Artikel Ilmiah : J1A021009 a.n. NUURU AQSA RACHMAWATI

Kembali Update Delete

NIMJ1A021009
NamamhsNUURU AQSA RACHMAWATI
Judul ArtikelPortrayals of Women's Freedom in Christian Ditter's Movie How to Be Single (2016)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Jurnal ini akan membahas mengenai representasi akan kebebasan perempuan pada film How to Be Single (2016) karya Christian Ditter menggunakan teori dari Simone de Beauvoir yaitu feminisme eksistensial serta didukung oleh elemen-elemen dari mise-en-scène seperti setting, properti, makeup, kostum, dan pencahayaan. Film ini menantang pandangan tradisional bahwa perempuan harus menjadi ibu, pengasuh, atau menjalin hubungan jangka panjang untuk merasa terpenuhi. Dengan menggunakan konsep “the Other” dari Beauvoir, penelitian ini menganalisis bagaimana tokoh seperti Alice, Meg, dan Robin menolak untuk didefinisikan oleh peran-peran yang ditetapkan masyarakat. Film ini menawarkan alternatif berupa pencarian jati diri dan kemandirian, bukan menggambarkan menjadi ibu sebagai satu-satunya jalan menuju kebahagiaan. Elemen mise-en-scène digunakan untuk menganalisis aspek visual yang memberikan realisme pada perjalanan masing-masing tokoh: gaya hidup Robin yang bahagia dan bebas, perjalanan Alice menuju kesendirian, serta keputusan kompleks yang harus diambil Meg. Penelitian ini berpendapat bahwa film How to Be Single menggambarkan keputusan mereka sebagai pilihan yang berdaya, bukan sebagai kegagalan atau tindakan yang egois. Kesimpulannya, film ini dapat membantu penonton untuk memahami bahwa perempuan berhak menentukan arti kebahagiaan menurut versinya sendiri.
Abtrak (Bhs. Inggris)This article explores the portrayals of women’s freedom in Christian Ditter’s How to Be Single (2016) movie through Simone de Beauvoir’s existential feminism and is supported by mise-en-scène elements such as setting, props, makeup, costume, and lighting. The film challenges traditional expectations that women must become mothers, caregivers, or be in a long-term relationship to feel fulfilled. Using Beauvoir’s concept of “the Other”, the study examines how each character, like Alice, Meg, and Robin, challenges being defined by the roles that society assigns. The film offers an alternative through self-discovery and independence, rather than portraying motherhood as the only path to happiness. Mise-en-scène is applied in this thesis to analyze the visual aspects of the film to add realism to each character’s journey: Robin’s joyful and liberated lifestyle, Alice’s journey toward solitude, and Meg’s complex decision. The thesis argues that the film portrays their decision as an empowered choice, not as a failure or a selfish act. It concludes that films like How to Be Single can help viewers understand that women have the right to define happiness in their own way.
Kata kunciWomen’s Freedom, Existential Feminism, Mise-en-scène, How to Be Single movie.
Pembimbing 1Ririn Kurnia Trisnawati, S.S., M.A.
Pembimbing 2Mia Fitria Agustina, S.S., M.A.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2025-08-22 15:35:08.819819
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.