Artikel Ilmiah : A1F021026 a.n. SAGITA DWI SETIANTARY

Kembali Update Delete

NIMA1F021026
NamamhsSAGITA DWI SETIANTARY
Judul ArtikelOptimasi Tepung Beras dan Tepung Beras Ketan pada Pembuatan Dodol Buah Melon Menggunakan Simplex Lattice Design
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kombinasi tepung beras dan
tepung beras ketan dalam proses pembuatan dodol buah melon dari buah melon
afkir. Dodol dipilih karena memiliki nilai jual lebih tinggi dan dapat menjadi solusi
untuk meningkatkan nilai ekonomi melon yang tidak memenuhi standar pasar afkir.
Metode optimasi yang digunakan adalah Simplex Lattice Design (SLD) dengan
bantuan software Design Expert versi 13.
Penelitian menggunakan 10 kombinasi formulasi yang berbeda dengan dua
parameter utama sebagai respon, yaitu kesukaan (uji hedonik) dan kadar air. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kombinasi paling optimal adalah 5% tepung beras
dan 12% tepung ketan, dengan tingkat kesukaan mencapai 7,77 dan kadar air
sebesar 49,2%. Meskipun kadar air ini lebih tinggi dari standar SNI (<20%),
formulasi tetap dianggap optimal karena nilai kesukaannya tinggi. Proses verifikasi
dilakukan sebanyak tiga kali dan menunjukkan hasil yang konsisten.
Karakterisasi kimia produk dodol optimal menghasilkan kadar lemak
sebesar 16,9% dan protein sebesar 1,53%. Berdasarkan uji sensori (warna, tekstur,
aroma, rasa, dan aftertaste), dodol formula optimum jauh lebih disukai dibanding
produk kontrol. Uji segitiga juga mengonfirmasi bahwa produk hasil optimasi
berbeda nyata dari kontrol, ditunjukkan dengan persentase panelis benar lebih dari
batas ambang (>20%).
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to optimize the combination of rice flour and glutinous
rice flour in the production of melon dodol from sub-grade melons using the
Simplex Lattice Design (SLD) method with Design Expert version 13. Dodol is
selected as a value-added product to improve the economic potential of
downgraded melons, which are typically sold at a lower price due to quality issues.
Ten different treatment combinations were tested, focusing on two main
responses: sensory acceptance and moisture content. The optimal formulation was
found to be 5% rice flour and 12% glutinous rice flour, yielding a sensory score of
7.77 and a moisture content of 49.2%. Although the moisture level exceeded the
national standard (max 20%), the formulation was still considered optimal due to
high panelist preference. Verification conducted three times produced consistent
results.
The optimal product's chemical profile showed a fat content of 16.9% and
protein of 1.53%. Sensory evaluations (color, texture, aroma, taste, and aftertaste)
demonstrated significantly better scores for the optimized dodol compared to the
control. Triangle tests also showed a significant difference, with more than 20% of
panelists correctly distinguishing the optimized product.
Kata kunciDodol Buah Melon, Tepung Beras dan Tepung Beras Ketan, Simplex Lattice Design
Pembimbing 1Dr. Gunawan Wijonarko, S.P., M.P.
Pembimbing 2Ali Maksum, S.TP., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman77
Tgl. Entri2025-09-22 13:20:29.197137
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.