Artikelilmiahs

Menampilkan 47.781-47.800 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4778151170I1B022002Hubungan Interaksi Sosial dengan Penerimaan Diri pada Lansia Empty NesterABSTRAK

HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA LANSIA EMPTY NESTER
Nur Hidayatul Khasanah, Lita Heni Kusumawardani, Kinantika Nur Dewanti

Latar Belakang: Lansia empty nester rentan mengalami perubahan fisik, psikologis, maupun sosial akibat berpisah dengan anak. Interaksi sosial adalah faktor penting yang dapat meningkatkan penyesuaian dan penerimaan diri lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan interaksi sosial dengan penerimaan diri pada lansia empty nester.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 117 responden yang ditentukan dengan teknik proportional cluster random sampling di 10 desa wilayah kerja Puskesmas Sokaraja I. Pengukuran menggunakan kuesioner interaksi sosial dan kuesioner penerimaan diri. Analisis data menggunakan uji Somers’D.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dan penerimaan diri pada lansia empty netser (p value = 0,017) dengan tingkat kekuatan hubungan pada kategori lemah dan dengan arah hubungan positif.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dengan penerimaan diri pada lansia empty nester dengan arah hubungan positif. Mayoritas lansia empty nester memiliki interaksi sosial dan penerimaan diri yang tinggi. Lansia diharapkan dapat mempertahankan interaksi sosial agar dapat memperkuat penerimaan diri yang ada pada dirinya.

Kata Kunci: Interaksi Sosial, Lansia Empty Nester, Penerimaan Diri
ABSTRACT

THE RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL INTERACTION AND SELF-ACCEPTANCE AMONG EMPTY NESTER ELDERLY
Nur Hidayatul Khasanah, Lita Heni Kusumawardani, Kinantika Nur Dewanti

Background: Empty nester older adults were vulnerable to physical, psychological, and social changes due to separation from their children. Social interaction was an important factor that could enhance adjustment and self-acceptance. This study aimed to determine the relationship between social interaction and self-acceptance among empty-nester older adults.

Methodology: This study used a quantitative correlational design. The sample consisted of 117 respondents selected using proportional cluster random sampling across 10 villages in the working area of Sokaraja I Public Health Center. Measurements were conducted using a social interaction questionnaire and a self-acceptance questionnaire. Data were analyzed using the Somers’ D test.

Results: The results showed a significant relationship between social interaction and self-acceptance among empty nester elderly (p-value = 0.017), with a weak strength of association and a positive direction of relationship.

Conclusion: There was a significant positive relationship between social interaction and self-acceptance among empty nester elderly. Most of the elderly had high levels of social interaction and self-acceptance. Elderly individuals were expected to maintain social interaction to strengthen their existing self-acceptance.

Keywords: Empty Nester Elderly, Self-Acceptance, Social Interaction
4778251171C1A022089ANALISIS PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP KEMISKINAN DI DAERAH OTONOMI KHUSUS DI INDONESIAKemiskinan merupakan permasalahan multidimensional dimana Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Papua, dan Papua Barat merupakan tiga dari provinsi termiskin di Indonesia. Padahal, ketiga daerah tersebut merupakan daerah yang mendapatkan dana transfer yang relatif besar sebab adanya Dana Otsus dari pusat yang tujuannya untuk mempercepat pembangunan di ketiga provinsi tersebut. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Dana TKD terhadap kemiskinan di ketiga daerah tersebut periode 2015-2024. Tidak hanya menganalisis pengaruh TKD terhadap kemiskinan, peneliti juga menggunakan IPM sebagai variabel moderasi dalam penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel, serta menggunakan IPM sebagai variabel moderasi dalam model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Otsus dan Dana Desa (DD) berpengaruh positif signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan. Variabel moderasi IPM pada model ternyata berpengaruh terhadap masing-masing variabel dimana hal tersebut menghasilkan Dana Otsus dan Dana Desa berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan, serta Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil berpengaruh positif signifikan terhadap kemiskinan. Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, baik itu sebelum dimoderasi maupun tidak. Implikasi dalam penelitian ini adalah diperlukannya pengalokasian yang tepat sasaran pada beberapa dana transfer, serta peningkatan pada beberapa pengalokasian yang berdampak langsung terhadap kemiskinan. Tidak hanya perbaikan pada sasaran pengalokasian, tetapi diperlukannya pengalokasian pada pembangunan manusia yang nantinya dapat berdampak besar dalam menurunkan kemiskinanPoverty is a multidimensional problem where Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Papua, and West Papua provinces are several of the poorest province in Indonesia. These regions receive relatively substantial transfer funds due to the Special Autonomy Fund (Otsus) from the central government, which aims to accelerate development in these provinces. Therefore, the purpose of this study is to determine the effect of the Regional Autonomy Fund (TKD) on poverty in these three regions for the 2015-2024 period. In addition to analyzing the effect of TKD on poverty, the researchers also used the Human Development Index (HDI) as a moderating variable. The analysis technique used was panel data regression, and HDI was used as a moderating variable in the model. The results showed that the Special Autonomy Fund (Otsus) and Village Fund (DD) had a significant positive effect on poverty, while the General Allocation Fund (DAU), Revenue Sharing Fund (DBH), and Human Development Index (HDI) had a significant negative effect on poverty. The moderating variable HDI in the model was found to influence each variable, resulting in the Special Autonomy Fund and Village Fund having a significant negative effect on poverty, and the General Allocation Fund and Revenue Sharing Fund having a significant positive effect on poverty. The Special Allocation Fund (DAK) had no significant impact on poverty, either before or after moderation. The implications of this research are the need for targeted allocation of several transfer funds, as well as improvements in several allocations that directly impact poverty. Not only is targeted allocation improvement necessary, but allocations to human development are also needed, which can ultimately have a significant impact on poverty reduction.
4778351172I1C021053Identifikasi Jamur Endofit Simbion
Nudibranchia Kode K5 dan K6 serta Uji
Antibakterinya terhadap Pseudomonas
aeruginosa
Latar Belakang : Pseudomonas aeruginosa merupakan agen penyebab infeksi nosokomial yang
sulit ditangani akibat tingginya resistensi terhadap antibiotik, sehingga diperlukan sumber
antibakteri alternatif yang lebih efektif. Fungi endofit simbion nudibranchia diketahui menghasilkan
beragam senyawa bioaktif yang berpotensi antibiotik dengan menghambat pertumbuhan bakteri
patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi fungi endofit kode K5 dan K6,
menentukan spesies fungi K5 secara molekuler, serta mengevaluasi aktivitas antibakteri keduanya
terhadap P. aeruginosa.
Metodologi : Fungi diisolasi pada media PDA hingga diperoleh kultur murni, kemudian
dikarakterisasi secara morfologi dan dianalisis molekuler menggunakan Sanger sequencing.
Fermentasi dilakukan pada media beras selama 14 hari, dilanjutkan dengan maserasi menggunakan
etil asetat selama 24 jam. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode
difusi sumuran.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungi kode K5 dan K6 berturut-turut teridentifikasi
sebagai Aspergillus flavus dan Penicillium citrinum. Uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etil
asetat K5 dan K6 pada konsentrasi 10% menghasilkan zona hambat sebesar 4,57 ± 0,12 mm dan
14,66 ± 1,13 mm.
Kesimpulan : Dengan demikian, kedua fungi endofit asal nudibranchia ini memiliki aktivitas
antibakteri terhadap P. aeruginosa, dengan potensi yang tergolong lemah pada K5 dan kuat pada
K6.
Kata Kunci : Antibakteri, Aspergillus flavus, Fungi endofit,, Penicillium citrinum, Pseudomonas
aeruginosa.
Background : Pseudomonas aeruginosa is a causative agent of nosocomial infections that is
difficult to control due to its high resistance to antibiotics, thereby necessitating alternative and more
effective antibacterial sources. Endophytic fungi symbiotic with nudibranchs are known to produce
a variety of bioactive compounds with the potential to inhibit pathogenic bacterial growth. This
study aims to identify the morphology of the endophytic fungi coded K5 and K6, determine the
species of fungus K5 through molecular analysis, and evaluate the antibacterial activity of both
isolates against P. aeruginosa.
Methodology : The fungi were isolated on PDA medium until pure cultures were obtained, then
characterized morphologically and analyzed molecularly using Sanger sequencing. Fermentation
was carried out on rice medium for 14 days, followed by maceration with ethyl acetate for 24 hours.
The resulting extracts were tested for antibacterial activity using the well diffusion method.
Results : The results of the study showed that the fungi coded K5 and K6 were identified as
Aspergillus flavus and Penicillium citrinum, respectively. Antibacterial testing revealed that the
ethyl acetate extracts of K5 and K6 at a concentration of 10% produced inhibition zones of 4.57 ±
0.12 mm and 14.66 ± 1.13 mm, respectively.
Conclusion : Thus, both endophytic fungi isolated from nudibranchs exhibit antibacterial activity
against P. aeruginosa, with weak potency in K5 and strong potency in K6.
Keywords : Antibacterial, Aspergillus flavus, Endophytic fungi, Penicillium citrinum,
Pseudomonas aeruginosa.
4778451077H1B020038SIMULASI MODEL KEKUATAN TEKAN SILINDER BETON AGREGAT PLASTIK BERBASIS
PERANGKAT LUNAK METODE ELEMEN HINGGA (FINITE ELEMENT METHOD)
Inovasi beton menggunakan agregat limbah plastik (PWCA) berpotensi mengurangi limbah, namun
mengurangi kekuatan tekan karena sifat hidrofobik plastik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan
memvalidasi model numerik berbasis Metode Elemen Hingga (FEM) untuk memprediksi perilaku mekanik
silinder beton PWCA. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ABAQUS dengan model material
Concrete Damage Plasticity (CDP). Variasi yang diteliti meliputi rasio PWCA (0%–100%) dan Faktor Air Semen
(FAS 0,3 dan 0,42) pada agregat berlapis pasir vulkanik (PWCAV) dan pasir sungai (PWCAR). Hasil validasi
kuantitatif menunjukkan kinerja model yang sangat baik, dengan rata-rata selisih 5,23% terhadap data eksperimen,
dan 90% variasi memiliki error di bawah 10%. Model secara akurat mereplikasi penurunan kuat tekan yang
signifikan seiring peningkatan PWCA (hingga 50% pada FAS 0,3). Secara kualitatif, model berhasil memprediksi
mekanisme keruntuhan dominan berupa bidang geser diagonal (shear failure plane), yang konsisten dengan pola
retak fisik. Studi sensitivitas mesh menunjukkan mesh 20 mm menghasilkan error terkecil (4,953%). Model CDP
tervalidasi ini efektif menjadi alat efisien untuk studi parametrik beton PWCA di masa depan.
The innovation of using plastic waste aggregate concrete (PWCA) offers great potential for waste
reduction but compromises compressive strength due to the plastic's hydrophobic nature. This study aims to
develop and validate a numerical model based on the Finite Element Method (FEM) to predict the mechanical
behavior of PWCA concrete cylinders. Simulations were conducted using ABAQUS software utilizing the Concrete
Damage Plasticity (CDP) model. The investigated variables include the PWCA ratio (0%–100%) and Water
Cement Factor (WCF 0.3 and 0.42) for aggregates coated with volcanic sand (PWCAV) and river sand (PWCAR).
Quantitative validation results demonstrate excellent model performance, with an average discrepancy of 5.23%
compared to experimental data, and 90% of the variations having an error below 10%. The model accurately
replicated the significant reduction in compressive strength as the PWCA content increased (up to 50% at WCF
0.3). Qualitatively, the model successfully predicted the dominant failure mechanism as a diagonal shear failure
plane, which is consistent with physical cracking patterns. A mesh sensitivity study indicated that a 20 mm mesh
size yielded the smallest error (4.953%). This validated CDP model is proven to be an effective and efficient tool
for future parametric studies of PWCA concrete.
4778549497H1B020054ANALISIS STATIONER CURAH HUJAN ESKTREM DI IBU KOTA NUSANTARA: STUDI BERBASIS DATA IPCC-AR6Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui curah hujan ekstrem di kawasan Ibu Kota Nusantara dan memprediksi dampak perubahan iklim terhadap pola curah hujan masa depan dengan menggunakan data satelit IPCC-AR6. Metode penelitian ini melibatkan analisis Generalized Extreme Value (GEV) stasioner untuk mengumpulkan data, mengintegrasikan proyeksi perubahan iklim, dan mengevaluasi tren temporal serta variasi pola curah hujan ekstrem guna memenuhi kebutuhan data dalam rekayasa sumber daya air. Selain itu, penelitian ini menekankan peran hujan ekstrem dalam membentuk kerentanan desain hidrologi dan infrastruktur, sehingga penerapan evaluasi ketahanan terhadap desain inovatif dapat dilakukan secara komprehensif.This study aims to investigate extreme precipitation in the Nusantara capital region and to predict the impacts of climate change on future precipitation patterns using satellite precipitation data from the IPCC-AR6. The research methodology involves applying a Generalized Extreme Value (GEV) stationary analysis to collect data, integrate climate change projections, and evaluate both temporal trends and variations in extreme precipitation patterns to meet the data requirements in water resource engineering. Furthermore, the study emphasizes the role of extreme precipitation in shaping the vulnerability of hydrological design and infrastructure, thereby facilitating a comprehensive evaluation of the resilience of innovative design implementations.
4778651173C1B022086
DECISION POSTPONEMENT DALAM PEMBELIAN PRODUK FASHION ONLINE: DAMPAK INFORMATION OVERLOAD
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data dari 138 responden yang memiliki pengalaman membeli produk fesyen secara online dan pernah menunda keputusan pembelian dalam tiga bulan terakhir. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS versi 4.1.1.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa information overload berpengaruh signifikan terhadap consumer confusion dan decision difficulty, yang selanjutnya memengaruhi decision postponement. Temuan ini memberikan wawasan yang berharga bagi UMKM fesyen dalam memahami perilaku konsumen serta merumuskan strategi pemasaran digital yang lebih efektif.In the digital era, the high penetration of internet and e-commerce platforms has reshaped consumer behavior, particularly in the fashion industry. Despite the increasing accessibility of information, consumers often experience decision postponement — a behavior of delaying purchase decisions — as a result of excessive information exposure. This study aims to examine the influence of information overload on consumer confusion, decision difficulty, and decision postponement, as well as the impact of consumer confusion and decision difficulty on decision postponement in the context of online fashion shopping. Using a quantitative approach, data were collected from 138 respondents who had experience purchasing fashion products online and had postponed a purchase within the last three months. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the SmartPLS 4.1.1.2 software. The results show that information overload has a significant effect on both consumer confusion and decision difficulty, which in turn influence decision postponement. The findings provide valuable insights for fashion SMEs in understanding consumer behavior and formulating more effective digital marketing strategies.
4778751175I1B022102Hubungan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial dengan Kekambuhan pada Penderita ArtritisLatar Belakang: Artritis adalah gangguan muskuloskeletal inflamasi kronis yang ditandai dengan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan aktivitas fisik. Kekambuhan atau peningkatan gejala penyakit sering terjadi dan dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, dan sosial. Efikasi diri dan dukungan sosial memainkan peran penting dalam manajemen penyakit kronis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan kekambuhan pada pasien artritis.

Metode: Studi analitik kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling. Sebanyak 64 pasien artritis di wilayah layanan Puskesmas Sumbang I dilibatkan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang efikasi diri artritis, dukungan sosial, dan kekambuhan artritis. Analisis data dilakukan menggunakan Somers’ D.

Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 59,4% responden memiliki efikasi diri yang tinggi, 78,1% memiliki dukungan sosial yang tinggi, dan 59,4% belum pernah mengalami kekambuhan. Ditemukan hubungan signifikan antara efikasi diri dan kekambuhan artritis dengan korelasi negatif lemah (p = 0,009; r = −0,328). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara dukungan sosial dan kekambuhan artritis (p = 0,596; r = −0,089).

Kesimpulan: Kekambuhan artritis dipengaruhi oleh efikasi diri tetapi tidak berhubungan langsung dengan dukungan sosial. Intervensi untuk meningkatkan efikasi diri pasien sangat penting untuk mengurangi kekambuhan dan mempertahankan kualitas hidup.

Kata kunci: artritis, dukungan sosial, efikasi diri, kekambuhan
Background: Arthritis is a chronic inflammatory musculoskeletal disorder characterized by pain, stiffness, and limited physical activity. Disease relapses or flare-ups frequently occur and are influenced by biological, psychological, and social factors. Self-efficacy and social support play important roles in chronic disease management. This study aimed to analyze the relationship between self-efficacy and social support and relapse among patients with arthritis.

Method: This quantitative analytical study used a cross-sectional design with total sampling. A total of 64 arthritis patients in the service area of the Sumbang I Community Health Center were included. Data were collected using questionnaires on arthritis self-efficacy, social support, and arthritis relapse. Data analysis was conducted using Somers’ D.

Results: The results showed that 59.4% of respondents had high self-efficacy, 78.1% had high social support, and 59.4% had never experienced relapse. A significant relationship was found between self-efficacy and arthritis relapse with a weak negative correlation (p = 0.009; r = −0.328). However, no significant relationship was found between social support and arthritis relapse (p = 0.596; r = −0.089).

Conclusion: Arthritis relapse is influenced by self-efficacy but is not directly related to social support. Interventions to improve patients’ self-efficacy are essential to reduce relapse and maintain quality of life.

Keywords: arthritis, relapse, self-efficacy, social support
4778851157C1A022044Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian dan Industri Dengan Pendekatan
Demometrik di Provinsi Jawa Tengah 2014-2023
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian di Jawa Tengah yang terdiri dari 35 kab/kota dan membagi menurut regionalisasi yang terdiri dari Jawa Tengah bagian utara yang terdiri dari 18 kab/kota dan selatan yang terdiri dari 17 kab/kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan demometrik yakni memasukan variable ekonomi yang terdiri dari PDRB sector pertanian dan industri, UMK, PMA dan PMDN dan variable demometrik yang terdiri dari dependentcy ratio, rata-rata lama sekolah dan jumlah penduduk terhadap jumlah tenaga kerja di sector pertanian dan industri. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari badan pusat statistic dan Open Data Jawa Tengah. Teknik analisis yang digunakan adalah Regresi linear berganda menggunakan model Fixed Effect Model dan Random Effect Model dengan menggunakan bantuan software Eviews 9. Hasil penelitian menunjukan bahwa PDRB, PMA dan RLS berpengaruh negative terhadap penyerapan tenaga kerja sektor pertanian. Rasio Ketergantungan berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja sektor pertanian. Di sektor industri PMA dan RLS berpengaruh negative sementara Upah minimum Kabupaten/Kota dan rasio ketergantungan berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja sektor industri.This study aims to analyze the level of labor absorption in the agricultural sector in Central Java, which consists of 35 districts/cities, divided according to regionalization, consisting of northern Central Java, which consists of 18 districts/cities, and southern Central Java, which consists of 17 districts/cities. This study uses a demometric approach, which includes economic variables consisting of the gross regional domestic product (GRDP) of the agricultural and industrial sectors, minimum wage, foreign direct investment (FDI), and domestic direct investment (DI), as well as demometric variables consisting of the dependency ratio, average length of schooling, and population size in relation to the number of workers in the agricultural and industrial sectors. The data used is secondary data sourced from the Central Statistics Agency and Central Java Open Data. The analysis technique used is multiple linear regression using the Fixed Effect Model and Random Effect Model with the help of Eviews 9 software. The results show that GRDP, PMA, and RLS have a negative effect on labor absorption in the agricultural sector. The dependency ratio has a positive effect on labor absorption in the agricultural sector. In the industrial sector, PMA and RLS have a negative effect, while the minimum wage of the regency/city and the dependency ratio have a positive effect on labor absorption in the industrial sector.
4778951152G1A022019Pengaruh Nanostructured Lipid Carrier (NLC) Ekstrak Etanol Sambiloto terhadap Ekspresi mRNA Superoxide Dismutase-1 (SOD-1) Pada Mencit yang Diinduksi Karbon Tetraklorida (CCl4)Latar Belakang: Paparan karbon tetraklorida (CCl4) dapat menimbulkan cedera hepar akut melalui pembentukan radikal bebas dan stres oksidatif. Sambiloto (Andrographis paniculata) memiliki senyawa bioaktif bersifat antioksidan, tetapi kelarutan dan bioavailabilitas yang rendah dapat membatasi efeknya. Nanostructured lipid carrier (NLC) berpotensi meningkatkan bioavailabilitas dan stabilitas senyawa aktif. Ekspresi mRNA superoxide dismutase-1 (SOD-1) digunakan untuk menilai respons pertahanan antioksidan hepar.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian NLC berisi ekstrak etanol sambiloto terhadap ekspresi mRNA SOD-1 pada jaringan hepar mencit yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4).
Metode: Penelitian eksperimental posttest only with control group pada 25 mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok. K1 kontrol sehat. K2 diberi CCl₄ tanpa terapi. K3 diberi CCl4 + NLC berisi ekstrak etanol sambiloto 70 mg/kgBB. K4 diberi CCl4 + ekstrak etanol sambiloto 70 mg/kgBB. K5 diberi CCl4 + NLC kosong 0,14 mL. Induksi CCl4 diberikan hari ke-1, perlakuan per oral hari ke-3 dan ke-5, terminasi hari ke-6. Ekspresi mRNA SOD-1 dinilai dengan RT-qPCR menggunakan GAPDH sebagai gen referensi. Analisis bivariat menggunakan one-way ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD.
Hasil: Rerata ekspresi relatif mRNA SOD-1 (mean±SD) berturut-turut K1 0,956±0,3596; K2 1,236±0,2893; K3 1,574±0,5609; K4 1,210±0,2396; K5 0,370±0,4019. One-way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p=0,0013), dengan perbedaan signifikan hanya pada K5 yang lebih rendah dibanding K2 (p=0,0155), K3 (p=0,0007), dan K4 (p=0,0196).
Kesimpulan: Pemberian NLC ekstrak etanol sambiloto tidak berpengaruh terhadap ekspresi mRNA SOD-1 pada jaringan hepar mencit yang diinduksi CCl4.
Kata Kunci: Andrographis paniculata; cedera hepar akut; nanostructured lipid carrier; superoxide dismutase-1.
Background: Carbon tetrachloride (CCl4) exposure can induce acute liver injury through free radical formation and oxidative stress. Sambiloto (Andrographis paniculata) contains bioactive compounds with antioxidant properties, but low solubility and bioavailability may limit its effects. Nanostructured lipid carriers (NLC) have the potential to improve bioavailability and stability of active compounds. Hepatic antioxidant defense is assessed by superoxide dismutase-1 (SOD-1) mRNA expression.
Objective: This study aimed to evaluate the effect of NLC loaded with ethanolic sambiloto extract on hepatic SOD-1 mRNA expression in CCl4-induced mice.
Methods: An experimental posttest-only control group design was conducted in mice divided into five groups. Group K1 served as a healthy control. Group K2 received CCl4 without therapy. Group K3 received CCl4 plus NLC loaded with ethanolic sambiloto extract (70 mg/kgBW). Group K4 received CCl4 plus ethanolic sambiloto extract (70 mg/kgBW). Group K5 received CCl4 plus blank NLC (0.14 mL). CCl₄ was administered on day 1. Treatments were given orally on days 3 and 5. Animals were euthanized on day 6. SOD-1 mRNA expression was measured by RT-qPCR using GAPDH as the reference gene. Bivariate analysis was performed using one-way ANOVA followed by Tukey HSD.
Results: The mean±SD relative SOD-1 mRNA expression is 0.956±0.3596, 1.236±0.2893, 1.574±0.5609, 1.210±0.2396, and 0.370±0.4019 for K1–K5, respectively. One-way ANOVA shows a significant difference among groups (p=0.0013). Tukey HSD indicates significant differences only for K5, which is lower than K2 (p=0.0155), K3 (p=0.0007), and K4 (p=0.0196).
Conclusion: NLC-loaded ethanolic Andrographis paniculata extract does not alter hepatic SOD-1 mRNA expression in CCl₄-induced mice.
Keywords: Andrographis paniculata; acute liver injury; nanostructured lipid carrier; superoxide dismutase-1.
4779051177F2D024010Pengaruh Media Sosial Tiktok terhadap Perilaku Politik pada Pemilu 2024Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan media sosial tik tok dalam mempengaruhi perilaku politik pemilih pada pemilihan Umum tahun 2024 dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan deskriptif analitis, melalui tinjauan Pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial tiktok merupakan sebuah alat baru dalam mempengaruhi perilaku politik dalam menentukan pilihan politik pemilu 2024. Hal ini disebabkan karena mudahnya akses Tik tok tanpa Batasan umur, dan aturan yang ketat. Kemudahan akses informasi berupa tulisan, audio visual, potongan video pendek yang sangat cepat disebarkan dan viral, dimanfaatkan dengan baik oleh para aktor politik.

The purpose of this study is to examine the extent to which the use of TikTok social media influences voters’ political behavior in the 2024 General Election by employing a qualitative research method. This study adopts a descriptive-analytical approach through a literature review. The findings indicate that TikTok has emerged as a new instrument in shaping political behavior and influencing political choices in the 2024 election. This phenomenon is driven by the ease of access to TikTok, which is available without age restrictions and with relatively loose regulatory oversight. The rapid dissemination and viral nature of information in the form of text, audiovisual content, and short video clips are effectively utilized by political actors to influence voters.
4779151178C1A022101Peran Program Perlindungan Sosial dalam Memoderasi Determinan Stunting di Indonesia Stunting merupakan permasalahan pembangunan sumber daya manusia yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas kesehatan, kemampuan kognitif, dan produktivitas ekonomi. Meskipun prevalensi stunting di Indonesia menunjukkan tren penurunan, angkanya masih belum mencapai target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pernikahan usia dini, berat badan lahir rendah (BBLR), dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terhadap prevalensi stunting di Indonesia, serta mengkaji peran program perlindungan sosial sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel pada 34 provinsi di Indonesia selama periode 2020–2024. Model analisis yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM) dengan pendekatan interaksi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan usia dini berpengaruh positif dan signifikan terhadap prevalensi stunting, sedangkan program perlindungan sosial berpengaruh negatif signifikan terhadap stunting. Sementara itu, BBLR dan TPT tidak berpengaruh signifikan terhadap prevalensi stunting. Selain itu, hasil uji moderasi menunjukkan bahwa program perlindungan sosial belum mampu memoderasi pengaruh pernikahan usia dini, BBLR, maupun TPT terhadap prevalensi stunting. Temuan ini mengindikasikan bahwa penurunan stunting memerlukan integrasi kebijakan perlindungan sosial dengan intervensi gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kebijakan sosial-ekonomi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.Stunting is a major human development challenge that has long-term impacts on health, cognitive ability, and economic productivity. Although the prevalence of stunting in Indonesia has declined in recent years, it has not yet reached the national target. This study aims to analyze the effects of early marriage, low birth weight, and the open unemployment rate on stunting prevalence in Indonesia, as well as to examine the moderating role of social protection programs. This study employs a quantitative approach using panel data regression across 34 provinces in Indonesia from 2020 to 2024. The analytical model applied is the Fixed Effect Model (FEM) with moderation interaction analysis. The results indicate that early marriage has a positive and significant effect on stunting prevalence, while social protection programs have a significant negative effect on stunting. Meanwhile, low birth weight and the open unemployment rate do not significantly affect stunting prevalence. Furthermore, the moderation analysis shows that social protection programs do not moderate the relationship between early marriage, low birth weight, or the open unemployment rate and stunting prevalence. These findings suggest that stunting reduction efforts require stronger integration between social protection policies, nutrition interventions, maternal and child health programs, and comprehensive socio-economic policies.
4779251180E1A021048KEDUDUKAN JUSTICE COLLABORATOR DALAM PENGUNGKAPAN
PERKARA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN
(Studi Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor
798/Pid.B/2022/PN.Jkt.Sel)
ABSTRAK
Justice Collaborator adalah terdakwa yang secara sukarela memberikan informasi
yang jujur dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengungkap jaringan
kejahatan yang lebih besar atau membantu dalam penyelesaian suatu kejahatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan Justice Collaborator dalam
pengungkapan perkara tindak pidana pembunuhan, dengan fokus pada studi Putusan
No 798/Pid.B/2022/PN Jakarta Selatan. Kasus ini melibatkan peran Justice
Collaborator dalam mengungkap pembunuhan yang melibatkan aparat penegak
hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan
pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Melalui analisis terhadap
peraturan yang ada, seperti SEMA No 4 Tahun 2011 dan Undang-Undang Perlindungan
Saksi dan Korban, penelitian ini menemukan bahwa meskipun Justice Collaborator
diakui secara normatif dalam hukum Indonesia, praktiknya masih menghadapi
tantangan dalam penerapan dan perlindungannya, terutama dalam kasus pembunuhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan Justice Collaborator tidak hanya
bergantung pada keterangan yang diberikan tetapi juga pada kontribusinya dalam
membuka kejahatan yang lebih besar. Putusan ini menunjukkan pentingnya diskresi
hakim dalam menilai apakah seorang terdakwa memenuhi syarat untuk mendapatkan
status Justice Collaborator, dengan mempertimbangkan integritas dan konsistensi
keterangan yang diberikan. Dengan demikian, diperlukan peninjauan kembali dan
penguatan regulasi tentang Justice Collaborator agar lebih jelas dan aplikatif dalam
sistem peradilan pidana Indonesia.
POSITION OF JUSTICE COLLABORATOR IN DISCLOSING MURDER
CASES
(Study Case No 798/Pid.B/2022/PN Jkt Sel)
ABSTRACT
A Justice Collaborator is a defendant who voluntarily provides truthful information
and cooperates with law enforcement authorities to expose a larger criminal network
or help in the resolution of a crime. This study aims to examine the position of Justice
Collaborators in the disclosure of murder cases, with a focus on the ruling of Decision
No. 798/Pid.B/2022/PN Jakarta Selatan. The case involves the role of a Justice
Collaborator in uncovering a murder involving law enforcement officers. This study
adopts a normative legal methodology with approaches based on legislation, case law,
and conceptual analysis. By examining relevant regulations, such as SEMA No. 4 of
2011 and the Law on Witness and Victim Protection, this study finds that while Justice
Collaborators are recognized in Indonesian law, their practical application faces
challenges, particularly in murder cases. The findings reveal that the role of a Justice
Collaborator is not solely based on the testimony provided but also on their
contribution to revealing larger criminal networks. The ruling demonstrates the
significance of judicial discretion in determining whether a defendant qualifies for the
status of a Justice Collaborator, based on the integrity and consistency of the testimony
given. This study concludes that a comprehensive review and fortification of the
regulations surrounding Justice Collaborators is essential to enhance their clarity and
practical applicability within the framework of the Indonesian criminal justice system.
4779351182H1C021074PERHITUNGAN ESTIMASI SUMBER DAYA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE CROSS SECTION PADA KAWASAN TAMBANG BATUBARA PT. JOHNLIN BARATAMA, KALIMANTAN SELATANPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengetahui potensi dan sebaran sumberdaya batubara secara akurat guna mendukung perencanaan eksploitasi yang efisien di lokasi penelitian. Kalimantan Selatan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum diketahuinya pola persebaran seam batubara serta besarnya estimasi sumberdaya yang terdapat pada daerah penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola persebaran sumberdaya batubara, melakukan korelasi antar seam batubara pada titik bor, serta menghitung estimasi sumberdaya batubara menggunakan metode cross section. Metode penelitian menggunakan data sekunder berupa data titik bor, data topografi, data kualitas batubara, serta data survei lapangan. Analisis dilakukan melalui pembuatan peta persebaran titik bor menggunakan ArcGIS, korelasi antar seam batubara dengan CorelDraw, serta pembuatan stratmodel dan penampang lintang (cross section) menggunakan perangkat lunak Minescape. Estimasi sumberdaya dihitung dengan metode cross section menggunakan rumus mean area untuk memperoleh volume, kemudian dikonversi menjadi tonase dengan menggunakan densitas batubara sebesar 1,3 ton/m³. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh estimasi sumberdaya batubara sebesar ±982,246.85 ton, yang terdiri atas kategori sumberdaya terukur, tertunjuk, dan tereka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa daerah penelitian memiliki potensi sumberdaya batubara yang cukup besar dengan kontinuitas seam yang baik, sehingga hasil estimasi ini dapat dijadikan dasar pertimbangan teknis dan ekonomis bagi kegiatan penambangan serta pengelolaan sumberdaya batubara di wilayah PT. Johnlin Baratama.This research is motivated by the need to determine the potential and distribution of coal resources accurately in order to support efficient exploitation planning at the research location, South Kalimantan. The main problem encountered is the unknown pattern of coal seam distribution and the amount of resource estimation in the study area. Therefore, this research aims to determine the pattern of coal resource distribution, conduct correlations between coal seams at drill points, and calculate the estimation of coal resources using the cross section method. The research method uses secondary data in the form of drilling data, topographic data, coal quality data, and field survey data. The analysis was carried out by creating a drill hole distribution map using ArcGIS, correlating coal seams with CorelDraw, as well as constructing stratmodels and cross sections using Minescape software. The resource estimation was calculated using the cross section method with the mean area formula to obtain the volume, which was then converted into tonnage using a coal density of 1.3 tons/m³. Based on the calculation results, the estimated coal resources obtained were ±982,246.85 tons, consisting of measured, indicated, and inferred resource categories. The conclusion of this research is that the study area has a fairly large coal resource potential with good seam continuity, so this estimation result can be used as a technical and economic consideration for mining activities and coal resource management in the PT. Johnlin Baratama area.
4779451183C1A022067Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi IPM di BarlingmascakebProses atau upaya untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik disebut pembangunan. Aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya mengalami perubahan selama proses pembangunan. Salah satunya adalah dengan melihat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terdiri dari tiga indikator, yaitu pengetahuan, kesehatan, dan standar hidup yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kemiskinan, Angka Harapan Hidup (AHH), dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) di BARLINGMASCAKEB (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) dari tahun 2013 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda pada data panel dan menggunakan pendekatan model CEM, FEM, dan REM. Dengan menggunakan jenis penelitian ini, dapat ditentukan pengaruh PDRB, kemiskinan, AHH, dan APS terhadap IPM di BARLINGMASCAKEB. Hasil menunjukkan bahwa keempat variabel independen secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap IPM. Secara parsial, PDRB memiliki pengaruh positif terhadap IPM. Kemiskinan tidak memiliki pengaruh terhadap IPM. Angka Harapan hidup memiliki pengaruh positif terhadap IPM, dan Angka Partisipasi Sekolah memiliki pengaruh positif terhadap IPM. Bersama-sama, PDRB, kemiskinan, AHH, dan APS memiliki pengaruh terhadap IPM. Untuk implikasi terkait IPM di BARLINGMASCAKEB, pemerintah dapat menerapkan kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, layanan kesehatan, dan akses pendidikan di BARLINGMASCAKEB.The process or effort to change something for the better is called development. Social, political, economic, and cultural aspects change during the development process. One of them is by looking at the Human Development Index (HDI) with three indicators, namely knowledge, health, and decent living standards. This study is to determine the Gross Regional Domestic Product (GRDP), poverty, Life Expectancy Rate (LER), and School Participation Rate (SPR) in BARLINGMASCAKEB (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, and Kebumen) from 2013 to 2023. This study uses quantitative research type using multiple linear regression analysis of panel data and using the CEM, FEM, and REM model approaches. By using this type of research, it can determine the effect of PDRB, poverty, LER, and SPR on HDI in BARLINGMASCAKEB. The results show that all four independent jointly have a significant effect on HDI. Partially, GRDP has positive effect on HDI. Poverty has a no effect on HDI. Life Expectancy has a positive effect on HDI, and School Participation Rate has a positive effect on HDI. Together, GRDP, poverty, Life Expectancy, and School Participation Rate have an effect on HDI. For the implications regarding HDI in BARLINGMASCAKEB, the government can implement policies to increase economic growth, poverty alleviation, health services, and access to education in BARLINGMASCAKEB.
4779551185C1G022015ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF REGIONAL ECONOMIC GROWTH, REGIONAL MINIMUM WAGE (UMK), NUMBER OF POPULATION, AND EXPECTED YEARS OF SCHOOLING ON THE UNEMPLOYMENT RATE IN CENTRAL JAVAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Jumlah Penduduk, dan Harapan Lama Sekolah (HLS) terhadap Tingkat Pengangguran di Provinsi Jawa Tengah. Metode kuantitatif dengan analisis regresi digunakan untuk mengkaji hubungan antarvariabel tersebut dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari instansi resmi. Penelitian ini berfokus pada pemahaman mengenai bagaimana setiap variabel memengaruhi tingkat pengangguran, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMK dan HLS tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran. Hal ini mengindikasikan perlunya optimalisasi kebijakan pada kedua aspek tersebut agar lebih inklusif dan berkeadilan. Sementara itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) memiliki pengaruh signifikan namun bersifat negatif, yang menunjukkan adanya potensi sejalan dengan penerapan kebijakan peningkatan daya saing daerah. Di sisi lain, Jumlah Penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran, yang mengindikasikan adanya persaingan ketat di pasar tenaga kerja. Kondisi ini dapat meningkatkan peluang terjadinya pengangguran apabila pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja. Penelitian ini memberikan manfaat baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoretis, hasil penelitian ini memperkaya literatur mengenai hubungan antara variabel ekonomi dan demografi terhadap tingkat pengangguran, khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan terkait upah minimum, pengembangan sumber daya manusia, serta pengelolaan demografi guna menurunkan tingkat pengangguran. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan ekonomi dan pembangunan manusia dalam menghadapi tantangan pengangguran di daerah.This study aims to analyze the influence of the Regional Economic Growth, Regional Minimum Wage, Number of Population and Expected Years of Schooling on the Unemployment Rate in Central Java. A quantitative method with regression analysis was used to examine the relationship between these variables, utilizing secondary data from official sources. The research focuses on understanding how each variable affects unemployment rate, either directly or indirectly. The results indicate that UMK and HLS do not have a significant effect on unemployment rate, suggesting the need for optimization of policies in these areas to ensure inclusivity and equity. Meanwhile, GRDP has a significant but negative effect, thus indicating that there is potential in line with the implementation of regional competitiveness policies. On the other hand, the Number of Population has a significant positive effect, indicating that the population shows tight competition in the labor market, so that it can increase the chances of unemployment if
population growth is not balanced by economic growth and job opportunities. This study provides benefits both theoretically and practically. Theoretically, the results add to the literature on the relationship between economic and demographic variables on unemployment, especially in Central Java. Practically, this study is expected to be a consideration for local governments in formulating policies related to minimum wages, human resource development, and demographic management to reduce unemployment rates. Thus, this study emphasizes the importance of synergy between economic policies and human development in overcoming the challenges of unemployment in the region.
4779651186D1A022137Pengaruh Variasi Waktu Perebusan Pada Kadar Air, Waktu Larut, Dan Rendemen Tepung Cangkang Telur Ayam Sebagai Feed SupplementCangkang telur yang melimpah dan belum termanfaatkan memiliki kandungan kalsium karbonat tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan pakan, dan proses perebusan menjadi tahap penting untuk menurunkan kontaminasi bakteri sekaligus memengaruhi kualitas tepung yang dihasilkan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu perebusan pada kadar air, waktu larut, dan rendemen tepung cangkang telur serta menganalisis pola hubungan yang memengaruhi waktu larut. Materi pada penelitian menggunakan cangkang telur ayam hatchery sebanyak 750 gram. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai desain percobaan, yang mencakup lima perlakuan dengan lima ulangan pada setiap perlakuan. Kombinasi tersebut menghasilkan sebanyak 25 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan berupa variasi waktu perebusan dengan interval 10 menit hingga 50 menit, yakni 10, 20, 30, 40, dan 50 menit. Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis variansi (ANAVA) sebagai analisis utama. Tahapan selanjutnya adalah penerapan uji BNJ sebagai uji pembanding, serta analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan dan pengaruh waktu larut terhadap kadar air dan rendemen. Temuan penelitian mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan secara statistik (P<0,05) dari variasi durasi perebusan terhadap seluruh variabel yang dianalisis. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kadar air dan rendemen berpengaruh negatif terhadap waktu larut dengan nilai R = 0,688 dan R2 = 0,474. Kesimpulan. Perlakuan perebusan 20 menit menghasilkan kualitas tepung yang baik dengan kadar air 0,52%, waktu larut 62,40 detik dan rendemen 0,71%. Pola hubungan yang memengaruhi waktu larut apabila nilai kadar air dan rendemen mengalami peningkatan maka nilai waktu larut menurun (semakin cepat) untuk melarutkan tepung cangkang telur ayam.Eggshells are abundant and underutilized and have a high calcium carbonate content, making them a potential feed ingredient. The boiling process is an important step in reducing bacterial contamination and affecting the quality of the resulting flour. This study aimed to examine the effect of boiling time variations on moisture content, dissolution time, and the yield of eggshell flour, as well as to analyze the relationship patterns influencing dissolution time. The material used in this study was 750 grams of chicken hatchery eggshells. A Completely Randomized Design was applied in this study, involving five distinct treatments with five replications each, which collectively produced 25 experimental units. The treatments given were variations in boiling time, namely 10, 20, 30, 40, and 50 minutes. Statistical analysis of the research data was performed using analysis of variance (ANOVA), with further analysis using the BNJ test, as well as multiple linear regression to determine the effect of dissolution time on moisture content and yield. The results of the study indicate a significant effect (P<0.05) of boiling time variation on all observed variables. Regression analysis results show that moisture content and yield have a negative effect on dissolution time with a value of R = 0.688 and R2 = 0.474. The 20-minute boiling treatment produced good flour quality with a moisture content of 0.52%, dissolution time of 62.40 seconds, and yield of 0.71%. The relationship affecting dissolution time shows that as moisture content and yield increase, the time required to dissolve chicken eggshell flour decreases.
4779751187D1A022122Pengaruh Suhu dan Lama Waktu Pengeringan Tepung Cangkang Telur Ayam sebagai Feed Supplement terhadap Sifat Fisik Bahan PakanLimbah cangkang telur hingga saat ini masih kurang dimanfaatkan secara maksimal, meskipun memiliki potensi sebagai bahan pakan melalui perlakuan pengeringan pada suhu dan durasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suhu dan lama waktu pengeringan terhadap kualitas fisik tepung cangkang telur ayam, dan analisis hubungan antara parameter uji fisik yang meliputi berat jenis, sudut tumpukan, dan luas permukaan spesifik. Materi penelitian berupa cangkang telur ayam hatchery sebanyak 13,5 kg, dengan bobot 500 g pada setiap unit percobaan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) berpola faktorial 3 × 3 dengan tiga kali ulangan, sehingga menghasilkan 27 unit perlakuan. Analisis data dilakukan dengan analisis ragam (ANOVA), dilanjutkan uji BNJ, sedangkan keterkaitan antarparameter diuji menggunakan korelasi Pearson two-tailed. Hasil pengujian analisis variansi menunjukkan bahwa suhu oven berpengaruh signifikan (P < 0,05) terhadap berat jenis dan luas permukaan spesifik, serta sangat signifikan (P < 0,01) terhadap sudut tumpukan. Sementara itu, lama waktu pengeringan hanya berpengaruh signifikan (P < 0,05) terhadap sudut tumpukan. Selain itu, hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (P < 0,05) antara berat jenis dengan luas permukaan spesifik dan sudut tumpukan. Kesimpulan perlakuan dengan suhu 120°C dengan lama waktu pengeringan 3-5 jam menghasilkan tepung kerabang telur dengan sifat fisik bahan pakan terbaik dan hubungan antarparameter fisik tepung cangkang telur saling berkaitan.Eggshell waste has not been fully utilized, despite its potential as feed material through drying treatment at specific temperatures and durations. The objective of this study is to investigate the influence of temperature and drying time on the physical characteristics of chicken eggshell flour, and to assess the relationships among physical parameters, including specific gravity, angle of repose, and specific surface area. The research material consisted of 13.5 kg of hatchery chicken eggshells, with a weight of 500 g in each experimental unit. The study used a 3×3 factorial completely A completely randomized design (CRD) with three replicates was applied in this study, yielding 27 experimental units. The collected data were subjected to analysis of variance (ANOVA) and further evaluated using the BNJ post hoc test, whereas inter-parameter relationships were assessed through a two-tailed Pearson correlation test. The analysis of variance indicated that oven temperature had a significant effect (P < 0.05) on specific gravity and specific surface area, and a highly significant effect (P < 0.01) on the angle of repose. In contrast, drying time significantly affected (P < 0.05) the angle of repose. Correlation analysis further revealed that specific gravity was significantly associated (P < 0.05) with both specific surface area and angle of repose. It can be concluded that treatment at a temperature of 120°C with a drying time of 3-5 hours produced eggshell flour with the best physical properties as feed material, and that the relationships between the physical parameters of eggshell flour were interrelated.
4779851188H1A022031PENGARUH FLUKTUASI PEMBEBANAN TERHADAP ALIRAN DAYA DI PLTA PANGLIMA BESAR SOEDIRMAN UBP MRICA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fluktuasi pembebanan terhadap aliran daya pada PLTA Panglima Besar Soedirman (PBS) Unit 1, khususnya terhadap perubahan daya aktif (P), daya reaktif (Q), rugi-rugi daya, dan kualitas tegangan pada sistem. Data pembebanan diperoleh dari beban PLN dan beban pemakaian sendiri selama periode 24 jam, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak ETAP 12.6.0 dengan metode Newton Raphson serta divalidasi melalui perhitungan manual. Pemodelan sistem mencakup generator, transformator daya, saluran penghantar, dan seluruh bus yang terhubung dalam sistem distribusi internal maupun eksternal PLTA PBS Unit 1.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi permintaan beban dari PLN memberikan pengaruh signifikan terhadap daya aktif dan reaktif yang dikeluarkan generator serta yang mengalir pada setiap bus saluran PLN. Rugi-rugi daya terbesar terjadi pada Generator Transformer akibat impedansi yang tinggi dan arus besar yang mengalir menuju jaringan PLN. Sebaliknya, rugi-rugi terkecil terjadi pada Cable2 karena arus yang sangat rendah sehingga berada di bawah batas sensitivitas pembacaan perangkat lunak ETAP 12.6.0. Tegangan keluaran generator menunjukkan variasi kecil dan tetap berada dalam batas standar SPLN, dengan regulasi tegangan tertinggi sebesar 4,38% pada pukul 23.00 WIB. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk optimasi operasi pembangkit, peningkatan efisiensi sistem, serta dasar pengembangan penelitian lanjutan terkait analisis stabilitas dan kinerja komponen pada sistem tenaga listrik.
This study aims to analyze the impact of load fluctuations on the power flow of the Panglima Besar Soedirman (PBS) Hydroelectric Power Plant Unit 1, particularly on the variations of active power (P), reactive power (Q), power losses, and voltage quality within the system. Load data from the PLN grid and the plant’s own-use loads were recorded over a 24-hour period and analyzed using ETAP 12.6.0 employing the Newton-Raphson method, supported by manual calculations for validation. The system model includes the generator, power transformer, transmission lines, and all buses connected to both the internal and external networks of PLTA PBS Unit 1.

The results indicate that fluctuations in PLN demand significantly affect the active and reactive power generated and distributed across the connected buses. The highest power losses occur in the Generator Transformer due to its high impedance and the large current flowing to the PLN grid. Conversely, the lowest losses are found in Cable2, with currents as low as 5.8 A, resulting in losses below the sensitivity threshold of the simulation software. The generator’s output voltage exhibits only minor variations and remains within the SPLN standard, with the highest voltage regulation recorded at 4.38% at 23:00 WIB. The findings of this study are expected to serve as a reference for optimizing plant operation, improving system efficiency, and supporting future research related to stability
analysis and component performance in electrical power systems.
4779951189G1A022014PENGARUH NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS EKSTRAK ETANOL SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP KADAR ALT, AST, DAN BILIRUBIN MENCIT BALB/C YANG DIINDUKSI CCl4Latar Belakang: Penyakit hati merupakan masalah kesehatan global yang dapat dipicu oleh paparan zat hepatotoksik, salah satunya karbon tetraklorida (CCl4), yang diketahui menimbulkan stres oksidatif dan meningkatkan kadar ALT, AST, bilirubin. Andrographis paniculata (sambiloto) mengandung andrographolide dan flavonoid dengan aktivitas antioksidan yang berpotensi menekan stres oksidatif pada jaringan hati, meskipun pemanfaatannya masih terbatas akibat rendahnya bioavailabilitas. Pengembangan sistem penghantaran berbasis Nanostructured Lipid Carriers (NLC) diharapkan mampu meningkatkan stabilitas dan efektivitas senyawa aktif sambiloto.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NLC ekstrak etanol sambiloto terhadap kadar ALT, AST, dan bilirubin mencit BALB/c yang diinduksi CCl4.

Metodologi: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan desain post-test only with control group. Sebanyak 30 mencit BALB/c dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu kontrol sehat, kontrol sakit yang diinduksi CCl4, serta tiga kelompok perlakuan yang diinduksi CCl4 dan diberikan NLC ekstrak etanol sambiloto, ekstrak etanol sambiloto, dan NLC kosong. Perlakuan diberikan pada hari ke-3 dan ke-5. Kadar ALT, AST, dan bilirubin total dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan Kruskal-Wallis dengan software statistik GraphPad Prism versi 10.

Hasil: Kelompok yang menerima NLC ekstrak etanol sambiloto memiliki median kadar ALT sebesar 94 IU/L, serta rerata kadar AST dan bilirubin total masing-masing sebesar 122,2 IU/L dan 0,2275 mg/dL, yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol sakit. Secara statistik tidak ditemukan perbedaan bermakna kadar ALT (p = 0,2465), AST (p = 0,4829), dan bilirubin total (p = 0,1335) antar kelompok.

Kesimpulan: Pemberian NLC ekstrak etanol sambiloto belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap parameter fungsi hati pada mencit yang diinduksi CCl4.
Background: Liver disease is a global health problem that can be triggered by exposure to hepatotoxic agents, one of which is carbon tetrachloride (CCl4) known to induce oxidative stress and increase ALT, AST, and bilirubin levels. Andrographis paniculata (sambiloto) contains andrographolide and flavonoids with antioxidant activity that have the potential to suppress oxidative stress in hepatic tissue; however, its utilization remains limited due to low bioavailability. The development of a drug delivery system based on Nanostructured Lipid Carriers (NLC) is expected to enhance the stability and effectiveness of sambiloto’s active compounds.

Objective: This study aimed to determine the effect of NLC containing ethanolic extract ofsambiloto on ALT, AST, and bilirubin levels in CCl4-induced BALB/c mice.

Methodology: This study was conducted as an experimental study using a post-test only with control group design. A total of 30 BALB/c mice were divided into five groups: a healthy control group, a disease control group induced with CCl4, and three treatment groups induced with CCl4 and administered NLC-loaded ethanol extract of sambiloto, ethanol extract of sambiloto, and empty NLC, respectively. Treatments were administered on days 3 and 5. ALT, AST, and total bilirubin levels were analyzed using Kruskal-Wallis tests and One-Way ANOVA with GraphPad Prism version 10.

Results: The group receiving NLC of ethanol extract of Andrographis paniculata had a median ALT level of 94 IU/L, as well as mean AST and total bilirubin levels of 122,2 IU/L and 0,2275 mg/dL, respectively, which were lower than those of the disease control group. However, no statistically significant differences are observed in ALT (p = 0,2465), AST (p = 0,4829), or total bilirubin levels (p = 0,1335) among the groups.

Conclusion: Administration of NLC-loaded ethanol extract of sambiloto does not show a significant effect on liver function parameters in CCl4-induced mice.
4780051190C1A021063ANALISIS HUBUNGAN FINTECH P2P DAN ONLINE GAMBLING DENGAN VARIABEL
MODERASI LITERASI KEUANGAN
Perkembangan teknologi digital telah mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis teknologi, salah satunya fintech peer-to-peer lending (P2P). Di sisi lain, kemudahan akses digital juga berkontribusi pada meningkatnya aktivitas online gambling yang berpotensi memengaruhi perilaku keuangan individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh online gambling terhadap jumlah pinjaman pada layanan fintech P2P dengan literasi keuangan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden masyarakat di Provinsi Jawa Barat dengan rentang usia 19–35 tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa online gambling berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah pinjaman pada layanan fintech P2P. Literasi keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah pinjaman fintech P2P. Selain itu, literasi keuangan terbukti memoderasi hubungan antara online gambling dan jumlah pinjaman fintech P2P dengan arah memperlemah pengaruh tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa individu dengan tingkat literasi keuangan yang lebih baik cenderung mampu mengendalikan perilaku konsumtif dan risiko keuangan akibat aktivitas online gambling. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi regulator dan penyedia layanan fintech dalam meningkatkan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat.The rapid development of digital technology has increased public access to technology-based financial services, particularly peer-to-peer (P2P) lending fintech. At the same time, digital accessibility has also contributed to the growth of online gambling activities, which may influence individual financial behavior. This study aims to examine the effect of online gambling on the amount of loans obtained from P2P lending services, with financial literacy as a moderating variable. This research employs a quantitative approach using an explanatory research design. Data were collected through questionnaires distributed to 100 respondents in West Java Province aged between 19 and 35 years. The data were analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA). The results indicate that online gambling has a positive and significant effect on the amount of loans in P2P lending services. Financial literacy has a negative and significant effect on the amount of P2P lending loans. Furthermore, financial literacy moderates the relationship between online gambling and loan amounts by weakening the effect. These findings suggest that individuals with higher financial literacy tend to better manage financial risks arising from online gambling activities. This study provides important implications for policymakers and fintech providers in strengthening financial literacy programs.