Artikelilmiahs

Menampilkan 47.341-47.360 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4734150741F2C023010Konstruksi Makna Keberpihakan dalam Teater pada Komunikasi PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk memahami makna keberpihakan dalam proses kreatif teater melalui studi kasus Teater SiAnak, sebuah kelompok teater mahasiswa yang telah menjadikan keberpihakan sebagai asas dan praktik komunikasi sosial selama hampir empat dekade. Keberpihakan dalam konteks ini dipahami sebagai sikap etis sekaligus bentuk komunikasi pembangunan berbasis budaya, yang tercermin dalam pengambilan keputusan artistik, dinamika relasi antaranggota, hingga penyampaian pesan sosial melalui pementasan. Berlandaskan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dan teori konstruksi sosial realitas Berger dan Luckmann, penelitian ini menggali bagaimana keberpihakan dikonstruksi, dimaknai, dan diwariskan melalui interaksi sosial serta praktik kolaboratif di dalam komunitas. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 14 informan dan observasi proses latihan serta pementasan. Hasil analisis menunjukkan dua konstruksi utama: keberpihakan sebagai kesadaran diri yang berakar pada nilai moral dan refleksi personal, serta keberpihakan sebagai sikap kolektif yang dibangun melalui kolektivitas kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. Keberpihakan di Teater SiAnak bersifat praksis, termanifestasi dalam karya yang berpihak pada kemanusiaan dan berfungsi sebagai media penyadaran sosial yang menghidupkan nilai solidaritas dan perubahan.
This research aims to understand the meaning of keberpihakan (partisanship or moral alignment) in the creative process of theater, taking the case of Teater SiAnak—a student theater group that has upheld keberpihakan as its organizational and cultural foundation for nearly four decades. In this context, keberpihakan is understood as an ethical stance and a form of cultural communication that is reflected in artistic decision-making, internal social relations, and the delivery of messages to audiences. Using Alfred Schutz’s phenomenological approach and Berger and Luckmann’s theory of social construction of reality, this study explores how keberpihakan is constructed, practiced, and transmitted through collaborative interaction within the community. Data were collected through in-depth interviews with 14 informants, including active members, alumni, and creative practitioners, as well as direct observation during rehearsals and performances. Thematic analysis reveals two main constructions: keberpihakan as self-awareness rooted in moral reflection and individual integrity, and keberpihakan as collective action built through collaboration, shared values, and social responsibility. The findings show that keberpihakan in Teater SiAnak is practical and transformative, manifested through works that serve as media for social communication, moral reflection, and cultural development.
4734250742J1E020027Pre-Service English Teachers’ Perceptions of The Technological Knowledge Implementation in Practicing English Microteaching (A Narrative Study on Fourth Semester Students of English Education Study Program at Jenderal Soedirman University academic year 2023/2024)Penelitian ini membahas persepsi, manfaat, dan tantangan yang dialami oleh mahasiswa calon guru Bahasa Inggris dalam mengimplementasikan pengetahuan teknologi selama pelaksanaan mata kuliah Microteaching. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan narrative inquiry. Partisipan dalam penelitian ini adalah lima mahasiswa angkatan 2022 dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Jenderal Soedirman. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan kerangka Braun dan Clarke (2016) untuk data wawancara, serta analisis dokumen berdasarkan kerangka Merriam dan Tisdell (2016) untuk analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penelitian ini juga menggunakan teori dari Koehler dan Mishra (2009) serta Maba (2017) untuk menjawab tiga pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, mahasiswa calon guru memandang pengetahuan teknologi sebagai bagian penting dari pengajaran yang efektif dan memerlukan pembelajaran serta adaptasi yang berkelanjutan. Mereka melihat teknologi sebagai alat yang berharga untuk meningkatkan penyampaian materi, keterlibatan siswa, dan penilaian pembelajaran. Kedua, penerapan pengetahuan teknologi memberikan beberapa manfaat, seperti peningkatan partisipasi siswa, efisiensi pengajaran, serta dukungan terhadap pembelajaran kolaboratif dan mandiri. Ketiga, tantangan yang dihadapi meliputi masalah teknis, keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan formal atau dukungan institusi, dan permasalahan pengelolaan kelas yang berkaitan dengan penggunaan teknologi. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru menyadari pentingnya pengetahuan teknologi, namun masih memerlukan lebih banyak bimbingan dan dukungan institusional untuk menggunakannya secara efektif. Oleh karena itu, disarankan agar program pendidikan guru menyediakan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan untuk membantu calon guru mengintegrasikan teknologi dengan baik dan benar dalam praktik pengajaran mereka.This research deals with the perceptions, benefits, and challenges experienced by pre-service English teachers in implementing technological knowledge during their Microteaching classes. The study uses a qualitative research design with a narrative inquiry approach. The participants of this study were five students from the 2022 batch of the English Education Department at Jenderal Soedirman University. Data were collected through interviews and documentation, and analyzed using thematic analysis based on Braun and Clarke’s (2016) framework for the interview data, and document analysis based on Merriam and Tisdell’s (2016) framework for the lesson plans. The study also applies theories from Koehler and Mishra (2009) and Maba (2017) to answer the three research questions. The findings reveal three main points. First, pre-service teachers view technological knowledge as an essential part of effective teaching that requires continuous learning and adaptation. They see technology as a valuable tool that improves lesson delivery, student engagement, and assessment. Second, the integration of technological knowledge offers several benefits, such as increased student participation, better teaching efficiency, and the promotion of collaborative and independent learning. Third, the challenges they face include technical problems, time limitations, lack of formal training or institutional support, and classroom management issues related to technology use. In conclusion, the study shows that pre-service teachers recognize the importance of technological knowledge but need more guidance and institutional support to use it effectively. Therefore, it is recommended that teacher education programs provide continuous training and mentoring to help future teachers integrate technology into their teaching practice meaningfully.
4734350743G4A023026EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 50% DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAM.) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DALAM DARAH TIKUS WISTAR JANTAN YANG TERPAPAR PBTimbal (Pb) merupakan salah satu logam berat di alam bebas yang 95% kadarnya akan masuk sistem peredaran darah di tubuh, timbal tersebut mengakibatkan radikal bebas dan stres oksidatif karena berikatan dengan hemoglobin. Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamarck) mengandung senyawa fitokimia flavonoid sebagai antioksidan polifenol sehingga dapat menangkal radikal bebas dan meningkatkan kadar hemoglobin darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol 50% daun kelor terhadap kadar hemoglobin dalam darah Tikus Wistar Jantan yang Terpapar Pb. Penelitian ini menggunakan True eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized post test Controlled Group design). Jumlah sampel 48 ekor tikus Wistar yang dibagi menjadi 4 kelompok: Kp (Kontrol Positif), P1, P2, dan P3. Kelompok Kp diberikan Pb asetat selama 7 hari dengan dosis 750 mg/kgBB/hari, Kelompok P1, P2, dan P3 diberikan Pb asetat selama 7 hari dengan dosis 750 mg/kgBB/hari dilanjutkan ekstrak etanol 50% daun kelor selama 14 hari dosis 1.000 mg/kgBB/hari, 1.500 mg/kgBB/hari atau 2000 mg/kgBB/hari. Setelah itu dilakukan pengambilan darah sampel melalui sinus retroorbita dan sampel darah dianalisis menggunakan hematology analyzer. Data diolah dengan SPSS menggunakan uji One Way ANOVA. Penelitian ini secara klinis menunjukkan adanya peningkatan pada tiap kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak etanol 50% daun kelor 1000 mg/KgBB, 1500 mg/KgBB, dan 2000 mg/KgBB. Secara analisis statistik menunjukan hasil tidak signifikan. Pemberian ekstrak etanol 50% daun kelor (Moringa Oleifera L.) dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah tikus wistar jantan yang terpapar Pb namun tidak signifikan.
Lead (Pb) is one of the heavy metals in nature which 95% of lead levels in the body will enter the circulatory system. Lead will cause free radicals and oxidative stress because it is binding to hemoglobin. Moringa leaves (Moringa Oleifera Lamarck) containt flavonoid phytochemical compounds as polyphenolic antioxidants that can counteract free radicals and increase blood hemoglobin levels. This study aims to determine the effect of giving 50% ethanol extract of Moringa leaves on hemoglobin levels in the blood of male Wistar rats exposed to Pb. This study use True experimental with a Completely Randomized Design (Completely Randomized post test Controlled Group design). The 48 Wistar rats sample divided into 4 groups: Kp (Positive Control), P1, P2, and P3. Group Kp was given Pb acetate for 7 days at a dose of 750 mg/kgBB/day, Group P1, P2, and P3 were given Pb acetate for 7 days at a dose of 750 mg/kgBB/day followed by 50% ethanol extract of Moringa leaves for 14 days at a dose of 1,000 mg/kgBB/day, 1,500 mg/kgBB/day or 2000 mg/kgBB/day. After that, blood samples collected from retroorbital sinus and blood samples analyzed using a hematology analyzer. Data were processed with SPSS using One Way ANOVA test. This study clinically showed an increase in each treatment group given 50% ethanol extract of Moringa leaves 1000 mg/KgBB, 1500 mg/KgBB, and 2000 mg/KgBB. Statistical analysis showed insignificant outcome. Giving 50% ethanol extract of Moringa leaves (Moringa Oleifera L.) can increase hemoglobin levels in the blood of male Wistar rats exposed to Pb but not significantly.
4734450744H1E021072Pengaruh Distribusi Waktu Belajar dan Jeda Istirahat terhadap Working Memory dan Beban Kognitif dengan Metode EksperimenPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh durasi jeda istirahat terhadap peningkatan working memory dan pemulihan kognitif, mengidentifikasi strategi distribusi waktu belajar yang paling optimal bagi mahasiswa, serta mengevaluasi hubungan antara kemampuan mengingat dengan tingkat usaha mental (beban kognitif) yang dirasakan selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen berupa desain faktorial eksperimen 22, sehingga eksperimen dilakukan dengan 4 treatment berbeda dan dengan kondisi distribusi belajar spaced (4 times repeated). Dalam eksperimen ini, desain penelitian yang digunakan menampilkan variasi pada durasi penyajian informasi dan jeda istirahat sebagai faktor perlakuan, dengan dua variabel hasil yang diamati, yaitu jumlah kata yang diingat dengan benar dan tingkat beban kognitif. Penentuan jumlah partisipan pada penelitian ini dilakukan menggunakan software G*Power versi 3.1.9.7, dengan metode Repeated Measures ANOVA (within-subjects). Analisis dilakukan secara a priori, yaitu untuk menghitung jumlah minimum sample yang dibutuhkan agar penelitian memiliki kekuatan statistik (power) yang cukup dalam mendeteksi efek yang diharapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jeda istirahat memiliki peran penting dalam meningkatkan working memory dan menurunkan beban kognitif mahasiswa. Jeda istirahat yang lebih panjang setelah sesi belajar memungkinkan otak melakukan mental rehearsal secara alami, sehingga memperkuat retensi informasi dan memulihkan kapasitas kognitif. Strategi belajar dengan durasi singkat dan jeda istirahat panjang terbukti paling efektif dalam mendukung retensi jangka panjang dan efisiensi mental. Selain itu, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kemampuan mengingat dan beban kognitif, yang berarti semakin baik kemampuan mengingat, semakin ringan beban kognitif yang dirasakan mahasiswa selama proses pembelajaran.This study aims to analyze the effect of break duration on improving working memory and cognitive recovery, identify the most optimal study time distribution strategy for students, and evaluate the relationship between memory ability and the level of mental effort (cognitive load) perceived during the learning process. This study used a 2 2 factorial experimental design , so the experiment was conducted with 4 different treatments and with a spaced learning distribution condition ( 4 times repeated ). In this experiment, the research design used displayed variations in the duration of information presentation and break intervals as treatment factors, with two observed outcome variables, namely the number of words correctly recalled and the level of cognitive load. The determination of the number of participants in this study was carried out using G*Power software version 3.1.9.7, with the Repeated Measures ANOVA method ( within-subjects ). The analysis was conducted a priori, namely to calculate the minimum number of samples needed for the study to have sufficient statistical power to detect the expected effects. The results of this study indicate that break intervals have an important role in improving working memory and reducing students' cognitive load. Longer breaks after study sessions allow the brain to naturally perform mental rehearsal , thus strengthening information retention and restoring cognitive capacity. Study strategies with short durations and long breaks have been shown to be most effective in supporting long-term retention and mental efficiency. Furthermore, there is a significant negative relationship between memory performance and cognitive load, meaning that the better the memory performance, the lighter the cognitive load students perceive during the learning process.
4734550745D1A021135TOTAL PADATAN DAN VISKOSITAS KEFIR DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dengan level berbeda (0,1%, 0,3%, 0,5%, 0,7%, 0,9%) terhadap total padatan dan viskositas kefir susu sapi. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan, kemudian data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kayu secang dengan level berbeda tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap total padatan dan viskositas kefir. Nilai rata-rata total padatan yang diperoleh sebesar 18,86±1,46% , sedangkan rata-rata viskositas sebesar 355,33±42,53 mPa·s. Total padatan dan viskositas kefir dengan penambahan ekstrak kayu secang pada level 0,1% hingga 0,9% relatif sama, karena komponen utama dalam ekstrak kayu secang seperti flavonoid dan tanin tidak berperan dalam pembentukan struktur protein dan lemak yang memengaruhi kekentalan maupun padatan kefir, serta aktivitas fermentasi mikroba tetap mendominasi proses pembentukan sifat fisik produk. This study aimed to determine the effect of adding sappan wood (Caesalpinia sappan L.) extract at different levels (0.1%, 0.3%, 0.5%, 0.7%, 0.9%) on the total solids and viscosity of cow’s milk kefir. The research was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and four replications, and the data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that the addition of sappan wood extract at different levels had no significant effect (P>0.05) on the total solids and viscosity of kefir. The average total solids obtained were 18.86±1.46%, while the average viscosity was 355.33±42.53 mPa·s. The total solids and viscosity of kefir with the addition of sappan wood extract at levels of 0.1% to 0.9% were relatively similar, because the main components of sappan wood extract, such as flavonoids and tannins, do not participate in forming the protein and fat structures that influence the thickness and solid content of kefir, and the fermentation activity of microbes remains dominant in determining the physical characteristics of the product.
4734650746D1A020014Tekstur dan Karakteristik Sensori Yogurt Susu Kambing dengan Penambahan Jahe MerahYoghurt susu kambing memiliki potensi gizi yang tinggi, namun aromanya kurang disukai oleh sebagian konsumen. Penambahan ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dilakukan untuk meningkatkan kualitas yoghurt dari aspek tekstur dan sensori. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penambahan ekstrak jahe merah dengan konsentrasi berbeda terhadap tekstur serta karakteristik sensori yoghurt susu kambing. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan konsentrasi ekstrak jahe merah, yaitu 0%, 2%, 4%, dan 6%, masing-masing dengan lima ulangan. Parameter tekstur diukur menggunakan Food Texture Analyzer, sedangkan karakteristik sensori (warna, aroma, tekstur, rasa, dan keseluruhan/overall) dinilai menggunakan uji hedonik oleh 25 panelis. Data tekstur dianalisis menggunakan Analisis Variansi (ANAVA), dan apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT. Selain itu, data sensori dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk melihat hubungan antarperlakuan berdasarkan persepsi panelis terhadap atribut sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak jahe merah tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tekstur maupun sebagian besar parameter sensori. Namun, konsentrasi ekstrak jahe merah berpengaruh nyata terhadap rasa (P<0,05), di mana peningkatan konsentrasi menyebabkan penurunan tingkat kesukaan panelis. Hasil PCA menunjukkan bahwa perlakuan 2% memiliki kedekatan paling baik terhadap atribut sensori yang disukai panelis. Disimpulkan bahwa penambahan ekstrak jahe merah tidak memengaruhi tekstur yoghurt secara signifikan, tetapi memengaruhi preferensi rasa, dan konsentrasi 2% merupakan konsentrasi terbaik yang masih dapat diterima panelis.Goat milk yogurt has high nutritional potential; however, its aroma is often less preferred by consumers. The addition of red ginger (Zingiber officinale var. Rubrum) extract was carried out to improve the quality of goat milk yogurt in terms of texture and sensory attributes. This study aimed to evaluate the effect of different concentrations of red ginger extract on the texture and sensory characteristics of goat milk yogurt. A Completely Randomized Design (CRD) was employed with four concentrations of red ginger extract 0%, 2%, 4%, and 6% each with five replications. Texture parameters were measured using a Food Texture Analyzer, while sensory characteristics (color, aroma, texture, taste, and overall acceptability) were evaluated through a hedonic test by 25 panelists. Texture data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by the Least Significant Difference (LSD) test when significant effects were observed. Additionally, sensory data were analyzed using Principal Component Analysis (PCA) to examine the relationships among treatments based on panelists’ sensory perceptions. The results showed that the addition of red ginger extract had no significant effect (P>0.05) on texture parameters or most sensory attributes. However, the extract significantly affected the taste attribute (P<0.05), where increasing concentrations led to a decrease in panelists’ preference. PCA analysis indicated that the 2% concentration was most closely associated with the sensory attributes preferred by panelists. It can be concluded that the addition of red ginger extract does not significantly influence the texture of goat milk yogurt but does affect taste preference, with 2% being the most acceptable concentration to consumers.
4734750747F1A020112INTERAKSI SOSIAL REMAJA DI SEKOLAH: STUDI KASUS PERILAKU SELF-CENTERED SISWA SMP PGRI 4 BOGORPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan, dampak, serta upaya penanganan perilaku self-centered pada siswa kelas VIII SMP PGRI 4 Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku self-centered terbentuk dari kombinasi faktor internal dan eksternal, yaitu pola asuh keluarga (permisif dan otoriter), kondisi ekonomi, dinamika kelompok sebaya yang eksklusif, serta keterbatasan fasilitas sekolah. Dampak yang ditimbulkan dari perilaku self-centered meliputi konflik antarteman, kesulitan kerja sama, hambatan komunikasi dengan guru, dan pembentukan konsep diri yang tidak stabil yang bergantung pada penilaian orang lain (looking glass self). Upaya sekolah untuk mencegah dan mengurangi perilaku self-centered siswa dilakukan melalui pembelajaran kolaboratif, layanan konseling, dan kegiatan ekstrakurikuler telah dilakukan, namun efektivitasnya masih terbatas akibat kesenjangan komunikasi lintas generasi dan kurangnya keterbukaan siswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pendekatan yang lebih holistik, adaptif, dan melibatkan seluruh ekosistem sosial siswa untuk mengarahkan perilaku self-centered menuju perkembangan yang lebih konstruktif.This study aims to analyze the formation, impact, and mitigation efforts concerning self-centered behavior among eighth-grade students at SMP PGRI 4 Bogor. The research employed a descriptive qualitative method, utilizing data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentary studies. The findings indicate that self-centered behavior is shaped by a combination of internal and external factors, namely family parenting styles (both permissive and authoritarian), economic conditions, exclusive peer group dynamics, and limited school facilities. The consequences of this self-centered behavior include interpersonal conflicts among peers, difficulties in collaboration, communication barriers with teachers, and the formation of an unstable self-concept dependent on the appraisal of others (looking glass self). The school's efforts to prevent and mitigate student self-centered behavior through collaborative learning, counseling services, and extracurricular activities have been implemented; however, their effectiveness remains limited due to intergenerational communication gaps and a lack of student openness. Consequently, this study recommends a more holistic and adaptive approach, involving the entire student social ecosystem, to channel self-centered behavior towards more constructive development.
4734850748D1A021071PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN WARU DAN BAMBU DALAM KONSENTRAT DOMBA TERHADAP VFA TOTAL DAN N-NH3 SECARA IN VITROPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung daun Waru (TDW) dan Bambu (TDB) dalam konsentrat terhadap total Volatile Fatty Acid (VFA) dan konsentrasi N-NH₃ secara in vitro. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Ransum terdiri dari jerami padi amoniasi dan konsentrat dengan perbandingan 30:70%. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan, yaitu: R0 (jerami padi amoniasi + konsentrat); R1 (R0 + TDW 12,5 g/kg konsentrat); R2 (R0 + TDW 6,2 g/kg konsentrat + TDB 3,3 g/kg konsentrat); R3 (R0 + TDW 9,3 g/kg konsentrat + TDB 1,6 g/kg konsentrat); R4 (R0 + TDW 3,1 g/kg konsentrat + TDB 4,9 g/kg konsentrat); dan R5 (R0 + TDB 6,5 g/kg konsentrat). Masing-masing perlakuan diulang empat kali. Fermentasi dilakukan secara in vitro selama 48 jam, peubah yang diukur meliputi total VFA dengan metode destilasi uap dan N-NH₃ dengan metode Weatherburn. Rataan VFA masing-masing perlakuan adalah 118±10,39; 190±36,69; 171±18,58; 216±33,94; 161±23,69 dan 162±32,33mM untuk R0, R1, R2, R3, R4, dan R5. Rataan N-NH₃ masing-masing perlakuan adalah 26,40±1,26; 25,85±0,55; 25,25±0,67; 28,69±0,66; 26,93±1,03; dan 26,93±1,98 mM untuk R0, R1, R2, R3, R4, dan R5. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap VFA total maupun N-NH₃. Namun demikian, terdapat kecenderungan peningkatan VFA pada perlakuan R3 (TDW 9,3 g/kg + TDB 1,6 g/kg konsentrat). Sementara itu, kombinasi TDW 6,2 g/kg dan TDB 3,3 g/kg konsentrat cenderung menurunkan N-NH. Penggunaan tepung daun Waru dan Bambu memiliki potensi untuk memperbaiki profil fermentasi rumen, namun pemilihan bahan dasar pakan seperti jerami amoniasi perlu dipertimbangkan lebih lanjut agar efisiensi fermentasi dapat tercapai optimal.This study aimed to evaluate the effect of adding Hibiscus leaf flour (HLF) and Bamboo leaf flour (BLF) to sheep concentrate on total Volatile Fatty Acids (VFA) and N-NH₃ concentrations in vitro. The research was conducted over a three-month period at the Laboratory of Animal Nutrition and Feed Science, Faculty of Animal Science, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. The ration consisted of 30% ammoniated rice straw and 70% concentrate. A Completely Randomized Design (CRD) with six treatments and four replications was applied: R0 (ammoniated rice straw + concentrate); R1 (R0 + HLF 12.5 g/kg concentrate); R2 (R0 + HLF 6.2 g/kg + BLF 3.3 g/kg concentrate); R3 (R0 + HLF 9.3 g/kg + BLF 1.6 g/kg concentrate); R4 (R0 + HLF 3.1 g/kg + BLF 4.9 g/kg concentrate); and R5 (R0 + BLF 6.5 g/kg concentrate) repeated four times every treatment. Fermentation was conducted in vitro for 48 hours. Observed parameters included total VFA (measured via steam distillation) and N-NH₃ (measured using the Weatherburn method). The average total VFA concentrations (mM) for R0, R1, R2, R3, R4, R5 were 118±10,39; 190±36,69; 171±18,58; 216±33,94; 161±23,69 and 162±32,33, respectively. Mean N-NH₃ concentrations (mM) for R0, R1, R2, R3, R4, R5 were 26.40±1.26, 25.85±0.55, 25.25±0.67, 28.69±0.66, 26.93±1.03, and 26.93±1.98, respectively. Analysis of variance indicated that the treatments had no significant effect (P>0.05) on either total VFA or N-NH₃ concentrations. However, there was a tendency for increased VFA in treatment R3 (HLF 9.3 g/kg + BLF 1.6 g/kg). Conversely, the combination of HLF 6.2 g/kg and BLF 3.3 g/kg tended to lower N-NH₃. Although not statistically significant, supplementation with HLF and BLF shows potential for improving rumen fermentation. However, the use of ammoniated rice straw as a basal diet component may need to be reconsidered to enhance fermentation efficiency.
4734950751C1M023004THESIS THE EFFECT OF SOCIAL MEDIA INFLUENCER STORIES TOWARD PURCHASE INTENTION: THE ROLE OF BRAND ENGAGEMENT AND BRAND TRUST AS A MEDIATING VARIABLE (Study in Instagram Stories @fadiljaidi as Influencer Marketing) Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Influencer Stories Media Sosial terhadap Purchase Intention: Brand Engagement dan Brand trust sebagai Variabel Mediasi (Studi dalam Instagram Stories @fadiljaidi sebagai Influencer Marketing. Penelitian ini berfokus pada konsumen Generasi Z yang menonton Instagram stories Fadil Jaidi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) melalui SmartPLS versi 4.0, melibatkan 146 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Influencer Marketing berpengaruh positif terhadap Brand Engagement dan berpengaruh positif terhadap Brand Trust, Influencer Marketing berpengaruh negatif terhadap Purchase Intention, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap Purchase Intention. Sebaliknya, Brand Engagement dan Brand Trust terbukti memediasi pengaruh Influencer Marketing terhadap Purchase Intention. Selain itu, Brand Reputation tidak memoderasi hubungan Brand Trust terhadap Purchase Intention. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Influencer Marketing berpengaruh positif terhadap Brand Engagement dan Brand Trust, sedangkan persepsi atau penilaian tentang Purchase Intention tidak berpengaruh langsung. Brand Engagement dan Brand Trut sangat penting dalam mendorong Purchase intention, yang berarti kedua variabel ini memperkuat pengaruh tidak langsung Influencer Marketing terhadap Purchase Intention. Brand Reputation tidak memoderasi hubungan antara Brand Trust dan Purchase Intention. Hal ini menunjukkan bahwa Purchase Intention lebih dipengaruhi oleh tingkat Brand Trust langsung terhadap merek dibandingkan Brand Reputation secara umum. Merek disarankan untuk berkolaborasi dengan influencer seperti Fadil Jaidi di media sosial, khususnya Instagram Stories, karena Fadil memiliki personal branding yang dapat menarik kepercayaan terhadap produknya. Fadil dikenal karena kemampuannya memberikan pengalaman visual, misalnya dengan meningkatkan yang dipromosikan. This study examines The Effect of Social Media Influencer Stories toward Purchase Intention: The Role of Brand Engagement and Brand Trust as a Mediating Variable (Study in Instagram Stories @fadiljaidi as Influencer Marketing. The research focuses on Generation Z consumers who watch Fadil Jaidi Instagram Stories. A quantitative method was used with Structural Equation Modeling (SEM-PLS) through SmartPLS 4.0, involving 146 respondents selected by purposive sampling. Data were collected via an online questionnaire. The findings reveal that Influencer Marketing positively affects Brand Engagement and positively affects Brand Trust. Influencer Marketing has a negative impact on Purchase Intention but does not significantly affect Purchase Intention. On the other hand, Brand Engagement significantly mediates the relationship between Influencer Marketing and Purchase Intention, while Brand Trust was found mediates. Additionally, Brand Reputation does not moderates the relationship between Brand Trust and Purchase Intention by negative reputation. The study concludes that influencer marketing has a positive effect on brand engagement and trust, while perceptions or assessments of purchase intention have no direct effect. Brand engagement and brand trust are important in Brand engagement and trust are important in maximizing purchase intention, which means that these two variables strengthen the indirect influence of Influencer Marketing on Purchase Intention. Purchase Intention. Brand Reputation does not moderate the relationship between Brand Trust and Purchase Intention. his shows that Purchase Intention is more influenced by the level of Brand Trust directly towards the brand than Brand Reputation in general. Brands are advised to collaborate with influencers like Fadil Jaidi on social media, especially Instagram Stories, because Fadil has a personal branding that can attract trust in their products. Fadil is known for his ability to provide a visual experience in the product being promoted.
4735050752C1M023005the influence of podcast host credibility on Gen Z’s Purchase Intention: the role of gender (Case Study on Podhub Podcast)Tesis ini meneliti interaksi antara kredibilitas pembawa acara podcast, hubungan parasosial, dan minat produk terutama yang dipengaruhi oleh penempatan merek di antara pendengar Generasi Z, dengan jenis kelamin sebagai faktor moderasi. Menggunakan podcast Podhub sebagai studi kasus utama. Berakar pada teori Stimulus Organism Response (SOR), penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif melalui metode survei dan akan menggunakan Model Hayes melalui makro SPSS PROCESS untuk memeriksa data yang dikumpulkan dengan kuesioner online. Tinjauan literatur mengacu pada penelitian-penelitian yang sudah ada, mengeksplorasi aspek kredibilitas (seperti, keahlian, daya tarik, kepercayaan, dan kesamaan), dimensi hubungan parasosial (termasuk empati, kesamaan yang dirasakan, dan banyak lagi), dan elemen ketertarikan pada produk yang dibentuk oleh penempatan merek, sambil menyoroti peran gender dalam membentuk persepsi audiens. Ditujukan untuk mengisi kesenjangan penelitian, penelitian ini akan menawarkan kontribusi teoritis untuk memahami perilaku konsumen digital dan panduan praktis untuk merek dan penyiar.
4735150753D1A021023PENGARUH PENAMBAHAN FERMENTATION BROTH DALAM KONSENTRAT TERHADAP KADAR N-NH3 DAN VFA TOTAL DOMBA SECARA IN VITRO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fermentation broth dalam konsentrat terhadap kadar amonia (N-NH₃) dan VFA total domba secara in vitro. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Perlakuan yang diuji yaitu jerami padi (JP) dan jerami padi amoniasi (JPA) sebagai faktor pertama dan faktor kedua adalah dosis fermentation broth (FB) sebesar: 0 µL (FB0), 150 µL (FB1), dan 300 µL (FB2). Sehingga percobaan eksperimental menggunakan pola faktorial 2x3 dengan 5 ulangan yang dirancang sesuai dengan rancangan acak kelompok (RAK) digunakan pada penelitian ini. Sebagai kelompok adalah periode pengambilan cairan rumen. Peubah yang diukur adalah kadar N-NH3 menggunakan metode weatherburn dan VFA total menggunakan metode destilasi uap. Hasil penelitian menunjukan interaksi antara jenis jerami dan dosis fermentation broth tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kadar N-NH3 dan VFA total. Perlakuan jenis jerami memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar N-NH₃, dimana jerami padi amoniasi (JPA) menghasilkan N-NH3 yang lebih baik dibandingkan dengan jerami padi (JP), tetapi perlakuan jenis jerami tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap VFA total. Perlakuan dosis fermentation broth juga memberikan hasil tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kadar N-NH3 dan VFA total. Penggunaan fermentation broth dengan dosis 0-300 µL tidak memperbaiki produk fermentasi rumen.This study aimed to determine the effect of adding fermentation broth to the concentrate on the concentration of ammonia (N-NH₃) and total volatile fatty acids (VFA) in sheep using an in vitro method. The research was conducted for three months at the Laboratory of Animal Nutrition and Feed Science, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The treatments consisted of two factors: the first factor was the type of rice straw, namely untreated rice straw (JP) and ammoniated rice straw (JPA); the second factor was the dosage of fermentation broth (FB) at three levels: 0 µL (FB0), 150 µL (FB1), and 300 µL (FB2). Therefore, the experiment used a 2×3 factorial design arranged in a Randomized Block Design (RBD) with five replications. The blocks represented the periods of rumen fluid collection. The measured variables were N-NH₃ concentration using the Weatherburn method and total VFA concentration using the steam distillation method. The results showed that the interaction between rice straw type and fermentation broth dosage had no significant effect (P>0.05) on N-NH₃ concentration and total VFA. The type of rice straw had a significant effect (P<0.05) on N-NH₃ concentration, where ammoniated rice straw (JPA) produced higher N-NH₃ levels than untreated rice straw (JP). However, the type of rice straw did not significantly affect (P>0.05) total VFA. Likewise, the fermentation broth dosage had no significant effect (P>0.05) on both N-NH₃ and total VFA concentrations. The use of fermentation broth at doses ranging from 0 to 300 µL did not improve rumen fermentation products.
4735250754H1E021023Optimasi Parameter Proses 3D Printing Untuk Menghasilkan Akurasi Dimensi Pada Filamen PETG Dengan Pendekatan Metode Taguchi-GreyPenelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan parameter proses pencetakan 3D guna mencapai akurasi dimensi terbaik pada filamen PETG menggunakan metode Taguchi–Grey. Parameter yang diteliti meliputi suhu nosel, tinggi lapisan, kecepatan pencetakan, kepadatan infill, dan suhu bed. Desain eksperimen berdasarkan array ortogonal L16 digunakan, di mana setiap percobaan menghasilkan tiga spesimen kubus berukuran 20 mm. Penyimpangan dimensi dianalisis menggunakan rasio Signal-to-Noise (S/N) dengan karakteristik 'semakin kecil semakin baik', diikuti oleh ANOVA untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh. Analisis Relasional Grey (GRA) digunakan untuk menggabungkan beberapa respons dimensi (X, Y, Z) menjadi indeks kinerja tunggal, yang dikenal sebagai Grey Relational Grade (GRG). Hasil menunjukkan bahwa tinggi lapisan merupakan faktor dominan yang memengaruhi akurasi dimensi, dengan kontribusi sebesar 25,7% terhadap variasi keseluruhan. Kombinasi parameter optimal untuk filamen PETG ditemukan pada A4B3C2D4E1, yang sesuai dengan suhu nosel 250°C, tinggi lapisan 0,2 mm, kecepatan pencetakan 60 mm/s, kepadatan infill 20%, dan suhu bed 75°C. Uji konfirmasi menunjukkan akurasi dimensi rata-rata sebesar 99,55%, yang memvalidasi keandalan prediksi model. Temuan ini mengonfirmasi bahwa metode Taguchi–Grey merupakan pendekatan efektif untuk menentukan parameter pencetakan optimal guna presisi dimensi dalam manufaktur aditif berbasis PETG.This study aims to optimize 3D printing process parameters to achieve the best dimensional accuracy of PETG filament using the Taguchi–Grey method. The parameters investigated include nozzle temperature, layer height, printing speed, infill density, and bed temperature. An experimental design based on the L16 orthogonal array was employed, where each run produced three cube specimens measuring 20 mm. The dimensional deviations were analyzed using the Signal-to-Noise (S/N) ratio with the "smaller-the-better" characteristic, followed by ANOVA to determine the most influential factors. Grey Relational Analysis (GRA) was used to combine multiple dimensional responses (X, Y, Z) into a single performance index, known as the Grey Relational Grade (GRG). The results indicated. that layer height was the dominant factor affecting dimensional accuracy, contributing 25.7% to the overall variation. The optimal parameter combination for PETG filament was found to be A4B3C2D4E1, corresponding to nozzle temperature 250°C, layer height 0.2 mm, printing speed 60 mm/s, infill density 20%, and bed temperature 75°C. The confirmation test demonstrated an average dimensional accuracy of 99.55%, validating the model’s predictive reliability. These findings confirm that the Taguchi–Grey method is an effective approach to determine optimal printing parameters for dimensional precision in PETG-based additive manufacturing.
4735350755D1A021032Evaluasi Pemberian Albendazole Pada Kasus Trematodiasis Ternak Sapi Perah: Studi Kasus Di Kelompok Ternak Tirtasari Aji Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi kasus trematodiasis pada sapi perah di Indonesia yang berdampak signifikan pada penurunan produktivitas ternak, khususnya pada Kelompok Ternak Tirtasari Aji, Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat prevalensi penyebaran trematodiasis pada sapi perah, mengidentifikasi jenis trematoda yang menyerang, dan mengevaluasi efektivitas pemberian albendazole dalam mengendalikan infeksi trematodiasis pada sapi perah. Materi yang digunakan adalah 28 ekor sapi perah betina dewasa tidak bunting dengan umur lebih dari 2 tahun, albendazole dosis 1 ml/12 kg bobot badan, kuisioner, wadah plastik, cooler box, es batu, alat tulis saringan, timbangan elektronik, beaker glass, object glass, cover glass, tabung reaksi, alat pengaduk, mikroskop, dan pipet pasteur. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan feses 28 ekor sapi perah betina dewasa dengan uji sedimetasi dan McMaster sebelum dan setelah pemberian albendazole. Data dianalisis dengan uji repeated measures ANOVA menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi trematodiasis sebelum pemberian albendazole sebesar 46,42%, meningkat menjadi 53,57% pada hari ke-15, dan menurun menjadi 42% pada hari ke-30 setelah perlakuan. Jenis trematoda yang teridentifikasi meliputi Fasciola sp., dan Paramphistomum sp. Uji statistik menunjukkan bahwa pemberian albendazole tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan kasus trematodiasis (p>0,05) yang diduga disebabkan karena adanya reinfeksi trematoda, resistensi albendazole, manajemen pemberian pakan, dan faktor lingkungan seperti iklim, suhu, serta kelembaban di sekitar kandang. Kesimpulannya, penggunaan albendazole pada kelompok ternak Tirtasari Aji sudah tidak efektif menurunkan infeksi trematodiasis, sehingga disarankan adanya evaluasi mengenai frekuensi pemberian obat, pergantian jenis obat serta perbaikan sanitasi dan manajemen kandang untuk memutus siklus infeksi. This research is motivated by the high prevalence of trematodiasis cases in dairy cattle in Indonesia, which significantly impacts livestock productivity, particularly in the Tirtasari Aji Livestock Group, Singasari Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The main objective of this study is to determine the prevalence rate of trematodiasis in dairy cattle, identify the types of trematodes affecting them, and evaluate the effectiveness of albendazole administration in controlling trematodiasis infections in dairy cattle. The material used consists of 28 adult female dairy cattle that are not pregnant and are over 2 years old., albendazole at a dosage of 1 ml/12 kg body weight, questionnaires, plastic containers, cooler boxes, ice, writing instruments, filters, electronic scales, beaker glasses, object glasses, cover glasses, test tubes, stirring tools, microscopes, and Pasteur pipettes. The methods employed include fecal examinations of the 28 adult non-pregnant female dairy cattle using the flotation method and McMaster technique before and after the administration of albendazole. The data were analyzed using the repeated measures ANOVA with IBM SPSS Statistics 27 software. The results of the study indicate that the prevalence of trematodiasis before the administration of albendazole was 46.42%, which increased to 53.57% on day 15 and decreased to 42% on day 30 after treatment. The identified types of trematodes included Fasciola sp. and Paramphistomum sp. Statistical testing showed that the administration of albendazole did not have a significant effect on reducing trematodiasis cases (p>0.05), which is suspected to be due to reinfection of trematodes, albendazole resistance, feed management, and environmental factors such as climate, temperature, and humidity around the barn. In conclusion, the use of albendazole in the Tirtasari Aji livestock group is no longer effective in reducing trematodiasis infections. Therefore, it is recommended to evaluate the frequency of drug administration, consider changing the type of medication, and improve sanitation and barn management to break the infection cycle.
4735450756D1A021027PENGARUH PENAMBAHAN PERSENTASE EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) YANG BERBEDA TERHADAP ORGANOLEPTIK DAN KADAR AIR KEJU SUSU KAMBING
Keju merupakan produk olahan berbahan dasar susu yang terbentuk karena terjadinya penggumpalan kasein susu akibat adanya proses pengasaman oleh bantuan penambahan enzim rennet dalam kondisi asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pengaruh Penambahan Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) dengan Persentase yang Berbeda Terhadap Organoleptik dan Kadar Air pada Keju berbahan dasar susu kambing. Penambahan ekstrak kayu manis dalam penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan nilai kesukaan organoleptik keju yang berbahan dasar susu kambing karena kayu manis mengandung senyawa cinnamaldehyde yang berperan dalam menambahkan warna, aroma, tekstur, cita rasa dan overall serta diharapkan dapat menurunkan kadar air dalam keju karena kayu manis memiliki sifat higroskopis. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (0,5%), P2 (1%), P3 (1,5%), dan P4 (2%) dari volume susu kambing. Karakteristik organoleptik keju dinilai oleh 20 panelis semi-terlatih menggunakan uji hedonik berdasarkan parameter warna, aroma, tekstur, rasa, dan overall, sedangkan kadar air dianalisis dengan metode AOAC (2005) menggunakan oven pada suhu 105°C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kayu manis berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap atribut rasa dan overall. Tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap atribut warna, aroma, dan tekstur. Hasil pengukuran kadar air diperoleh dengan rata-rata 49,82%-52,30% yang menunjukan bahwa penambahan ekstrak kayu manis yang berbeda terhadap kadar air keju berpengaruh tidak nyata. Kesimpulan, penambahan ekstrak kayu manis yang semakin tinggi memberikan pengaruh sangat nyata terhadap organoleptik panelis pada atribut rasa dan overall dan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap atribut warna, aroma dan tekstur. Penambahan ekstrak kayu manis memberikan perubahan yang tidak signifikan terhadap kadar air keju.Cheese is a dairy product formed through the coagulation of milk casein as a result of acidification assisted by the addition of rennet enzymes under acidic conditions. This study aimed to examine the effect of adding different concentrations of cinnamon extract (Cinnamomum burmannii) on the organoleptic characteristics and moisture content of goat milk cheese. The addition of cinnamon extract was expected to enhance the organoleptic acceptability of goat milk cheese, as cinnamon contains cinnamaldehyde, a compound responsible for improving color, aroma, texture, taste, and overall preference. Moreover, cinnamon was expected to reduce the cheese’s moisture content due to its hygroscopic properties. The experiment was arranged using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of five treatments and four replications: P0 (control), P1 (0.5%), P2 (1%), P3 (1.5%), and P4 (2%) cinnamon extract based on the total volume of goat milk. The organoleptic characteristics of the cheese were evaluated by 20 semi-trained panelists using color, aroma, texture, taste, and overall parameters, while moisture content was analyzed using the AOAC (2005) oven-drying method at 105°C for 24 hours. The results showed that the addition of cinnamon extract had a highly significant effect (P<0.01) on taste and overall attributes but no significant effect (P>0.05) on color, aroma, and texture. The average moisture content ranged from 49.82% to 52.30%, indicating that different concentrations of cinnamon extract did not significantly affect the moisture content of the cheese. In conclusion, increasing levels of cinnamon extract significantly affected the organoleptic attributes of taste and overall preference, but did not significantly influence color, aroma, and texture. The addition of cinnamon extract caused no significant changes in the moisture content of goat milk cheese.
4735550757C1L020048Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Wordwall Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMAN 1 Pejagoan KebumenPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Wordwall Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMAN 1 Pejagoan Kebumen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pejagoan yang mendapatkan mata pelajaran ekonomi dengan jumlah siswa sebanyak 180 siswa dan sampel yang diambil sebanyak 60 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran data digunakan dengan melakukan eksperimen dikelas dengan menggunakan meode tes untuk mendapatkan data hasil belajar, selain itu pegumpulan data juga didapat dari dokumentasi selama pengambilan data berlangsung. Data pada penelitia ini diolah menggunakan SPSS 27. Instrumen penelitian ini dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran soal dan uji daya pembeda. Pada penelitian ini uji analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran TGT dengan berbantuan media wordwall berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.This study is a quantitative study that aims to determine the effect of the Teams Games Tournament (TGT) learning model assisted by Wordwall media on student learning outcomes at SMAN 1 Pejagoan Kebumen. The population of this study consisted of 180 students in grade XI at SMAN 1 Pejagoan who were taking economics, and a sample of 60 students was taken using purposive sampling. Data measurement was carried out by conducting experiments in class using tests to obtain learning outcome data. In addition, data was also collected from documentation during the data collection period. The data in this study were processed using SPSS 27. The research instruments were analyzed using validity tests, reliability tests, question difficulty tests, and discrimination power tests. In this study, the data analysis tests used were normality tests, homogeneity tests, and t-tests. The results of this study indicate that the use of the TGT learning model with the assistance of Wordwall media has a positive effect on student learning outcomes.
4735650792F1A020007BERTAHAN ATAU MELAWAN (Menggali Fenomena Body Shaming di Kalangan Mahasiswa FISIP Unsoed)Body shaming merupakan tindakan merendahkan atau mengomentari bentuk fisik seseorang secara negatif. Korban body shaming yang menerima komentar negatif seringkali tidak melakukan respon apapun terhadap perilaku yang diterimanya dan pelaku menganggap bahwa body shaming yang dilakukan tidak memberikan dampak terhadap korban. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tindakan yang dilakukan korban dan dampak yang ditimbulkan terhadap mahasiswi FISIP Unsoed yang menjadi korban. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori interaksionalisme simbolik Herbert Blumer. Teori Interaksionalisme Simbolik dipilih untuk menunjukkan tindakan yang dilakukan korban dan dampak yang muncul sebagai pemaknaan terhadap body shaming yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi FISIP Unsoed yang menjadi korban melakukan tindakan setelah mengalami perilaku body shaming yakni seperti diam atau menahan diri, membalas perkataan pelaku dan bercerita kepada teman. Terdapat dampak negatif dan positif dari terjadinya body shaming yaitu tidak percaya diri atau insecure, menyalahkan diri sendiri, citra diri berkurang, interaksi sosial menurun, menjadi takut terhadap sesuatu dan menimbulkan adanya beauty privilege. Dampak positif yang muncul yakni korban menjadi lebih rajin untuk berolahraga dan melakukan pembuktian sebagai bentuk perlawanan terhadap perilaku body shaming yang dialami.Body shaming is the act of belittling or commenting negatively on someone's physical appearance. Victims of body shaming who receive negative comments often do not respond to the behavior they receive, and perpetrators assume that body shaming has no impact on the victim. This study aims to explain the actions taken by victims and the impact on female students at the Faculty of Social and Political Sciences, Unsoed, who were victims. The method used was descriptive qualitative using Herbert Blumer's symbolic interactionism theory. Symbolic interactionism theory was chosen to show the actions taken by victims and the impact that arose as a meaning of the body shaming that occurred. The results of the study show that female students of FISIP Unsoed who were victims took actions after experiencing body shaming, such as remaining silent or restraining themselves, responding to the perpetrator's words, and telling their friends. Furthermore, there were negative and positive impacts of body shaming, namely lack of confidence or insecurity, self-blame, reduced self-image, decreased social interaction, fear of something, and the emergence of beauty privilege. The positive impact that emerged was that the victims became more diligent in exercising and proving to the perpetrators that the negative comments they made were not true.
4735751235G1A022067EFEK PEMBERIAN KEFIR SUSU KAMBING TERHADAP KADAR KREATININ TIKUS PUTIH GALUR WISTAR MODEL DIABETES MELITUS TIPE 2 (DMT2)
Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang banyak dialami oleh penduduk dunia. DM tipe 2 dapat memicu berbagai komplikasi, salah satunya nefropati diabetik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek pemberian kefir susu kambing terhadap kadar kreatinin tikus putih galur Wistar model DM Tipe 2.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan rancangan posttest only with control group design. Sebanyak 30 ekor tikus dibagi menjadi lima kelompok secara acak. Kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit dengan induksi HFD-STZ, kelompok perlakuan C, D, E dengan induksi HFD-STZ yang diberi kefir susu kambing selama 28 hari dengan dosis 1,05; 2,1; dan 4,2 mL/200gBB/hari.
Hasil: Rerata kadar kreatinin (mg/dL) pada setiap kelompok tikus, yaitu kelompok A = 0,71 ± 0,06; kelompok B = 0,70 ± 0,21; kelompok C = 0.69 ± 0.10; kelompok D = 0.75 ± 0.06; kelompok E = 0.82 ± 0.11. Hasil uji parametrik Welch ANOVA didapatkan nilai p = 0,577 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar kreatinin yang bermakna antar kelompok.
Kesimpulan: Kefir susu kambing tidak memiliki efek secara signifikan terhadap kadar kreatinin tikus putih Galur Wistar model DMT2.
Introduction: Type 2 diabetes mellitus is a metabolic disease that affects many people around the world. Type 2 DM can trigger various complications, one of which is diabetic nephropathy. The purpose of this study was to determine the effect of goat milk kefir on creatinine levels in Wistar rats with type 2 DM.
Method: This study used a true experimental method with a posttest-only control group design. A total of 30 rats were randomly divided into five groups. Group A was the healthy control group, group B was the sick control group with HFD-STZ induction, and treatment groups C, D, and E were HFD-STZ-induced groups given goat milk kefir for 28 days at doses of 1,05; 2,1; and 4,2 mL/200gBW/day.
Results: The mean creatinine levels (mg/dL) in each group of rats were as follows: group A = 0.71 ± 0.06; group B = 0.70 ± 0.21; group C = 0.69 ± 0.10; group D = 0.75 ± 0.06; group E = 0.82 ± 0.11. The results of the parametric Welch ANOVA test showed a p-value of 0.577, indicating that there was no significant difference in creatinine levels between groups.
Conclusion: Goat milk kefir has no significant effect on the creatinine levels of Wistar strain white rats with DMT2.
4735850758H1E021057Pеrаnсаngаn Kеу Pеrfоrmаnсе Indісаtоr (KPI) untuk Evаluаѕі Kuаlіtаѕ Pelayanan Agrо Tесhnо Pаrk Ngаwі Bеrdаѕаrkаn Mоdеl CARTER dаn Metode Anаlуtісаl Hіеrаrсhу Process (AHP)
Agrо Tесhnо Pаrk Ngаwі (ATP Ngawi) merupakan Unіt Pеlаkѕаnа Tеknіѕ (UPT) dі bawah Dіnаѕ Kеtаhаnаn Pаngаn dаn Pеrtаnіаn Kаbuраtеn Ngаwі (DKPP Ngawi) уаng bеrреrаn dalam mеmbеrіkаn layanan аgrоtеknоlоgі tеrраdu mеlаluі еdukаѕі, реlаtіhаn, pengelolaan kаwаѕаn, ѕеrtа реnеrараn tеknоlоgі реrtаnіаn mоdеrn ѕеѕuаі Peraturan Bupati Ngawi Nomor 20 Tahun 2022. Pеnеlіtіаn ini bеrtujuаn untuk mеrаnсаng Kеу Pеrfоrmаnсе Indісаtоr (KPI) gunа mеngеvаluаѕі kuаlіtаѕ реlауаnаn ATP Ngаwі bеrdаѕаrkаn mоdеl CARTER (Compliance, Aѕѕurаnсе, Rеlіаbіlіtу, Tаngіblе, Emраthу, dаn Rеѕроnѕіvеnеѕѕ) dаn mеtоdе Anаlуtісаl Hіеrаrсhу Process (AHP). Pеnеlіtіаn difokuskan раdа іdеntіfіkаѕі krіtеrіа dаn іndіkаtоr уаng rеlеvаn, реnеntuаn bоbоt kереntіngаn mеnggunаkаn mеtоdе AHP dengan bantuan software Еxреrt Сhоісе, ѕеrtа реnіlаіаn kesesuaian kіnеrjа реlауаnаn. Dаtа diperoleh mеlаluі 4 jеnіѕ kuеѕіоnеr уаng dіѕеbаrkаn kepada реngеlоlа ATP Ngаwі dаn реjаbаt ѕtrukturаl DKPP Ngаwі. Mеlаluі реngоlаhаn data dеngаn Expert Chоісе, dіреrоlеh 6 krіtеrіа dаn 18 іndіkаtоr yang rеlеvаn, dеngаn kriteria reliability dan tangible memiliki bobot tertinggi. Hаѕіl реnіlаіаn mеnunjukkаn 6 indikator berada pada kategori sesuai, 4 іndіkаtоr bеrаdа раdа kategori tіdаk ѕеѕuаі, dаn 8 indikator bеrаdа раdа kаtеgоrі sangat tidak ѕеѕuаі, dеngаn rаtа-rаtа ѕkоr tertimbang tеrnоrmаlіѕаѕі ѕеbеѕаr 0,285; ѕеbаnуаk 6 іndіkаtоr bеrаdа dі аtаѕ rаtа-rаtа dаn 12 іndіkаtоr bеrаdа dі bаwаh rаtа-rаtа.Agrо Tесhnо Park Ngawi (ATP Ngawi) is a Technical Imрlеmеntаtіоn Unіt (UPT) undеr thе Department оf Fооd Sесurіtу and Agrісulturе of Ngawi Rеgеnсу (DKPP Ngawi), whісh рlауѕ a ѕtrаtеgіс rоlе in providing іntеgrаtеd аgrоtесhnоlоgу services thrоugh еduсаtіоn, trаіnіng, аrеа management, аnd thе аррlісаtіоn оf modern аgrісulturаl technologies іn ассоrdаnсе with Ngawi Rеgеnt Rеgulаtіоn Nо. 20 оf 2022. This study аіmѕ to design Key Pеrfоrmаnсе Indісаtоr (KPIѕ) tо evaluate thе ԛuаlіtу оf ATP Ngawi’s services bаѕеd оn thе CARTER model (Cоmрlіаnсе, Aѕѕurаnсе, Reliability, Tаngіblе, Emраthу, and Rеѕроnѕіvеnеѕѕ) and thе Analytical Hіеrаrсhу Prосеѕѕ (AHP) mеthоd. The research fосuѕеѕ оn identifying rеlеvаnt сrіtеrіа аnd indicators, determining thе weight оf іmроrtаnсе uѕіng the AHP mеthоd with thе аѕѕіѕtаnсе оf Exреrt Choice software, аnd аѕѕеѕѕіng thе conformity оf ѕеrvісе performance. Data wеrе оbtаіnеd thrоugh 4 tуреѕ оf ԛuеѕtіоnnаіrеѕ distributed tо ATP Ngawi management аnd ѕtruсturаl оffісіаlѕ оf DKPP Ngаwі. Thе data рrосеѕѕіng uѕіng Exреrt Choice rеѕultеd іn 6 criteria аnd 18 rеlеvаnt indicators, wіth Rеlіаbіlіtу аnd Tangibles hаvіng thе highest weights. Thе еvаluаtіоn results ѕhоw thаt results show that 6 indicators are in the appropriate category, 4 indicators are in the inappropriate category, and 8 indicators are in the very inappropriate category, with an average normalized weighted score of 0.285; 6 indicators are above the average and 12 indicators are below the average.
4735950759F2B022003PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL MELALUI IMPLEMENTASI
HASIL ASESMEN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER DI SEKOLAH
BERBASIS AGAMA (STUDI DI MA MA’ARIF NU CILONGOK
BANYUMAS)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memahami upaya pencegahan
kekerasan seksual melalui implementasi hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer
(ANBK) di sekolah berbasis agama, khususnya di MA Ma’arif NU Cilongok,
Banyumas. Latar belakang penelitian ini muncul dari fakta bahwa sekolah berbasis
agama tidak sepenuhnya bebas dari tindak kekerasan seksual, meskipun
menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan religius. Melalui hasil survei lingkungan
belajar pada ANBK tahun 2021, ditemukan adanya tingkat pengalaman siswa
terhadap kekerasan seksual yang cukup tinggi, bahkan mengungkap kasus
kekerasan seksual oleh oknum guru yang terjadi bertahun-tahun tanpa terdeteksi.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi terhadap guru, siswa, kepala sekolah, orang tua, dan komite sekolah.
Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan
triangulasi data untuk validasi.
Kata Kunci: kekerasan seksual, Asesmen, berbasis agama
Skip to main content
Accessibility help
Accessibility feedback
translate inggris indonesia online terbaik
AI Mode
All
Images
News
Videos
Shopping
Short videos
More
Tools
Indonesian
English

ABSTRACT
This study aims to understand efforts to prevent sexual violence through the implementation of the Computer-Based National Assessment (ANBK) results in faith-based schools, specifically at MA Ma'arif NU Cilongok, Banyumas. The background to this study arises from the fact that faith-based schools are not completely free from sexual violence, despite upholding moral and religious values. The results of the 2021 ANBK learning environment survey revealed a relatively high level of student experience with sexual violence, even uncovering cases of sexual violence by teachers that had gone undetected for years.
The study used a qualitative approach with field study methods. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation with teachers, students, the principal, parents, and the school committee.
The analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model with data triangulation for validation.
Keywords: sexual violence, assessment, faith-based

Open in Google Translate

Feedback
Google Terjemahan
Google
https://translate.google.com › ...
Layanan Google yang ditawarkan tanpa biaya ini dapat langsung menerjemahkan berbagai kata, frasa, dan halaman web ke bahasa Indonesia dan lebih dari 100 ...
DeepL Translate: Penerjemah paling akurat di seluruh dunia
DeepL Translate
https://www.deepl.com › translator
Terjemahkan teks & berkas dokumen secara instan. Terjemahan yang akurat untuk individu dan tim. Jutaan orang menerjemahkan dengan DeepL setiap hari.
Inggris ke Indonesia
Indonesia ke Inggris
DeepL Write
Jepang ke Inggris
AI Overview
+5
Beberapa penerjemah online terbaik untuk Inggris-Indonesia adalah
Google Translate dan DeepL Translate. Google Translate populer karena dukungannya yang luas, fitur kamera instan, dan terjemahan luring (offline). Sementara itu, DeepL dikenal karena akurasinya yang tinggi dalam menerjemahkan.
Penerjemah online terbaik

Google Translate:
Dikenal luas dan menjadi pilihan jutaan pengguna karena mendukung lebih dari 100 bahasa.
Menawarkan fitur unggulan seperti terjemahan instan menggunakan kamera, terjemahan luring, dan terjemahan teks, gambar, serta dokumen.
Akurasi terjemahannya terus meningkat melalui pembaruan rutin dengan teknologi AI dan machine learning.
DeepL Translate:
Pesaing utama Google Translate yang dikenal karena akurasi terjemahannya yang sangat tinggi.
Menjadi pilihan populer untuk terjemahan antara Inggris dan Indonesia.
Dapat diakses secara gratis melalui situs webnya.
Penerjemah lain yang patut dicoba:
Yandex Translate: Layanan terjemahan dari Rusia yang mendukung berbagai bahasa.
Bing Translator: Penerjemah dari Microsoft yang tersedia dalam bentuk aplikasi dan situs web.
Papago: Layanan terjemahan dari Naver Corp yang memiliki fitur terjemahan suara, foto, dan situs web, serta mendukung mode luring.

Penerjemah paling akurat di seluruh dunia - DeepL Translate
Jutaan orang menerjemahkan dengan DeepL setiap hari. Populer: Inggris ke Indonesia, Indonesia ke Jepang, dan Indonesia ke Mandarin...
DeepL Translate
8 Aplikasi Translate Inggris-Indonesia Terbaik untuk Terjemahan ...
24 Sept 2025 — 1. Google Translate. Siapa yang tidak mengenal Google Translate? Aplikasi besutan Google ini sudah lama menjadi andala...
Titik Nol English Course
5 Web Translate Inggris ke Indonesia, Terbaik dan Gampang!
19 May 2024 — 1. Google Translate. Website translate bahasa Inggris ke Indonesia yang pertama adalah Google Translate. Kamu mungkin u...
Skill Academy
10 Aplikasi Translate Inggris Indonesia, Bisa Download Gratis!
6 Apr 2025 — 10 Aplikasi Translate Inggris Indonesia, Bisa Download Gratis! * DeepL Translator. * TripLingo Translator. * Bing Transl...
Telkomsel
Rekomendasi 12 Website Penerjemah Inggris-Indonesia Terbaik
21 Dec 2023 — 9. Papago. Papago adalah website translate dari Korea Selatan besutan Naver Corp. Situsnya dapat ditemukan di papago.na...
Tirto.id
7 Situs Translate Bahasa Inggris ke Indonesia Paling Akurat - detikcom
27 Jun 2024 — 7. Google Translate Siapa tak kenal Google Translate? Situs terjemahan ini sangat populer di Indonesia. Hasil terjemaha...
detikcom
7 Website Penerjemahan Dokumen Terbaik! - Penerjemah Tersumpah
Yandex Translate adalah situs terjemah bahasa yang berasal dari Rusia.
megapenerjemah.com
9 Website Terbaik untuk Menerjemahkan Secara Online
Kunjungi situs DeepL untuk mencobanya, bahkan Anda tidak perlu daftar untuk sekadar coba-coba hasilnya terlebih dahulu.
Carisinyal
Show more
Kamus dan penerjemahan online dari dan ke bahasa Inggris ...
Yandex
https://translate.yandex.com › Inggris-Indonesia
Penerjemahan online gratis dari bahasa Inggris dan bahasa lainnya ke bahasa Rusia dan sebaliknya. Aplikasi penerjemah ini dapat digunakan untuk ...
Terjemahkan PDF ke bahasa apa pun gratis
Smallpdf.com
https://smallpdf.com › terjemahka...
·
Translate this page
Mau terjemahkan PDF secara online dan gratis? Penerjemah PDF AI kami buat Anda bisa terjemahkan bahasa Inggris, Spanyol, dan lainnya dalam sekejap.
Terjemahan
Google Translate
https://translate.google.com › ...
Layanan Google yang ditawarkan tanpa biaya ini dapat langsung menerjemahkan berbagai kata, frasa, dan halaman web ke bahasa Indonesia dan lebih dari 100 ...
Penerjemah dari Bahasa Indonesia ke Inggris
Lingvanex
https://lingvanex.com › translation
·
Translate this page
Terjemahkan dari Bahasa Indonesia ke Inggris secara online gratis. Penerjemah yang cepat, akurat, dan mudah digunakan untuk teks dan kalimat lengkap.
5 Web Translate Inggris ke Indonesia, Terbaik dan Gampang!
Skill Academy
https://blog.skillacademy.com › w...
·
Translate this page
20 May 2024 — Contoh web translate Inggris-Indonesia · 1. Google Translate · 2. Bing Translator · 3. Yandex Translate · 4. DeepL Translator · 6. Bab.la ...
Menerjemahkan dengan cepat dari inggris ke indonesia
Online Doc Translator
https://www.onlinedoctranslator.com › ...
·
Translate this page
Menerjemahkan dokumen inggris ke indonesia dalam beberapa format perkantoran (Word, Excel, PowerPoint, PDF, OpenOffice, teks) hanya dengan meng-upload dokumen ...
Penerjemah Bahasa Indonesia In - Aplikasi di Google Play
Google Play
https://play.google.com › details
·
Translate this page
- Terjemahan cepat dan akurat antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris - Mode terjemahan offline – tidak memerlukan internet - Terjemahkan teks dari foto ...
4,7(38.359) · Free · ‎Android · ‎Educational
Microsoft Translator - Terjemahkan dari Inggris ke Indonesia
Bing
https://www.bing.com › translator
·
Translate this page
Terjemahkan Inggris ke Indonesia secara gratis dengan hasil yang akurat. Jutaan orang menggunakan Bing setiap hari untuk menerjemahkan ke lebih dari 100 ...
People also search for
Translate inggris indonesia online terbaik pdf
Translate inggris indonesia online terbaik english
Translate English to Indonesian
Terjemahkan
Translate Indonesia Inggris kalimat
Translate Inggris Indonesia Voice
Translate indonesia to chinese
Translate Arab Indonesia akurat
1
2

3

4

5

6

7

8

9

10

Next
Results are not personalised
Indonesia
Purwokerto Utara, Central Java
- From your IP address
- Update location
HelpSend feedbackPrivacyTerms
AI overview is ready
Languages are swapped
4736050761J1E019020THE STRATEGIES OF STUDENTS WITH LIMITED SUPPORTING FACILITIES IN LEARNING ENGLISH
(A Case Study on the Eleventh Grade Students of SMK Cokroaminoto Wanadadi Academic Year 2023/2024)
Penelitian ini difokuskan pada penggunaan strategi belajar siswa di sekolah yang memiliki fasilitas terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana siswa SMK Cokroaminoto Wanadadi memiliki strategi dengan kurangnya fasilitas yang mereka alami di sekolah dalam belajar bahasa Inggris (2) untuk memahami mengapa siswa SMK Cokroaminoto Wanadadi yang kekurangan fasilitas memilih untuk menggunakan/menerapkan strategi mereka dalam belajar bahasa Inggris (3) untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan oleh siswa SMK Cokroaminoto Wanadadi diimplementasikan dalam belajar bahasa Inggris dengan fasilitas sekolah terbatas. Metode studi kasus digunakan untuk menyelidiki strategi belajar siswa sekolah menengah kejuruan. Partisipan adalah siswa kelas sebelas SMK Cokroaminoto Wanadadi, yang terdiri dari delapan kelas. Data dikumpulkan melalui observasi kelas terhadap fasilitas dan kondisi pembelajaran, serta wawancara kelompok terfokus untuk memperkaya informasi tentang pengalaman belajar siswa. Dan data diolah menggunakan metode analisis deskriptif untuk memudahkan pemetaan hasil data yang diperoleh.
Penelitian ini menunjukkan bahwa meski fasilitas sekolah terbatas, siswa tetap menerapkan strategi belajar bahasa Inggris seperti control (jadwal, catatan), revision (membaca ulang, menulis kosakata, latihan soal), dan motivational & emotional (mendengarkan lagu, menonton video, belajar bersama). Sebagian kecil siswa pasif tanpa strategi khusus. Motivasi mereka berasal dari kebutuhan akademik dan praktis. Strategi diwujudkan melalui catatan kosakata dan aplikasi belajar. Temuan ini menegaskan keterbatasan fasilitas tidak menghambat kemampuan bahasa Inggris bila disertai strategi tepat dan motivasi kuat, sekaligus menjadi masukan bagi guru, siswa, sekolah, dan referensi penelitian selanjutnya.
This study focused to the use of student learning strategies in schools that have limited facilities. This study aims to (1) find out how SMK Cokroaminoto Wanadadi students have a strategy with the lack of facilities they experience at school in learning English (2) to understand why SMK Cokroaminoto Wanadadi students who lack of facilities choose to use/apply their strategies in learning English (3) to find out how the strategies used by SMK Cokroaminoto Wanadadi students are implemented in learning English with limited school facilities. A case study method was employed to investigate the learning strategies of vocational high school students. The participants were eleventh-grade students of SMK Cokroaminoto Wanadadi, consisting of eight classes. Data were collected through classroom observations of facilities and learning conditions, as well as focused group interviews to enrich information about the students’ learning experience. And the data is processed using a descriptive analysis method to make it easier to map the results of the data obtained.
The findings show that students still applied various English learning strategies despite in a limited school facility, including control (planning schedules, preparing notes), revision (reviewing materials, writing vocabulary, practicing exercises), and motivational & emotional (listening to songs, watching videos, studying with peers). A small number of students remained passive without specific strategies. Their motivation stemmed from both academic goals and practical needs. Strategies were also supported by vocabulary notes and the use of learning applications. These results indicate that limited facilities do not entirely hinder English proficiency when appropriate strategies and strong motivation are present. The study provides insights for teachers, students, and schools to improve English learning and serves as a reference for future research on learning strategies in under-resourced schools.