Artikel Ilmiah : C1A022101 a.n. RIFI AGUS MAULANA

Kembali Update Delete

NIMC1A022101
NamamhsRIFI AGUS MAULANA
Judul ArtikelPeran Program Perlindungan Sosial dalam Memoderasi Determinan Stunting di Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)Stunting merupakan permasalahan pembangunan sumber daya manusia yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas kesehatan, kemampuan kognitif, dan produktivitas ekonomi. Meskipun prevalensi stunting di Indonesia menunjukkan tren penurunan, angkanya masih belum mencapai target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pernikahan usia dini, berat badan lahir rendah (BBLR), dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terhadap prevalensi stunting di Indonesia, serta mengkaji peran program perlindungan sosial sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel pada 34 provinsi di Indonesia selama periode 2020–2024. Model analisis yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM) dengan pendekatan interaksi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan usia dini berpengaruh positif dan signifikan terhadap prevalensi stunting, sedangkan program perlindungan sosial berpengaruh negatif signifikan terhadap stunting. Sementara itu, BBLR dan TPT tidak berpengaruh signifikan terhadap prevalensi stunting. Selain itu, hasil uji moderasi menunjukkan bahwa program perlindungan sosial belum mampu memoderasi pengaruh pernikahan usia dini, BBLR, maupun TPT terhadap prevalensi stunting. Temuan ini mengindikasikan bahwa penurunan stunting memerlukan integrasi kebijakan perlindungan sosial dengan intervensi gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kebijakan sosial-ekonomi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Stunting is a major human development challenge that has long-term impacts on health, cognitive ability, and economic productivity. Although the prevalence of stunting in Indonesia has declined in recent years, it has not yet reached the national target. This study aims to analyze the effects of early marriage, low birth weight, and the open unemployment rate on stunting prevalence in Indonesia, as well as to examine the moderating role of social protection programs. This study employs a quantitative approach using panel data regression across 34 provinces in Indonesia from 2020 to 2024. The analytical model applied is the Fixed Effect Model (FEM) with moderation interaction analysis. The results indicate that early marriage has a positive and significant effect on stunting prevalence, while social protection programs have a significant negative effect on stunting. Meanwhile, low birth weight and the open unemployment rate do not significantly affect stunting prevalence. Furthermore, the moderation analysis shows that social protection programs do not moderate the relationship between early marriage, low birth weight, or the open unemployment rate and stunting prevalence. These findings suggest that stunting reduction efforts require stronger integration between social protection policies, nutrition interventions, maternal and child health programs, and comprehensive socio-economic policies.
Kata kuncistunting, pernikahan usia dini, berat badan lahir rendah, tingkat pengangguran terbuka, program perlindungan sosial,
Pembimbing 1Istiqomah
Pembimbing 2Muhammad Syah Fibrika Ramadhan
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2026-01-09 10:09:18.570371
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.