Artikel Ilmiah : B1J010046 a.n. ADHIMI RAHMALA DEWI
| NIM | B1J010046 |
|---|---|
| Namamhs | ADHIMI RAHMALA DEWI |
| Judul Artikel | Potensi Ekstrak Miselium dan Ekstrak Filtrat Kultur Pleurotus ostreatus Sebagai Antimikroba |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pleurotus ostreatus dikenal sebagai jamur konsumsi yang memiliki potensi sebagai medicinal mushroom. Senyawa bioaktif P. ostreatus diketahui berguna bagi bidang kesehatan di antaranya yaitu sebagai immunomodulator, antikanker dan antimikroba. Senyawa bioaktif P.ostreatus yang bersifat antimikroba dapat berupa senyawa ekstraseluler maupun intraseluler. Banyak sedikitnya produksi senyawa bioaktif dipengaruhi oleh faktor lingkungan salah satunya adalah nutrisi yang terdapat pada medium pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis medium cair yang berbeda terhadap aktivitas antimikroba ekstrak miselium dan filtrat kultur P. ostreatus terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, serta mengetahui asal ekstrak yang paling baik dalam menghasilkan senyawa bioaktif terhadap S. aureus dan E. coli. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), serta perlakuan asal ekstrak dari miselium dan filtrat kultur P. ostreatus. Variabel bebas yang digunakan adalah asal ekstrak yang digunakan, sedangkan variabel tergantung adalah aktivitas penghambatan senyawa antimikroba terhadap bakteri uji. Parameter utama yang diamati adalah diameter zona hambat bakteri, sedangkan berat ekstrak dan pH akhir medium diamati sebagai parameter pendukung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan adanya perbedaan nyata antar perlakuan dianalisis lanjut dengan uji Duncan pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Hasil analisis ragam aktivitas antimikroba dengan metode difusi cakram kertas pada keenam perlakuan menunjukkan hasil yang sangat berbeda nyata antar perlakuan (P <0,01). Hal ini berarti penggunaan medium fermentasi cair yang berbeda berpengaruh pada aktivitas antimikroba ekstrak miselium dan filtrat kultur P. ostreatus terhadap S. aureus dan E. coli. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa perlakuan ektrak filtrat kultur FC3 menunjukkan zona hambat tertinggi baik terhadap S. aureus maupun E. coli dan berbeda nyata terhadap perlakuan yang lainnya pada taraf kepercayaan 95% dan 99%. Rata-rata zona hambat ekstrak filtrat kultur FC3 terhadap S. aureus dan E. coli yakni 13,75 ± 0,901 mm dan 12,92 ± 0,877 mm, yang menunjukkan bahwa ekstrak tersebut menghasilkan senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antimikroba terbaik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Pleurotus ostreatus mycelium was cultivated on three diverent liquid medium: FC1, FC2 and FC3. Its bioactive compound was extracted from P. ostreatus mycelium and culture filtrate used etil asetat. The result of variance’s analysis of antimicrobial activity with papper disc method on six treatments showed very noticeable difference result among treatments (P <0,01). It means that the uses of the different liquid fermentation medium influences on antimicrobial activity of mycelium and culture filtrate extract of P. ostreatus against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The result of Duncan’s test showed that the treatment of extract culture filtrate of FC3 shows the highest inhibition zone against S. aureus and E. coli and the noticeable different to the other treatments at 95% and 99% confidence level. The average inhibition zone of extract culture filtrate of FC3 against S. aureus and E. coli which is 13,75 ± 0,901 mm and 12,92 ± 0,877 mm, which show that the extract produce the bioactive compounds that have the best antimicrobial activity. |
| Kata kunci | P. ostreatus, antimicrobial, mycelium extract, culture filtrate extract. |
| Pembimbing 1 | Dr. Nuraeni Ekowati, M.S. |
| Pembimbing 2 | Dr. Nuniek Ina Ratnaningtyas, M.S. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2014-11-22 16:29:36.529636 |