Artikel Ilmiah : F1F021007 a.n. HAIFA AZIZAH AMATULLOH

Kembali Update Delete

NIMF1F021007
NamamhsHAIFA AZIZAH AMATULLOH
Judul ArtikelKegagalan Gerakan Fridays for Future dalam Mempengaruhi Kebijakan Iklim di Jerman Tahun 2018-2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)Fridays for Future merupakan Gerakan sosial lingkungan yang lahir atas inisiatif dari Greta Thunberg dan berkembang menjadi fenomena global. FFF Jerman menarik perhatian publik dan memobilisasi ribuan massa. Namun FFF Jerman tidak mampu untuk memberikan dampak signifikan terhadap perubahan kebijakan iklim. Penelitian ini menggunakan Resource Mobilization Theory (RMT) untuk menganalisis faktor yang menjadi kegagalan FFF sebagai sebuah gerakan sosial, yang mencakup aspek organisasi, kepemimpinan, sumber daya, jaringan, serta kapasitas masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif eksplanatif dengan pengumpulan data dari studi pustaka sumber akademik dan laporan media internet. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegagalan FFF Jerman disebabkan lemahnya struktur organisasi yang tidak terkoordinasi, absennya figur pemimpin yang kuat, serta kurangnya strategi politik terhadap pembuatan kebijakan. FFF tidak memiliki sumber daya yang kuat untuk mengubah kebijakan secara konkret. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukan bahwa semangat moral dan partisipasi masif tidak selalu cukup untuk menciptakan perbuahan kebijakan tanpa adanya struktur organisasi yang kuat, strategi politik yang matang, dan kepemimpinan yang efektif.
 
Abtrak (Bhs. Inggris)Fridays for Future (FFF) is an environmental social movement that was born out of the initiative of Greta Thunberg and developed into a global phenomenon. FFF Germany attracted public attention and mobilized thousands of people. However FFF Germany was unable to deliver a significant impact on climate policy change. This research uses the Resource Mobilization Theory (RMT) to analyze the factors contributing to the failure of FFF as a social movement, encompassing aspects of organization, leadership, resources, networks, and community capacity. The research uses an explanatory qualitative research method with data collected from academic literature studies and internet media reports. The results indicate that the failure of FFF Germany was caused by a weak uncoordinated organizational structure, the absence of a strong leadership figure, and a lack of political strategy regarding policy-making. FFF did not possess the strong resources needed to concretely change policy. Overall, this research demonstrates that moral spirit and massive participation are not always sufficient to create policy change without a strong organizational structure, mature political strategy, and effective leadership.
Kata kunciKata Kunci: Fridays for Future (FFF), kebijakan iklim, gerakan sosial, Jerman, Resource Mobilization Theory (RMT)
Pembimbing 1Ayusia Sabhita Kusuma, S.IP, M.Soc.Sc
Pembimbing 2Kholifatus Saadah, S.Hub.Int., M.Hub.Int.
Pembimbing 3Dias Pabyantara Swandita Mahayasa, S.Hub.Int., M.Hub.Int.
Tahun2025
Jumlah Halaman68
Tgl. Entri2025-11-06 16:55:08.240839
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.