Artikel Ilmiah : G1A020091 a.n. BHARGO HARE NANDA GOPALA

Kembali Update Delete

NIMG1A020091
NamamhsBHARGO HARE NANDA GOPALA
Judul ArtikelHUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAKANAN DENGAN KONTROL GLIKEMIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PESERTA JKN
DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan kontrol glikemik yang baik untuk mencegah komplikasi. Salah satu faktor pengendalian status glikemik pada pasien DMT2 adalah asupan makanan. Dengan memahami hubungan antara asupan makanan dan kontrol glikemik dapat meningkatkan pengelolaan penyakit pada pasien DMT2, khususnya di fasilitas kesehatan primer di Kabupaten Banyumas.
Tujuan: Menganalisis hubungan antara asupan makanan dan kontrol glikemik pada pasien DMT2 peserta JKN di Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian menggunakan desain kohort retrospektif dengan analisis data sekunder dari dataset penelitian sebelumnya. Sampel terdiri dari 358 pasien DMT2, dengan variabel utama adalah asupan makanan dan kontrol glikemik yang diukur berdasarkan kadar HbA1c. Analisis bivariat dan multivariat digunakan untuk menguji hubungan antara variabel.
Hasil: Sebagian besar pasien (72,6%) memiliki kontrol glikemik yang tidak terkontrol dan memiliki asupan makanan kurang (63,4%). Asupan makanan berlebih (>100% AKE) berhubungan signifikan dengan kontrol glikemik yang buruk (p=0,027). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan kalori berlebih meningkatkan peluang kontrol glikemik yang buruk (aOR=2,56; p=0,024).
Kesimpulan: Asupan makanan berlebih berhubungan signifikan dengan buruknya kontrol glikemik pada pasien DMT2 peserta JKN di Kabupaten Banyumas. Modifikasi asupan makanan dan pengelolaan kalori yang tepat penting untuk mencapai kontrol glikemik yang lebih baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease that requires proper glycemic control management to prevent complications. One of the factors controlling the glycemic status in T2DM patients is food intake. Knowledge about the relationship between food intake and glycemic control can improve disease management in T2DM patients, especially in primary health facilities in Banyumas Regency.
Objective: To analyze the relationship between dietary intake and glycemic control in T2DM patients enrolled in the National Health Insurance (JKN) program in Banyumas Regency.
Methods: This research used a retrospective cohort design with secondary data analysis from a previous study. The sample consisted of 358 T2DM patients, with the primary variables being dietary intake and glycemic control measured by HbA1c levels. Bivariate and multivariate analyses were performed to examine the relationship between variables.
Results: The majority of patients (72.6%) had uncontrolled glycemic control and inadequate food intake (63.4%). Excessive dietary intake (>100% AKE) was significantly associated with poor glycemic control (p=0.027). Multivariate analysis showed that excessive calorie intake increased the likelihood of uncontrolled glycemic levels (aOR=2.56; p=0.024).
Conclusion: Excessive dietary intake is significantly associated with poor glycemic control in T2DM patients enrolled in JKN in Banyumas Regency. Dietary modification and proper calorie management are essential to achieving better glycemic control.
Kata kunciType 2 Diabetes Mellitus, dietary intake, glycemic control, HbA1c, JKN, Banyumas Regency
Pembimbing 1dr. Joko Mulyanto, M.Sc, Ph.D
Pembimbing 2Arfi Nurul Hidayah, S.Psi., M.Psi
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2025-12-15 11:12:14.439886
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.