Artikelilmiahs
Menampilkan 441-460 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 441 | 6393 | C1K006035 | THE EFFECTS OF COMMUNICATION, LEADERSHIP AND JOB SATISFACTION OF EMPLOYEES PERFORMANCE IN PT. PLN APJ PURWOKERTO | The purposes of this study are to analyze the affects of communication and leadership on job satisfaction of employees of PT. PLN APJ Purwokerto, and to analyze the effect of communication, leadership and employees job satisfaction on the work performance of PT. PLN APJ Purwokerto. This study uses test the validity and reliability of the research instruments and the classical assumptions on the data collected from the respondents. Multiple regression used to calculate the effect of independent variables on the dependent. To test the hypothesis the F test and t test are used. The results show that Communication and leadership affect job satisfaction. Communication, leadership and job satisfaction affect the work performance. | The purposes of this study are to analyze the affects of communication and leadership on job satisfaction of employees of PT. PLN APJ Purwokerto, and to analyze the effect of communication, leadership and employees job satisfaction on the work performance of PT. PLN APJ Purwokerto. This study uses test the validity and reliability of the research instruments and the classical assumptions on the data collected from the respondents. Multiple regression used to calculate the effect of independent variables on the dependent. To test the hypothesis the F test and t test are used. The results show that Communication and leadership affect job satisfaction. Communication, leadership and job satisfaction affect the work performance. | |
| 442 | 6394 | P2AA11041 | KAJIAN TERHADAP PENGHILANGAN OFF FLAVOR LEMBAGA JAGUNG DAN BAU AMIS IKAN TERI SERTA APLIKASINYA PADA PEMBUATAN CHIPS | Lembaga jagung yang bebas off flavor berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan chips. Pembuatan chips dari tepung lembaga jagung memiliki kendala rasa agak pahit. Salah satu cara untuk menutupi flavor tersebut dengan penambahan tepung teri. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menghilangkan off flavor lembaga jagung 2) Mengurangi bau amis pada ikan teri 3) Menentukan proporsi tepung lembaga jagung, tapioka, dan teri yang paling optimal untuk menghasilkan chips yang disukai panelis sekaligus membandingkan sifat sensori, sifat fisik maupun kimia chips lembaga jagung yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental meliputi tahap 1a yaitu penghilangan off flavor lembaga jagung, tahap 1b yaitu penghilangan bau amis pada teri, serta tahap 2 yaitu aplikasi pembuatan chips. Penghilangan off flavor lembaga jagung adalah dengan perlakuan perebusan (hot water blanching) dalam konsentrasi NaCl 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% selama 1 menit, 5 menit, dan 9 menit. Penghilangan bau amis pada teri menggunakan perlakuan perendaman dalam konsentrasi jahe 2%, 4%, dan 6% selama 1 jam, 2 jam , 3 jam, dan 4 jam. Pembuatan chips dilakukan dengan menggunakan tepung tapioka, tepung lembaga jagung bebas off flavor, dan tepung teri bebas bau amis dengan proporsi berat 50:45:5 (A1), 60:35:5 (A2), dan 70:25:5 (A3) dan waktu perebusan chips 60 menit, 75 menit, dan 90 menit. Data variabel sensori penghilangan off flavor maupun variabel sensori chips lembaga jagung dianalisis dengan uji Friedman dilanjutkan dengan uji perbandingan ganda. Data variabel fisik dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan lembaga jagung yang direbus dengan NaCl 1% selama 5 menit merupakan kombinasi paling optimum dalam penghilangan off flavor pahit, sedangkan perendaman ikan teri pada konsentrasi jahe 4% selama 2 jam merupakan kombinasi paling optimum dalam penghilangan bau amis. Interaksi perlakuan komposisi tepung dan lama perebusan berpengaruh nyata terhadap volume pengembangan, sangat nyata terhadap absorbsi minyak, warna, cita rasa, tekstur, kesukaan, dan tidak nyata terhadap aroma lembaga jagung. Kombinasi chips terbaik dari perlakuan proporsi tapioka, tepung lembaga jagung, dan tepung teri 70:25:5 (A3) dengan perebusan 90 menit (B1) menghasilkan chips lembaga jagung dengan volume pengembangan 122,7%; daya absorbsi minyak 13,91%; warna 3,3 (kuning agak kecokelatan); cita rasa 3,1 (enak); tekstur 3,3 (renyah); aroma lembaga jagung 3,8 (tidak tajam); kesukaan 3,1 (suka); kadar air 13,2%; kadar abu 4,49%; kadar protein total 6,65%; kadar lemak total 2,41%; kadar karbohidrat 86,46%; dan kadar serat kasar 3,99%. | Corn germ which free from off flavor is potential to be used as a food stuff for chips. Making chips from corn germ flour have constraint that is rather bitter taste. To mask the unpleasant flavor is conducted with addition of anchovy fish flour. This research aims are 1) To eliminate the off flavor from corn germ 2) To eliminate the fishy smell of anchovy 3) To determine the best treatment proportion of tapioca, corn germ flour, dan anchovy flour for producing chips as well as comparing the sensory, physical, and chemical of the product. The research method was experimental which done by phase 1a was eliminating the off flavor from corn germ, 1b eliminating the fishy smell on anchovy, and the second phase was application of the food stuff on making chips. Eliminating off flavor on corn germ was done by hot water blanching in concentration NaCl 0.5%, 1%, 1.5%, and 2% during 1 minute, 5 minute, dan 9 minute then observed the sensory blanched corn germ include bitter taste and the saltiness by 15 panelists. Eliminating of fishy smell on anchovy was done by immersion in grated ginger of concentration 2%, 4%, and 6% during 1, 2, 3, and 4 hour then observed the sensory characteristics include fishy smell and ginger smell by 15 panelists. Making chips was done by proporstion of tapioca, corn germ flour free from off flavor, and anchovy flour free from fishy smell with w/w proportion 50:45:5 (A1), 60:35:5 (A2), and 70:25:5 (A3) during boiling of the chips 60, 75, and 90 minutes. The sensory characteristics neither eliminating off flavor nor chips corn germ sensory was analyzed by using Friedman test and advanced with multiple comparison test. The physical characteristics was analyzed by using ANOVA and advanced with DMRT with 95% rate. The result showed that corn germ boiled by hot water blanching in NaCl concentration 1% during 5 minutes was the best combination in eliminating the off flavor bitter taste, as well as immersion the anchovy fish in concentration in 4% during 2 hours was the best combination in eliminating the fishy smell. The treatment interaction between proportion of flour and boiling period influenced on swelling volume, oil absorption, colour, flavor, texture, hedonic value, and not influenced on corn germ aroma. The best combination from proportion tapioca, corn germ, and anchovy fish was 70:25:5 (A3) with duration of boiling 90 minutes (B1). It resulted 122.7% swelling volume, 13.91% oil absorption, 3.3 colour (yellow brown), 3.1 flavor (good), 3.3 texture (crispy), 3.8 corn germ aroma (not strong), 3.1 hedonic value (like), water content was 13.2%, ash content was 4.49%, total protein content was 6.65%, total fat content was 2.41%, carbohydrate content was 86,46%, and crude fiber content was 3.99%. | |
| 443 | 6395 | P2CA11027 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) (Studi Kasus pada Kabupaten/Kota di Jawa Tengah) | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh PDRB, tenaga kerja, investasi swasta, belanja modal dan inflasi baik secara parsial maupun secara bersama-sama terhadap PAD kabupaten/kota di Jawa Tengah. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel, dapat diketahui bahwa variabel PDRB, tenaga kerja, investasi swasta dan belanja modal berpengaruh positif sedangkan variabel inflasi tidak berpengaruh terhadap PAD. Saran yang dapat dikemukakan bagi pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah adalah : (1) diharapkan lebih mengutamakan pengembangan sektor unggulan, (2) diharapkan terus merangsang para pengusaha agar memperluas usaha atau mendirikan usaha baru sehingga memperluas kesempatan kerja dan membuat kebijakan agar para pengusaha memprioritaskan penduduk setempat untuk dipekerjakan, (3) diharapkan menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan menyederhanakan proses perizinan, (4) diharapkan memberikan porsi anggaran yang lebih besar untuk belanja modal serta melakukan pengawasan penggunaan anggaran pemerintah serta (5) diharapkan menjaga stabilitas perekonomian daerah dengan mengatur tingkat inflasi agar tetap berada pada tingkat rendah. Penelitian ini mempunyai keterbatasan, yaitu : (1) hanya menganalisis faktor-faktor eksternal yang memengaruhi PAD serta (2) data investasi swasta yang digunakan bersumber dari BKPM RI sehingga tidak dapat menggambarkan kondisi penanaman modal yang sebenarnya pada kabupaten/kota di Jawa Tengah. | This research aims to analyze the influence of GRDP, employment, private investment, capital expenditure and inflation either simultaneously or partially on LGOR regency/city in Central Java. Based on test result of panel data regression, known that GRDP variable, employment, private investment and capital expenditure are positively impact whereas inflation variable isn’t has any impact toward LGOR. However, simultaneously those all of independent variable are impact toward current LGOR. Some suggestions can be presented to the regency/city government in Central Java are : (1) expected to give priority to the development of leading sectors, (2) expected to continue to stimulate businesses to expand or establish new businesses that expand employment opportunities and create policies that prioritize local residents to be employed, (3) expected to increase investment through a policy that supports and simplify regulation in investing, (4) expected to providing a great portion of the budget for capital expenditure and as well as monitoring the use of government budget and (5) expected to maintain the stability of the region’s economy with inflation set to remain at low level. This research has limitions are : (1) namely only analyze the external factors that influence LGOR and (2) private investment data are obtained from BKPM RI and therefore can not describe the condition of the actual investment at the regency/city in Central Java. | |
| 444 | 6396 | H1D009042 | EVALUASI PARAMETER KOEFISIEN DISTRIBUSI KENDARAAN (C) JALAN TIPE 4/2 UD DAN JALAN TIPE 2/2 UD UNTUK PERHITUNGAN TEBAL PERKERASAN LENTUR METODE BINA MARGA (Studi Kasus : Jl. Soepardjo Roestam Sokaraja dan Jl. Sultan Agung Sokaraja) | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan koefisien distribusi kendaraan untuk perencanaan tebal perkerasan lentur pada jalan empat lajur dua arah dan dua lajur dua arah. Serta menghitung seberapa besar perbedaan tebal perkerasan lentur dengan menggunakan nilai C penelitian dengan nilai C Bina Marga. Pada jalan tipe 4/2 UD salah satu faktor yang dapat mempengaruhi volume lalu lintas pada lajur rencana adalah perilaku pengguna dalam menjalankan kendaraan. Selain itu, ada faktor lain yang mempengaruhi distribusi kendaraan yaitu jika pemerintah daerah menetapkan suatu aturan bahwa suatu jalan tersebut hanya melayani salah satu arah pergerakan dari suatu kendaraan berat yaitu angkutan bus. Maka pembebanan distribusi kendaraan berat pada obyek penelitian lebih besar pada salah satu jalur arah yang melayani pergerakan laju kendaraan tersebut. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap distribusi kendaraan berat khususnya pada jalan tipe 2/2 UD. Koefisien distribusi kendaraan diperoleh dengan survey langsung pada jalan tipe 4/2 UD dan jalan tipe 2/2 UD selama 24 jam. Koefisien distribusi kendaraan merupakan volume kendaraan pada lajur rencana berbanding dengan volume kendaraan total yang melewati jalan tersebut. Dari penelitian yang dilakukan pada jalan tipe 4/2 UD menghasilkan nilai koefisien distribusi kendaraan (C) ringan sebesar 0,44 dan kendaraan berat sebesar 0,51. Pada penelitian untuk jalan tipe 2/2 UD menghasilkan nilai koefisien distribusi kendaraan (C) ringan sebesar 0,52 dan kendaraan berat sebesar 0,62. Nilai koefisien distribusi kendaraan (C) pada kedua tipe jalan tersebut lebih besar daripada nilai koefisien distribusi kendaraan (C) yang ditetapkan oleh Bina Marga untuk jalan tipe 4/2 UD dan jalan tipe 2/2 UD. Setelah dilakukan penghitungan tebal perkerasan menggunakan nilai C penelitian menghasilkan tebal perkerasan lebih besar 1-3 cm dibandingkan dengan penghitungan menggunakan nilai C dari Bina Marga. Hal ini membuktikan bahwa semakin besar nilai C yang digunakan maka semakin tebal perkerasan lentur yang direncanakan. | The aims of this research are to obtain a vehicle for planning the distribution coefficients of flexible pavement thickness on the roads of a four lane-two ways and two lane-two ways. It is also to calculate how many the differences of flexible pavement thickness by using the value of C research and the value of C Bina Marga. User behavior in running vehicle is one of the factors which affects the volume of the traffic on the track plan on 4/2 UD road type. Besides, there is another factor which influences the distribution of vehicles. If the local government pass a rule that a bus transportation is the only one service on the road, the load of heavy vehicle distributions on the object of research are greater in a line which serves the movement of the vehicle speed. This will greatly affect the distribution of heavy vehicles especially on 2/2 UD road type. Vehicle distribution coefficients are obtained by direct survey on 4/2 UD and 2/2 UD road types for 24 hours. Vehicle distribution coefficients are the volume of vehicles on the track plan divided by the total volumes of vehicles passing through the road. The research shows that on 4/2 UD road type gets the value of vehicle distribution coefficients (C) of the light vehicles 0,44 and heavy vehicles 0,51. Meanwhile, on 2/2 UD road type gets the value of vehicle distribution coefficients (C) of the light vehicles 0,52 and the heavy vehicles 0,62. The value of vehicle distribution coefficients (C) of both types are greater than the value of vehicle distribution coefficients defined by Bina Marga Methods. After the pavement thickness was calculated by using the value of C research, it shows that the pavement thickness is 1-3cm greater than the calculation using the value C of Highways. This proves that the greater of C value is used; the thickness of flexible pavement is planned. | |
| 445 | 6397 | F1D009050 | KEPENTINGAN EKONOMI POLITIK DALAM PEMBANGUNAN JEMBATAN LINGGAMAS DI KABUPATEN BANYUMAS DAN KABUPATEN PURBALINGGA MELALUI KERJASAMA ANTAR DAERAH | Tujuan penelitian ini untuk memahami dan mendeskripsikan proses terbentuknya kerjasama antar daerah Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga serta motif ekonomi politiknya. Hasil penelitian ini menunjukan kerjasama antar daerah antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga dilatarbelakangi oleh lahirnya otonomi daerah. Proses terbentuknya kerjasama antara Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga sendiri dimulai dari proses negosiasi yang lama yaitu dari tahun 2010 - 2012. Sedangkan untuk motif ekonomi politik dalam kerjasama tersebut dapat diuraikan dalam tiga variabel yaitu variabel nilai, kepentingan, dan kekuasaan. Pertama, variabel nilai dalam penelitian ini menunjukan bahwa kedua kabupaten lebih mementingkan nilai kerjasama dibandingkan nilai persaingan. Kedua, variabel kepentingan dimana dalam penelitian ini terlihat sekali terdapat faktor kepentingan dari aktor – aktor yang terlibat dalam kerjasama antar daerah. Ketiga, variabel kekuasaan dimana dalam penelitian ini pada dasarnya kedua kabupaten memiliki kekuasaan yang sama namun Kabupaten Purbalingga memiliki posisi tawar yang lebih daripada Kabupaten Banyumas. | The purpose of this study to understand and describe the process of the formation of inter-regional kerjasama Banyumas and Purbalingga political and economic motives. on this research, inter-regional cooperation between the Government of Banyumas and Purbalingga motivated by the birth of regional autonomy. The process of formation of inter-regional cooperation Banyumas and Purbalingga through a long negotiation process from year 2010 to 2012. This is due to the tug of interests such as funding issues and project bidding. As for the motives of political economy in the partnership can be described in three variables: the variable values, interests, and power. First, the value of the variable in this study indicate that both districts are more concerned with the value of cooperation than competition value. Second, the variable of interest in this study which looks at all factors included interests of actors - actors who are involved in the inter-regional cooperation. Thirdly, variable power which in this study are basically two districts have the same power but Purbalingga have a better bargaining position than Banyumas. | |
| 446 | 6398 | C1A007130 | ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA IKAN ASIN DI KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini berjudul “Analisis Strategi Pengembangan Usaha Ikan Asin Di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah permasalahan – permasalahan dari pengaruh lingkungan yang berubah, pengaruh internal antara lain penggunaan lahan dan kapasitas produksi belum optimal dan pengaruh eksternal antara lain munculnya pesaing bisnis ikan asin,fluktuasi harga beli dan harga jual. Dan bagaimana cara menentukan strategi yang paling tepat untuk diterapkan pada usaha ikan asin tersebut. Hipotesis dalam penelitian ini adalah usaha pengolahan ikan asin di Kecamatan Cilacap Selatan sudah menguntungkan, faktor internal (kekuatan dan kelemahan) berpengaruh signfikan terhadap usaha pengolahan ikan asin di Kecamatan Cilacap Selatan, dan strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha pengolahan ikan asin adalah dengan menata ulang manajemen bisnis ikan asin terutama manajemen produksi agar dapat memenuhi permintaan yang tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat mutu. Berdasarkan perhitungan hasil total biaya tetap adalah Rp 448.787,10, biaya variabel yang terdiri dari ikan lendra, ikan montok, ikan bilis, garam, listrik, dan karyawan sebesar Rp 11.090.783,67, sehingga biaya total sebesar Rp 11.539.570,77. Berdasarkan perhitungan rata- rata total penerimaan sebesar Rp 16.138.821,38, sehingga pendapatan perbulan bersih sebesar Rp 4.599.250,61. BEP produksi tercapai pada saat jumlah produksi 343,38 kg dan BEP harga terjadi pada saat jumlah harga jual Rp 7.699,19. Dan setelah dihitung dengan analisis Revenue Cost (R/C) menunjukan bahwa usaha pengolahan ikan asin sebesar 1,40 Kesimpulan dari penelitian ini bahwa usaha ini berada di posisi pertahankan dan pelihara. Dan letak Cilacap Selatan yang di dalamnya ada obyek Wisata Teluk Penyu mempermudah jalur pemasaran. Berdasarkan matriks SWOT diputuskan 4 kebijakan alternatif yang terbaik dan setelah menganalisis dengan QSPM strategi yg terbaik adalah melakukan perencanaan manajemen produksi terintegrasi dengan tujuan memenuhi permintaan tepat waktu, tepat jumlah, produk yang tepat mutu dan tepat tempat. Dan implikasi dari penelitian ini hendaknya usaha pengolahan ikan asin mengoptimalkan kinerja usaha pengolahan ikan asin serta melakukan perencanaan manajemen peroduksi yang terintegrasi dengan tujuan memenuhi permintaan tepat waktu, tepat jumlah, hasil produk tepat mutu, kelompok paguyuban ikan asin yang sudah ada diaktifkan kembali, kemudian aktif bekerja sama dengan dinas perikanan ataupun yang lainnya untuk meningkatkan usaha pengolahan ikan asin dan kelompok usaha ikan asin melakukan thapan pengembangan dari tahun ke tahun. | This research entitled “Strategy Analysis of Salted Fish Business Development in South Cilacap Sub District, Cilacap Regency. The research problems are changing in environmental influence, internal influence such as area and not optimal production capacity, and external influence such as business competitor, selling and buying price fluctuations. And deciding the best strategy to be implemented in the business. The hypotheses are salted fish management in South Cilacap Sub District is profitable, internal factors (Strength and Weakness) are significantly influencing salted fish business, and the best strategy to develop the business is rearranging the business management, specifically production management aims to fulfill demand on time, exact amount and qualified. The total fixed cost is Rp. 448,787.10, the variable cost consisting of lendra fish, montok fish, bilis fish, salt, electricity, and employee is Rp. 11,090,783.67, thus the total cost is Rp. 11,539,570.77. the average income is Rp. 16,138,821.38, thus the net income for a month is Rp. 4,599,250.61. BEP for Production is reached when the total production is 343.38 kg and BEP price is when the selling price Rp. 7,699.19. After calculating with Revenue Cost (R/C), the result shows that salted fish management is 1.40. The research conclusion is the business is in defense and manage position. South CIlacap location is near with Teluk Penyu as tourism object helps the marketing distribution. Based on SWOT analysis, there are 4 alternative policies and after analyzing with QSPM, the best strategy is integrating the production management with aim to fulfill the demand on time, exact amount, qualified product and correct location. The implication is salted fish business needs to optimize the management performance and planning for integrated production management with aim to fulfill the demand on time, exact amount, and qualified product. The salted fish association needs to be reactivated and have an active cooperation with fishery department to improve and develop the business year by year. | |
| 447 | 6404 | P2BA11029 | PRODUKTIVITAS, LAJU DEKOMPOSISI, DAN KANDUNGAN KARBON SERASAH MANGROVE FAMILIA RHIZOPHORACEAE DI SEGARA ANAKAN, CILACAP | Mangrove diketahui berpotensi dalam penyerapan karbon hingga mencapai 67,7 juta ton/ha/tahun. Potensi tersebut menjadi landasan dalam penelitian ini, yang memiliki tujuan umum mengevaluasi karbon tersimpan pada tiga spesies mangrove familia Rhizophoraceae, terdiri atas Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, dan Ceriops tagal di Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah. Tujuan khusus adalah untuk mengukur dan membandingkan produktivitas serasah, dekomposisi serasah dan komunitas nematoda, serta laju simpanan karbon organik, dari spesies mangrove familia Rhizophoraceae. Evaluasi karbon tersimpan pada tiga spesies mangrove tersebut dilakukan dengan mengukur dan membandingkan produktivitas serasah, dekomposisi serasah, dan laju simpanan karbon organik serasah. Produktivitas serasah diukur dengan metode litter trap, laju dekomposisi dihitung dengan percobaan litter bag, dan laju simpanan karbon organik dihitung mengikuti metode Kauffman dan Donato (2012). Ekstraksi nematoda pada serasah terdekomposisi sebagai mikrofauna yang berperan dalam food web dilakukan menggunakan metode Baermann funnel. Data dianalisis dengan Manova, dan korelasi antar variabel dihitung dengan Canonical Correspondence Analysis (CCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas serasah R. apiculata mencapai 525,15 g/m2/tahun, sedangkan B. gymnorrhiza 1.669,42 g/m2/tahun. Laju dekomposisi R. apiculata, B. gymnorrhiza, dan C. tagal berturut-turut sebesar 0,12, 0,18, dan 0,12%/hari. Hasil analisis laju simpanan karbon menunjukkan bahwa B. gymnorhiza memiliki rata-rata laju simpanan karbon lebih besar (518,69 g/m2/tahun) dibandingkan dengan R. apiculata (241,03 g/m2/tahun). Data produktivitas dan laju simpanan karbon C. tagal tidak dapat diambil karena faktor keamanan di lokasi penelitian. Sebanyak 41 familia nematoda teridentifikasi selama penelitian, yang meliputi 18 familia bacteriovores, 7 familia fungivores, 7 familia omnivores, 1 familia predator dan 8 familia root-feeders. Jumlah nematoda tertinggi terdapat pada serasah B. gymnorrhiza minggu ke-16 (34.101 individu/100 g). Indeks food web Structure index/SI, Enrichment index/EI, dan Channel index/CI R. apiculata berturut-turut yaitu 97,83-99,14; 44,83-80,95; 23,53-100,00. B. gymnorrhiza memiliki kisaran SI 96,74-99,11, EI 45,00-82,90, CI 19,29-100,00, sedangkan C. tagal memiliki nilai 97,23-99,50 (SI), 47,37-79,17 (EI), dan 22,81-100,00 (CI). Hasil analisis CCA menunjukkan korelasi antar faktor lingkungan, produktivitas, laju simpanan karbon, laju dekomposisi memiliki keeratan dan pengaruh yang kuat terhadap sebaran distribusi nematoda, dengan korelasi 0,79 (axis 1) dan 0,63 (axis 2), serta total varians mencapai 55,8%. | The potential mangroves to absorb carbon stimulated research with general objective was to evaluate carbon stored in three mangrove species of family Rhizophoraceae, (Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, and Ceriops tagal). The specific objectives was to measure productivity, decomposition and nematode community, as well as litter organic carbon storage of Rhizophoraceae litter. Evaluation of carbon stored was performed by measuring their productivity, decomposition and litter organic carbon storage rate. Productivity was measured by litter trap, decomposition was calculated by litter bag, and rate of organic carbon storage was estimated based on the method of Kauffman and Donato (2012). Nematodes were extracted by Baermann funnel method. Data were analyzed by Manova while the Correlation between the dependent and independent variables was tested by Canonical Correspondence Analysis (CCA). The results showed that litter productivity of R. apiculata was 525,15 g.m-2.year-1, whereas B. gymnorrhiza was 1669,42 g.m-2.year-1. Exponential decay value of R. apiculata, B. gymnorrhiza, and C. tagal were 0,12; 0,18; 0,12%.day-1. The rate of carbon storage B. gymnorhiza was 518,69 g.m-2.year-1, while R. apiculata was 241,03 g.m-2.year-1. Productivity and carbon storage rate of C. tagal were not be taken. There were 41 families of nematodes identified. The highest number of nematodes was observed in B. gymnorrhiza (34.101 individuals/100 g). Food web values indicated by structure, enrichment, and channel indices of R. apiculata were between 97,83–99,14; 44,83–80,95; 23,53–100,00. As those for B. gymnorrhiza was 96,74–99,11, 45,00–82,90, 19,29–100,00, whereas in C. tagal was between 97,23–99,50, 47,37–79,17, 22,81–100,00. CCA showed high correlation between environment factors and nematodes distribution, with cumulative percentage variance was 55,8%. | |
| 448 | 6399 | C1B006055 | PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN SIKAP REKAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Empiris pada PT. Surya Madistrindo AO Purwokerto) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Lingkungan Kerja dan Sikap Rekan Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi (Studi Empiris pada PT. Surya Madistrindo AO Purwokerto)”. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pegaruh lingkungan kerja dan sikap rekan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan, untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja, sikap rekan kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan, dan untuk menganalisis lingkungan kerja dan sikap rekan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, dan metode pengambilan sampel menggunakan convienance sampling. Regresi linier berganda yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini. Setelah dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dan analisis regresi multivariate, hasil penelitian menunjukan bahwa: Variabel lingkungan kerja dan sikap rekan kerja baik secara parsial maupun bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, variabel lingkungan kerja, sikap rekan kerja, dan kepuasan kerja baik secara parsial maupun bersama – sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan, dan variabel lingkungan kerja dan sikap rekan kerja masing-masing berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Surya Madistrindo AO Purwokerto dengan kepuasan kerja sebagai mediasi. Untuk memaksimalkan kinerja karyawan PT. Surya Madistrindo AO Purwokerto maka implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan agar selalu menjamin keamanan dan kenyamanan karyawan, dan perusahaan mengusahakan agar interaksi antar karyawan selalu tetap terjaga dengan baik. | The research entitled Effect of Work Environment and Co-Worker Attitude to Job Performance with Job Satisfaction as Mediating Variabel (Empirical Study at PT. Surya Madistrindo AO Purwokerto). The aims of this research was to determine the significance of the influence of the work environment and co-worker attitude are partially to the job satisfaction of employee, to determine the significance of the work environment, co-worker attitude, and job satisfaction are partially to the job performance of employee, and to determine the significance of the influence of the work environment, and co-worker attitudeare partially to the job performance of employee through the job satisfaction of employee as mediating variable. The research type is a assosiatif research, and the sampling method is a convienance sampling method. The multiple linear regression analysis was employed to analyze the data. After analyzed using multiple linear regression analysis and multivariate regression analysis, the results showed that: The variable of work environment and co-worker attitude either partially or jointly have significance effect to the job satisfaction, the variable of work environment, co-worker attitude, and job satisfaction either partially or jointly have significance effect to the job performance, and the variable of work environment and co-worker attitude either partially have significance effect to the job performance of employee through job satisfaction of employee as mediating variable. To maximize the job performance PT. Surya Madistrindo AO Purwokerto employee then implication this research are the enterprise in order to always guarantee of the sequrity and pleasure of employee, and the enterprise carry on interaction employee accompany always keep carefully. | |
| 449 | 6400 | P2BA11058 | BIODEGRADASI DETERJEN MENGGUNAKAN BAKTERI MANGROVE CILACAP DALAM BENTUK KULTUR TUNGGAL MAUPUN CAMPURAN SECARA AEROB | Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi potensi isolat bakteri ekosistem mangrove Tritih Kulon Cilacap dalam mendegradasi surfaktan deterjen dalam bentuk kultur tunggal maupun campuran secara aerob. Lumpur dari rizosfer tanaman Mangrove Tritih Kulon, Cilacap digunakan sebagai sumber isolat bakteri untuk dianalisa di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama adalah dua jenis surfaktan anionik deterjen (ABS dan LAS) dan faktor kedua adalah 5 kombinasi perlakuan bakteri. Variabel yang diamati adalah degradasi surfaktan anionik deterjen jenis ABS dan LAS oleh bakteri. Parameter yang diamati adalah persentase degradasi dan nilai laju degradasi surfaktan anionik deterjen yang dianalisis mengggunakan Anova. Hasil identifikasi cepat API 20NE dan API 50CH, bakteri pendegradasi deterjen yang mampu hidup dalam konsentrasi surfaktan 10 mg/L adalah Aeromonas caviae dan Bacillus mycoides. Rataan persentase degradasi surfaktan dengan perlakuan kultur campuran PS5 (B. mycoides) dan PS8 (A. caviae) menunjukkan persentase degradasi yang lebih baik dibanding kontrol, yaitu sebesar 29,76 ± 1,09% pada surfaktan ABS dan 41,67 ± 9,28% pada surfaktan LAS. Perlakuan kultur campuran PS5 (B. mycoides) dan PS8 (A. caviae) juga menunjukkan laju degradasi yang lebih baik dibanding kontrol yaitu sebesar 0,065 ± 0,007 mg/L/jam dalam mendegradasi surfaktan ABS pada jam ke-40 dan 0,109 ± 0,015 mg/L/jam dalam mendegradasi surfaktan LAS pada jam ke-24. Hasil analisis sidik ragam anova terhadap persentase degradasi dan laju degradasi menunjukkan pengaruh yang nyata. Penurunan konsentarsi surfaktan deterjen tertinggi terjadi pada perlakuan menggunakan kultur campuran (dari 10,14 ± 0,07 mg/L menjadi 7,02 ± 0,11 mg/L pada surfaktan ABS dan dari 10,11 ± 0,19 mg/L menjadi 5,83 ± 0,93 mg/L pada surfaktan LAS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah degradasi surfaktan anionik deterjen terbaik menggunakan bakteri kultur campuran Aeromonas caviae dan Bacillus mycoides dari lingkungan Mangrove Tritih Kulon Cilacap. | This study aimed to evaluate the potential of bacterial isolates from Mangrove Tritih Kulon Cilacap to degrade surfactant detergent in the form of single or mixed cultures aerobically. Mud of the Mangrove Tritih Kulon, Cilacap was used as a source of microbial isolate. The research was studied at Microbiology Laboratory Jenderal Soedirman University. The research method is experimental method with completely randomized design in factorial pattern. The first factor was two types of anionic detergents (ABS and LAS) and the second factor was a combination of 5 bacterial treatment. ABS and LAS detergents degradation by bacteria was examined . The parameters measured were the percentage of degradation and the degradation rate value used ANOVA. API 20NE and API 50CH rapid identification kits indicated that detergent degrading bacteria from mangrove Tritih Kulon Cilacap environment which were able to live in a surfactant concentration of 10 mg/L was Aeromonas caviae and Bacillus mycoides. The percentage degradation of treatment with mix culture was better than control, which was 29.76 ± 1.09% in the ABS surfactant and 41.67 ± 9.28% in LAS surfactant. Treatment of mixed cultures also showed better degradation rate than the control which was 0.065 ± 0.007 mg/L/h at ABS surfactant and at the 24 hour with a degradation rate of 0.109±0.015 mg/L/h at surfactant LAS. Results of analysis of variance on percentage and rate of degradation showed significant effect. Highest concentration lost was occurred in the treatment with mixed cultures of bacteria (from 10.14 ± 0.07 mg / L to 7.02 ± 0.11 mg/L in the surfactant ABS and from 10.11 ± 0.19 mg/L to 5.83 ± 0.93 mg/L on LAS surfactant. This suggests that treatment can lower the concentration of bacteria anionic detergent types of ABS and LAS. This study could proved that the bacteria from the Mangrove Tritih Kulon Cilacap environment could reduce and degradation concentration of anionic surfactant ABS and LAS. | |
| 450 | 6401 | P2BA11034 | POTENSI ASOSIASI BAKTERI ENDOFIT TANAMAN SENGON, JATI PUTIH, DAN AKASIA DALAM REMEDIASI LAHAN BEKAS TAMBANG | Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi bakteri resisten merkuri dan asosiasi antara bakteri endofit hasil isolasi dari daerah Mandor dengan tanaman sengon, jati putih dan akasia dalam mereduksi cemaran merkuri pada lahan bekas tambang emas. Penelitian eksperimental ini dilakuakan dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan tinggi, diameter batang, dan berat basah tanaman serta detoksifikasi merkuri. Data pertumbuhan tinggi, diameter batang, dan berat tanaman dianalisis dengan analisis ragam multivariat (Manova).Identifikasi cepat API 20NE dan API 50CH, menunjukkan bahwa bakteri resisten merkuri yang berasal dari daerah Cagar Alam Mandor yang mampu hidup dalam kisaran konsentrasi Hg 1,25-10,25 mgl-1 adalah Aeromonas caviae, Bacillus sp., dan Burkholderia cepacia. Pertumbuhan tanaman dengan perlakuan B. cepacia menunjukkan pertumbuhan tinggi sengon 9,7%lebih baikdibanding kontrol dan 112% jati putih, sedangkan akasia28,3%. Perlakuan B. cepacia menunjukkan pertumbuhan diameter batang lebih baik pada sengon 5,07%, 17,99% pada jati putih, dan 30,6% pada akasia. Terhadap berat tanaman, perlakuan B. cepacia menunjukkan pertumbuhan tinggi lebih baik, yaitu 5,07% pada sengon, 27,69% pada jati putih, dan 180,97% pada akasia.Hasil manova terhadap tinggi, diameter batang dan berat basah serta konsentrasi Hg tanah menunjukkan pengaruh nyata (wilk’s lamda : 0,014). Konsentrasi Hg tanah menunjukkan penurunan kandungan merkuri tanah berkisar 58,53-98,33%. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan bakteri endofit ke tanaman sengon, jati putih, dan akasia dapat menurunkan konsentrasi Hg tanah bekas tambang emas. Penelitian ini membuktikan bahwa bakteri endofit sengon, jati putih, dan akasia mampu tumbuh pada media bekas tambang emas, sekaligus menurunkan konsentrasi merkuri tanah tersebut. | The purpose of this study is to evaluate the mercury resistant bacteria and the association between endophytic bacteria isolated from the plant with sengon, jati putih and acacia in reducing mercury contamination at the ex-gold mine site.The research method used was experimental method with completely randomized design.. The observed variables wereplant height, stem diameter, plant fresh weight and mercury detoxification degree. The plant height, stem diameter, and plant weight data were analyzed using analysis of variance (Manova). API 20NE and API 50CHrapid identification kits indicated that mercury resistant bacteria originatedin Mandor Nature Reserve area which were able to live in the Hg concentration range from 1.25 to 10.25 mgl-1wereAeromonas caviae, Bacillus sp., and Burkholderia cepacia respectively. The average growth of plants treated withB. cepacia showed plant height better than the controls, with rates of 9.7% in sengon and 112% on jati putih, while the acacia, treated withBacillus sp. showed the best growth of 28.3%. Treatment with B. cepacia showed that stem diameter growth was better than the controls, which was 5.07% at sengon, 17.99% in the jati putih, and 30.6% in acacia respectively. While the observation of weight of plant biomass treated withB. cepacia showed it was better than the controls which was 5.07% on sengon, 27.69% in the jati putih, acacia and 180.97% respectively. The results of analysis of variance Manova to height, trunk diameter and wet soil Hg concentrations showed significant effect (Wilk's lambda: 0.014). Soil Hg concentrations decreased which ranged from 58.53 to 98.33%, indicating that the treatment could reduce soil Hg concentrations ofex-gold mine soil. In conclusion, this study proved that the endophytic bacteria of sengon, jati putih, and acacia could grow in gold mining soil media, as well as reduced the soil mercury concentration. | |
| 451 | 6403 | H1G008034 | STATUS PENCEMARAN PERAIRAN PLAWANGAN TIMUR SEGARA ANAKAN CILACAP BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT CD DALAM AIR DAN SEDIMEN | Penelitian ini berjudul status pencemaran perairan plawangan timur segara anakan cilacap berdasarkan kandungan logam berat Cd dalam air dan sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kandungan logam berat Cd pada air dan sedimen di perairan Plawangan Timur Cilacap serta status pencemaran di perairan Plawangan Timur Cilacap berdasarkan kandungan logam berat Cd pada air dan sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli 2013 menggunakan metode survey dengan teknik purposive random sampling pada enam stasiun dengan tiga kali ulangan. Data dianalisis secara deskriptif komparatif dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Cd pada media air berkisar 0,010-0,054 mg/L dan pada media sedimen berkisar 0,0432-2,205 mg/Kg. Kandungan logam berat Cd pada media air sudah melebihi standar baku mutu yakni 0,001 mg/L dengan demikian status pencemarannya tergolong sudah tercemar, sedangkan pada media sedimen pada beberapa stasiun yaitu I, II, III, dan VI telah melebihi standar baku mutu dengan demikian status pencemarannya tergolong sudah tercemar, tetapi pada stasiun IV dan V belum melebihi baku mutu yakni 0,7 mg/kg dengan demikian status pencemarannya tergolong belum tercemar. | The study entitled Water Pollution Status of East Plawangan Segara Anakan Cilacap based on Cd heavy metal content in water and sediment. This study aims to determine Cd heavy metal content in water and sediment in East Plawangan of Cilacap and water pollution status of East Plawangan waters of Cilacap based on Cd heavy metal content in water and sediment. The research was conducted in June 2013 using a survey method applying purposive random sampling technique at six stations in triplicates. Data were analyzed descriptively and comparatively Ftested. The results showed Cd metal content in the water medium ranged betwen 0.010-0.054 mg/L and the media sediments ranged betwen 0.0432-2.205 mg/Kg. Cd content in aqueous media had exceeded quality standard of 0.001 mg/L and was therefore classified as contaminated, while the media sediments at several stations, i.e. I, II, III, and VI hdave exceeded the quality standard thus status was classified as contaminated. However, Cd contents at stations IV and V had not exceeded quality standard 0.7 mg/kg thereby non-polluted status. | |
| 452 | 6405 | D1E010003 | HUBUNGAN PERSEPSI DAN PARTISIPASI PETERNAK BABI DALAM MENGELOLA LIMBAH DI KECAMATAN KERTEK WONOSOBO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan partisipasi peternak babi dalam mengelola limbah dan mengetahui hubungan antara persepsi (tanggapan) peternak babi dengan partisipasinya (perilaku) dalam mengelola limbah. Materi penelitian yang digunakan adalah peternak babi di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo. Jumlah responden diambil berdasarkan sampel dan wawancara berdasarkan kuisioner yang sudah disiapkan. Analisis data yang digunakan adalah Korelasi Rank Spearman dan Uji t. Parameter yang diteliti meliputi persepsi dan partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak babi di Kecamatan Kertek mempunyai persepsi dan partisipasi yang rendah terhadap pengelolaan limbah karena sebagian besar tingkat pendidikan peternak hanya sampai sekolah dasar. | This study aimed to determine perceptions and participation of pig farmers in managing waste and determine the relationship between perception (response) to the pig farmer participation (behavior) for waste management. The materialsused were a pig farmer in the district of Wonosobo regency Kertek. The number of respondents were taken based on the sample and were interviews based on questionnaires that had been prepared. Analysis of the data used was the Spearman Rank Correlation and t-test. The parameters examined included perceptions and participation. The results showed that pig farmers in the district of Kertek and low participation perception towards waste managementas most breeder education up to primary school. | |
| 453 | 6406 | F1C008009 | IDENTITAS POLITIK MAHASISWA DEMONSTRAN (STUDI KASUS IDENTITAS POLITIK KELOMPOK MAHASISWA DEMONSTRAN FISIP UNSOED PURWOKERTO) | Identitas Politik Mahasiswa Demonstran (Studi Kasus Identitas Politik Kelompok Mahasiswa Demonstran FISIP UNSOED PURWOKERTO) Universitas Negeri Jendral Soedirman (Unsoed) adalah salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang memiliki budaya politik. Salah satunya yaitu adanya fenomena kelompok mahasiswa demonstran di Fisip Unsoed. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pembentukan dan perkembangan identitas politik kelompok mahasiswa demonstran di Fisip Unsoed. Identitas kelompok mahasiswa demonstran terlihat dari berbagai tindakan politik yang dilakukannya di kampus dalam kurun waktu tahun 2010 hingga 2013. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik dan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Kriteria keabsahan data diterapkan dalam rangka membuktikan temuan hasil penelitian dengan kenyataan yang diteliti di lapangan. Teknik-teknik yang digunakan untuk membuktikan kebenaran data dilakukan melalui ketekunan pengamatan di lapangan, triangulasi sumber, triangulasi metode, triangulasi peneliti. Dari konsep diri, tindakan dan tindakan gabungan, diketahui bahwa mahasiswa demonstran Fisip Unsoed terus memproduksi identitas politik mereka di kampus. Penelitian ini kemudian menghasilkan identitas politik kelompok mahasiswa demonstran Fisip Unsoed yang terbentuk dalam kegiatan keseharian dan pengalaman gerakan mahasiswa yang memuncak menjadi kelompok kepentingan dengan metode aksi demonstrasi. Harapan peneliti, membumikan isu dan terus memperluas gerakan terus dilakukan agar kelompok mahasiswa demonstran ini tak menjadi menara gading dalam masyarakat. Selain itu, metode dan teori dalam penelitian tentang komunikasi politik atau gerakan mahasiswa lebih dieksplorasi. | Identity Politics Protesters Student (Case Study of Identity Politics Protests Student Groups FISIP UNSOED PURWOKERTO) State University of Jendral Soedirman (Unsoed) is one of the state universities that have a political culture. One of them is the phenomenon of student demonstrators in Fisip group Unsoed. The purpose of this study is to describe how the politics of identity formation and development of the student group of protesters in FisipUnsoed. The identity of the student group of protesters demonstrated by various political actions done on campus in the period of 2010 to 2013. This study uses the theory of symbolic interactionism and qualitative descriptive approach. Data collected through observation, interview and documentation. Data validation criteria applied in order to prove the findings of the research with the fact that observed in the field. The techniques used to prove the correctness of data persistence through field observation, triangulation of sources, methods triangulation, triangulation of researchers. Through the self-concept, measures and actions which are then combined meghasilkan Fisip Unsoed student protesters continue producing their political identity on campus. The research group then produced a political identity Fisip Unsoed student demonstrators formed in daily activities and experiences of the student movement that culminated into interest groups with a demonstration methods. Researchers hope, grounding issues and continue to expand the movement continues to be done so that the student group is not a demonstrator in the ivory tower. In addition, methods and theories in the study of political communication or the student movement further explored. | |
| 454 | 6407 | P2CA12003 | DAMPAK ACFTA TERHADAP PERDAGANGAN SEKTOR INDUSTRI DAN PERTANIAN INDONESIA (Studi Komparatif Indonesia-China dan Indonesia-Vietnam) | ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) diberlakukan sejak tanggal 1 Januari 2010 setelah penandatanganan kerangka awalnya pada 4 November 2004 dan diratifikasi oleh Pemerintah melalui KEPPRES No. 48 pada 15 Juni 2004. Kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China memberikan tantangan dan peluang bagi berbagai komoditas pertanian dan industri yang diproduksi di dalam negeri. Manfaat perdagangan bebas ACFTA yang akan dapat dipetik tergantung kepada daya saing produk pertanian dan industri masing-masing negara. Ketiga negara tersebut juga merupakan negara dengan kontribusi sektor pertanian yang besar terhadap (Gross Domestic Product) GDP. Daya saing suatu sektor terlihat dari keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dan istilah keunggulan komparatif merupakan kajian ekonomi makro. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak ACFTA terhadap daya saing sektor industri dan pertanian Indonesia dibandingkan dengan China dan Vietnam dengan menggunakan indeks Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) dengan pendekatan before-after. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari UN Comtrade tahun 1999-2003 (periode sebelum ACFTA) dan 2004-2011 (periode setelah ACFTA). Hasil analisis indeks RCA menunjukkan bahwa sektor industri Indonesia sebelum dan setelah ACFTA berdaya saing lemah di pasar China. Di Vietnam, Indonesia berdaya saing lemah sebelum ACFTA. namun, setelah ACFTA, sektor industri Indonesia mempunyai daya saing kuat selama empat tahun (2006-2009). Sebelum ACFTA Indonesia cenderung menjadi negara eksportir industri dimana jumlah subsektor industri yang bernilai ISP positif berkisar antara 57-73 persen. Namun, setelah ACFTA Indonesia menjadi negara pengimpor industri dengan nilai ISP negatif. Sektor pertanian Indonesia berdasarkan nilai indeks RCA, sebelum dan setelah pemberlakuan ACFTA tidak mampu bersaing atau berdaya saing lemah baik di pasar China dan Vietnam. Indonesia menjadi negara eksportir pertanian dengan nilai ISP positif berjumlah lebih dari 50 persen sebelum dan setelah ACFTA. Berdasarkan hal tersebut, direkomendasikan kebijakan yang seharusnya dilakukan seperti, penurunan biaya perdagangan, perbaikan infrastruktur, reformasi birokrasi untuk kemudahan perizinan dan pengembangan industri pengolahan untuk mendapat nilai tambah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi di sektor industri dan pertanian untuk mendorong peningkatan daya saing. | ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA) was effevtive since January 1, 2010 after the signing of the initial framework on November 4, 2004 and ratification by the government through the Presidential Decree no. 48 on June 15, 2004. ACFTA provided challenges as well as opportunities for a variety of domestic agricultural and industrial commodities. The extent of ACFTA benefit depends upon the competitiveness of agricultural and industrial products of each country. The purpose of this study is to analyze the impact of ACFTA on the competitiveness of agricultural and industrial sectors of Indonesia as compared to China and Vietnam by using RCA index and ISP using before-after approach. This study used secondary data from UN Comtrade 1997-2003 (before ACFTA) and 2004-2011 (after ACFTA). The results of RCA index analysis indicate that the Indonesian industrial sector before and after the ACFTA has weak competitiveness in the China. In Vietnam, Indonesia has low competitiveness before ACFTA. However, after ACFTA, Indonesian industrial sector have strong competitiveness during 4 years (2006-2009). Before ACFTA, Indonesia tended to be an industrial exporter where the number of sub-sectors with positive ISP ranging between 57-73 percent. However, after ACFTA Indonesia became a net importer of industrial with ISP negative value below zero through one. Indonesia was an agricultural exporter with more positive ISP values of more than 50 percent before and after ACFTA. Based on the results, it is recommended that there should be such policies as reduction in trading cost, infrastructure improvement, bureaucratic reform to ease the licensing process, and development of manufacturing industries to gain added value. The policies are expected to boost economic activities in the industrial and agricultural sectors to increase competitiveness. | |
| 455 | 6413 | P2BA11024 | HUBUNGAN ANTARA STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DAN GASTROPODA DI HUTAN WISATA PAYAU PERUM PERHUTANI BKPH RAWA TIMUR CILACAP | Struktur komunitas merupakan bagian dari ekologi yang didalamnya ada keterkaitan antara kekayaan spesies, kepadatan spesies, dan distribusi spesies. Ekosistem mangrove perlu dipertahankan nilai kekayaan, kepadatan dan distribusi spesiesnya agar tetap memiliki fungsi ekologis yang berkesinambungan. Luas Hutan Wisata Payau saat ini mulai berkurang disebabkan oleh penebangan liar. Hal tersebut mengakibatkan penutupan kanopi pohon yang tidak sama di beberapa area, sehingga akan berpengaruh terhadap struktur komunitas gastropoda. Oleh karena itu, penelitian penutupan kanopi pohon yang dikaitkan dengan hubungan antara struktur komunitas mangrove dan gastropoda perlu dilakukan di Hutan Wisata Payau Perum Perhutani BKPH Rawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove, mengetahui struktur komunitas gastropoda, serta menganalisis hubungan antara struktur komunitas mangrove dan gastropoda di Hutan Wisata Payau Perum Perhutani BKPH Rawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Teknik pengambilan sampel mangrove dan gastropoda dilakukan secara Cluster Sampling. Hubungan antara kerapatan mangrove dan kepadatan gastropoda menggunakan software SPSS 19, sedangkan hubungan antara kepadatan spesies dan faktor lingkungan menggunakan BIO-ENV dengan software PRIMER V5. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kekayaan mangrove di Hutan Wisata Payau Perum Perhutani BKPH Rawa Timur dan ditemukan 2 spesies yaitu Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata. Kerapatannya tertinggi ditemukan di stasiun 1 (9.833 ind/ha), sedangkan kerapatannya terendah ditemukan di stasiun 5 (2.366 indi/ha) dengan distribusi yang mengelompok pada semua stasiun. Kekayaan gastropoda yang ditemukan di lokasi penelitian sebanyak 11 spesies yaitu Cheritidhea alata, Ceritidhea quadrata, Telescopium telescopium, Neritina violacea, Neritina lineata, Neritina zigzag, Cassidula aurifelis, casssidula nucleus, Chicoreus capucinus, Littoraria cainifera, dan Assimenia brevicula. Kepadatannya tertinggi ditemukan di stasiun 5 (33 ind/m2), sedangkan kepadatannya terendah ditemukan di stasiun 1 (6 ind/m2) dengan distribusi yang mengelompok di semua stasiun. Secara umum, kerapatan mangrove memiliki kecenderungan terbalik dengan kepadatan gastropoda karena Hutan Wisata Payau Tritih dalam keadaan suksesi. | Community structure is a part of the ecology in which there is a correlation among richness, density, and distribution of the species. Mangrove ecosystem should be maintained its richness value, density and distribution of the species in order to still have a sustainable ecological functions. The area of Hutan Wisata Payau have been decrease due to illegal logging. It leads to closure of the tree canopy which is not the same in some areas so it will effect the community structure of gastropods. Therefore, the study about tree canopy closure associated with the relationship between community structure of mangrove and gastropods needs to be done in Hutan Wisata Payau Perum Perhutani BKPH Rawa Timur. This study aims to know community structure of mangrove, know community structure of gastropod, and analyze the relationship between community structure of mangrove and gastropods in Hutan Wisata Payau Perum Perhutani BKPH Rawa Timur. The method used was a survey with Cluster Sampling for sampling techniques of mangrove and gastropods. The correlation between density of mangrove and gastropods analyzed by using SPSS 19 software whereas the correlation between species density and environmental factors using BIO-ENV with PRIMER V5 software. The results revealed showed that the richness of mangrove in Hutan Wisata Payau Perum Perhutani BKPH Rawa Timur found only 2 species which is Rhizophora mucronata and Rhizophora apiculata. The highest density found at station 1 (9,833 ind/ha), while the lowest density at station 5 (2,366 ind/ha), with a clustered pattern distribution in all stations. The richness of gastropods found in the research sites was 11 species wich is Cheritidhea alata, Ceritidhea quadrata, Telescopium telescopium, Neritina violacea, Neritina lineata, Neritina zigzag, Cassidula aurifelis, casssidula nucleus, Chicoreus capucinus, Littoraria cainifera, and Assimenia brevicula. The highest density found at station 5 (33 ind/m2) where the lowest density found at stasiun 1 (6 ind/m2), with a clustered pattern distribution in all stations. Generally, the density of mangrove has a reverse tendency to the density of gastropods due to Hutan Wisata Payau Tritih in succession. | |
| 456 | 6408 | H1A009032 | PENURUNAN KADAR ZAT WARNA METILEN BIRU DENGAN FOTOKATALIS TiO2-Cu MENGGUNAKAN SINAR LAMPU UV | Proses fotodegradasi zat warna menggunakan suatu bahan semikonduktor saat ini telah banyak diteliti didunia sebagai fotokatalis untuk mengurangi dampak polusi lingkungan. Salah satu metode dalam mendegradasi suatu senyawa organik (zat warna) yaitu menggunakan fotokatalis TiO2. Fotokatalis TiO2 memiliki fotoaktivitas yang tinggi dan bersifat inert. Namun adanya kekurangan dari fotokatalis TiO2 yaitu menggunakan sinar UV untuk mengeksitasi elektronnya ke pita konduksi dan terjadi rekombinasi elektron hole yang mengakibatkan penurunan aktivitas katalitik TiO2. Untuk mencegah hal tersebut, maka dalam penelitian ini dilakukan kombinasi TiO2 yang didoping oleh logam Cu. Pendopingan dilakukan menggunakan metode fotodeposisi dengan perbandingan rasio mol TiO2 dan Cu yaitu (99:1), (98:2), (97:3), dan (96:4). Fotokatalis TiO2 yang telah didopan logam Cu dapat meningkatkan aktivitas fotokatalitik TiO2 dalam mendegradasi kadar zat warna metilen biru. Fotokatalis yang memberikan aktivitas terbesar adalah fotokatalis TiO2-Cu dengan perbandingan (98:2). Penurunan kadar zat warna metilen biru menggunakan fotokatalis TiO2-Cu (98:2) pada waktu optimum yaitu 6 jam dibawah pengaruh sinar lampu UV. Persen penurunan kadar zat warna metilen biru pada pH 12 selama 6 jam adalah 98,04%. | Photodegradation process of pigment used a semiconductor material has been widely researched to reduced the impact of environmental pollution. One of method to degrade an organic compound (pigment) was using TiO2 photocatayst. TiO2 photocatalyst has a high photoactivity and inert. However, the shortage of TiO2 photocatalyst that used UV ray to excited electrons to the conduction band and the electron hole recombination occurs resulting in decreased TiO2 catalytic activity. To prevent it, in this case used a combination of TiO2 doped by Cu. Dope performed using photodeposition method with a mol ratio of TiO2 and Cu are (99:1), (98:2), (97:3), and (96:4). TiO2 which has been doped by Cu increased the photocatalytic activity of TiO2 in degrade levels of methylene blue. Photocatalytic that provided the greatest activity is photocatalytic TiO2-Cu in ratio (98:2). Decreased levels of methylene blue used photocatalyst TiO2-Cu (98:2) at the optimum time is 6 hour influenced by UV ray. Percent in decreased levels of methylene blue at Ph 12 for 6 hours is 98,04%. Key words : photocatalytic, TiO2-Cu, Methylene blue degradation | |
| 457 | 6410 | E1A007298 | PROSEDUR PERIZINAN PENDIRIAN MENARA BASE TRANSCEIVER STATION DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini mengambil judul “Prosedur Perizinan Pendirian Menara Base Transceiver Station di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian untuk mengetahui mengetahui prosedur perizinan pendirian menara Base Transceiver Station di Kabupaten Banyumas dan untuk mengetahui pendirian menara Base Transceiver Station yang terdapat di Kabupaten Banyumas sudah sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah di Kabupaten Banyumas. Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis normatif atau legal research, yaitu pendekatan yang menggunakan konsepsi legistis positivistis. Konsep ini mengungkapkan, bahwa hukum identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat negara yang berwenang. Konsep ini, hukum melihat sebagai sistem normatif yang bersifat otonom, tertutup dan terlepas dari kehidupan masyarakat. Spesifikasi Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis yaitu penelitian yang menggambarkan keadaan objek yang akan diteliti untuk kemudian dianalisis berdasarkan teori-teori hukum dan praktik pelaksanaan hukum positif yang menyangkut permasalahan tanpa maksud untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan yang berlaku umum. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Prosedur Pendirian Menara Base Transceiver Station di Kabupaten Banyumas adalah mengajukan permohonan izin pendirian Menara Base Transceiver Station ke Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan dengan menyertakan dokumen persyaratan administrasi dan persyaratan teknis. Berkas-berkas persyaratan yang diberikan oleh Pemohon akan diperiksa oleh Sub Bidang Pelayanan Perizinan. Setelah berkas-berkas persyaratan yang diperiksa dan dinyatakan lengkap dan benar, maka permohonan dapat diterima. Bagian Sub Bidang Pemrosesan Perizinan akan melakukan rapat dengan Tim Perizinan untuk melakukan tinjauan lokasi. Tim perizinan membuat laporan lengkap mengenai hasil tinjauan lokasi dan melaporkannya kepada Kepala Bidang Perizinan dan membuat konsep Surat Keputusan pemberian/penolakan izin yang dikeluarkan oleh Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan. Pendirian Menara Base Transceiver Station yang terdapat di Kabupaten Banyumas telah sesuai dengan zona cell plan yang telah ditetapkan dengan melihat pada ketentuan pola dan struktur ruang wilayah di Kabupaten Banyumas, serta ketentuan umum peraturan zonasi khususnya untuk pendirian menara telekomunikasi. Zona cell plan merupakan bagian dari Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyumas, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendirian menara Base Transceiver Station di Kabupaten Banyumas telah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyumas sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2011. | This study took the title " Establishment Licensing Procedures Tower Base Transceiver Station in Banyumas " . The research objective for the establishment of licensing procedures learns Base Transceiver Station in Banyumas and to determine the establishment of Base Transceiver Station located in Banyumas is in conformity with the Spatial Plan in Banyumas . Methods used approach is normative or legal research , the approach uses legistis positivistic conception . This concept reveals , that the law is identical to the written norms are created and promulgated by agencies or officials of the state. This concept , see the law as a normative system of autonomous , closed and regardless of people's lives . Specifications research is descriptive analytical research that describes the state of the object to be examined and then analyzed based on legal theories and practices relating to the implementation of positive law issues without intent to draw conclusions that are commonly used. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the procedure Incorporation Tower Base Transceiver Station in Banyumas district is applying for a permit establishment of Tower Base Transceiver Station to the Board of Investment and Licensing Services with documents include administrative requirements and technical requirements . Paperwork requirements given by the applicant to be examined by the Division of Licensing Services . Once the paperwork requirements are examined and declared complete and correct , then the application can be accepted . Part Processing Licensing Division will conduct a meeting with the Licensing Team to conduct a review location . Licensing team to make a full report on the results of a review site and report to the Head of Licensing and draft decree granting / denial of a permit issued by the Head of Investment and Licensing Services. Establishment of Base Transceiver Station Tower located in Banyumas cell zones in accordance with the plan that has been set by looking at the terms and structure of the spatial pattern in Banyumas, as well as the general provisions of the zoning regulations for the particular construction of telecommunications towers . Cell zone plan is part of the Spatial Plan Banyumas regency , so it can be concluded that the establishment of Base Transceiver Station in Banyumas in accordance with the Spatial Planning Banyumas Regional Regulation No. 10 of 2011. | |
| 458 | 6411 | P2CC11043 | PENGARUH SOFT SKILLS, MOTIVASI MEMASUKI DUNIA KERJA, DAN PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII SMKN I PURWOKERTO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 | Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis: (1) pengaruh soft skills terhadap kesiapan kerja siswa. (2) pengaruh motivasi memasuki dunia kerja terhadap kesiapan kerja siswa. (3) pengaruh pengalaman prakerin terhadap kesiapan kerja siswa. Penelitian ini merupakan penelitian expost-facto karena data yang diperoleh adalah data hasil dari peristiwa yang sudah berlangung, sehingga peneliti hanya menggungkap fakta berdasarkan pengukuran gejala yang telah ada pada responden siswa kelas XII SMK Negeri I Purwokerto. Analisis data menggunakan analisis regresi ganda dan uji elastisitas. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1) Soft skills berpengaruh positif terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK Negeri I Purwokerto. (2) Motivasi memasuki dunia kerja berpengaruh positif terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK Negeri I Purwokerto. (3) Pengalaman praktik kerja industri berpengaruh positif terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK Negeri I Purwokerto. | The study has a title : "The Effect of Soft Skills, Motivation Entering the World of Work and Employment Practices Industry Experience to the Job Readiness Class XII SMKN I Purwokerto Academic Year 2012/2013". This study aims to analyze: (1) the influence of soft skills to the job readiness of students. (2) the influence of motivation entering the workplace to the job readiness of students. (3) the effect of prakerin work experience to the job readiness of students. This study is an ex post-facto research because the data are obtained from the results of events already taken place, so that the researchers only explore the facts based on the measurement of symptoms contained in the class XII students of SMKN I Purwokerto. The data analysis uses the multiple regression analysis and elasticity. The results can be concluded that (1) Soft skills have positive effect on job readiness to class XII students of SMKN I Purwokerto. (2) Motivation entering the workforce has a positive effect on job readiness of class XII students of SMK Purwokerto. (3) Experience working practices of the industry has a positive effect on job readiness class XII students of SMKN I Purwokerto. | |
| 459 | 6412 | C1L008034 | THE INFLUENCE OF OWNER'S EDUCATION, INFORMATION TECHNOLOGY UNDERSTANDING LEVEL, FIRM SIZE, AND FIRM AGE ON THE IMPLEMENTATION OF SAK ETAP (Survey On SMEs in Cirebon City) | Penelitian ini merupakan survey pada usaha kecil dan menengah di kota cirebon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pendidikan pemilik, tingkat pemahaman teknologi informasi, ukuran usaha, dan lama usaha terhadap implementasi standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK ETAP) dan mengetahui variabel yang berpengaruh parsial. Penelitian ini menggunakan data primer dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode sampel random sampling digunakan untuk menentukan responden. Responden penelitian ini adalah 50 orang pemilik usaha kecil dan menengah di Kota Cirebon. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS 17.0 for Windows melalui analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan pemilik, tingkat pemahaman teknologi informasi, ukuran usaha dan lama usaha secara simultan berpengaruh signifikan terhadap implementasi SAK ETAP. Sementara pendidikan pemilik dan lama usaha secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap implementasi SAK ETAP. Kata Kunci: Pendidikan pemilik, tingkat pemahaman teknologi informasi, ukuran usaha, lama usaha, implementasi SAK ETAP | This research is a survey on SMEs in Cirebon City. The purpose of this study is to examine the influence of owner’s education, information technology understanding level, firm size, and firm age on the implementation of financial accounting standard for entity without public accountability (SAK ETAP) and determine variables that affect partially. This study used primary data with questionnaires as research instrument. The sampling technique method used was random sampling method. The respondents of this study were 50 owner’s of SMEs in Cirebon City. Data analysis used in this study are SPSS 17.0 for Windows through multiple linear regression analysis. The results showed that owner’s education, information technology understanding level, firm size and firm age simultaneously influence the implementation of SAK ETAP. Mean while owner’s education and firm age does not give influence the implementation of SAK ETAP partially. Keywords : owner’s education, information technology understanding level, firm size, firm age, implementation of SAK ETAP | |
| 460 | 6417 | E1A009203 | PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM JUAL BELI TANAH SAWAH (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor : 21/Pdt.G/2011/PN.Clp) | Penelitian ini berjudul “PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM JUAL BELI TANAH SAWAH (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor : 21/Pdt.G/2011/PN.Clp)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifikasi unsur-unsur perbuatan melawan hukum dan untuk mengetahui pertimbangan hukum yang digunakan oleh hakim dalam menentukan ganti kerugian pada kasus jual beli tanah dalam Putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor : 21/Pdt.G/2011/PN.Clp. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan metode analisis data secara normatif kualitatif dan data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa Putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor : 21/Pdt.G/2011/PN.Clp, kitab undang-undang hukum perdata, dan buku-buku literatur yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis dan analisis data dilakukan dengan membandingkan antara data dengan teori-teori hukum. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa perbuatan Tergugat I yang tidak mau menyerahkan tanah sawah yang sudah dibeli oleh Penggugat selama 3 tahun merupakan perbuatan yang melawan hukum karena memenuhi unsur melawan hak subyektif orang lain dan unsur bertentangan dengan kewajiban hukumnya sendiri dan Hakim mengabulkan gugatan ganti kerugian penggugat sebesar Rp. 27.000.000,- (dua puluh tujuh juta). | The study is titled "TORT BUY SELL LAND IN RICE FIELD (Judicial Review Against the Cilacap District Court Decision Number: 21/Pdt.G/2011/PN.Clp)". The purpose of this study was to determine the legal reasoning of judges in qualifying elements of a tort and to know the legal reasoning used by judges in determining compensation in cases of land transfer in Cilacap District Court Decision Number: 21/Pdt.G/2011 / PN.Clp. This study uses a normative study with normative methods of qualitative data analysis and data used are secondary data in the form of Cilacap District Court Decision Number: 21/Pdt.G/2011/PN.Clp, the book of the law of civil law, and books -book literature relating to research problems. The data obtained are presented in a systematic and data analysis is done by comparing the data with the theories of law. From the research it is known that the actions of Defendant I do not want to give up land that has been purchased by the rice fields Plaintiff for 3 years is an act that is against the law because it fulfilled the subjective rights against others and against the elements with its own legal obligations and the judge granted the plaintiffs' tort of Rp. 27,000,000, - (twenty seven million). |