaten ini adalah Wak Jundrig, seorang wanita yang sekarang ini menderita HIV/AIDS tetapi tidak lantas menyerah akan keadaan dirinya dan terus berjuang melawan HIV/AIDS yang menggerogoti tubuhnya. Melalui penelitian kualitatif yang bersifat life story ini berhasil mengungkapkan perjalanan hidup dari Wak Jundrig, seorang wanita penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perjuangan hidup Wak Jundrig dalam menghadapi penyakit HIV/AIDS yang dideritanya. Hasil Penelitian ini adalah diketahui bahwa Wak Jundrig merupakan seorang wanita biasa yang dimana dirinya tertular HIV/AIDS karena ulah suami pertamanya yang suka bergonta-ganti pasangan seksual. Awal tervonis HIV/AIDS, yang dirasakan Wak Jundrig adalah Penolakan, Marah, Sedih, Khawatir, kecewa, putus asa, pasrah hingga pada akhirnya siap menerima keadaan dirinya. Berbeda dengan penderita HIV/AIDS lain yang lebih cenderung tertutup dan tidak mau lagi bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, Wak Jundrig justru berbanding terbalik. Positif menderita HIV/AIDS membuat Wak Jundrig harus tetap berjuang untuk menghidupi dirinya beserta anak-anaknya. Beberapa usaha yang dilakukan oleh Wak Jundrig setelah positif terinfeksi HIV/AIDS adalah tetap bekerja, membangun rumah tangga kembali dengan seorang laki-laki tanpa HIV/AIDS, bergabung di salah satu LSM di Kabupaten Pati KDS (Kelompok Dukungan Sebaya) Rumah Matahari dan tetap berkumpul dengan masyarakat luar. Diakui Wak Jundrig, dirinya memiliki keberanian untuk membuka statusnya sebagai wanita HIV/AIDS karena faktor dukungan dari beberapa pihak seperti keluarga, teman-teman Wak Jundrig yang tidak mendiskriminasi dirinya, dorongan diri sendiri yang ingin sembuh dan sehat, dokter yang merawat Wak Jundrig serta orang-orang yang tergabung dalam KDS Rumah Matahari. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | HIV/AIDS is a deadly infected disease because as far as this moment it does not found some medicine yet which is really cure it. The spreadest streak of this disease it self which ever found is heterosexual reach to 57 percent. By means of this, so woman does not missed from HIV/AIDS spreading particularly for housewives. It is proved by Kemenkes RI data in 2014 stated that HIV/AIDS case in Indonesia is the most widely infected to housewives with 6.539 cases. This case is also spreaded to a few Province in Indonesia and it has so surprised that Central Java Province be included on the sixth rank as the most widely HIV/AIDS case. Cases of HIV/AIDS on eventually spread in several districts that existed in Central Java. One of the districts with the number of cases of HIV/AIDS is the most in Pati i.e. reached 633 cases and placing Pati on fourth District as a contributor to HIV/AIDS in Central Java. One of the HIV/AIDS sufferers in the Country is Wak Jundrig, a women who is now suffering from HIV/AIDS but not surrendered herself and continue to fight against HIV/AIDS are undermining her. Through qualitative research that is that is this life story reveals the journey of life by Wak jundrig, a woman’s HIV/AIDS sufferers in Pati. The purpose of this research is to know the struggles of life in the face of disease Jundrig Wak HIV/AIDS. The results of this research is known that Wak Jundrig is an ordinary woman who herself infected HIV/AIDS because of the manner of her first husband who likes to changes sexual partner. The early verdicted to HIV/AIDS, perceived Wak jundrig is rejection, anger, sadness, fear, disappointment, discouragement, resigned to the eventual state ready to accept her. In contrast to other HIV/AIDS sufferers are more likely to be covered an not socialize with the surrounding environment, Wak Jundrig thus inversely proportional. Positively suffering from HI/AIDS make Wak Jundrig must keep fighting to life out her along with her children. Some of the work done by Wak Jundrig after positive infected HIV/AIDS is still working, builds households returned with a man without HIV/AIDS, join in one of the NGOs (LSM) in named KDS (Kelompok Dukungan Sebaya) “Rumah Matahari” and still hang out with the community outside. Recognized by Wak Jundrig, she had the courage to open the status of woman HIV/AIDS due to endorsement from several parties such as family, friends of her who do not discriminated herself, the urge herself who want to be recover an be healthy, the doctor who treated Wak Jundrig as well as those incorporated in the KDS “Rumah Matahari”. |
| Kata kunci | HIV/AIDS, Wanita, Life Story, Wak Jundrig |
| Pembimbing 1 | Drs. Dalhar Shodiq, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si |
| Pembimbing 3 | Arizal Mutahir, MA |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2016-07-27 11:41:40.856687 |