Artikel Ilmiah : I1B022102 a.n. NURUL ALIFIA HERMANA
| NIM | I1B022102 |
|---|---|
| Namamhs | NURUL ALIFIA HERMANA |
| Judul Artikel | Hubungan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial dengan Kekambuhan pada Penderita Artritis |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Artritis adalah gangguan muskuloskeletal inflamasi kronis yang ditandai dengan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan aktivitas fisik. Kekambuhan atau peningkatan gejala penyakit sering terjadi dan dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, dan sosial. Efikasi diri dan dukungan sosial memainkan peran penting dalam manajemen penyakit kronis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan kekambuhan pada pasien artritis. Metode: Studi analitik kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling. Sebanyak 64 pasien artritis di wilayah layanan Puskesmas Sumbang I dilibatkan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang efikasi diri artritis, dukungan sosial, dan kekambuhan artritis. Analisis data dilakukan menggunakan Somers’ D. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 59,4% responden memiliki efikasi diri yang tinggi, 78,1% memiliki dukungan sosial yang tinggi, dan 59,4% belum pernah mengalami kekambuhan. Ditemukan hubungan signifikan antara efikasi diri dan kekambuhan artritis dengan korelasi negatif lemah (p = 0,009; r = −0,328). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara dukungan sosial dan kekambuhan artritis (p = 0,596; r = −0,089). Kesimpulan: Kekambuhan artritis dipengaruhi oleh efikasi diri tetapi tidak berhubungan langsung dengan dukungan sosial. Intervensi untuk meningkatkan efikasi diri pasien sangat penting untuk mengurangi kekambuhan dan mempertahankan kualitas hidup. Kata kunci: artritis, dukungan sosial, efikasi diri, kekambuhan |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Arthritis is a chronic inflammatory musculoskeletal disorder characterized by pain, stiffness, and limited physical activity. Disease relapses or flare-ups frequently occur and are influenced by biological, psychological, and social factors. Self-efficacy and social support play important roles in chronic disease management. This study aimed to analyze the relationship between self-efficacy and social support and relapse among patients with arthritis. Method: This quantitative analytical study used a cross-sectional design with total sampling. A total of 64 arthritis patients in the service area of the Sumbang I Community Health Center were included. Data were collected using questionnaires on arthritis self-efficacy, social support, and arthritis relapse. Data analysis was conducted using Somers’ D. Results: The results showed that 59.4% of respondents had high self-efficacy, 78.1% had high social support, and 59.4% had never experienced relapse. A significant relationship was found between self-efficacy and arthritis relapse with a weak negative correlation (p = 0.009; r = −0.328). However, no significant relationship was found between social support and arthritis relapse (p = 0.596; r = −0.089). Conclusion: Arthritis relapse is influenced by self-efficacy but is not directly related to social support. Interventions to improve patients’ self-efficacy are essential to reduce relapse and maintain quality of life. Keywords: arthritis, relapse, self-efficacy, social support |
| Kata kunci | artritis, dukungan sosial, efikasi diri, kekambuhan |
| Pembimbing 1 | Agis Taufik, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.,MB. |
| Pembimbing 2 | Nina Setiawati, M.Kep., Ns.Sp.Kep.M |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2026-01-08 19:09:21.170618 |