Artikel Ilmiah : F1A020071 a.n. AHSANI TAQWIIM FAJRI

Kembali Update Delete

NIMF1A020071
NamamhsAHSANI TAQWIIM FAJRI
Judul ArtikelRepresentasi Praktik Dehumanisasi dalam Anime Attack On Titan (2013-2023)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Peneliti melihat anime sebagai budaya populer dapat menjadi wadah diskusi untuk membahas isu-isu sosial berat menjadi lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Salah satu isu yang berat dan mendesak dibahas adalah isu dehumanisasi. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis representasi praktik dehumanisasi dalam anime Attack On Titan (2013-2023). Penelitian ini dilakukan dengan observasi mendalam terkait adegan yang terdapat dalam anime Attack On Titan musim 4 bagian 1 (2020-2021). Semiotika model Roland Barthes digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini. Penelitian ini memiliki temuan bahwa anime Attack On Titan (2013-2023) menggambarkan dehumanisasi. Dalam anime tersebut terdapat dua bentuk dehumanisasi, yaitu dehumanisasi kebinatangan dan dehumanisasi mekanistik. Dehumanisasi kebinatangan merupakan mekanisme kontrol satu ras terhadap ras lain. Dehumanisasi mekanistik merupakan mekanisme eksploitasi satu ras terhadap ras lain. Melalui anime Attack On Titan (2013-2023) dapat terbaca bahwa anime sebagai budaya populer dapat menjadi media penyadaran untuk memerangi dehumanisasi yang terjadi di kehidupan nyata.
Abtrak (Bhs. Inggris)Researchers view anime as a popular culture that can serve as a forum for discussing serious social issues in a way that is more easily understood by the public. One serious and pressing issue that needs to be discussed is dehumanization. Therefore, this study aims to identify, describe, and analyze the representation of dehumanization practices in the anime Attack on Titan (2013-2023). This research was conducted through in-depth observation of scenes in Attack on Titan season 4 part 1 (2020-2021). Roland Barthes' semiotic model was used as an analytical tool in this study. This study found that the anime Attack on Titan (2013-2023) depicts dehumanization. In the anime, there are two forms of dehumanization, namely animalistic dehumanization and mechanistic dehumanization. Animalistic dehumanization is a mechanism of control of one race over another. Mechanistic dehumanization is a mechanism of exploitation of one race over another. Through the anime Attack on Titan (2013-2023), it can be seen that anime as popular culture can be a medium of awareness to combat dehumanization that occurs in real life.
Kata kunciBudaya Populer, Anime, Dehumanisasi
Pembimbing 1Arizal Mutahir
Pembimbing 2Hariyadi
Pembimbing 3Wiman Rizkidarajat
Tahun2025
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2025-11-21 09:21:23.56714
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.