Artikel Ilmiah : L1B021017 a.n. AUERESTA GITA SYAHBILA

Kembali Update Delete

NIML1B021017
NamamhsAUERESTA GITA SYAHBILA
Judul ArtikelPrevalensi dan Intensitas Ektoparasit pada Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) yang Dibudidayakan Dengan Metode Pemuasaan pada Sistem Polikultur
Abstrak (Bhs. Indonesia)Ikan tawes adalah salah satu jenis ikan air tawar Indonesia yang populer dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi. Ektoparasit dapat mengganggu proses budidaya ikan yang dipuasakan sehingga perlu dilakukan pengamatan untuk mengantisipasi infeksi yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis ektoparasit yang ditemukan serta mengetahui pengaruh pemuasaan terhadap intensitas ektoparasit pada ikan tawes dan mengetahui berapa prevalensi ektoparasit pada ikan tawes yang dibudidayakan secara polikultur. Metode penelitian ini menerapkan metode eksperimental menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 3 perlakuan pemuasaan menggunakan 10 kali ulangan dan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Perlakuan yang diterapkan yaitu pemuasaan hari Senin (P1), pemuasaan hari Senin dan Kamis (P2), dan pemuasaan hari Senin, Rabu dan Jumat (P3). Jenis ektoparasit yang ditemukan pada ikan tawes yaitu monogenea, Trichodina sp. dan Ichthyophthirius multifiliis. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa perlakuan pemuasaan tidak berpengaruh terhadap nilai intensitas ektoparasit. Prevalensi seluruh jenis ektoparasit berkisar antara 10-100%. Kualitas air selama masa pemeliharaan sesusai dengan standar baku mutu air kelas III.
Abtrak (Bhs. Inggris)Silver barb is one of the most popular freshwater fish species in Indonesia, commonly as consumption fish. Ectoparasites can disrupt fish culture with intermittent fasting regimes, therefore observation is necessary to anticipate ectoparasite infections. The purpose of this research were to identify the types of ectoparasites, to determine the effect of fasting on ectoparasites intesity and measure the prevalence of ectoparasites in tawes fish cultivated in a polyculture system. The research method was an experimental design used a completely randomised design (CRD) with 3 fasting treatments, 10 replicates and samplings used random sampling techniques. The treatment groups were fasting on Monday (P1), fasting on Monday and Thursday (P2), and fasting on Monday, Wednesday, and Friday (P3). The ectoparasites identified on Silver Barb were monogenea, Trichodina sp., and Ichthyophthirius multifiliis. This research result indicate that fasting treatments did not affect the intensity of ectoparasites. Prevalence of all ectoparasites ranged from 10-100%. Water quality during cultivated period was complied the standards for class III water quality.
Kata kunciPemuasaan, polikultur, ektoparasit, intensitas, prevalensi
Pembimbing 1Dr.rer.nat. Hamdan Syakuri, S.Pi., M.Si.
Pembimbing 2Dewi Nugrayani, S.Pt., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman60
Tgl. Entri2025-08-19 14:26:49.324997
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.