Home
Login.
Artikelilmiahs
50936
Update
JUAN PERI SIMAMORA
NIM
Judul Artikel
ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN POTENSI BAKTERI PENDEGRADASI SELULOSA PADA SERASAH DAUN SEBAGAI BIODEKOMPOSER
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Serasah daun merupakan masalah lingkungan di Indonesia akibat produksi serasah yang tinggi. Iklim tropis di Indonesia membuat produksi serasah daun relatif lebih tinggi dari produksi serasah dari negara sub tropis. Hutan tropis menyumbang 50% dari total produksi serasah secara global sementara hutan sub tropis hanya menyumbang 9%. Produksi serasah daun yang tinggi pada pepohonan di perkotaan dapat membuat serasah daun menjadi masalah lingkungan terutama dengan pengelolaan yang kurang optimal seperti pembakaran. Salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalisasi pengelolaan limbah serasah daun adalah pemanfaatan daun sebagai bahan baku pupuk organik melalui proses dekomposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi, dan menguji potensi bakteri selulolitik dari serasah daun glodokan dan daun jati sebagai biodekomposer. Pemanfaatan bakteri selulolitik diharapkan dapat mempercepat proses dekomposisi dan meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah organik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada September 2024–Mei 2025. Sampel serasah daun pohon jati dan serasah daun pohon glodokan diambil di sekitar Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Variabel pengamatan meliputi perhitungan total populasi bakteri, nilai indeks selulolitik, karakter morfologi, dan Persentase susut bobot kering serasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua daun memiliki populasi bakteri yang sama-sama tinggi yaitu 5,6 × 10^7 CFU/mL untuk daun glodokan dan 4,55 × 10^7 CFU/mL untuk daun jati. Berdasarkan karakterisasi secara morfologis didapat 14 isolat untuk daun glodokan dan 12 isolat untuk daun jati. Uji aktivitas selulotik menghasilkan masing-masing 2 isolat dari kedua serasah daun dengan indeks selulotik tertinggi 2 atau sedang. Pengujian degradasi selulosa juga menghasilkan penurunan berat kering serasah daun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Leaf litter poses an environmental challenge in Indonesia due to its high production rate. Indonesia's tropical climate results in relatively higher leaf litter production compared to subtropical countries; tropical forests contribute 50% of global litter production, whereas subtropical forests contribute only 9%. High leaf litter production from urban trees can become an environmental issue, particularly when management is suboptimal, such as through burning. One solution to optimize leaf litter waste management is utilizing leaves as raw material for organic fertilizer via the decomposition process. This study aims to isolate, characterize, and test the potential of cellulolytic bacteria from Glodokan (Polyalthia longifolia) and Teak (Tectona grandis) leaf litter as biodecomposers. The utilization of cellulolytic bacteria is expected to accelerate the decomposition process and enhance the efficiency of organic waste management. The research was conducted at the Agroecology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, from September 2024 to May 2025. Samples of Teak and Glodokan leaf litter were collected from the area surrounding the Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, Banyumas, Central Java, Indonesia, and the observed variables included total bacterial population count, cellulolytic index value, morphological characteristics, and the percentage of dry litter weight loss. The results showed that both leaf types had similarly high bacterial populations, with 5,6 × 10^7 CFU/mL for glodokan leaves and 4,55 × 10^7 CFU/mL for teak leaves. Based on morphological characterization, 14 isolates were obtained from Glodokan leaves and 12 isolates from Teak leaves. Cellulolytic activity testing identified two isolates from each leaf litter type with a maximum cellulolytic index of 2.0, classified as moderate. Cellulose degradation testing also resulted in a reduction in the dry weight of the leaf litter..
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save