Artikel Ilmiah : L1B021094 a.n. TANIA ISMA WARDANI

Kembali Update Delete

NIML1B021094
NamamhsTANIA ISMA WARDANI
Judul ArtikelKelimpahan Dan Distribusi Fitoplankton Pada Tambak Budidaya
Intensif Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Di Nusawungu,
Cilacap, Jawa Tengah
Abstrak (Bhs. Indonesia)Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan secara
intensif di Indonesia. Salah satu komponen penting dalam sistem budidaya intensif adalah fitoplankton, yang
berperan sebagai produsen primer dan bioindikator kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kelimpahan dan distribusi fitoplankton pada tambak intensif di Desa Nusawungu, Cilacap. Sampel diambil dari
tiga kolam (B1, B6, B10) menggunakan metode observasi lapangan. Identifikasi dilakukan secara mikroskopis
menggunakan haemocytometer, dan analisis kelimpahan dihitung dalam satuan sel/ml. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebanyak 33 genus dari enam divisi berhasil diidentifikasi, dengan dominansi Chlorophyta
(Chlorella/Nannochloropsis) sebesar 65%. Kelimpahan tertinggi tercatat sebesar 1,25 × 10⁶ sel/ml, dengan indeks
keragaman tertinggi di kolam B1 (H′ = 1,49), keseragaman terendah di B10 (E = 0,39), dan dominansi tertinggi di
B10 (C = 0,53). Puncak kelimpahan terjadi pada 14 Januari 2025, berkorelasi dengan pemberian probiotik dan
kondisi lingkungan optimal.. Hasil ini menegaskan pentingnya monitoring komunitas fitoplankton untuk menjaga
stabilitas ekosistem dan mencegah blooming
Abtrak (Bhs. Inggris)Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) is a leading aquaculture commodity intensively cultivated in
Indonesia. One of the key components in intensive farming systems is phytoplankton, which functions as a
primary producer and a bioindicator of water quality. This study aimed to determine the abundance and
distribution of phytoplankton in intensive shrimp ponds located in Nusawungu Village, Cilacap. Samples
were collected from three ponds (B1, B6, B10) using field observation methods. Phytoplankton identification
was conducted microscopically using a haemocytometer, and abundance was calculated in cells/ml. The
results revealed 33 genera from six divisions, with Chlorophyta (Chlorella/Nannochloropsis) dominating at
65%. The highest abundance recorded was 1.25 × 10⁶ cells/ml, with the highest diversity index found in pond
B1 (H′ = 1.49), the lowest evenness in pond B10 (E = 0.39), and the highest dominance in pond B10 (C =
0.53). The peak abundance occurred on January 14, 2025, correlating with probiotic application and optimal
environmental conditions. These findings highlight the importance of phytoplankton community monitoring
to maintain ecosystem stability and prevent harmful blooms
Kata kunciFitoplankton, udang vaname, budidaya intensif, kelimpahan, distribusi
Pembimbing 1Agung Cahyo Setyawan
Pembimbing 2Petrus Hary Tjahja Soedibya
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman4
Tgl. Entri2025-08-15 13:53:30.136107
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.