Home
Login.
Artikelilmiahs
51186
Update
SETIANINGSIH
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Variasi Waktu Perebusan Pada Kadar Air, Waktu Larut, Dan Rendemen Tepung Cangkang Telur Ayam Sebagai Feed Supplement
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Cangkang telur yang melimpah dan belum termanfaatkan memiliki kandungan kalsium karbonat tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan pakan, dan proses perebusan menjadi tahap penting untuk menurunkan kontaminasi bakteri sekaligus memengaruhi kualitas tepung yang dihasilkan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu perebusan pada kadar air, waktu larut, dan rendemen tepung cangkang telur serta menganalisis pola hubungan yang memengaruhi waktu larut. Materi pada penelitian menggunakan cangkang telur ayam hatchery sebanyak 750 gram. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai desain percobaan, yang mencakup lima perlakuan dengan lima ulangan pada setiap perlakuan. Kombinasi tersebut menghasilkan sebanyak 25 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan berupa variasi waktu perebusan dengan interval 10 menit hingga 50 menit, yakni 10, 20, 30, 40, dan 50 menit. Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis variansi (ANAVA) sebagai analisis utama. Tahapan selanjutnya adalah penerapan uji BNJ sebagai uji pembanding, serta analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan dan pengaruh waktu larut terhadap kadar air dan rendemen. Temuan penelitian mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan secara statistik (P<0,05) dari variasi durasi perebusan terhadap seluruh variabel yang dianalisis. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kadar air dan rendemen berpengaruh negatif terhadap waktu larut dengan nilai R = 0,688 dan R2 = 0,474. Kesimpulan. Perlakuan perebusan 20 menit menghasilkan kualitas tepung yang baik dengan kadar air 0,52%, waktu larut 62,40 detik dan rendemen 0,71%. Pola hubungan yang memengaruhi waktu larut apabila nilai kadar air dan rendemen mengalami peningkatan maka nilai waktu larut menurun (semakin cepat) untuk melarutkan tepung cangkang telur ayam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Eggshells are abundant and underutilized and have a high calcium carbonate content, making them a potential feed ingredient. The boiling process is an important step in reducing bacterial contamination and affecting the quality of the resulting flour. This study aimed to examine the effect of boiling time variations on moisture content, dissolution time, and the yield of eggshell flour, as well as to analyze the relationship patterns influencing dissolution time. The material used in this study was 750 grams of chicken hatchery eggshells. A Completely Randomized Design was applied in this study, involving five distinct treatments with five replications each, which collectively produced 25 experimental units. The treatments given were variations in boiling time, namely 10, 20, 30, 40, and 50 minutes. Statistical analysis of the research data was performed using analysis of variance (ANOVA), with further analysis using the BNJ test, as well as multiple linear regression to determine the effect of dissolution time on moisture content and yield. The results of the study indicate a significant effect (P<0.05) of boiling time variation on all observed variables. Regression analysis results show that moisture content and yield have a negative effect on dissolution time with a value of R = 0.688 and R2 = 0.474. The 20-minute boiling treatment produced good flour quality with a moisture content of 0.52%, dissolution time of 62.40 seconds, and yield of 0.71%. The relationship affecting dissolution time shows that as moisture content and yield increase, the time required to dissolve chicken eggshell flour decreases.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save