Home
Login.
Artikelilmiahs
49846
Update
THEO ARISYA VANLEE
NIM
Judul Artikel
Geologi Dan Studi Tingkat Serpentinisasi Pada Batuan Ultramafik Terhadap Pengkayaan Nikel Pada Profil Laterit Di Pulau Pakal, Maluku Utara
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Studi ini menyelidiki profil dan karakteristik geokimia endapan nikel laterit di Pulau Pakal, dengan fokus pada pengaruh komposisi batuan dasar dan derajat serpentinisasi. Profil laterit dibagi menjadi tiga zona utama: batuan dasar, saprolit, dan limonit. Batuan dasar terdiri dari dunite dan harzburgit, dengan olivin dan piroksen sebagai mineral dominan. Analisis petrografi menunjukkan bahwa olivin berubah menjadi serpentin dan magnetit melalui proses serpentinisasi. Zona saprolit, yang didominasi oleh serpentin dan klorit, menunjukkan akumulasi nikel yang signifikan, sedangkan zona limonit, yang terdiri dari goetit, hematit, dan maghemit, memiliki kadar Fe yang tinggi dan kadar Ni yang rendah. Analisis geokimia menunjukkan bahwa unsur-unsur yang mudah bergerak (SiO₂, MgO, CaO) meningkat ke arah bawah, sedangkan unsur-unsur yang tidak mudah bergerak (Fe₂O₃, Al₂O₃, Co) terkonsentrasi di lapisan atas, dengan kadar Ni tertinggi di zona saprolit. Dunite menunjukkan derajat serpentinisasi yang tinggi karena tekstur yang kaya olivin dan homogen, sehingga meningkatkan penetrasi fluida dan alterasi. Sebaliknya, harzburgit, yang didominasi oleh piroksen dan memiliki sedikit olivin, mengalami serpentinisasi yang terbatas dan tidak merata. Studi ini menyimpulkan bahwa derajat serpentinisasi memiliki pengaruh signifikan pada pengayaan nikel, dengan dunite yang sangat terserpentinasi lebih efektif melepaskan dan mempertahankan nikel dibandingkan dengan harzburgit. Oleh karena itu, komposisi mineral awal dan tekstur batuan memainkan peran penting dalam mengontrol intensitas serpentinisasi dan proses geokimia selanjutnya dari endapan nikel laterit.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study investigates the profile and geochemical characteristics of laterite nickel deposits in Pakal Island, focusing on the influence of bedrock composition and the degree of serpentinization. The laterite profile is divided into three main zones: bedrock, saprolite, and limonite. The bedrock consists of dunite and harzburgite, with olivine and pyroxene as dominant minerals. Petrographic analysis reveals that olivine transforms into serpentine and magnetite through serpentinization. The saprolite zone, dominated by serpentine and chlorite, shows significant nickel accumulation, while the limonite zone, composed of goethite, hematite, and maghemite, contains high Fe and low Ni levels. Geochemical analysis indicates that mobile elements (SiO₂, MgO, CaO) increase downward, whereas immobile elements (Fe₂O₃, Al₂O₃, Co) concentrate in the upper layers, with the highest Ni content in the saprolite zone. Dunite exhibits a high degree of serpentinization due to its olivine-rich and homogeneous texture, enhancing fluid penetration and alteration. In contrast, harzburgite, dominated by pyroxene and with less olivine, undergoes limited and uneven serpentinization. The study concludes that the degree of serpentinization significantly influences Ni enrichment, with highly serpentinized dunite more effectively releasing and retaining Ni compared to harzburgite. Thus, initial mineral composition and rock texture play critical roles in controlling serpentinization intensity and the subsequent geochemical processes of lateritic nickel deposits.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save