Home
Login.
Artikelilmiahs
49841
Update
RENDI LUCKY FIRMANSYAH
NIM
Judul Artikel
Peningkatan Performa Produksi Telur Ayam Niaga Petelur Pada Kandang Open House dengan ketinggian lokasi 590 Mdpl di Wijaya Farm Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis performa produksi ayam niaga petelur strain Lohmann Brown yang dipelihara di sistem kandang terbuka (open house) pada ketinggian 590 mdpl di Wijaya Farm, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Studi ini menggunakan data historis dari pencatatan produksi selama satu periode, dengan metode analisis deskriptif dan regresi linear sederhana untuk mengkaji hubungan antara umur ayam dengan Hen Day Production (HDP), produksi telur, dan Feed Conversion Ratio (FCR). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata HDP selama umur 21–80 minggu sebesar 89%, dengan puncak produksi pada umur 39 minggu (HDP 93,78%). Produksi telur tertinggi terjadi pada minggu ke-30 hingga 40, dengan rata-rata 2645,1 butir per minggu dan HDP 92,57%. Nilai FCR rata-rata sebesar 2,12 dan berada dalam kisaran efisien. Namun, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa hubungan antara umur dan ketiga parameter produksi bersifat lemah dan tidak signifikan secara statistik. Meskipun demikian, lokasi peternakan yang berada di ketinggian sedang (590 mdpl) memberikan kondisi mikroklimat yang mendukung, terutama dalam sistem kandang terbuka, sehingga berperan dalam menjaga performa produksi tetap optimal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aimed to analyze the egg production performance of Lohmann Brown commercial laying hens raised in an open house system at an altitude of 590 meters above sea level at Wijaya Farm, Kuningan Regency, West Java. The research used historical production data from one production cycle, employing descriptive analysis and simple linear regression to examine the relationship between hen age and three key parameters: Hen Day Production (HDP), egg production, and Feed Conversion Ratio (FCR). The results showed an average HDP of 89% during the 21–80 week production period, with peak performance observed at 39 weeks of age (HDP 93.78%). The highest egg production occurred between weeks 30 and 40, averaging 2,645.1 eggs per week with an HDP of 92.57%. The average FCR was 2.12, indicating efficient feed utilization. However, regression analysis revealed weak and statistically insignificant relationships between age and production parameters. Nevertheless, the farm's altitude provides a favorable microclimate, which, when combined with proper management, supports optimal egg production performance in open house systems.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save