Artikel Ilmiah : F1A021038 a.n. ANNIRA SYAHADATI ARSHA MIYANTO

Kembali Update Delete

NIMF1A021038
NamamhsANNIRA SYAHADATI ARSHA MIYANTO
Judul ArtikelRepresentasi Ketidaksetaraan dan Ketidakadilan Gender dalam Serial Netflix Anne With An E Season 1-3 (2017-2020)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk ketidaksetaraan dan ketidakadilan terhadap perempuan yang direpresentasikan dalam serial Netflix Anne With An E Season 1-3 (2017-2020). Selain itu, juga dikaji respons tokoh-tokoh perempuan sebagai korban dalam menanggapi ketimpangan gender yang mereka alami.
Data diambil dari sembilan adegan yang terdiri atas dua adegan dari season 1, tiga adegan dari season 2, dan empat adegan dari season 3. Masing-masing adegan yang dipilih mencerminkan bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang berbeda. Penelitian ini tidak hanya berfokus pada Anne Shirley-Cuthbert sebagai tokoh utama, tetapi juga tokoh-tokoh perempuan lain seperti Marilla Cuthbert, Diana Barry, Priscilla Andrews, Josie Pye, dan Rachel Lynde. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik analisis semiotika Roland Barthes untuk menemukan makna denotasi, konotasi, dan mitos. Proses pemaknaan atas tanda dilakukan dengan representasi dari Stuart Hall melalui proses pemaknaan bahasa (dialog) dan visual yang ditampilkan setiap adegan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksetaraan dan ketidakadilan terhadap perempuan direpresentasikan secara kompleks dan eksplisit dalam serial Anne With An E Season 1-3 (2017-2020) baik melalui visual maupun dialog antartokoh. Berdasarkan analisis dari setiap adegan yang telah dipilih, ketimpangan gender yang direpresentasikan mencakup ranah pekerjaan, karier, politik, keluarga, pendidikan, ekspektasi sosial, pelecehan, dan kekerasan, baik kekerasan seksual maupun kekerasan fisik terhadap perempuan. Jika diklasifikasikan, para tokoh perempuan mengalami berbagai bentuk ketimpangan gender yang meliputi marginalisasi, subordinasi, stereotip, beban ganda, kekerasan, dan pelecehan. Adanya ketimpangan gender tersebut adalah akibat dari sistem patriarki yang mengekang kebebasan perempuan. Selain merepresentasikan bentuk-bentuk ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender, serial ini juga menyelipkan pesan-pesan feminisme yang dapat dikaitkan dengan gerakan feminisme liberal. Hal tersebut tercermin dari sikap para tokoh dalam menyuarakan resistensi dengan cara seperti mengembangkan kesadaran kritis dan kolektif untuk menentang norma gender tradisional, memperjuangkan hak, dan menyuarakan kebebasan bagi perempuan dalam menentukan identitas dan pilihan hidup. Pada akhirnya, keberanian perempuan menentang dan menolak sistem patriarki memberikan perubahan terhadap perspektif dan pola pikir masyarakat atas norma gender tradisional yang merugikan para perempuan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to examine the forms of inequality and injustice against women represented in the Netflix series Anne With An E Seasons 1-3 (2017-2020). Furthermore, it also examines the responses of female characters as victims in responding to the gender inequality they experience.
Data were taken from nine scenes consisting of two scenes from season 1, three scenes from season 2, and four scenes from season 3. Each selected scene reflects different forms of gender inequality. This study not only focuses on Anne Shirley-Cuthbert as the main character, but also other female characters such as Marilla Cuthbert, Diana Barry, Priscilla Andrews, Josie Pye, and Rachel Lynde. This study uses qualitative methods and Roland Barthes' semiotic analysis techniques to find the meaning of denotation, connotation, and myth. The process of interpreting the sign is carried out with Stuart Hall's representation through the process of interpreting language (dialogue) and visuals displayed in each scene.
The results of the research show that women's inequality and injustice are represented in a complex and explicit manner in the Anne With An E Seasons 1-3 (2017-2020) series, both through visuals and dialogue between characters. Based on the analysis of each selected scene, the gender inequality represented includes the realms of work, career, politics, family, education, social expectations, harassment, and violence, both sexual violence and physical violence against women. If classified, the female characters experience various forms of gender inequality including marginalization, subordination, stereotypes, double burdens, violence, and harassment. The existence of this gender inequality is a result of a patriarchal system that restricts women's freedom. Apart from representing forms of gender inequality and injustice, this series also includes feminist messages that can be linked to the liberal feminism movement. This is reflected in the attitudes of the figures in voicing resistance in ways such as developing critical and collective awareness to challenge traditional gender norms, fighting for rights, and voicing freedom for women in determining their identity and life choices. In the end, women's courage to oppose and reject the patriarchal system provides a change in society's perspective and mindset regarding traditional gender norms that are detrimental to women.
Kata kunciRepresentasi, Ketidaksetaraan dan Ketidakadilan Gender, Serial Netflix
Pembimbing 1Dr. Mintarti, M.Si.
Pembimbing 2Drs. Hendri Restuadhi, M.Si., M.A. (Soc)
Pembimbing 3Ankarlina Pandu Primadata, S.Sos., M.Si.
Tahun2025
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2025-12-15 11:29:08.515307
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.