Home
Login.
Artikelilmiahs
50943
Update
KHAIRIA GALENDARY
NIM
Judul Artikel
Identifikasi dan Bioaktivitas Metabolit Sekunder Jamur Entomopatogen Isolat Pabuwaran Kabupaten Banyumas Terhadap Spodoptera frugiperda
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Spodoptera frugiperda merupakan hama utama yang menyerang tanaman jagung pada bagian titik tumbuh tanaman. Penurunan hasil panen akibat serangan hama ini mencapai 40%. Pengendalian S. frugiperda umumnya masih menggunakan insektisida kimia sintetis yang dapat berdampak negatif, oleh karena itu, perlu adanya alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian S. frugiperda dengan menggunakan metabolit sekunder jamur entomopatogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur entomopatogen yang menginfeksi larva S. frugiperda di Kelurahan Pabuwaran Kabupaten Banyumas, mengetahui pengaruh jamur entomopatogen isolat Pabuwaran dan metabolit sekundernya terhadap mortalitas dan aktivitas makan, serta mengetahui pengaruh jamur entomopatogen isolat Pabuwaran dan metabolit sekundernya terhadap pertumbuhan larva S. frugiperda. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial terdiri dari 6 perlakuan dan diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi jamur entomopatogen merupakan Penicillium sp. Jamur entomopatogen penicillium sp dan metabolit sekundernya berpengaruh nyata terhadap mortalitas larva, penurunan aktivitas makan, pertumbuhan larva, dan efikasi S. frugiperda. Hasil terbaik pada perlakuan K3 (metabolit sekunder dengan konsentrasi 30%) dengan mortalitas sebesar 47,50%, penurunan konsumsi pakan larva tertinggi dibanding kontrol sebesar 68,42%, persentase penghambatan periode larva, dan periode pupa, tertinggi sebesar 61,65%, dan 58,26%, serta pembentukan imago dan efikasi sebesar 48,33% dan 47,50%. Selain itu, perlakuan K4 (Konidia 10^8/ml) menunjukkan hasil terbaik terhadap penghambatan pupa terbentuk sebesar 50%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Spodoptera frugiperda is a major pest that attacks corn plants at the growing point of the plant. The decrease in yield due to this pest attack reaches 40%. Control of S. frugiperda generally still uses synthetic chemical insecticides that can have negative impacts, therefore, an environmentally friendly control alternative is needed. One alternative to control S. frugiperda is by using secondary metabolites of entomopathogenic fungi. This study aims to identify entomopathogenic fungi that infect S. frugiperda larvae in Pabuwaran Village, Banyumas Regency, to determine the effect of entomopathogenic fungi isolates from Pabuwaran and their secondary metabolites on mortality and feeding activity, and to determine the effect of entomopathogenic fungi isolates from Pabuwaran and their secondary metabolites on the growth of S. frugiperda larvae. The study was conducted experimentally using a non-factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 6 treatments and 4 replications. The results showed that the identification of entomopathogenic fungi was Penicillium sp. Entomopathogenic fungi penicillium sp. and its secondary metabolites significantly affect larval mortality, decreased feeding activity, larval growth, and the efficacy of S. frugiperda. The best results were in treatment K3 (secondary metabolites with a concentration of 30%) with a mortality of 47.50%, the highest decrease in larval feed consumption compared to the control of 68.42%, the highest percentage of inhibition of the larval period and pupal period of 61.65% and 58.26%, as well as imago formation and efficacy of 48.33% and 47.50%. In addition, Treatment K4 (Conidia 10^8/ml) showed the best results in inhibiting pupa formation by 50.00%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save