Artikelilmiahs

Menampilkan 47.761-47.780 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4776151149G1A022003UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIBIOFILM NANOPARTIKEL PERAK (AgNP) DARI EKSTRAK ETIL ASETAT TERONG UNGU (Solanum melongena L.) TERHADAP Pseudomonas aeruginosaUJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIBIOFILM NANOPARTIKEL PERAK (AgNP) DARI EKSTRAK ETIL ASETAT TERONG UNGU (Solanum melongena L.) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa

ABSTRAK
Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri oportunistik penyebab Health-Care Associated Infections (HAIs) yang memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk biofilm sehingga meningkatkan resistensi terhadap antibiotik. Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan agen alternatif yang memiliki aktivitas antibakteri sekaligus antibiofilm. Terong ungu (Solanum melongena L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antibakteri dan antibiofilm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antibiofilm nanopartikel perak (AgNP) dari ekstrak etil asetat terong ungu terhadap Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini menggunakan rancangan true experimental laboratory dengan pendekatan posttest-only control group design. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi, sedangkan sintesis nanopartikel perak dilakukan dengan metode green synthesis. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode mikrodilusi untuk menentukan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan metode dilusi padat untuk menentukan nilai Minimum Bactericidal Concentration (MBC). Aktivitas antibiofilm diuji menggunakan metode microtiter plate assay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel ekstrak etil asetat terong ungu memiliki nilai MIC sebesar 1 mg/mL dan nilai MBC sebesar 4 mg/mL yang mampu membunuh lebih dari 99,9% sel planktonik P. aeruginosa. Selain itu, nanopartikel pada konsentrasi 0,25 mg/mL mampu menghambat pembentukan biofilm sebesar 50% serta mereduksi biofilm sebesar 50%. Berdasarkan hasil tersebut, nanopartikel perak dari ekstrak etil asetat terong ungu memiliki potensi yang baik sebagai agen antibakteri dan antibiofilm terhadap Pseudomonas aeruginosa.
Kata Kunci: Antibakteri, Antibiofilm, Pseudomonas aeruginosa, Nanopartikel Perak, Terong Ungu
ANTIBACTERIAL AND ANTIBIOFILM ACTIVITY OF SILVER NANOPARTICLES (AgNP) DERIVED FROM ETHYL ACETATE EXTRACT OF PURPLE EGGPLANT (Solanum melongena L.) AGAINST Pseudomonas aeruginosa

ABSTRACT
Pseudomonas aeruginosa is an opportunistic pathogen associated with healthcare-associated infections (HAIs) and is well known for its strong ability to form biofilms, leading to increased resistance to antibiotics. This condition highlights the need for alternative agents with both antibacterial and antibiofilm activities. Purple eggplant (Solanum melongena L.) contains various bioactive compounds with potential antibacterial and antibiofilm properties. This study aimed to evaluate the antibacterial and antibiofilm activities of silver nanoparticles (AgNPs) synthesized from the ethyl acetate extract of purple eggplant against Pseudomonas aeruginosa. This study employed a true experimental laboratory design with a posttest-only control group. Extraction was performed using the maceration method, and silver nanoparticles were synthesized through a green synthesis approach. Antibacterial activity was evaluated using the microdilution method to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) and the solid dilution method to determine the minimum bactericidal concentration (MBC). Antibiofilm activity was assessed using a microtiter plate assay. The results showed that the silver nanoparticles exhibited a MIC value of 1 mg/mL and an MBC value of 4 mg/mL, which were able to kill more than 99.9% of planktonic P. aeruginosa cells. In addition, a concentration of 0.25 mg/mL inhibited biofilm formation by 50% and reduced established biofilms by 50%. These findings indicate that silver nanoparticles derived from the ethyl acetate extract of purple eggplant have promising potential as antibacterial and antibiofilm agents against Pseudomonas aeruginosa.
Keywords: Antibacterial, Antibiofilm, Pseudomonas aeruginosa, Silver Nanoparticles, Purple Eggplant
4776251144G1A022127Pengaruh Dosis dan Durasi Paparan Sub Kronik Pb Terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Pada Hepar Tikus Wistar JantanLatar Belakang – Timbal (Pb) merupakan senyawa logam berat berbahaya yang memicu pembentukan reactive oxygen species (ROS) sebagai penyebab dari terjadinya stress oksidatif dalam tubuh. Salah satu marker dari stress oksidatif adalah aktivitas lipid peroksidase yang bisa diukur dari kadar Malondialdehid (MDA) dalam organ.
Tujuan – Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dosis dan durasi paparan sub-kronik timbal (Pb) asetat terhadap kadar malondialdehid (MDA) pada hepar tikus Wistar jantan (Rattus norvegicus).
Metode – Penelitian ini merupakan penelitian true experimental yang melibatkan tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar Jantan. Desain penelitian yang digunakan yaitu completely randomize post-test only with control group design. Subjek penelitian berjumlah 45 ekor yang dibagi ke dalam 5 kelompok dosis (0, 10, 25, 50 dan 75 mg/KgBB/hari) kemudian dari 5 kelompok tersebut dibagi menjadi 3 subkelompok durasi (35, 40 dan 45 hari). Pemberian Pb asetat dilakukan secara peroral dan kadar MDA hepar diukur dengan metode ELISA. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA.
Hasil – Hasil Oneway ANOVA pengaruh dosis paparan subkronik Pb asetat didapatkan p < 0,05 untuk perlakuan 35, 40 dan 45 hari. Untuk pengaruh durasi paparan subkronik Pb asetat pada kelompok kontrol didapatkan p=0.713 (p > 0,05) serta p < 0,05 untuk kelompok yang diberi perlakuan terhadap kadar MDA.
Kesimpulan – Pemberian Pb asetat berbagai dosis dan durasi subkronik berpengaruh terhadap kadar MDA hepar tikus Wistar Jantan (Rattus norvegicus). Dosis dan durasi Pb asetat peroral 10 mg/KgBB/hari dengan durasi 45 hari sudah dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar MDA hepar tikus Wistar jantan (Rattus norvegicus).
Background – Lead (Pb) is a hazardous heavy metal that induces the formation of reactive oxygen species (ROS), which play a major role in causing oxidative stress which can be assessed by measuring malondialdehyde (MDA) levels in organs.
Objective – This study aimed to determine the effect of dose and sub-chronic exposure duration of lead (Pb) acetate on malondialdehyde (MDA) levels in the liver of male Wistar rats (Rattus norvegicus).
Methods – This study was a true experimental study involving male Wistar rats (Rattus norvegicus). The research design used was a completely randomized post-test–only control group design. A total of 45 rats were included and divided into five dose groups (0, 10, 25, 50, and 75 mg/kg body weight/day). Each dose group was further subdivided into three exposure duration subgroups (35, 40, and 45 days). Lead acetate was administered orally, and hepatic MDA levels were measured using the ELISA method. Data were analyzed using One-Way ANOVA.
Results – One-Way ANOVA results showed that the effect of dose on sub-chronic Pb acetate exposure yielded p < 0.05 for the 35-, 40-, and 45-day treatment groups. The effect of exposure duration on the control group showed p = 0.713 (p > 0.05), whereas the treatment groups showed p < 0.05 for liver MDA levels.
Conclusion – Pb acetate exposure at different doses and sub-chronic durations caused significant changes in liver MDA levels in male Wistar rats (Rattus norvegicus). An oral dose of 50 mg/KgBB/day with a 45-day exposure duration was sufficient to produce a significant increase in liver MDA levels.
4776351150G1A022021HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN TINGKAT KEPARAHAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN BREBESLatar Belakang : Skabies masih menjadi masalah kesehatan di lingkungan padat seperti pondok pesantren. Personal hygiene yang buruk diduga meningkatkan penularan serta memperberat tingkat keparahan skabies.
Tujuan : Mengetahui hubungan personal hygiene dengan tingkat keparahan skabies di Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Sirampog Brebes.
Metode : Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 154 santri di Pondok Pesantren Al-Hikmah 1 Sirampog Brebes SLTP dan SLTA usia 12-18 tahun yang menderita skabies dipilih menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner personal hygiene, observasi kepadatan hunian, serta anamnesis dan pemeriksaan fisik dokter untuk menilai tingkat keparahan skabies (lesi, gatal, gangguan tidur, superinfeksi). Analisis hubungan personal hygiene dengan tingkat keparahan skabies menggunakan uji Spearman (p<0,05).
Hasil :
Prevalensi skabies pada populasi santri sebesar 154 responden (24,3%). Kasus terbanyak pada usia 12-14 tahun sebesar 121 responden (78,6%) dan jenis kelamin laki-laki sebesar 120 responden (77,9%). Personal hygiene pada penderita didominasi baik sebesar 87 responden (56,5%) dibanding buruk sebesar 67 responden (43,5%). Tingkat keparahan skabies paling banyak berada di kategori sedang sebesar 68 responden (44,2%), diikuti berat sebesar 66 responden (42,9%), dan ringan sebesar 20 responden (13,0%). Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif signifikan dan kuat (r = -0,591; p<0,001).
Kesimpulan : Terdapat hubungan negatif signifikan dan kuat antara personal hygiene dengan tingkat keparahan skabies di Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Sirampog Brebes, artinya semakin baik personal hygiene maka semakin rendah tingkat keparahan skabies.
Background : Scabies remains a health problem in crowded settings such as Islamic boarding schools. Poor personal hygiene is suspected to increase transmission and aggravate scabies severity.
Objective : To determine the relationship between personal hygiene with severity of scabies at Al-Hikmah 1 Islamic Boarding School Sirampog Brebes.
Methods : An analytical observational study with a cross-sectional approach was conducted. The sample consisted of 154 santri at Al-Hikmah 1 Islamic Boarding School, Sirampog, Brebes (junior and senior high school levels), aged 12–18 years, who had scabies, and they were selected using total sampling. Data were collected using a personal hygiene questionnaire, observations of housing density, and medical history taking and physical examinations by a doctor to assess the severity of scabies (lesions, itching, sleep disturbance, and secondary infection). The relationship between personal hygiene and scabies severity was analyzed using the Spearman test (p < 0.05).
Results : The prevalence of scabies among the santri population was 154 respondents (24.3%). The highest number of cases occurs in the 12–14-year age group, with 121 respondents (78.6%), and in males, with 120 respondents (77.9%). Personal hygiene among patients is mostly good, with 87 respondents (56.5%), compared to poor hygiene, with 67 respondents (43.5%). The severity of scabies is mostly in the moderate category, with 68 respondents (44.2%), followed by severe, with 66 respondents (42.9%), and mild, with 20 respondents (13.0%). The Spearman correlation test shows a significant and strong negative relationship (r = −0.591; p < 0.001).
Conclusion : There is a significant and strong negative association between personal hygiene and scabies severity in Al-Hikmah 1 Islamic Boarding School Sirampog Brebes, meaning that better personal hygiene is associated with lower scabies severity.
4776451151H1A022098PREDIKSI DIRECT CURRENT LOAD POWER PADA BASE TRANSCEIVER STATION MENGGUNAKAN MULTIPLE LINEAR REGRESSIONMeningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan internet yang stabil membuat operator telekomunikasi perlu mengoptimalkan kinerja Base Transceiver Station (BTS), sementara sebagian besar BTS belum dilengkapi Power Monitoring System (PMS) sehingga data konsumsi arus aktual (DC Load) tidak tersedia, padahal sangat penting untuk perencanaan kapasitas baterai. Permasalahan utama penelitian ini meliputi cara memprediksi DC Load tanpa PMS, membandingkan akurasi penggunaan fitur tunggal dan multifitur, serta menilai kinerja model regresi berdasarkan MAE, MSE, RMSE, dan R². Penelitian ini bertujuan menghasilkan model prediksi DC Load yang akurat dan dapat digunakan sebagai dasar estimasi kebutuhan baterai. Metode penelitian mencakup pengumpulan data BTS Power, trafik, jumlah pengguna terkoneksi, dan PRB dari PT Indosat Ooredoo Hutchison Jawa Tengah, preprocessing, pembangunan model Linear Regression, Decision Tree Regressor, Random Forest Regressor, dan XGBoost, serta evaluasi performa pada data uji. Hasil menunjukkan regresi linear satu fitur menghasilkan R² 0,986 (small hub site) dan 0,969 (end site), sedangkan model multifitur terbaik adalah Random Forest Regressor dengan R² 0,995, MAE 0,941, RMSE 1,753 pada small hub site, serta R² 0,944 pada end site. Secara keseluruhan, model Random Forest Regressor terbukti paling akurat pada beban rendah 0–1,5 kWh, sementara Regresi Linear single-fitur lebih optimal pada beban tinggi >1,5 kWh, sehingga kombinasi keduanya membentuk pendekatan adaptif yang mampu memberikan estimasi DC Load paling presisi di seluruh tipe BTS. The increasing demand for stable and high-speed internet services compels telecommunications operators to optimize the performance of Base Transceiver Stations (BTS). However, most BTS sites are not equipped with a Power Monitoring System (PMS), resulting in the unavailability of actual current consumption (DC Load) data, which is essential for planning battery backup capacity. The main problems addressed in this study include how to predict DC Load without PMS, comparing the accuracy of single-feature and multi-feature approaches, and evaluating the performance of regression models using MAE, MSE, RMSE, and R² metrics. This study aims to develop an accurate DC Load prediction model that can serve as a reference for estimating battery requirements. The methodology includes collecting BTS Power, traffic, connected user count, and PRB data from PT Indosat Ooredoo Hutchison Central Java, followed by preprocessing, developing Linear Regression, Decision Tree Regressor, Random Forest Regressor, and XGBoost models, and evaluating their performance on test data. Results show that the single-feature linear regression model achieved R² scores of 0.986 for small hub sites and 0.969 for end sites, while the best multi-feature model was the Random Forest Regressor, with an R² of 0.995, MAE of 0.941, and RMSE of 1.753 for small hub sites, and an R² of 0.944 for end sites. Overall, the Random Forest Regressor proved to be the most accurate for low-load ranges of 0–1.5 kWh, whereas single-feature Linear Regression performed better at higher load levels above 1.5 kWh, resulting in an adaptive approach that provides the most precise DC Load estimation across all BTS site types.
4776551154G1A022018PENGARUH PEMBERIAN TELUR OMEGA-3 TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DARAH PADA TIKUS DIET TINGGI LEMAKLatar Belakang: Diet tinggi lemak merupakan faktor utama yang berperan dalam terjadinya gangguan metabolisme lipid melalui peningkatan sintesis dan akumulasi kolesterol dalam sirkulasi darah. Hiperkolesterolemia salah satu gangguan metabolisme lipid dengan prevalensi tinggi yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Telur omega-3 dikembangkan sebagai pangan fungsional karena mengandung asam lemak tak jenuh ganda, terutama eikosapentaenoat (EPA) dan dokosaheksaenoat (DHA), yang berpotensi memodulasi metabolisme lipid. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian telur omega-3 terhadap kadar kolesterol total darah pada tikus diet tinggi lemak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan pendekatan posttest only with control group design. Sampel sebanyak 15 tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar, usia 8-12 minggu, berat 180-200 gram. Tikus dikelompokkan menjadi 3: kelompok diet standar (K1), kelompok diet tinggi lemak (K2), kelompok diet tinggi lemak, dan intervensi telur omega-3 (K3). Pemberian telur omega-3 diberikan selama 14 hari secara intraperitoneal, kemudian sampel darah tikus dianalisis kadar kolesterol menggunakan metode CHOD-PAP. Hasil: Hasil analisis menunjukkan perbedaan bermakna kadar kolesterol total antar kelompok penelitian (p=0,041). Uji post hoc Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok K3 dan K2 (p=0,012). Kelompok diet tinggi lemak dengan intervensi telur omega-3 menunjukkan penurunan rerata kadar kolesterol total dibandingkan kelompok diet tinggi lemak tanpa intervensi. Kesimpulan: Pemberian telur omega-3 pada tikus yang diinduksi diet tinggi lemak mampu menurunkan kadar kolesterol total darah dan menunjukkan perbedaan bermakna dibandingkan tikus diet tinggi lemak tanpa intervensi.Background: A high-fat diet is a major contributing factor to lipid metabolism disorders through increased cholesterol synthesis and accumulation in the bloodstream. Hypercholesterolemia is one of the most prevalent lipid metabolism disorders and significantly increases the risk of cardiovascular disease. Omega-3 eggs have been developed as a functional food because they contain polyunsaturated fatty acids, particularly eicosapentaenoic acid (EPA) and docosahexaenoic acid (DHA), which have the potential to modulate lipid metabolism. Objective: This study aimed to determine the effect of omega-3 egg administration on total blood cholesterol levels in rats fed a high-fat diet. Methods: This study used a true experimental design with a posttest-only control group approach. The samples consisted of 15 male Wistar rats (Rattus norvegicus), aged 8–12 weeks and weighing 180–200 grams. The rats were grouped into three categories: standard diet group (K1), high-fat diet group without intervention (K2), and high-fat diet group with omega-3 egg intervention (K3). Omega-3 eggs were administered for 14 days, intraperitoneally. At the end of the intervention period, rat blood samples were analyzed for total cholesterol levels using the CHOD-PAP enzymatic method. Results: The analysis shows a significant difference in total cholesterol levels among the study groups (p=0.041). Mann-Whitney post-hoc testing indicates a significant difference between groups K3 and K2 (p=0.012). Rats on a high-fat diet with omega-3 egg intervention have lower mean cholesterol levels compared to rats on a high-fat diet without intervention. Conclusion: Omega-3 egg administration in rats induced with a high-fat diet reduces total blood cholesterol levels and is significantly different from rats on a high-fat diet without intervention.
4776651155G1A022095PENGARUH PAPARAN SUB KRONIK PB ASETAT TERHADAP KADAR SUPEROXIDE DISMUTASE (SOD) PADA HEPAR TIKUS WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus)Latar Belakang: Timbal (Pb) merupakan logam berat yang memiliki sifat toksisitas tinggi yang mampu meningkatkan ROS sehingga menurunkan aktivitas antioksidan enzimatik seperti superoksida dismutase (SOD). SOD akan mengkatalisis anion superoksida (O2-) dan hidrogen (H) menjadi hidrogen peroksida (H2O2). Tujuan: Mengetahui pengaruh dosis dan durasi paparan sub-kronik Pb (timbal) terhadap kadar antioksidan superoxide dismutase (SOD) pada tikus Wistar jantan (Rattus norvegicus). Metode: Penelitian ini menggunakan desain posttest only control group design dengan hewan coba tikus putih galur Wistar jantan (Rattus norvegicus) sebanyak 45 ekor tikus. Kelompok perlakuan dibagi menjadi 3 durasi yaitu 35, 40, dan 45 hari yang masing masing kelompok terbagi dalam 5 perlakuan yaitu aquadest, 10mg/kgBB, 25mg/kgBB, 50mg/kgBB, dan 75mg/kgBB. Induksi Pb asetat melalui rute peroral. Pemeriksaan kadar SOD menggunakan metode ELISA. Hasil: Hasil uji Oneway ANOVA menunjukkan bahwa durasi paparan timbal memberikan pengaruh yang signifikan dengan nilai p <0,05 pada perlakuan selama 35, 40 dan 45 hari. Pada dosis paparan timbal tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan p>0,05 pada kelompok kontrol dan 10mg/kgBB, dan signifikan p<0,05 pada kelompok 25mg/kgBB, 50mg/kgBB, dan 75mg/kgBB terhadap kadar superoksida dismutase (SOD). Kesimpulan: Paparan timbal berbagai dosis dan durasi terbukti menurunkan kadar SOD hepar tikus Wistar jantan (Rattus norvegicus). Paparan timbal secara signifikan menurunkan kadar SOD mulai dosis 25mg/kgBB selama 35, 40, dan 45 hari. Background: Lead (Pb) is a heavy metal with high toxicity that can elevate ROS, thereby reducing the activity of enzymatic antioxidants such as superoxide dismutase (SOD). SOD catalyzes the conversion of superoxide anions (O₂⁻) and hydrogen (H) into hydrogen peroxide (H₂O₂). Objective: This study aimed to evaluate the effects of dose and duration of sub-chronic lead (Pb) exposure on hepatic superoxide dismutase (SOD) levels in male Wistar rats (Rattus norvegicus). Method :A posttest-only control group design was applied using 45 male Wistar rats. Animals were assigned to three exposure durations (35, 40, and 45 days), each consisting of five treatment groups: aquadest (control), 10 mg/kg BW, 25 mg/kg BW, 50 mg/kg BW, and 75 mg/kg BW. Lead acetate was administered orally. SOD levels were measured using the ELISA method. Results: The One-Way ANOVA results showed in lead exposure durations had a significant effect on superoxide dismutase (SOD) levels at treatment durations of 35, 40, and 45 days (p<0.05). Based on the dose groups, no significant effect was observed in the control group or in the 10 mg/kgBW dose group (p>0.05). However, significant effects were found in the 25 mg/kgBW, 50 mg/kgBW, and 75 mg/kgBW dose groups (p<0.05), indicating that higher lead exposure doses were associated with significant changes in SOD levels. Conclusion: Sub-chronic lead exposure at various doses and durations significantly reduced hepatic SOD levels in male Wistar rats. Significant decreases were observed starting at 25 mg/kg BW across all exposure durations (35, 40, and 45 days).
4776751161C1A022039DETERMINANT KETIMPANGAN EKONOMI ANTAR WILAYAH KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH TAHUN 2015-2023 Ketimpangan ekonomi antar wilayah merupakan tantangan struktural yang persisten dalam pembangunan Provinsi Jawa Tengah, di mana pertumbuhan ekonomi tetap terkonsentrasi secara tidak proporsional di pusat-pusat perkotaan besar, sementara daerah pinggiran tetap tertinggal. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu ketimpangan ekonomi antar wilayah kabupaten/kota di Jawa Tengah dari tahun 2015 hingga 2023. Menggunakan pendekatan kuantitatif, analisis ini menggunakan regresi data panel dengan Fixed Efect Model dan robust standard error untuk mengatasi heteroskedastisitas. Data set terdiri dari 315 observasi di 35 wilayah selama periode sembilan tahun. Variabel independen meliputi jumlah penduduk, jumlah pengangguran terbuka, rata-rata lama sekolah, dan jumlah industri manufaktur skala menengah dan besar. Hasil menunjukkan bahwa jumlah penduduk, pengangguran terbuka, rata-rata lama sekolah, dan jumlah industri manufaktur secara bersama-sama memiliki efek signifikan terhadap ketidaksetaraan ekonomi regional. Secara parsial, jumlah penduduk dan pengangguran terbuka berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpanga ekonomi , sementara rata-rata lama sekolah dan jumlah industri manufaktur skala menengah dan besar tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Jumlah penduduk diidentifikasi sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap ketimpangan ekonomi antar wilayah di Jawa Tengah selama periode studi. Implikasi kebijakan menyarankan agar pemerintah daerah dan pusat memprioritaskan pengurangan pengangguran dan mempromosikan pengembangan industri yang lebih adil di seluruh wilayah, didukung oleh perluasan infrastruktur. Dalam jangka panjang, meningkatkan kualitas dan distribusi pendidikan yang merata tetap menjadi hal yang esensial untuk mencapai pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Interregional economic disparity represents a persistent structural challenge in the development of Central Java Province, where economic growth remains disproportionately concentrated in major urban centers, leaving peripheral areas underdeveloped. This study aims to analyze the determinants of economic inequality among regencies and municipalities in Central Java from 2015 to 2023. Employing a quantitative approach, the analysis utilizes panel data regression with a fixed effects model and robust standard errors to address heteroskedasticity. The dataset comprises 315 observations across 35 regions over a nine-year period. The independent variables include population size, open unemployment, average years of schooling, and the number of medium- and large-scale manufacturing industries. The results indicate that population size, open unemployment, average years of schooling, and the number of manufacturing industries jointly have a significant effect on regional economic inequality. Partially, population size and open unemployment have a positive and significant effect on regional economic inequality, while average years of schooling and the number of medium- and large-scale manufacturing industries do not show a significant effect. Population size is identified as the most dominant factor influencing regional economic inequality in Central Java during the study period. Policy implications suggest that both local and central governments should prioritize reducing unemployment and promoting more equitable industrial development across regions, supported by infrastructure expansion. In the long term, improving the quality and equal distribution of education remains essential to achieving inclusive and sustainable economic development.

4776851153C1A022022ANALISIS PENGARUH KONSUMSI, UPAH MINIMUM, DAN HUMAN DEVELOPMENT INDEX TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAHPendapatan Asli Daerah merupakan indikator penting dalam menilai kemandirian fiskal suatu daerah. Adanya PAD
dapat menjadi cerminan bahwa perekonomian disuatu daerah berjalan sesuai dengan porsinya. Di Pulau Jawa
terdapat Provinsi Jawa Tengah yang memiliki letak strategis dan kabupaten/kota yang tidak kalah banyak dari
provinsi lainnya, namun pada kenyataannya dari segi pendapatan asli daerah masih rendah setelah Banten dan
Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh konsumsi, upah
minimum, dan Human Development Index (HDI) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari 35 Kabupaten/Kota
di Provinsi Jawa Tengah dengan periode 2019-2024. Teori yang mendukung fenomena yang terjadi di Provinsi Jawa
Tengah adalah teori desentralisasi fiskal dan teori pertumbuhan endogen. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat analisis yaitu regresi data panel. Hasil dari uji regresi
pada penelitian ini adalah variabel konsumsi, HDI dan Upah minimum secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap PAD. Selain itu, variabel konsumsi dan Human development Index (HDI) secara parsial tidak berpengaruh
signifikan terhadap PAD sedangkan variabel upah minimum secara parsial berpengaruh positif signifikan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat implikasi bahwa pemerintah dapat lebih memperhatikan upah minimum di
Provinsi Jawa Tengah. Kebijakan terkait upah minimum disuatu daerah harus terus diperhatikan karena dampak
yang dihasilkan sangat berpengaruh terhadap PAD. Pemerintah dapat lebih berfokus untuk membuat program
program untuk masyarakat utamanya dalam rangka peningkatan upah minimum, investasi dan optimalisasi pajak
langsung.
Own Source Revenue (OSR) is an important indicator in assessing the fiscal independence of a region. The
existence of Local Original Income can be a reflection that the economy in a region is running according to its
portion. On the island of Java, there is Central Java Province which has a strategic location and regencies/cities
that are no less numerous than other provinces, but in reality in terms of Own Source Revenue (OSR) it is still
low after Banten and the Special Region of Yogyakarta. Therefore, the purpose of this study is to analyze the
effect of consumption, minimum wages, and Human Development Index (HDI) on Own Source Revenue (OSR)
from 35 Regencies/Cities in Central Java Province with the period 2019-2024. The theories that support the
phenomenon that occurs in Central Java Province are the theory of fiscal decentralization and the theory of
endogenous growth. The method used in this study uses a quantitative method with an analysis tool, namely
panel data regression. The results of the regression test in this study are that the consumption, HDI and
minimum wage variables simultaneously have a significant effect on OSR. In addition, the consumption and
Human Development Index (HDI) variables partially do not have a significant effect on OSR while the minimum
wage variable partially has a significant positive effect. Based on the results of the study, there are implications
that the government can pay more attention to the minimum wage in Central Java Province. The policy related
to minimum wages in a region must continue to be considered because the resulting impact greatly affects
OSR. The government can focus more on creating programs for the community, especially in the context of
increasing minimum wages, investment and optimizing direct taxes.
477695257A1C009051HUBUNGAN STRUKTUR PASAR DAN POLA PEMASARAN TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI TEMBAKAU DI KABUPATEN TEMANGGUNGPenelitian ini menganalisis hubungan struktur pasar dan pola pemasaran terhadap pendapatan usahatani tembakau di Kabupaten Temanggung.Kabupaten Temanggung merupakan sentral penghasil tembakau terbesar di Provinsi Jawa Tengah.Data penelitian ini diperoleh dengan melakukan observasi, wawancara dan studi pustaka. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui : (1) Besarnya biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usahatani tembakau, (2) Kontribusi pendapatan petani dari usahatani tembakau terhadap total pendapatan usahatani pada rumah tangga petani dan (3) Hubungan struktur pasar dan pola pemasaran terhadap pendapatan usahatani tembakau rajangan Penelitian ini dilakukan di tiga desa sentral tembakau yaitu Desa Tlahab, Desa Kewadungan Gunung, dan Desa Sunggihsari, dengan metode penelitian metode survai, rancangan pengambilan sample menggunakan Two Stage Custer Sampling dan Snawball sampling.Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan produksi, analisis pendapatan total usahatani, analisis kontribusi pendapatan, analisis struktur pasar, analisis lembaga pemasaran, dan analisis hubungan struktur pasar dan pola pemasaran terhadap pendapatan tembakau dengan uji korelasi.Hasil penelitian menunjukkan :(1)Biaya produksi sebesar Rp 32.889.785,23, penerimaan sebesar Rp. 50.900.729,10, dan pendapatan sebesar Rp 18.010.943,87 setiap hektarnya, (2) Kontribusi pendapatan usahatani tembakau sebesar 88,29 persen, (3) Hubungan struktur pasar yang terjadi adalah monopoli dan pola pemasaranmemiliki hubungan signifikan terhadap pendapatan usahatani tembakau.This research analyze the relation of market structure and market patterns toward contribution of tobacco farming in Temanggung district. Temanggung district is the biggest center of tobacco producer in Central Java Province. This data research were acquired by doing observation, interview and literature review. This research aims to know : (1) The cost of production, acquisition, and tobacco farming income, (2) Income contribution of farmers from tobacco farming toward total farming income for farmer’s household and (3) Relation of market structure and marketing patterns with income of chopped tobacco farming. This research has done in three central village of tobacco there are Tlahab Village, Kewadungan Gunung Village, and Sunggihsari Village, with survey method, using a Two Stage Custer sampling design and Snawball sampling design . Analyze method that used are analysis of cost and production, analysis of total farm income, revenue analysis, market structure analysis, analaysis of marketing agencies, and analysis of market structure and patterns of relationship marketing on tobacco income with correlation. Result of research shows : (1) Cost of production per hectare are Rp 32.889.785,23, acquisition per hectare are Rp 50.900.729,10, and the income per hectare are Rp 18.010.943,87, (2) Income contribution of tobacco farming are 88,29 percent, (3) Relation of market structure was happened are monopoly and marketing patterns has significant related toward tobacco farming income.
4777051159I1B022107Hubungan Tingkat Pengetahuan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Lalu Lintas dengan Sikap Pencegahan KecelakaanLatar belakang: Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Kabupaten Banyumas tercatat kasus kecelakaan tertinggi di kalangan siswa SMA. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas mampu membentuk sikap pencegahan yang positif sehingga dapat meminimalkan angka kesakitan dan kematian. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas dengan sikap pencegahan kecelakaan pada siswa SMAN 5 Purwokerto.
Metodologi: Penelitian menggunakan metode kuantitatif pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Besar sampel sebanyak 92 responden dari 9 kelas 12 SMAN 5 Purwokerto. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Somers’D.
Hasil Penelitian: Responden berusia 16–19 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan (63%). Tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas dalam kategori cukup (51,1%) dan sikap pencegahan kecelakaan dalam kategori baik (93,5%). Hasil penelitian tidak terdapat hubungan signifikan tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas dengan sikap pencegahan kecelakaan (p = 0,473 ; r = 0,035). Oleh karena itu diperlukan penelitian lanjutan terkait faktor pencegahan kecelakaan mencakup dukungan keluarga, presepsi risiko berkendara, pelatihan pertolongan pertama, dan safety riding.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan sikap pencegahan kecelakaan pada siswa SMAN 5 Purwokerto.
Background: Traffic accidents are an increasing public health problem, with Banyumas Regency recording the highest number of cases, particularly among senior high school students. First aid knowledge is expected to promote positive attitudes towards accident prevention and reduce injury and mortality. This study aimed to examine the relationship between the level of first aid knowledge in traffic accidents and attitudes towards accident prevention among students at SMAN 5 Purwokerto.
Methodology: This quantitative cross-sectional study involved 92 grade 12 students from 9 classes at SMAN 5 Purwokerto, selected using cluster random sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using Somers’ D test.
Research Results: Respondents were aged 16–19 years, predominantly female (63%). Most had moderate first aid knowledge in traffic accidents (51.1%) and good attitudes towards accident prevention (93.5%). There was no significant relationship between first aid knowledge and attitudes towards accident prevention (p = 0.473; r = 0.035). Further studies are needed to explore other factors influencing accident prevention, such as family support, perceived riding risk, first aid training, safety riding.
Conclusion: There was no significant relationship between the level of first aid knowledge in traffic accidents and attitudes towards accident prevention among students of SMAN 5 Purwokerto.
4777151158C1A022052Kebijakan Fiskal Daerah Sebagai Instrumen Pengentasan Kemiskinan Di Enam Kabupaten/Kota Terhitung Inflasi Di Jawa TengahJawa Tengah adalah provinsi yang memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi. Dari 2011-2024 Jawa Tengah konsisten menempati posisi kedua dengan tingkat kemiskinan tertinggi se-Pulau Jawa. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis pengaruh dari belanja bantuan sosial, pajak daerah, inflasi, Upah Minimum Kabupaten (UMK) terhadap kemiskinan di enam kabupaten/kota terhitung inflasi di Jawa Tengah dan apakah terjadi perbedaan kondisi kemiskinan pada tahun yang tidak terdampak pandemi Covid-19 dengan tahun yang terdampak pandemi Covid-19 di enam kabupaten/kota terhitung inflasi di Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi data panel dan model estimasi yang terbaik adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil analisis menghasilkan temuan yaitu belanja bantuan sosial dan pajak daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, inflasi, UMK tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, dan tidak terjadi perbedaan kondisi kemiskinan pada pada tahun yang tidak terdampak pandemi Covid-19 dengan tahun yang terdampak pandemi Covid-19 di enam kabupaten/kota terhitung inflasi di Jawa Tengah.
Central Java is a province with a high poverty rate. From 2011 to 2024, Central Java consistently ranked second with the highest poverty rate on the island of Java. This study aims to analyze the effect of social assistance spending, local taxes, inflation, and the District Minimum Wage on poverty in six districts/cities in Central Java, as well as whether there are differences in poverty conditions between years not affected by the Covid-19 pandemic and years affected by the Covid-19 pandemic in six districts/cities in Central Java. The research method used is panel data regression, and the best estimation model is the Fixed Effect Model (FEM). The analysis results produced the following findings: social assistance spending and local taxes have a negative and significant effect on poverty, inflation and District Minimum Wage do not have a significant effect on poverty, and there is no difference in poverty conditions between the year not affected
by the Covid-19 pandemic and the year affected by the Covid-19 pandemic in the six regencies/cities where inflation is calculated in Central Java.
4777251160C1C022067INOVASI PERMAINAN PAPAN EDUKATIF “GERILYA BOARDGAME” DALAM PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN REMAJARendahnya tingkat literasi keuangan remaja di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan menjadi permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Kesenjangan antara indeks inklusi dan literasi keuangan menunjukkan bahwa banyak remaja menggunakan produk keuangan tanpa memahami risiko dan pengelolaannya secara memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan Gerilya Boardgame sebagai media edukasi literasi keuangan bagi remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D), yang meliputi tahap identifikasi masalah, perancangan konsep, pengembangan prototype, uji coba, dan penyempurnaan produk. Gerilya Boardgame dirancang sebagai permainan papan edukatif yang mensimulasikan aktivitas ekonomi dan pengelolaan keuangan, seperti perencanaan keuangan, transaksi aset, investasi, serta manajemen risiko. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa mekanisme permainan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang aplikatif dan kontekstual melalui simulasi kondisi ekonomi nyata. Melalui interaksi permainan, remaja dapat memahami konsep literasi keuangan secara lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Dengan demikian, Gerilya Boardgame berpotensi menjadi media pembelajaran alternatif yang efektif dalam mendukung peningkatan literasi keuangan remaja, baik dalam konteks pendidikan formal maupun nonformal.The low level of financial literacy among adolescents amid the increasing use of financial services has become an issue that requires serious attention. The gap between financial inclusion and financial literacy indicates that many adolescents use financial products without adequate understanding of the associated risks and financial management. This study aims to examine the development of Gerilya Boardgame as an educational medium for improving adolescents’ financial literacy. The research employed a Research and Development (R&D) method, which involved problem identification, concept design, prototype development, product testing, and refinement. Gerilya Boardgame was designed as an educational board game that simulates economic activities and financial management, including financial planning, asset transactions, investment, and risk management. The results indicate that the game mechanism provides an applied and contextual learning experience through the simulation of real economic conditions. Through interactive gameplay, adolescents are able to understand financial literacy concepts in a more engaging and accessible manner. Therefore, Gerilya Boardgame has the potential to serve as an effective alternative learning medium for enhancing adolescents’ financial literacy in both formal and non-formal educational contexts.
4777351162H1A022009ANALISIS KOORDINASI PROTEKSI GENERATOR DAN TRANSFORMATOR TERHADAP GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT DI PT. PLN INDONESIA POWER MRICAProteksi pada generator dan transformator merupakan aspek penting untuk menjamin keandalan dan keselamatan sistem pembangkit. Sistem proteksi harus mampu mendeteksi gangguan hubung singkat dan mengisolasi bagian yang terganggu secara cepat untuk mencegah kerusakan peralatan dan pemadaman. Namun, sering terjadi permasalahan koordinasi antar unit proteksi khususnya antara rele diferensial, rele arus lebih (OCR), dan rele gangguan tanah (GFR) yang dapat menyebabkan operasi rele menjadi tidak selektif atau terlambat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan mengoptimalkan koordinasi proteksi pada unit generator dan transformator di PT PLN Indonesia Power Mrica dengan acuan standar PLN/IEC.

Hasil penelitian menunjukkan sistem eksisting telah memiliki struktur proteksi primer–cadangan, namun masih terdapat ketidaksesuaian grading time antar-rele. Setelah optimasi, diperoleh rekomendasi slope diferensial sekitar 13%
dengan pickup sekunder 0,0438 A, Iset OCR sekitar 10 A dengan TMS 0,273 s, serta pengurangan waktu definite GFR menjadi 0,4 s. Verifikasi melalui TCC dan simulasi ETAP menunjukkan peningkatan selektivitas dengan margin waktu ≥0,2 s dan penurunan risiko mal-trip. Implementasi hasil ini diharapkan meningkatkan keandalan sistem proteksi serta menjaga kontinuitas operasi pembangkit secara keseluruhan.
Protection of generators and transformers is an important aspect of ensuring the reliability and safety of power generation systems. Protection systems must be able to detect short-circuit faults and quickly isolate the affected parts to
prevent equipment damage and power outages. However, coordination problems often occur between protection units, particularly between differential relays, overcurrent relays (OCR), and ground-fault relays (GFR), which can cause relay operation to be non-selective or delayed. This study aims to evaluate and optimize protection coordination in generator and transformer units at PT PLN Indonesia Power Mrica with reference to PLN/IEC standards.

The results of the study show that the existing system already has a primary-backup protection structure, but there are still discrepancies in the grading time between relays. After optimization, the recommended differential slope is
around 13% with a secondary pickup of 0.0438 A, Iset OCR around 10 A with TMS 0.273 s, and a reduction in GFR definite time to 0.4 s. Verification through TCC and ETAP simulation shows an increase in selectivity with a time margin of ≥0.2 s and a reduction in the risk of mal-trip. The implementation of these results is expected to improve the reliability of the protection system and maintain the overall continuity of power plant operations.
4777451163H1D022009SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT GIGI DAN MULUT PADA ANAK DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEBSITEPenyakit gigi dan mulut merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dengan prevalensi tinggi di Indonesia, namun deteksi dini masih terhambat oleh keterbatasan pengetahuan orang tua dan akses terhadap tenaga medis gigi. Penelitian ini mengembangkan sistem pakar berbasis website untuk diagnosis awal penyakit gigi dan mulut pada anak menggunakan metode forward chaining. Sistem dikembangkan dengan framework Laravel dan MySQL, melibatkan basis pengetahuan dari pakar Klinik Victory Purwokerto. Sistem mengidentifikasi 10 jenis penyakit berdasarkan 38 gejala yang direpresentasikan dalam aturan IF-THEN dengan struktur logika AND-OR. Mesin inferensi menerapkan lima teknik pruning untuk meningkatkan efisiensi diagnosis, mengurangi rata-rata pertanyaan menjadi 5-10 dari maksimal 38 gejala. Sistem melayani tiga kategori pengguna: administrator, pakar, dan klien dengan fungsi berbeda sesuai peran masing-masing. Pengujian black-box testing terhadap seluruh fitur menunjukkan semua skenario menghasilkan output sesuai harapan, memvalidasi sistem memenuhi kebutuhan fungsional yang ditetapkan. Sistem ini berfungsi sebagai alat bantu diagnosis awal untuk deteksi dini penyakit gigi dan mulut pada anak, meskipun tidak menggantikan pemeriksaan klinis langsung oleh dokter gigi profesional.Dental and oral diseases are common health problems among children with a high prevalence in Indonesia, but early detection is still hampered by limited parental knowledge and access to dental professionals. This study developed a website-based expert system for the initial diagnosis of dental and oral diseases in children using the forward chaining method. The system was developed with the Laravel framework and MySQL, involving a knowledge base from experts at the Victory Purwokerto Clinic. The system identifies 10 types of diseases based on 38 symptoms represented in IF-THEN rules with AND-OR logic structures. The inference engine applies five pruning techniques to improve diagnosis efficiency, reducing the average number of questions to 5-10 from a maximum of 38 symptoms. The system serves three categories of users: administrators, experts, and clients with different functions according to their respective roles. Black-box testing of all features showed that all scenarios produced expected outputs, validating that the system meets the defined functional requirements. This system serves as an initial diagnostic tool for early detection of dental and oral diseases in children, although it does not replace direct clinical examination by a professional dentist.
4777551156H1D022086ANALISIS SENTIMEN ULASAN PENGGUNA APLIKASI GETCONTACT DI GOOGLE PLAY STORE MENGGUNAKAN METODE INSET LEXICON DAN SUPPORT VECTOR MACHINE DENGAN PERBANDINGAN KERNELKeamanan komunikasi digital di Indonesia menghadapi tantangan besar akibat meningkatnya spam call, penipuan telepon, dan kebocoran data pribadi. Hiya Global Call Threat Report mencatat bahwa Indonesia menjadi negara dengan spam call tertinggi di Asia Pasifik sejak 2023 hingga 2025, yang turut menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap aplikasi pengelola data sensitif. Dalam situasi ini, aplikasi pendeteksi penelepon seperti Getcontact banyak digunakan, namun efektivitasnya dalam memberikan keamanan dan kenyamanan pengguna masih perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen pengguna terhadap Getcontact berdasarkan ulasan Google Play Store serta mengevaluasi performa model klasifikasi dalam membedakan ulasan positif dan negatif. Selain analisis, penelitian ini juga menghasilkan implementasi sistem analisis sentimen yang mencakup fitur proses analisis, pencarian sentimen, analisis tren sentimen, dan analisis permasalahan yang berkaitan dengan latar belakang penelitian. Sebanyak 40.376 ulasan diproses melalui tahap normalisasi dan diberi label menggunakan InSet Lexicon, menghasilkan 6.678 ulasan positif dan 31.201 ulasan negatif. Proses klasifikasi dilakukan menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM), yaitu metode pembelajaran mesin yang bekerja dengan mencari batas pemisah paling optimal untuk membedakan dua kelas data. Klasifikasi berbasis TF-IDF ini kemudian dibandingkan menggunakan dua jenis kernel, yaitu Linear dan Radial Basis Function (RBF). Hasil optimasi menunjukkan bahwa kernel Linear memiliki parameter terbaik C = 1, sedangkan kernel RBF mencapai performa optimal pada kombinasi C = 100 dan γ (Gamma) = 0.1. Dari seluruh rasio data yang diuji, pembagian data 80:20 memberikan hasil terbaik, di mana kernel RBF memperoleh akurasi sebesar 96,20%, mengungguli kernel Linear dengan akurasi 95,90%. Temuan ini menunjukkan bahwa kernel RBF lebih efektif dalam menangkap pola bahasa kompleks, sementara analisis sentimen mengungkapkan dominasi ulasan negatif, terutama terkait kebijakan premium, privasi data, dan ketidakakuratan tagar.Digital communication security in Indonesia faces major challenges due to the increase in spam calls, telephone fraud, and personal data leaks. The Hiya Global Call Threat Report notes that Indonesia has been the country with the highest number of spam calls in the Asia Pacific region from 2023 to 2025, which has contributed to a decline in public trust in applications that manage sensitive data. In this situation, caller detection apps like Getcontact are widely used, but their effectiveness in providing security and user comfort still needs to be examined. This study aims to analyze user sentiment towards Getcontact based on Google Play Store reviews and evaluate the performance of classification models in distinguishing between positive and negative reviews. In addition to analysis, this study also produced the implementation of a sentiment analysis system that includes analysis process features, sentiment search, sentiment trend analysis, and analysis of issues related to the research background. A total of 40,376 reviews were processed through a normalization stage and labeled using InSet Lexicon, resulting in 6,678 positive reviews and 31,201 negative reviews. The classification process was carried out using the Support Vector Machine (SVM) algorithm, a machine learning method that works by finding the most optimal separating boundary to distinguish two classes of data. This TF-IDF-based classification was then compared using two types of kernels, namely Linear and Radial Basis Function (RBF). The optimization results showed that the Linear kernel had the best parameter C = 1, while the RBF kernel achieved optimal performance at a combination of C = 100 and γ (Gamma) = 0.1. Of all the data ratios tested, the 80:20 data split gave the best results, with the RBF kernel achieving an accuracy of 96.20%, surpassing the Linear kernel with an accuracy of 95.90%. These findings indicate that the RBF kernel is more effective at capturing complex language patterns, while sentiment analysis reveals a predominance of negative reviews, particularly related to premium policies, data privacy, and hashtag inaccuracy.
4777651165C1A022069MENGUKUR PENGARUH DIGITALISASI USAHA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 2020, 2022, DAN 2023: STUDI MENGENAI PERDAGANGAN ELEKTRONIK, PEMASARAN, DAN PEMBAYARAN DIGITALEkonomi digital terus berkembang di berbagai negara ASEAN. Indonesia menjadi negara dengan nilai ekonomi digital terbesar dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Di sisi lain, di Indonesia masih terdapat ketimpangan dalam pemanfaatan digitalisasi, khususnya di sektor usaha. Hal tersebut berpotensi dapat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi usaha terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2020, 2022, dan 2023 dengan mempertimbangkan aspek perbedaan pemanfaatan digitalisasi antarprovinsi di Indonesia. Variabel yang digunakan adalah pertumbuhan ekonomi (atas dasar harga berlaku) sebagai variabel dependen, perdagangan elektronik, pemasaran digital, dan pembayaran digital sebagai variabel independen. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, yaitu dengan mejelaskan kondisi variabel berdasarkan data, kemudian data tersebut akan dianalisis lebih lanjut dengan melakukan regresi data panel untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel perdagangan elektronik berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, variabel pemasaran digital tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan variabel pembayaran digital berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan adanya hasil temuan tersebut, diharapkan dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak yang berkepentingan dalam upaya pengembangan digitalisasi guna meningkatkan perekonomian.The digital economy continues to grow in various ASEAN countries. Indonesia is the country with the largest digital economy value compared to other ASEAN countries. On the other hand, in Indonesia there are still inequalities in the use of digitalization, especially in the business sector. This could potentially affect Indonesia's economic growth. This study aims to analyze the effect of business digitalization on Indonesia's economic growth for the 2020, 2022, and 2023 periods by considering the different aspects of digitalization utilization between provinces in Indonesia. The variables used are economic growth (at current prices) as the dependent variable, electronic commerce, digital marketing, and digital payments as independent variables. The analysis is carried out with a quantitative descriptive approach, namely by describing the condition of the variables based on the data, then the data will be further analyzed by conducting panel data regression to determine the effect of the independent variables on the dependent variable. The results of this study indicate that the electronic commerce variable has a significant positive effect on Indonesia's economic growth, the digital marketing variable has no effect on Indonesia's economic growth, and the digital payment variable has a significant negative effect on Indonesia's economic growth. With these findings, it is hoped that it can be a reference for various interested parties in efforts to develop digitalization to improve the economy.
4777751166I1C022052Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Jamur Endofit Genus Aspergillus sp. (K3A, K7B, dan K19B) Simbion Nudibranchia terhadap Pseudomonas aeruginosaLatar Belakang: Infeksi yang disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa menjadi masalah serius
karena meningkatnya resistensi antibiotik sehingga perlu dilakukan eksplorasi senyawa antimikroba
baru dari jamur endofit yang bersimbiosis dengan biota laut. Jamur endofit Aspergillus sp. diketahui
mengandung metabolit aktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi golongan metabolit sekunder dalam ekstrak etil asetat jamur endofit genus
Aspergillus sp. (K3A, K7B, dan K19B) simbion nudibranchia serta mengidentifikasi aktivitas
antibakteri ketiga ekstrak tersebut terhadap Pseudomonas aeruginosa.
Metodologi: Jamur endofit dalam deposit tanah diinokulasi pada media PDA hingga diperoleh isolat
jamur yang murni melalui identifikasi makroskopik. Fermentasi dilakukan pada media beras dan
diesktraksi dengan metode maserasi yang disertai shaking selama 24 jam menggunakan pelarut etil
asetat. Skrining fitokimia dilakukan menggunakan uji reaksi warna sedangkan uji aktivitas
antibakteri terhadap P. aeruginosa menggunakan metode difusi sumuran.
Hasil Penelitian: Ekstrak etil asetat mengandung flavonoid, tanin, dan terpenoid tetapi tidak
mengandung alkaloid dan steroid berdasarkan skrining fitokimia. Ketiga ekstrak tersebut pada
konsentrasi 1% tidak memiliki aktivitas antibakteri tetapi pada konsentrasi 10% terdapat aktivitas
antibakteri kategori sedang terhadap P. aeruginosa dengan diameter zona hambat berturut-turut
sebesar 8,50±0,22 mm; 9,16±0,05 mm; dan 9,69±0,61 mm.
Kesimpulan: Ekstrak etil asetat jamur endofit genus Aspergillus sp. (K3A, K7B, dan K19B)
simbion nudibranchia mengandung metabolit aktif yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap P.
aeruginosa kategori sedang.
Kata Kunci: Skrining fitokimia, Antibakteri, Jamur endofit, Aspergillus sp., P. aeruginosa
Background: Infections caused by Pseudomonas aeruginosa have become a serious problem due
to increasing antibiotic resistance necessitating the exploration of new antimicrobial compounds
from endophytic fungi that form symbiotic relationships with marine biota. The endophytic fungus
Aspergillus sp. is known to contain active metabolites with antibacterial potential. This study aimed
to identify secondary metabolites in ethyl acetate extracts of endophytic fungi of the genus
Aspergillus sp. (K3A, K7B, and K19B), symbionts of nudibranchs, and to identify the antibacterial
activity of these three extracts against P. aeruginosa.
Methodology: Endophytic fungi in land deposit were inoculated onto PDA media to obtain pure
fungal isolates through macroscopic identification. Fermentation was carried out on rice media and
extraction was carried out using maceration with shaking for 24 hours using ethyl acetate as a
solvent. Phytochemical screening was performed using a color reaction test, while antibacterial
activity test against P. aeruginosa using the well diffusion method.
Results: Ethyl acetate extracts, were positive for flavonoids, tannins, and terpenoids, but did not
contain alkaloids or steroids based on phytochemical screening. At a concentration of 1%, the three
extracts had no antibacterial activity but at a concentration of 10%, they exhibited moderate
antibacterial activity against P. aeruginosa, with inhibition zone diameters of 8.50 ± 0.22 mm; 9.16
± 0.05 mm; and 9.69 ± 0.61 mm, respectively.
Conclusion: Ethyl acetate extracts of endophytic fungi of the genus Aspergillus sp. (K3A, K7B, and
K19B), symbionts of nudibranchia, contain active metabolites with moderate antibacterial activity
against P. aeruginosa.
4777851167C1A022095Pengaruh Investasi, Dana Alokasi Umum, Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja, dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Provinsi Jawa Tengah yang menempati urutan kedua dengan pertumbuhan ekonomi terendah di Pulau Jawa. Di samping itu, ketidakmerataan dan fluktuasi pertumbuhan ekonomi antar kabupaten/kota setiap tahunnya menjadi masalah utama dalam pembangunan di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) secara mandiri terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah, menganalisis pengaruh PMDN, PMA, DAU, tingkat penyerapan tenaga kerja, dan tingkat pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah, dan menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Data dalam penelitian menggunakan data sekunder yang bersumber dari website Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah periode 2021-2024. Metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan pendekatan Model Efek Tetap (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada model I, DAU secara mandiri berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada model II, PMDN dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah, DAU memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah, PMA dan TPAK tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Variabel yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah adalah tingkat pendidikan. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah daerah perlu melakukan optimalisasi pengelolaan DAU, penciptaan iklim investasi yang stabil dan kondusif, dan peningkatan kualitas pendidikan sehingga dapat menunjang terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan mendukung pertumbuhan yang inklusif.This study was motivated by the fact that Central Java Province ranks second in terms of lowest economic growth on the island of Java. In addition, the unevenness and fluctuations in economic growth between districts/cities each year are major problems in the development of Central Java Province. This study aims to analyze the independent effect of the General Allocation Fund (GAF) on economic growth in Central Java Province, analyze the effect of Domestik Investment (DI), FDI, GAF, Labor Absorption Rate (LAR), and education level on economic growth in Central Java Province, and analyze the variables that most influence economic growth in Central Java Province. The data in this study uses secondary data sourced from the Central Statistics Agency and the Directorate General of Fiscal Balance websites from 35 districts/cities in Central Java for the 2021-2024 period. The method used is panel data regression analysis with a Fixed Effects Model (FEM) approach. The results show that in model I, GAF independently has a significant positive effect on economic growth. In model II, DI and education level have a significant positive effect on economic growth, GAF has a significant negative effect on economic growth, while FDI and LAR have no significant effect on economic growth in Central Java Province. The variable that has the most significant effect on economic growth in Central Java Province is education level. The implication of this study is that local governments need to optimize GAF management, create a stable and conducive investment climate, and improve the quality of education so as to support the creation of superior human resources and support inclusive growth.
4777951168C1A022030Analisis Pengaruh Pengangguran Terbuka, Pendapatan Asli Daerah, dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Kemiskinan di Kabupaten BanyumasPenelitian ini berjudul "Analisis Pengaruh Pengangguran Terbuka, Pendapatan Asli Daerah, dan Dana Alokasi Khusus terhadap Kemiskinan di Kabupaten Banyumas". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel ekonomi daerah, yaitu Pengangguran Terbuka, Pendapatan Asli Daerah, dan Dana Alokasi Khusus terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Banyumas. Masalah kemiskinan di daerah ini masih menjadi tantangan utama, sehingga diperlukan analisis mendalam untuk mendukung kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data deret waktu. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan instansi terkait, kemudian dianalisis menggunakan metode regresi berganda untuk melihat pengaruh masing-masing variabel terhadap kemiskinan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis time series, menunjukkan bahwa: pengangguran terbuka tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan (1), Pendapatan Asli Daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan (2), Dana Alokasi Khusus tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Banyumas (3). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengangguran terbuka dan Dana Alokasi Khusus belum mampu memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi kemiskinan di Kabupaten Banyumas, sementara Pendapatan Asli Daerah memiliki peran penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Implikasi dari hasil penelitian ini meliputi perlunya perluasan kesempatan kerja di sektor formal agar pengangguran terbuka benar-benar mencerminkan kondisi ketenagakerjaan yang ada, peningkatan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah melalui penguatan sektor ekonomi potensial, dan penyesuaian proporsi dan penggunaan Dana Alokasi Khusus agar lebih fokus pada intervensi langsung kepada masyarakat miskin, terutama melalui program-program fisik yang berdampak nyata pada kesejahteraan.This study is entitled "Analysis of the effect of Open Unemployment, Local Own Source Revenue, and Special Allocation Fund on Poverty in Banyumas Regency". The purpose of this study is to determine how much influence the regional economic variables, namely Open Unemployment, Local Own Source Revenue, and Special Allocation Fund, have on the poverty rate in Banyumas Regency. The problem of poverty in this area is still a major challenge, so an in-depth analysis is needed to support more targeted development policies. This study uses a quantitative approach with time series data analysis. The data used are secondary data obtained from the Central Statistics Agency and related agencies, then analyzed using multiple regression methods to see the influence of each variable on poverty. Based on the results of the research and analysis of time series data, it shows that: open unemployment has no significant effect on poverty, Local Own Source Revenue has a negative and significant effect on poverty, Special Allocation Fund has no significant effect on poverty in Banyumas Regency. The conclusion of this study is that open unemployment and Special Allocation Fund have not been able to contribute significantly to reducing poverty in Banyumas Regency, while Local Own Source Revenue has an important role in poverty alleviation efforts. The implications of the results of this study include the need to expand employment opportunities in the formal sector so that open unemployment truly reflects existing employment conditions, increasing and optimizing Local Own Source Revenue through strengthening potential economic sectors, and adjusting the proportion and use of Special Allocation Fund to focus more on direct intervention to the poor, especially through physical programs that have a real impact on welfare.
4778051169I1B022015Hubungan Inisiasi Pengembangan Diri dengan Kualitas Hidup pada Lansia Empty NesterLatar Belakang: Empty nest syndrome merupakan salah satu permasalahan psikologis pada lansia yang dapat menyebabkan kesepian, depresi, dan penurunan mental. Inisiasi pengembangan diri menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup, namun belum ada penelitian yang membahas pengembangan diri pada lansia empty nester. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan inisiasi pengembangan diri dengan kualitas hidup pada lansia empty nester.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling sebanyak 108 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi pada bulan September – Desember 2025. Pengukuran menggunakan instrumen Personal Growth Initiative Scale (PGIS) dan WHOQOL BREF yang telah teruji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji korelasi Somers’d.

Hasil Penelitian: Terdapat hubungan yang signifikan antara inisiasi pengembangan diri dan kualitas hidup lansia empty nester (p value = 0,001) dengan tingkat korelasi lemah (r = 0,269). Tingkat kualitas hidup lansia empty nester mayoritas berada pada kategori cukup baik, sedangkan inisiasi pengembangan diri mayoritas berada pada kategori sedang.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara inisiasi pengembangan diri dengan kualitas hidup pada lansia empty nester. Arah hubungan kedua variabel positif, yang artinya semakin tinggi tingkat inisiasi pengembangan diri maka semakin tinggi pula tingkat kualitas hidup dari lansia empty nester. Namun, inisiasi pengembangan diri ini bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kualitas hidup.

Kata Kunci: Inisiasi Pengembangan Diri, Kualitas Hidup, Lansia Empty Nester
Background: Empty nest syndrome is a psychological condition experienced by older adults that may lead to loneliness, depression, and mental decline. Personal growth initiative is considered one of the efforts to improve quality of life, however studies focusing on personal growth initiative among empty nester elderly remain limited. This study aimed to examine the relationship between personal growth initiative and quality of life among empty nester elderly.

Methods: This study employed a cross-sectional design. A total of 108 respondents were selected using random sampling based on inclusion and exclusion criteria between September and December 2025. Data were collected using the Personal Growth Initiative Scale (PGIS) and the WHOQOL-BREF, both of which have been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using the Somers’ d correlation test.

Results: The results showed a significant relationship between personal growth initiative and quality of life among empty nester elderly (p = 0.001), with a weak correlation strength (r = 0.269). Most respondents had a moderately good level of quality of life, while the majority demonstrated a moderate level of personal growth initiative.

Conclusion: There is a significant and positive relationship between personal growth initiative and quality of life among empty nester elderly, indicating that higher levels of personal growth initiative are associated with better quality of life. However, personal growth initiative is not the sole factor influencing quality of life in empty nester elderly.

Keywords: empty nester elderly, personal growth initiative, quality of life