Artikelilmiahs
Menampilkan 47.801-47.820 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 47801 | 51192 | C1A022062 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENARIK INVESTASI DI PROVINSI JAWA TENGAH | Penelitian ini membahas mengenai investasi di kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah. Kondisi penerimaan investasi di Provinsi Jawa Tengah dari tahun 2018 hingga tahun 2024 jika dirata-rata berada pada urutan keempat dari total enam provinsi di Pulau Jawa. Hal tersebut merupakan kondisi yang perlu diidentifikasi mengingat investasi merupakan bagian penting dalam pembangunan ekonomi. Dengan adanya investasi, pengangguran dapat ditekan, transfer teknologi, hingga perluasan penerimaan pajak dan retribusi daerah, yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh UMK, pertumbuhan ekonomi, TPAK, IPM, dan infrastruktur yang di proxy oleh variabel panjang jalan terhadap investasi di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian kali ini menggunakan analisis regresi linier berganda data panel dengan metode analisis kuadrat terkecil (Ordinary Least Squares). Model yang terpilih pada penelitian ini adalah Fixed Effect Model (FEM). Olah data penelitian ini dibantu oleh alat analisis EViews 12. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa UMK berpengaruh positif dan signifikan terhadap investasi, pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap investasi, TPAK berpengaruh positif dan signifikan terhadap investasi, IPM berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap investasi, infrastruktur berpengaruh positif tidak signifikan terhadap investasi. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu bagi kabupaten/kota yang penerimaan investasinya rendah, perlu perhatian khusus dari pemerintah seperti transparansi peraturan dan kemudahan dalam mengurus perizinan supaya investor lebih tertarik untuk menanamkan modalnya. Terkait permasalahan UMK, pemerintah perlu menetapkan standar yang sesuai dengan kondisi pasar tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi perlu didorong karena kontribusinya yang baik bagi investasi. Potensi TPAK dapat memberikan keuntungan dengan mempermudah investor untuk menanamkan modalnya ke daerah supaya jumlah tenaga kerja terserap secara maksimal. | This study discusses investment in the regencies and cities of Central Java Province. On average, from 2018 to 2024, Central Java’s investment inflow ranks fourth out of the six provinces on the island of Java. This situation needs to be examined, considering that investment is a crucial component of economic development. With investment, unemployment can be reduced, technology transfer can occur, and there can be an expansion of tax and regional retribution revenues, which ultimately increases community welfare. The purpose of this study is to analyze the influence of the minimum wage (UMK), economic growth, labor force participation rate (TPAK), Human Development Index (HDI), and infrastructure is proxied by road length to invesment in Central Java Province This study uses multiple linear regression analysis with panel data and the Ordinary Least Squares (OLS) method. The selected model in this study is the Fixed Effect Model (FEM). Data processing in this research was assisted by the EViews 12 analysis tool. Based on the results of the study, it was found that the minimum wage (UMK) has a positive and significant effect on investment, economic growth has a positive and significant effect on investment, the labor force participation rate (TPAK) has a positive and significant effect on investment, the human development index (HDI) has a negative but not significant effect on investment, and infrastructure has a positive but not significant effect on investment. The implication of the above conclusions is that for regencies and cities with low investment inflows, special attention from the government is needed, such as regulatory transparency and ease of licensing processes, so that investors are more interested in investing their capital. Regarding the issue of minimum wage (UMK), the government needs to set standards that are in accordance with the labor market conditions. Economic growth needs to be encouraged due to its positive contribution to investment. The potential of the labor force participation rate (TPAK) can provide benefits by making it easier for investors to invest in the region so that the number of workers can be absorbed optimally. | |
| 47802 | 51191 | G1A022060 | HUBUNGAN NEUTROPHIL-LYMPHOCYTE RATIO (NLR) TERHADAP VISUAL ANALOGUE SCALE (VAS) SCORE PADA PASIEN ENDOMETRIOSIS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Latar belakang: Endometriosis adalah inflamasi kronik yang ditandai dengan nyeri pelvis kronik, dismenorea, atau dispareunia pada berbagai stadium nyeri dan sering kali mengalami keterlambatan diagnosis. Pendekatan diagnostik diperlukan untuk mengintegrasikan penilaian subjektif (VAS score) dan objektif (NLR) secara bersamaan untuk menggambarkan proses inflamasi dan mengatasi keterlambatan diagnosis endometriosis. Namun, penelitian khusus yang mengkaji hubungan NLR terhadap VAS score pada pasien endometriosis di Indonesia ataupun tingkat lokal masih terbatas dan hasil tidak konsisten. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) terhadap Visual Analogue Scale (VAS) score pada pasien endometriosis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Penelitian desain cross-sectional menggunakan data sekunder rekam medis elektronik (RME) yang terintegrasi Laboratory Information System (LIS). Subjek penelitian terdiri dari 60 pasien endometriosis yang sudah terkonfirmasi secara histopatologi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2020-2024. Analisis korelasi Spearman digunakan untuk menilai hubungan antara NLR dan VAS score. Analisis regresi logistik ordinal digunakan untuk mengidentifikasi variabel yang berpengaruh terhadap derajat nyeri. Hasil: Terdapat hubungan negatif lemah yang signifikan secara statistik antara NLR dan VAS score (ρ = -0,264; p = 0,041) yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi NLR maka derajat nyeri cenderung lebih rendah. Analisis multivariat NLR tidak berpengaruh signifikan terhadap derajat nyeri (OR 0,923; p = 0,059; β = -0,080). Namun, faktor usia <25 tahun (OR = 18,54; p = 0,039; CI 95% 1,160–296,190) dan indeks massa tubuh (IMT) kategori underweight (OR = 0,0098; p = 0,023; CI 95% 0,00018–0,527) berpengaruh signifikan terhadap tingkat nyeri pasien endometriosis. Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif lemah yang signifikan secara statistik antara NLR dan VAS score pada pasien endometriosis. Namun, NLR bukan merupakan prediktor independen terhadap derajat nyeri pada analisis multivariat. Faktor usia dan status gizi (IMT) ditemukan lebih berpengaruh terhadap tingkat nyeri endometriosis dibandingkan NLR. | Background: Endometriosis is a chronic inflammation characterized by chronic pelvic pain, dysmenorrhea, or dyspareunia at various stages of pain and often delays in diagnosis. A diagnostic approach is needed to integrate subjective (VAS score) and objective assessments (NLR) simultaneously to describe inflammatory processes and address the delay in diagnosis of endometriosis. However, specific studies examining the relationship between NLR and VAS scores in endometriosis patients in Indonesia or at the local level are still limited and results are inconsistent. Objective: This study aimed to investigate the relationship between the Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) and Visual Analogue Scale (VAS) score in patients with endometriosis at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. Methods: This study employed a cross-sectional design using secondary data obtained from electronic medical records (EMRs) integrated with the Laboratory Information System (LIS). The study included 60 patients with histopathologically confirmed endometriosis treated at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital between 2020 and 2024. Spearman correlation analysis was used to assess the relationship between NLR and VAS scores. Ordinal logistic regression analysis was used to identify variables that affect the degree of pain. Results: There is a statistically significant weak negative association between NLR and VAS score (ρ = -0,264; p = 0,041), indicating that the higher the NLR, the lower the degree of pain. Multivariate analysis of NLR has no significant effect on the degree of pain (OR 0,923; p = 0,059; β = -0,080). However, the age factor <25 years (OR = 18,54; p = 0,039; 95% CI 1,160–296,190) and body mass index (BMI) of the underweight category (OR = 0,0098; p = 0,023; 95% CI 0,00018–0,527) have a significant effect on the pain level of endometriosis patients. Conclusions: A statistically significant and weakly negative association between NLR and VAS score in endometriosis patients. However, NLR is not an independent predictor of pain severity in multivariate analyses. Age factors and BMI are found to have more influence on the level of endometriosis pain than NLR. | |
| 47803 | 4135 | H1F007021 | GEOLOGI DAN PENENTUAN UMUR SERTA LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI PEMALI DAERAH PARUNGKAMAL DAN SEKITARNYA, KECAMATAN LUMBIR, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Lokasi penelitian secara administratif berada di Desa Parungkamal dan sekitarnya, Kecamatan Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah. Secara geografis daerah penelitian terletak pada 108o58’20” BT – 109o01’05” BT dan 7o29’15” LS - 7o32’55” LS. Satuan geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi tiga Satuan Geomorfologi, yaitu Satuan Dataran Aluvial Citepus, Satuan Lembah Antiklin Lopasir dan Satuan Perbukitan Sesar Gunung Pamriyan. Stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan berdasarkan satuan tidak resmi. Urutan dari satuan batuan yang berumur dari tua ke muda yaitu Satuan batulempung (Formasi Pemali), Satuan batupasir (Anggota Batupasir Formasi Halang). Satuan batupasir-batulempung (Formasi Halang). Satuan Endapan Aluvial yang diendapkan secara tidak selaras di atas satuan batuan yang berumur lebih tua dan proses pengendapan masih berlangsung hingga saat ini. Struktur Geologi yang terdapat pada daerah penelitian terdiri dari struktur lipatan antiklin Besuki, struktur lipatan sinklin Sarwadadi dan struktur sesar mendatar menganan Besuki. Formasi Pemali di daerah penelitian yang merupakan Satuan batulempung yang didominasi oleh material sedimen klastik yang halus yang diendapkan dengan mekanisme arus turbidit pada kipas bawah laut bagian luar (lower fan), yaitu disusun oleh Napal, batupasir, dan batugamping. Umur dari Formasi Pemali yang lebih tua dibandingkan dengan Formasi Halang yaitu berumur Miosen Tengah-Miosen Akhir (N14-N16) sesuai dengan data foraminifera planktonik yang ada dan diperkirakan merupakan Formasi Pemali Bagian Atas. Penelitian ini juga menunjukan bahwa kontak Formasi Pemali dan Formasi Halang di atasnya adalah berangsur. Lingkungan pengendapan Formasi Pemali berupa Bathial Atas (500-1000 m). | Study site administratively located in the village of Parungkamal, Lumbir district, Banyumas regency, Central Java. Geographically the area of research lies in 108o58’40” E – 109o01’05” E and 7o29’15” S - 7o32’55” S. Geomorphological units of the study area was divided into three units Geomorphology, namely Pamriyan Structure Hills Unit, Citepus Anticline Hills Unit, and Citepus Alluvial Plain Unit. Stratigraphy of the study area is divided into four units based on an unofficial unit. Sequence of lithologies from the old to the young age are : Mudstone Unit (Pemali Formation), Sandstone Unit (Sandstone Member of Halang Formation). Sandstone-Mudstone Unit (Halang Formation). Alluvial sediment Units deposited above the unconformity lithologies older age and the deposition process has continued until today. Structural Geology of the study area is consist of Besuki Anticline Fold Structural, Karanggayam Sincline Fold Structural, and Randegan Reverse Right Slip Fault Structural. Pemali Formation in the study area which is dominated by mudstone unit of material is fine clastic sediments were deposited by the current mechanism turbidit and deposited on lower fan, which is compiled by marl, sandstone, and limestone. This study indicates that stratigraphic contact between Pemali Formation and Halang Formation above is gradually contact. The Pemali Formation was sedimented in Upper Bathyal (500-1000 m). | |
| 47804 | 51193 | I1E022009 | KORELASI POWER EKSTREMITAS ATAS DAN KOORDINASI VISUAL SENSORI TERHADAP KEMAMPUAN SHOOTING TIM BOLA BASKET SMA NEGERI 4 PURWOKERTO | Bola basket merupakan cabang olahraga yang kompleks, menuntut perpaduan sempurna antara kondisi fisik, teknik dasar, dan kematangan mental. Di tingkat sekolah menengah atas, seperti pada SMA Negeri 4 Purwokerto, bola basket menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang sangat diminati dan kompetitif. Namun, untuk meraih prestasi maksimal dalam turnamen antar-pelajar, penguasaan teknik dasar yang mumpuni, terutama teknik shooting (tembakan), menjadi kunci utama kemenangan. Kemampuan shooting merupakan faktor penentu kemenangan dalam bola basket, namun akurasi tembakan seringkali menjadi kendala utama bagi tim SMA Negeri 4 Purwokerto. Keberhasilan shooting sangat dipengaruhi oleh komponen fisik dan saraf, terutama power ekstremitas atas sebagai sumber daya dorong bola dan koordinasi visual sensori sebagai pengatur presisi gerakan tangan berdasarkan input penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana korelasi antara kekuatan ledak otot lengan dan sinkronisasi mata-tangan terhadap efektivitas tembakan siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi bagi pelatih dalam menyusun program latihan fisik yang lebih spesifik guna meningkatkan produktivitas poin tim. | Basketball is a complex sport, requiring a perfect blend of physical fitness, fundamental techniques, and mental maturity. At the high school level, such as at SMA Negeri 4 Purwokerto, basketball is a highly sought-after and competitive extracurricular activity. However, to achieve maximum performance in inter-student tournaments, mastery of basic techniques, especially shooting, is the key to victory. Shooting ability is a determining factor in winning in basketball, but shooting accuracy is often a major obstacle for the SMA Negeri 4 Purwokerto team. Shooting success is strongly influenced by physical and nervous components, especially upper extremity power as a source of propulsion for the ball and visual-sensory coordination as a regulator of precise hand movements based on visual input. This study aims to determine the extent of the correlation between explosive arm muscle strength and eye-hand synchronization on students' shooting effectiveness. The results of this study are expected to serve as a basis for evaluation for coaches in developing more specific physical training programs to increase team point productivity. | |
| 47805 | 51195 | B1A021025 | Keragaman dan Pemanfaatan Umbi-Umbian sebagai Tanaman Pangan Alternatif di Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas | Umbi-umbian merupakan komoditas pertanian yang banyak ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia dan sering menjadi pengganti beras sebagai sebagai pangan alternatif. Namun, informasi mengenai keragaman dan pemanfaatan umbi-umbian di Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan pemanfaatan umbi-umbian sebagai tanaman pangan alternatif si Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling di 5 desa yang ada di Kecamatan Jatilawang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 spesies dengan 5 kultivar umbi-umbian yang dimanfaatkan sebagai pangan alternatif. Pemanfaatan umbi-umbian yang ditemukan yaitu dengan cara dikukus, direbus, digoreng, dibakar serta diolah menjadi tepung aci (produk mireng dan kerupuk soto), oyek, dan manggleng. Ubi kayu (Manihot esculenta) memiliki nilai SUV tertinggi yaitu sebesar 4 dan memiliki nilai frekuensi penggunaan tertinggi sebesar 100%. | Tubers are agricultural commodities commonly found in tropical regions such as Indonesia and are often used as an alternative food source to rice. However, information on the diversity and utilization of tubers in Jatilawang Subdistrict, Banyumas Regency is still limited. This study aims to determine the diversity and utilization of tubers as alternative food crops in Jatilawang Subdistrict, Banyumas Regency. The research method used in this study was a survey with purposive sampling across five villages im Jatilawang District. The results showed that there are eight species with five cultivars of tubers that are used as alternative food sources. The utilization of tubers found includes steaming, boiling, frying, baking, and processing into tapioca flour (mireng and soto crackers), oyek, and manggleng. Cassava (Manihot esculenta) has the highest SUV value of 4 and the highest frequency of use of 100%. | |
| 47806 | 51196 | B1A021030 | Keanekaragaman dan Hubungan Kemiripan Durian (Durio zibethenus L.) Di Kecamatan Mojogedang, Karanganyar | Durian (Durio zibethinus L.) termasuk dalam famili Malvaceae, merupakan salah satu tumbuhan buah yang berasal dari Asia Tenggara. Durian unggulan Kecamatan Mojogedang ialah montong dan kani. Kecamatan Mojogedang merupakan salah satu penghasil durian di daerah Surakarta. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan hubungan kemiripan durian yang terdapat di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel diambil dari 4 desa di Kecamatan Mojogedang yaitu Desa Pojok, Desa Pendem, Desa Sewurejo dan Desa Mojogedang. Variabel yang diamati adalah karakter morfologi batang, daun, bunga, buah dan biji. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi umur pohon, bentuk tajuk, warna kulit batang, bentuk daun, panjang daun, lebar daun, warna daun permukaan atas, warna daun permukaan bawah, warna mahkota bunga, warna tangkai sari, warna kepala sari, bentuk buah, bentuk ujung buah, bentuk pangkal buah, berat buah, ketebalan kulit buah, jumlah segmen buah, warna arilus, ketebalan arilus, rasa arilus, bentuk biji, warna biji, bentuk duri dan ujung duri. Analisiss data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui keanekaragaman kultivar durian dan untuk mengetahui hubungan kemiripan, data dianalisis dengan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method With Arithmetic Mean) menggunakan MEGA 11. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di Kecamatan Mojogedang ada 6 kultivar durian yaitu petruk, kani, montong, sunan, aspar dan sukun. Hubungan kemiripan terdekat adalah durian aspar dan petruk dengan nilai indeks disimilaritas 0,416. Sedangkan durian yang memiliki hubungan kemiripan terjauh adalah montong dan aspar dengan nilai indeks disimilaritas 1,130. Karakter yang membedakan antara durian aspar dan petruk yaitu umur pohon, bentuk tajuk, warna kulit batang, panjang daun, lebar daun, berat buah, warna kulit buah, ketebalan kulit buah, warna arilus, ketebalan arilus dan warna biji. Sedangkan karakter yang membedakan antara durian kani dan aspar yaitu umur pohon, bentuk tajuk, warna kulit batang, panjang daun, lebar daun, warna daun permukaan atas, warna mahkota bunga, bentuk buah, ujung buah, berat buah, warna kulit buah, ketebalan kulit buah, jumlah segmen, warna arilus, ketebalan arilus, bentuk biji dan warna biji. | Durian (Durio zibethinus L.) belongs to the family Malvaceae and is one of the fruit plants native to Southeast Asia. The superior durian cultivars of Mojogedang District are montong and kani. Mojogedang District is one of the durian producing areas in the Surakarta region. This study aimed to determine the diversity and similarity relationships of durian cultivars found in Mojogedang District, Karanganyar Regency. The research was conducted using a survey method with purposive sampling techniques. Samples were collected from four villages in Mojogedang District, namely Pojok Village, Pendem Village, Sewurejo Village, and Mojogedang Village. The observed variables included the morphological characteristics of stems, leaves, flowers, fruits, and seeds. The parameters observed in this study comprised tree age, canopy shape, bark color, leaf shape, leaf length, leaf width, upper leaf surface color, lower leaf surface color, petal color, filament color, anther color, fruit shape, fruit apex shape, fruit base shape, fruit weight, fruit rind thickness, number of fruit segments, aril color, aril thickness, aril taste, seed shape, seed color, spine shape, and spine tip shape. Data analysis was conducted descriptively to determine durian cultivar diversity, while similarity relationships were analyzed using the UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean) method with MEGA 11 software. The results showed that there were six durian cultivars in Mojogedang, namely petruk, kani, montong, sunan, aspar, and sukun. The closest similarity relationship was observed between durian aspar and durian petruk, with a dissimilarity index value of 0.416. In contrast, the most distant similarity relationship was found between durian montong and durian aspar, with a dissimilarity index value of 1.130. The distinguishing characters between durian aspar and durian petruk included tree age, canopy shape, bark color, leaf length, leaf width, fruit weight, fruit peel color, fruit peel thickness, aril color, aril thickness, and seed color. Meanwhile, the characters that differentiated durian kani and durian aspar comprised tree age, canopy shape, bark color, leaf length, leaf width, upper leaf surface color, flower petal color, fruit shape, fruit apex, fruit weight, fruit peel color, fruit peel thickness, number of segments, aril color, aril thickness, seed shape, and seed color. | |
| 47807 | 51194 | B1A021024 | Keanekaragamman dan Hubungan Fenetik Pisang (Musa spp.) Di Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi | Pisang (Musa spp.) merupakan komoditas penting yang memiliki nilai ekonomi dan budaya bagi masyarakat. Kecamatan Cikarang Barat merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bekasi yang memiliki potensi keanekaragaman sumber daya genetik pisang, namun informasi mengenai kultivar dan hubungan fenetiknya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kultivar pisang serta hubungan fenetiknya berdasarkan karakter morfologi. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling di tiga desa, yaitu Desa Telaga Murni, Sukadanau, dan Kalijaya. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober-November 2025. Variabel yang diamati meliputi karakter morfologi batang semu, daun, perbungaan, dan buah. Data morfologi dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan keanekaragaman kultivar, sedangkan analisis hubungan fenetik dilakukan dengan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean) menggunakan perangkat lunak MEGA 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan kultivar pisang, yaitu kultivar Nangka, Raja Sereh, Kepok Putih, Kepok Kuning, Susu, Uli, dan Klutuk. Kultivar yang memiliki hubungan fenetik terdekat adalah kultivar Kepok Putih dan Kepok Kuning dengan indeks disimilaritas 0,262. Sedangkan kultivar yang memiliki hubungan fenetik terjauh adalah kultivar Uli dan Klutuk dengan indeks disimilaritas 1,892. Karakter yang membedakan antara Kepok Putih dan Kepok Kuning yaitu pada bentuk ujung braktea. Sedangkan karakter yang membedakan kultivar Uli dan Klutuk yaitu warna batang semu, bentuk daun, bentuk pangkal daun, bentuk jantung pisang, bentuk ujung braktea dan bentuk ujung buah | Bananas (Musa spp.) are an important commodity with economic and cultural value for local communities. West Cikarang District is one of the areas in Bekasi Regency that has potential diversity of banana genetic resources; however, information regarding banana cultivars and their phenetic relationships remains limited. This study aimed to determine the diversity of banana cultivars and their phenetic relationships based on morphological characters. The study was conducted using a survey method with purposive sampling techniques in three villages, namely Telaga Murni Village, Sukadanau Village, and Kalijaya Village. Sampling was carried out from October to November 2025. The observed variables included morphological characters of the pseudostem, leaves, inflorescence, and fruits. Morphological data were analyzed descriptively to describe cultivar diversity, while phenetic relationship analysis was performed using the UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean) method with MEGA 11 software. The results showed that there were eight banana cultivars, namely Nangka, Raja Sereh, Kepok Putih, Kepok Kuning, Susu, Uli, and Klutuk. The closest phenetic relationship was observed between Kepok Putih and Kepok Kuning, with a dissimilarity index of 0.262. Meanwhile, the most distant phenetic relationship was found between Uli and Klutuk, with a dissimilarity index of 1.892. The distinguishing character between Kepok Putih and Kepok Kuning was the shape of the bract apex. In contrast, the characters distinguishing Uli and Klutuk included pseudostem color, leaf shape, leaf base shape, banana heart shape, bract apex shape, and fruit apex shape. | |
| 47808 | 51197 | I1J022030 | Description Of Leadership Styles Of The Nursing Students at Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Kepemimpinan merupakan elemen penting dalam keperawatan, namun bagaimana gaya kepemimpinan berkembang sepanjang tahun studi masih belum banyak diteliti. Sebagian mahasiswa belum mengenali gaya kepemimpinan yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan mahasiswa keperawatan di Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 516 mahasiswa keperawatan Universitas Jenderal Soedirman melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner gaya kepemimpinan yang dibagikan dalam bentuk Google Form. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden berusia antara 17 hingga 22 tahun, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berasal dari angkatan 2023, 2024, dan 2025. Berdasarkan hasil analisis, gaya kepemimpinan otoriter sebagian besar berada pada kategori sedang (66,5%), gaya demokratis sebagian besar berada pada kategori tinggi (78,3%), dan gaya laissez-faire sebagian besar berada pada kategori sedang (89,5%). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa keperawatan di Universitas Jenderal Soedirman memiliki gaya kepemimpinan demokratis. Kata kunci: Gaya kepemimpinan, mahasiswa keperawatan | Background: Leadership is an important element in nursing, but how leadership style evolves across years of study in nursing is underexplored. Some students don't recognise what leadership style they have. This study aims to describe the leadership styles of nursing students at Universitas jenderal Soedirman. Methodology: This study is a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach involving 516 nursing students at Universitas Jenderal Soedirman through total sampling technique. Data collection was conducted using a leadership style questionnaire distributed in the form of a Google Form. The data were analyzed using univariate analysis. Research results: The research results show that respondents were aged between 17 and 22 years old, with the majority being female and from the 2023, 2024, and 2025 cohorts. Based on the analysis results, authoritarian leadership style was mostly moderate (66.5%), the democratic style was largely high (78.3%), and the laissez-faire style was mostly moderate (89.5%). Conclusion: This study shows that most nursing students at Jenderal Soedirman University have a democratic leadership style. Keywords: Leadership style, nursing students | |
| 47809 | 51198 | H1D022050 | PENGEMBANGAN SISTEM KONSULTASI AI DENGAN LARGE LANGUAGE MODEL (LLM) DAN RETRIEVAL-AUGMENTED GENERATION (RAG) GEMINI PADA WEBSITE FARMAKU BERBASIS TALL STACK | Pesatnya perkembangan teknologi digital meningkatkan pemanfaatan e-commerce sebagai sarana memperoleh informasi, termasuk pada bidang kesehatan yang membutuhkan informasi produk farmasi secara akurat dan cepat. Namun, pengguna seringkali menghadapi kesulitan dalam memilih produk yang tepat. Penelitian ini mengembangkan sistem konsultasi AI pada website farmaku dengan mengintegrasikan Large Language Model (LLM) Gemini dan mekanisme Retrieval Augmented Generation (RAG) agar mampu memberikan jawaban yang lebih kontekstual, relevan, dan berbasis data produk yang valid. Sistem dibangun menggunakan pendekatan prototyping serta diimplementasikan dengan teknologi Tall Stack (Tailwind CSS, Alpine.js, Laravel, dan Livewire) guna menghasilkan antarmuka website yang responsif dan interaktif. Evaluasi menggunakan exact match memperoleh nilai rata-rata sebesar 70% yang mencerminkan adanya variasi bahasa alami dari model LLM, sedangkan jaccard similarity yang lebih tinggi yaitu sebesar 94,6% yang menegaskan bahwa isi jawaban tetap konsisten dengan data referensi walaupun terdapat variasi bahasa alami dari LLM. Pengujian blackbox menghasilkan bahwa seluruh fitur berjalan sesuai dengan spesifikasi. Hasil ini membutktikan bahwa sistem mampu menyajikan informasi produk yang relevan, stabil, dan membantu pengguna dalam memperoleh informasi produk. Penerapan LLM dan RAG dalam penelitian ini menunjukkan kontribusi signifikan bagi bidang ilmu informatika melalui pemanfaatan AI untuk peningkatan kualitas pencarian informasi, pengolahan bahasa alami, dan pengembangan sistem cerdas berbasis data. | The rapid development of digital technology has increased the use of e-commerce as a means of obtaining information, including in the health sector, which requires accurate and fast information on pharmaceutical products. However, users often face difficulties in choosing the right product. This research developed an AI consultation system on the farmaku website by integrating the Gemini Large Language Model (LLM) and the Retrieval Augmented Generation (RAG) mechanism to provide more contextual, relevant, and valid product data-based answers. The system was built using a prototyping approach and implemented with TALL Stack technology (Tailwind CSS, Alpine.js, Laravel, and Livewire) to produce a responsive and interactive website interface. Evaluation using exact match obtained an average score of 70%, reflecting the natural language variation of the LLM model, while the higher jaccard similarity of 94,6% confirmed that the content of the answers remained consistent with the reference data despite the natural language variation of the LLM. Blackbox testing showed that all features worked according to specifications. These results prove that the system is capable of presenting relevant and stable product information and assisting users in obtaining product information. The application of LLM and RAG in this study shows a significant contribution to the field of computer science through the use of AI for quality improvement. | |
| 47810 | 51199 | G1A022026 | HUBUNGAN EKSPRESI ESTROGEN (ER) DAN PROGESTERON (PR) TERHADAP TUMOR INFILTRATING LYMPHOCYTES (TILs) PADA PASIEN CARCINOMA MAMMAE SUBTIPE LUMINAL A DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar belakang: Carcinoma mammae merupakan keganasan pada jaringan payudara dan menjadi keganasan paling sering ditemukan pada perempuan. Subtipe luminal A merupakan subtipe yang paling banyak dijumpai dan memiliki prognosis paling baik, ditandai dengan ekspresi reseptor estrogen dan progesteron positif serta indeks proliferasi rendah. Selain faktor hormonal, komponen imunologis seperti Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) berperan dalam mikro lingkungan tumor dan respons terapi, namun hubungan antara ekspresi reseptor hormonal dan densitas TILs pada Carcinoma mammae subtipe luminal A masih belum banyak diteliti, khususnya di Indonesia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara ekspresi reseptor estrogen (ER) dan reseptor progesteron (PR) dengan densitas Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) pada pasien Carcinoma mammae subtipe luminal A di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling terhadap pasien Carcinoma mammae dari data rekam medis pasien periode 2023–2024. Data meliputi hasil pemeriksaan imunohistokimia ER dan PR serta penilaian densitas TILs pada preparat histopatologi hematoksilin-eosin. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebanyak 60 sampel memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas pasien memiliki ekspresi ER tinggi (> 10%) dan ekspresi PR tinggi (≥20%) Densitas TILs paling banyak ditemukan pada kategori sedang. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi ER dengan densitas TILs maupun antara ekspresi PR dengan densitas TILs. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ekspresi reseptor estrogen dan progesteron dengan densitas TILs pada Carcinoma mammae subtipe luminal A, yang menunjukkan bahwa jalur hormonal dan respons imun tumor tidak selalu berkorelasi secara langsung pada subtipe ini. | Background: Breast carcinoma is a malignant disease of breast tissue and represents the most common cancer among women. Luminal A is the most frequently encountered subtype and has the most favorable prognosis, characterized by ekspresion of estrogen and progesterone receptor and a low proliferative index. In addition to hormonal factors, immunological components such as Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) play an important role in the tumor microenvironment and therapeutic response. However, the relationship between the esterogen of hormonal receptor and TILs density in luminal A breast carcinoma remains insufficiently studied, particularly in Indonesia. Objective: This study aimed to determine the relationship between estrogen receptor (ER) and progesterone receptor (PR) expression and the density of Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) in patients with luminal A subtype breast carcinoma at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Methods: This study used a cross-sectional design with total sampling of breast carcinoma patients based on medical record data from the 2023–2024 period. Data included immunohistochemical examination results of ER and PR as well as TILs density assessed on hematoxylin-eosin stained histopathological slides. The association between variables was analyzed using the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05. Results: A total of 60 samples meet the inclusion criteria. Most patients show high ER expression (>10%) and high PR expression (≥20%). Moderate TILs density is the most frequently observed category. Statistical analysis shows no significant association between ER expression and TILs density or between PR expression and TILs density. Conclusion: There is no significant relationship between estrogen and progesterone receptor expression and TILs density in luminal A breast carcinoma, indicating that hormonal pathways and tumor immune responses do not always directly correlate in this subtype. | |
| 47811 | 51179 | H1C021059 | ANALISIS KUALITAS BATUBARA SEBAGAI FAKTOR SWABAKAR MENGGUNAKAN METODE PROKSIMAT PADA TAMBANG BATUBARA PT. JHONLIN BARATAMA, KALIMANTAN SELATAN | Batubara merupakan salah satu sumber energi utama di Indonesia yang memiliki potensi besar namun juga memiliki risiko terjadinya swabakar (spontaneous combustion). Swabakar dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama kualitas batubara yang meliputi kandungan moisture, volatile matter, ash content, fixed carbon, kandungan sulfur, dan nilai kalor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian, menganalisis kualitas batubara, serta mengetahui hubungan antara kualitas batubara terhadap potensi swabakar pada tambang batubara PT. Jhonlin Baratama, Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi pustaka, observasi lapangan, serta analisis laboratorium berupa analisis proksimat, analisis kandungan sulfur, dan analisis nilai kalor. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode statistik untuk mengetahui hubungan antara parameter kualitas batubara dengan potensi swabakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batubara pada daerah penelitian memiliki variasi kualitas pada setiap seam, dengan peringkat batubara menengah hingga tinggi. Kandungan moisture dan volatile matter yang relatif tinggi pada beberapa seam menunjukkan potensi swabakar yang cukup signifikan. Hubungan antara kualitas batubara dan swabakar menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan moisture dan volatile matter serta semakin rendah kandungan ash content, maka potensi terjadinya swabakar semakin meningkat. Dengan demikian, kualitas batubara merupakan faktor penting yang mempengaruhi tingkat risiko swabakar di daerah penelitian. | Coal is one of the main energy resources in Indonesia with significant potential; however, it also poses a risk of spontaneous combustion. Spontaneous combustion is influenced by various factors, particularly coal quality parameters, including moisture content, volatile matter, ash content, fixed carbon, sulfur content, and calorific value. This study aims to determine the geological conditions of the study area, analyze coal quality, and evaluate the relationship between coal quality and the potential for spontaneous combustion at the coal mine of PT. Jhonlin Baratama, South Kalimantan. The research methods applied include literature review, field observations, and laboratory analyses consisting of proximate analysis, sulfur content analysis, and calorific value analysis. The obtained data were subsequently processed using statistical methods to identify the relationship between coal quality parameters and spontaneous combustion potential. The results indicate that coal in the study area exhibits variations in quality across different seams, with coal ranks ranging from medium to high. Relatively high moisture and volatile matter contents in several seams indicate a considerable potential for spontaneous combustion. The relationship between coal quality and spontaneous combustion shows that higher moisture and volatile matter contents, along with lower ash content, tend to increase the risk of spontaneous combustion. Therefore, coal quality plays a crucial role in controlling the level of spontaneous combustion risk in the study area. | |
| 47812 | 51202 | I1B022091 | Gambaran Dokumentasi Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada Pasien Pascabedah di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit | Latar Belakang: Pembedahan menimbulkan kerusakan jaringan yang menyebabkan nyeri akut pasca pembedahan sehingga memerlukan asuhan keperawatan yang tepat dan terdokumentasi dengan baik. Akan tetapi, berbagai penelitian menunjukkan bahwa dokumentasi keperawatan, termasuk penilaian nyeri, masih belum lengkap dan belum memenuhi standar. Minimnya penelitian terkait dokumentasi asuhan keperawatan pada nyeri akut pascabedah menunjukkan perlunya kajian lebih lanjut mengenai kelengkapan dokumentasi tersebut. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional untuk menggambarkan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien pascabedah dengan nyeri akut. Penelitian dilakukan di salah satu rumah sakit pada Agustus–Desember 2025. Sampel terdiri dari 315 rekam medis sesuai kriteria inklusi. Penilaian dilakukan pada tahap pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi menggunakan instrumen D-CATCH dan standar pengkajian nyeri PQRST. Hasil Penelitian: Dokumentasi asuhan keperawatan nyeri akut pada pasien pascabedah berada pada kategori cukup lengkap (67,9%) dan sangat lengkap (26,0%). Pengkajian pada kategori ada tetapi tidak relevan atau tidak lengkap (55,9%), diagnosis pada kategori lengkap, akurat, dan sesuai standar (93,7%), perencanaan pada kategori lengkap, akurat, dan sesuai standar (73,3%), implementasi pada kategori lengkap, akurat, dan sesuai standar (95,2%), dan evaluasi pada kategori lengkap, akurat, dan sesuai standar (79,0%). Kesimpulan: Kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan nyeri akut pada pasien pascabedah di ruang rawat inap rumah sakit berada pada kategori cukup lengkap (67,9%) dan sangat lengkap (26,0%). | Background: Surgery causes tissue damage that results in acute postoperative pain, requiring appropriate and well-documented nursing care. However, various studies indicate that nursing documentation, including pain assessment, is often incomplete and does not fully meet established standards. Methodology: This study employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach to describe the completeness of nursing care documentation in postoperative patients experiencing acute pain. The study was conducted at on of the hospital from August to December 2025. A total of 315 medical records were included based on the inclusion criteria. Documentation was assessed across the stages of assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation using the D-CATCH instrument and the PQRST pain assessment standard. Results: The documentation of acute pain nursing care in postoperative patients was categorized as fairly complete (67.9%) and very complete (26,0%). The assessment stage was mostly categorized as present but not relevant or incomplete (55.9%). Documentation of nursing diagnoses was categorized as complete, accurate, and in accordance with standards (93.7%), as were planning (73.3%), implementation (95.2%), and evaluation (79.0%). Conclusion: The completeness of acute pain nursing care documentation in postoperative patients in the inpatient wards of hospital was classified as fairly complete (67.9%) and very complete (26,0%). Keywords: Acute Pain, Completeness, Documentation , Nursing Care | |
| 47813 | 51113 | J1E019047 | AN ANALYSIS OF ENGLISH TEACHER IMPLEMENTATION OF DESIGNING TEACHING MODULES IN THE MERDEKA BELAJAR CURRICULUM AT SMAN 1 PURBALINGGA (A Descriptive-Qualitative Research on the 10th Grade English Teacher in SMA Negeri 1 Purbalingga in the Academic Year of 2024/2025) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi perancangan modul pembelajaran oleh seorang guru Bahasa Inggris dalam Kurikulum Merdeka Belajar di SMAN 1 Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan fokus pada satu guru bahasa Inggris kelas X sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumen dari modul pembelajaran yang disiapkan oleh guru, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berhasil menerapkan kurikulum Merdeka Belajar berdasarkan komponen utama modul ajar Merdeka Belajar, termasuk tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, strategi penilaian, dan diferensiasi untuk mengakomodasi kebutuhan siswa. Namun, beberapa tantangan yang dihadapi guru, khususnya dalam manajemen waktu, dan adaptasi kegiatan pembelajaran terhadap beragam tingkat kemampuan siswa. Terlepas dari tantangan tersebut, guru tersebut menunjukkan pemahaman yang positif terhadap prinsip-prinsip kurikulum dan memodifikasi modul pembelajaran berdasarkan kondisi kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi perancangan modul ajar dalam Kurikulum Merdeka Belajar di SMAN 1 Purbalingga telah dilakukan secara memadai, meskipun pengembangan profesional berkelanjutan dan dukungan institusional diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitasnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi guru, sekolah, dan peneliti lain dalam meningkatkan kualitas desain modul ajar berdasarkan Kurikulum Merdeka Belajar. | This study aims to analyze the implementation of teaching module design by an English teacher in the Merdeka Belajar Curriculum at SMAN 1 Purbalingga. This study used a qualitative descriptive design, focusing on one tenth-grade English teacher as the subject. Data were collected through interviews, observations, and documents from the teacher-prepared teaching modules, and analyzed using thematic analysis. The results of the study indicate that the teacher has successfully implemented the Merdeka Belajar curriculum based on the main components of the Merdeka Belajar teaching module, including learning objectives, learning activities, assessment strategies, and differentiation to accommodate student needs. However, the teacher faced several challenges, particularly in time management and adapting learning activities to students’ varying ability levels. Despite these challenges, the teacher demonstrated a clear understanding of the curriculum principles and modified the teaching modules to suit classroom conditions. This study concludes that the implementation of teaching module design in the Merdeka Belajar Curriculum at SMAN 1 Purbalingga has been carried out adequately. However, continuous professional development and institutional support are needed to optimize its effectiveness. The results of this study are expected to provide insights for teachers, schools, and policymakers in improving the quality of teaching module design based on the Merdeka Belajar Curriculum. | |
| 47814 | 51201 | J1E021059 | THE USE OF STORYTELLING TO TEACH VOCABULARY IN ENGLISH CLASSES (A Descriptive Qualitative Study of Grade V Teacher and Students at State Elementary School Sindang 01 in the Academic Year of 2025/2026) | Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana seorang guru menerapkan storytelling dalam pengajaran kosakata bahasa Inggris kepada siswa kelas lima di SDN Sindang 01, mengidentifikasi masalah yang muncul dalam pengajaran kosakata menggunakan storytelling, serta menganalisis strategi yang digunakan guru untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didukung oleh analisis tematik dalam menafsirkan data. Data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara dengan guru bahasa Inggris, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran, termasuk buku teks dan bahan ajar. Analisis difokuskan pada bagaimana guru merencanakan, melaksanakan, dan menyesuaikan teknik storytelling untuk mendukung pembelajaran kosakata pada peserta didik usia sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mampu menerapkan storytelling secara efektif dengan mengintegrasikan berbagai strategi pendukung seperti penggunaan media visual, permainan interaktif, teknik bertanya sederhana, gestur, serta penyederhanaan kosakata. Pendekatan tersebut membantu siswa memahami kosakata baru melalui konteks yang bermakna dan mendorong siswa menghubungkan kata-kata baru dengan alur cerita. Strategi yang digunakan guru juga terbukti efektif dalam menjaga perhatian siswa selama pembelajaran, meningkatkan partisipasi aktif, dan memperkuat retensi kosakata. Selain itu, guru menerapkan diferensiasi pembelajaran dengan menyesuaikan tingkat dukungan berdasarkan kemampuan siswa yang beragam, sehingga seluruh siswa dapat terlibat dan memperoleh manfaat dari kegiatan storytelling. Temuan ini menunjukkan bahwa storytelling merupakan pendekatan yang mungkin efektif dan menarik dalam pengajaran kosakata bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar karena mampu meningkatkan pemahaman, motivasi, partisipasi, serta kepercayaan diri siswa. | This research aims to explore how a teacher implements storytelling to teach English vocabulary in a fifth-grade class at SDN Sindang 01, problem in teaching vocabulary using storytelling, and to examine the strategies to cope the problem in teaching vocabulary using storytelling. This research uses a qualitative method supported by thematic analysis to interpret the data. The data were obtained through classroom observations, interviews with the English teacher, and documentation of learning activities, including textbook and teaching materials. The analysis focuses on describing how the teacher plans, delivers, and adapts storytelling techniques to support vocabulary learning among young learners. The findings revealed that the teacher effectively applied storytelling by integrating various supporting strategies such as the use of visual media, interactive games, simple questioning techniques, gestures, and vocabulary simplification. These approaches helped students understand new vocabulary in meaningful contexts and encouraged them to connect unfamiliar words with the storyline. The teacher’s strategies were also found to be effective in maintaining students’ attention throughout the lesson, promoting active participation, and facilitating better vocabulary retention. Additionally, the teacher implemented differentiated learning by adjusting the level of support according to students’ varied abilities, ensuring that all students could engage with the story and benefit from the activities. The findings suggest that storytelling may be an effective and engaging approach for teaching English vocabulary at the elementary level. It not only improves students’ comprehension but also enhances their motivation, participation, and confidence. Therefore, storytelling can be considered a valuable instructional approach for supporting vocabulary development in young learners. | |
| 47815 | 51203 | F1D022043 | Kartelisasi Partai Politik dalam Pencalonan Tunggal pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2024 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kartelisasi partai politik dalam dinamika Pilkada Kabupaten Banyumas Tahun 2024. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua belas elite partai politik, sementara data sekunder berasal dari kajian jurnal, artikel surat kabar, serta berbagai sumber internet yang relevan. Analisis difokuskan pada identifikasi praktik kartelisasi partai politik berdasarkan ciri-ciri kartelisasi partai dan faktor-faktor yang mendorong terbentuknya kartelisasi partai dalam dinamika Pilkada Kabupaten Banyumas Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima ciri kartelisasi menurut Ambardi: (1) hilangnya peran ideologi partai sebagai faktor penentu perilaku koalisi, (2) adanya sikap permisif partai dalam pembentukan koalisi, (3) ketiadaan oposisi, (4) hasil-hasil pemilu yang hampir tidak berpengaruh terhadap perilaku partai, serta (5) kuatnya kecenderungan partai untuk bertindak secara kolektif sebagai satu kelompok, terlihat dalam kontestasi Pilkada Banyumas 2024. Adapun kartelisasi partai politik pada Pilkada Banyumas 2024 didorong oleh faktor pragmatisme elite partai yang berlandaskan pertimbangan material , khususnya faktor finansial yang kemudian diperkuat oleh konfigurasi kekuatan politik lokal dan dinamika politik daerah . Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa kartelisasi partai politik tidak hanya terjadi pada tingkat nasional, tetapi juga muncul di tingkat lokal . Kartelisasi tersebut bersifat kondisional dan tidak memiliki pola yang baku , karena dibentuk oleh konfigurasi kekuatan partai dan dinamika politik daerah. Kondisi ini berpotensi melemahkan demokrasi lokal melalui ketiadaan oposisi dan hilangnya kompetisi politik yang kompetitif. Kata kunci: kartelisasi partai, pencalonan tunggal, Pilkada Banyumas, demokrasi lokal | This study aims to analyze political party cartelization in the dynamics of the 2024 Regional Head Election (Pilkada) in Banyumas Regency. The research employs a qualitative method using a case study approach. Primary data were obtained through in-depth interviews with twelve political party elites, while secondary data were collected from academic journals, newspaper articles, and various relevant online sources. The analysis focuses on identifying political party cartelization practices based on the characteristics of party cartelization and the factors driving the formation of cartelization in the dynamics of the 2024 Banyumas Pilkada. The findings indicate that the five characteristics of cartelization proposed by Ambardi are evident in the 2024 Banyumas Pilkada: (1) the diminishing role of party ideology as a determinant of coalition behavior, (2) the permissive attitude of parties in coalition formation, (3) the absence of opposition, (4) electoral outcomes that have little influence on party behavior, and (5) a strong tendency for parties to act collectively as a single group. Political party cartelization in the 2024 Banyumas Pilkada is driven by elite pragmatism based on material considerations , particularly financial factors which are further reinforced by local political power configurations and regional political dynamics. This study finds that political party cartelization occurs not only at the national level but also at the local level. Such cartelization is conditional and does not follow a fixed pattern , as it is shaped by party power configurations and regional political dynamics. This condition has the potential to weaken local democracy through the absence of opposition and the erosion of competitive political contestation. Keywords: party cartelization, single candidacy, Banyumas Pilkada, local democracy | |
| 47816 | 51065 | K1B021051 | PREDIKSI HARGA EMAS ANTAM MENGGUNAKAN MODEL ARIMAX-GARCH DENGAN MEMPERTIMBANGKAN VARIABEL EKSOGEN INFLASI DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA | Emas merupakan aset investasi safe haven yang harganya fluktuatif akibat faktor makroekonomi. Penelitian ini mengkaji prediksi harga emas Antam menggunakan metode hibrida ARIMAX-GARCH dengan variabel eksogen inflasi dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Data yang digunakan adalah runtun waktu bulanan periode Januari 2014 hingga Oktober 2025. Metode estimasi dua tahap dengan penskalaan diterapkan untuk mengatasi masalah konvergensi numerik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data stasioner pada pembedaan kedua (d=2) dengan model mean terbaik ARIMAX(0,2,1). Variabel nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap harga emas, sedangkan inflasi tidak signifikan. Efek ARCH yang ditemukan pada sisaan diatasi dengan menggunakan model volatilitas terbaik, yaitu eGARCH(1,1) berdistribusi Student-t, yang mengindikasikan adanya persistensi volatilitas yang tinggi serta distribusi data yang berekor tebal. Kesimpulannya, model ini memiliki akurasi peramalan kategori "Baik" dengan MAPE sebesar 11,78%, serta mampu menangkap tren harga dan risiko volatilitas pasar melalui interval kepercayaan dinamis, meskipun memiliki keterbatasan pada lonjakan harga ekstrem di akhir periode pengujian. | Gold is a safe-haven investment asset with fluctuating prices due to macroeconomic factors. This study analyzes Antam gold price prediction using the hybrid ARIMAX-GARCH method with inflation and Rupiah exchange rate as exogenous variables. The data used are monthly time series from January 2014 to October 2025. A two-stage scaled estimation method is applied to address numerical convergence issues. The results show stationarity at the second difference (d=2) with the best mean model being ARIMAX(0,2,1). The exchange rate significantly affects gold prices, while inflation does not. The detected ARCH effect in residuals was addressed by the best volatility model, eGARCH(1,1) with Student-t distribution, indicating high volatility persistence and heavy-tailed distribution. In conclusion, this model achieves "Good" forecasting accuracy with a MAPE of 11.78%, effectively capturing price trends and market volatility risks through dynamic confidence intervals, despite limitations in predicting extreme price spikes at the end of the testing period. | |
| 47817 | 51204 | C1A022023 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIMPANGAN ANTARWILAYAH DI PROVINSI JAWA TENGAH | Ketidakmerataan pembangunan di Indonesia merupakan salah satu permasalahan struktural yang sering terjadi pada setiap wilayahnya. Ketidakmerataan pembangunan antarwilayah dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antarwilayah. Saat ini, ketimpangan antarwilayah di Indonesia masih tergolong relatif tinggi terutama pada beberapa provinsi, tak terkecuali Provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aglomerasi, kesenjangan rasio kemandirian daerah, kesenjangan dana alokasi umum, kesenjangan indeks pembangunan manusia, dan kesenjangan angkatan kerja terhadap ketimpangan antarwilayah di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dan Badan Pusat Statistik. Model yang digunakan adalah model analisis regresi linear berganda dengan jenis data runtut waktu (time series) dan rentang data yang digunakan adalah data pada tahun 2005–2023. Teknik pengolahan data pada penelitian ini menggunakan bantuan alat analisis software Eviews 12. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan kesenjangan angkatan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan antarwilayah di Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan aglomerasi, kesenjangan rasio kemandirian daerah, kesenjangan dana alokasi umum, dan kesenjangan indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan antarwilayah di Provinsi Jawa Tengah. Implikasi pada penelitian ini yaitu kebijakan yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengurangi ketimpangan antarwilayah adalah dengan meningkatkan kualitas tenaga kerja. Selain itu, diperlukan juga pertumbuhan perekonomian antardaerah yang inklusif, pemberdayaan ekonomi lokal, penciptaan transfer dana fiskal yang terstruktur, dan peningkatan kualitas hidup. | Inequality development in Indonesia is one of the structural problems that often occurs in various regions. Disparities between areas can lead to significant inequality. Currently, regional inequality in Indonesia remains relatively high, particularly in several provinces, including Central Java. Therefore, the objective of this study is to analyze the effects of agglomeration, the regional independence ratio gap, the general allocation fund gap, the human development index gap, and the labor force gap on regional inequality in Central Java Province. This study utilizes secondary data from the Directorate General of Fiscal Balance and the Central Statistics Agency. The analytical model employed is a multiple linear regression analysis with time series data, covering the period from 2005 to 2023. Data processing is performed using EViews 12 software. The results indicate that the labor force gap has a significant positive impact on regional inequality in Central Java Province. In contrast, agglomeration, the regional independence ratio gap, the general allocation fund gap, and the human development index gap do not have a significant effect on inter-regional inequality in the province. The implications of this study suggest that the Central Java Provincial Government should consider policies aimed at reducing inter-regional inequality by improving workforce quality. Additionally, fostering inclusive inter-regional economic growth, empowering local economies, creating structured fiscal fund transfers, and enhancing the overall quality of life are also essential. | |
| 47818 | 51205 | H1D021017 | EVALUASI DAN PENGEMBANGAN ANTARMUKA PENGGUNA APLIKASI SIKAP BERBASIS PRINSIP UX DENGAN METODE DESIGN SPRINT DAN LARAVEL FRAMEWORK | Sistem Informasi Kerja Praktik (SIKAP) merupakan aplikasi krusial dalam pengelolaan administrasi Kerja Praktik di Fakultas Teknik, namun masih menghadapi tantangan pada aspek pengalaman pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan mengembangkan ulang antarmuka pengguna SIKAP berbasis prinsip User Experience (UX) dengan mengadopsi metode Design Sprint dalam perancangan solusi serta Laravel sebagai kerangka implementasi teknis. Pengumpulan data awal dilakukan melalui kuesioner daring kepada pengguna internal, observasi alur dan tampilan SIKAP v2.5, serta diskusi terarah singkat, yang mengungkap tiga isu utama, yaitu alur kerja dan umpan balik yang kurang jelas, antarmuka yang usang dan tidak konsisten, serta stabilitas interaksi sistem yang belum optimal. Perancangan solusi dilakukan melalui tahapan Understand, Diverge, Decide, dan Prototype, yang menghasilkan artefak berupa user flow target, wireframe, dan prototype high-fidelity dengan perbaikan seperti dashboard mahasiswa berorientasi progres dengan progress tracker, kartu panduan kontekstual pada modul utama, dan standardisasi visual status serta aksi. Rancangan tersebut kemudian diimplementasikan menjadi sistem fungsional menggunakan Laravel 12, Livewire, dan MySQL, dan dievaluasi secara sumatif menggunakan System Usability Scale (SUS) terhadap 30 responden mahasiswa. Hasil pengujian menunjukkan skor SUS rata-rata sebesar 79,67 yang berada pada kategori Acceptable dengan grade A- dan adjective rating Good, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan Design Sprint berbasis prinsip UX mampu meningkatkan usability SIKAP dan menghasilkan alur kerja yang lebih jelas, efisien, dan lebih memuaskan bagi pengguna. | The Kerja Praktik Information System (SIKAP) is a crucial application for managing internship-related academic administration in the Faculty of Engineering, yet it still faces several user experience challenges. This study aims to evaluate and redesign the SIKAP user interface based on User Experience (UX) principles by employing the Design Sprint method for solution design and Laravel as the technical implementation framework. Initial data were collected through an online questionnaire for internal users, observations of SIKAP v2.5 workflows and interface, and brief focused discussions, revealing three major issues: unclear workflows and feedback, an outdated and inconsistent interface, and suboptimal interaction stability. The solution was designed using the Understand, Diverge, Decide, and Prototype phases of Design Sprint, producing artefacts such as target user flows, wireframes, and a high-fidelity prototype that introduced improvements including a progress-oriented student dashboard with a progress tracker, contextual guidance cards on key modules, and standardized visual treatment for statuses and actions. The redesigned interface was then implemented as a functional system using Laravel 12, Livewire, and MySQL, and evaluated summatively using the System Usability Scale (SUS) with 30 student respondents. The results show an average SUS score of 79.67, which falls into the Acceptable category with an A- grade and a Good adjective rating, indicating that applying the Design Sprint method grounded in UX principles successfully improves the usability of SIKAP and leads to clearer, more efficient, and more satisfying user workflows. | |
| 47819 | 51206 | K1B021013 | PENERAPAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi dan angka kematian yang tinggi setiap tahunnya. Diagnosis yang tepat diperlukan untuk membedakan Tuberkulosis Paru dan Tuberkulosis Ekstra Paru guna menentukan penanganan yang sesuai. Pada penelitian ini, dilakukan klasifikasi penyakit tuberkulosis menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) dengan membandingkan empat jenis kernel, yaitu linear, polynomial, radial basis function (RBF), dan sigmoid. Data yang digunakan merupakan data sekunder pasien tuberkulosis dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, dengan total 5.330 data. Model dievaluasi menggunakan confusion matrix, yang meliputi akurasi, precision, recall, dan f1-score. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kernel linear memiliki akurasi 0,986, kernel sigmoid memiliki akurasi sebesar 0,394, kernel polynomial dan kernel RBF memiliki akurasi tertinggi sebesar 0,987. Berdasarkan nilai precision, recall, dan f1-score, kernel RBF merupakan kernel terbaik dengan nilai precision, recall, dan f1-score di atas 0,95 pada kedua kelas. Variabel yang memiliki kontribusi terbesar dalam klasifikasi adalah Jenis Kelamin. Berdasarkan hasil tersebut, metode SVM terbukti mampu memberikan performa klasifikasi yang sangat baik dalam mengidentifikasi jenis tuberkulosis dan tidak cenderung ke salah satu kelas. | Tuberculosis is an infectious disease that remains a major public health problem in Indonesia, with high prevalence and mortality rates each year. Accurate diagnosis is required to distinguish between Pulmonary Tuberculosis and Extrapulmonary Tuberculosis to ensure appropriate treatment. In this study, tuberculosis classification was carried out using the Support Vector Machine (SVM) algorithm by comparing four types of kernels, namely linear, polynomial, radial basis function (RBF), and sigmoid. The data used were secondary patient data obtained from RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, consisting of a total of 5,330 records. The model performance was evaluated using a confusion matrix, including accuracy, precision, recall, and f1-score. The evaluation results show that the linear kernel achieved an accuracy of 0.986, while the sigmoid kernel achieved an accuracy of 0.394. The polynomial and RBF kernels achieved the highest accuracy of 0.987. However, based on precision, recall, and f1-score, the RBF kernel provided the best performance, with values exceeding 0,95 for both classes. The variable with the greatest contribution to the classification is gender. Based on these results, the SVM method has proven capable of providing excellent classification performance in identifying tuberculosis types without bias toward any particular class. | |
| 47820 | 51207 | I1B022052 | PENGARUH IKLIM BELAJAR TERHADAP KOMPETENSI KLINIS PERAWAT RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Latar Belakang: Sebagai rumah sakit rujukan tipe A, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo menghadapi tantangan dalam mempertahankan standar kompetensi klinis perawat di tengah dinamika pelayanan yang kompleks. Fenomena fluktuasi kompetensi perawat mengindikasikan bahwa faktor determinan kompetensi tidak hanya bersifat internal, tetapi juga eksternal, khususnya kualitas iklim belajar. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi efek iklim belajar terhadap kompetensi klinis perawat. Metodologi: Metode penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional. Berjumlah 125 perawat di IRNA 1 dan IGD berpartisipasi dalam penelitian ini, sampel ditetapkan melalui Teknik total sampling. Lingkungan belajar klinik diukur dengan Clinical Learning Environment and Supervision (CLES) dan kompetensi klinis diukur dengan kuesioner (PERMENKES RI Nomor: 40, 2017). Uji hipotesis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil Penelitian : Skor rata-rata skor iklim belajar sebesar 113,52 (SD=12,53) dan kompetensi klinis sebesar 121,02 (SD=10,05). Uji hipotesis membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan iklim belajar terhadap kompetensi klinis, t hitung = 13,472 dan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Koefisien determinasi (𝑅 2 ) sebesar 0,596, yang mengartikan bahwa iklim belajar memberikan kontribusi pengaruh sebesar 59,6% terhadap kompetensi klinis, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 50,696 + 0,620X, menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kualitas iklim belajar akan meningkatkan kompetensi klinis sebesar 0,620 satuan. Kesimpulan: Iklim belajar terbukti menjadi prediktor yang kuat dan signifikan terhadap kompetensi klinis perawat. Semakin kondusif persepsi perawat terhadap iklim belajar di rumah sakit, semakin tinggi tingkat kompetensi klinis yang ditunjukkan dalam pelayanan asuhan keperawatan. | Background: As a type-A referral hospital, Prof. Dr. Margono Soekarjo Regional General Hospital faces challenges in maintaining the clinical competency standards of nurses amid complex service dynamics. The phenomenon of fluctuations in nurse’ competency indicates that the determinants of competency are not only internal but also external, particulary the quality of the learning climate. This study aims to predict the effect of the learning climate on the clinical competence of nurses. Methodology: This study employed a cross-sectional design. A total of 125 nurses in IRNA 1 and the Emergency Department participated in this research, with the sample determined using total sampling technique. The clinical learning environment was measured using the Clinical Learning Environment and Supervision (CLES) scale, and clinical competence was measured using a questionnaire based on the Indonesian Ministry of Health Regulation No. 40, 2017. Hypothesis testing was conducted using simple linear regression. Reseacrh Results: The average score for the learning climate was 113.52 (SD=12.53) and for clinical competence was 121.02 (SD=10.05). Hypothesis testing proved a positive and significant effect of the learning climate on clinical competence, with a t-value = 13.472 and p-value = 0.001 (p < 0.05). The coefficient of determination (R2 ) was 0.596, indicating that the learning climate contributed 59.6% to clinical competence, while the remaining was influenced by other factors. The regression equation was Y = 50.696 + 0.620X, indicating that each one-unit increase in learning climate quality will increase clinical competence by 0.620 units. Conclusion: The learning climate has been proven to be a strong and significant predictor of nurses' clinical competence. The more conducive nurses' perceptions of the hospital learning climate, the higher their clinical competence demonstrated in nursing care services. |