Artikelilmiahs
Menampilkan 421-440 dari 52.043 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 421 | 6388 | E1A009163 | Perlindungan Hukum Oleh Penegak Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Perkosaan Dalam Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Semarang | Tindak pidana perkosaan merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan yang merupakan contoh kerentanan posisi perempuan tersebut, utamanya terhadap kepentingan seksual laki-laki. Citra seksual perempuan yang telah ditempatkan sebagai obyek seksual laki-laki, ternyata berimplikasi jauh pada kehidupan perempuan, sehingga dia terpaksa harus selalu menghadapi kekerasan, pemaksaan dan penyiksaan secara fisik serta psikis. Permasalahan dan tujuan penelitian yang diambil antara lain: mengetahui dan menganalisis upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap korban tindak pidana perkosaan, mengetahui dan menganalisis hambatan-hambatan yang dihadapi penegak hukum dalam melaksanakan fungsi perlindungan hukum bagi korban tindak pidana perkosaan di wilayah hukum Pengadilan Negeri Semarang. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan studi hukum yang dibagi menjadi 2 (dua) cabang studi, yang pertama hukum dapat dipelajari dan diteliti sebagai suatu studi mengenai law in books, dan yang kedua adalah hukum yang dipelajari dan diteliti sebagai suatu studi mengenai law in action. Mempelajari dan meneliti hubungan timbal balik antara hukum dengan lembaga-lembaga sosial yang lain, studi terhadap hukum sebagai law in action merupakan studi ilmu sosial yang non doktrinal dan bersifat empiris. Penelitian menghasilkan kesimpulan: (a) upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh penegak hukum untuk memberikan perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana perkosaan adalah dengan pemberian restitusi dan kompensasi, konseling, pelayanan/bantuan medis, bantuan hukum dan pemberian informasi yang menjadikan masyarakat sebagai mitra aparat kepolisian karena melalui informasi ini diharapkan fungsi kontrol masyarakat terhadap kinerja kepolisian dapat berjalan dengan efektif. (b) hambatan-hambatan yang dihadapi penegak hukum dalam melaksanakan fungsi perlindungan hukum bagi korban tindak pidana perkosaan di wilayah hukum Pengadilan Negeri Semarang baik yang berasal dari luar (ekstern) dan dari dalam (intern) masing-masing penegak hukum. | Rape is one form of hardness crime to woman who is example of susceptance position of the woman, mainly to importance of men sexual. Woman sexual image who has been placed as men sexual object, simply far implication at woman life, so that him cannot help always faces hardness, enforcing and persecution in physical of and psychical. Problems and purpose of research taken by inter alia: identify and analyze the efforts that can be made to provide protection to victims of rape crime , identify and analyze the obstacles faced by law enforcement agencies in carrying out the functions of legal protection for victims of rape in the criminal jurisdiction Semarang District Court. In this research, writer applies law study divided to become 2 (two) study branch, firstly law can be studied and checked as a study about law indium books, and second is law studied checked and as a study about law indium action. Studies and checks interrelationship between laws with other social institutes, study to law as law indium action is social science study which non doktrinal and haves the character of empiric. Research findings conclusion: (a) attempts to do by law enforcement to provide legal protection for victims of rape is a crime with restitution and compensation , counseling , care / medical assistance , legal aid and the provision of information that make the community as a partner apparatus police because through this information are expected functions of community control over the police performance to be effective . (b) the obstacles faced by law enforcement agencies in carrying out the functions of legal protection for victims of rape in the criminal jurisdiction of the District Court of Semarang both from outside ( external ) and from within ( internal ) each law enforcement . | |
| 422 | 6389 | C1B006046 | PENGARUH SUASANA KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA DI CV. JAYA PERKASA MANDIRI PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suasana kerja terhadap kepuasan kerja, pengaruh suasana kerja terhadap kinerja, pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja, pengaruh kompensasi terhadap kinerja serta untuk mengetahui variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap kepuasan kerja dan kinerja. Responden dalam penelitian ini adalah tenaga kerja yang berkerja di CV. Jaya Perkasa Mandiri Purwokerto sebanyak 133 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara suasana kerja dengan kepuasan kerja dan kinerja, Kompensasi dengan kepuasan kerja dan kinerja, begitu juga dengan Suasana kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja di CV. Jaya Perkasa Mandiri Purwokerto. Suasana kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, suasana kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja, kompensasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, kompensasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja dan suasana kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja di CV. Jaya Perkasa Mandiri Purwokerto. | This research aims to analyze the influence of working conditions on job satisfaction, work environment influence on the performance, the effect of compensation on job satisfaction, the effect of compensation on performance as well as to determine which variables are the most dominant influence on job satisfaction and performance. Respondents in this study are the work of labor in CV. Jaya Perkasa Mandiri Purwokerto total of 133 respondents. The results showed a significant correlation between working conditions and job satisfaction and performance, compensation and job satisfaction and performance, as well as the working conditions has a significant influence on the performance in the CV. Jaya Perkasa Mandiri Purwokerto. Working environment has a significant impact on job satisfaction, working conditions have a significant influence on the performance, compensation has a significant influence on job satisfaction, compensation has a significant influence on the performance and working conditions have a significant influence on the performance in the CV. Jaya Perkasa Mandiri Purwokerto. | |
| 423 | 6390 | C1B006158 | PENGARUH MOTIVASI, LINGKUNGAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH (BKD) KABUPATEN PURBALINGGA | RINGKASAN Penelitian ini berjudul : PENGARUH MOTIVASI, LINGKUNGAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH (BKD) KABUPATEN PURBALINGGA. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai BKD Kabupaten Purbalingga. Hipotesis yang diajukan adalah motivasi kerja, lingkungan kerja dan kepuasan kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja dan kepuasan kerja memberikan pengaruh paling besar terhadap kinerja pegawai BKD Kabupaten Purbalingga. Alat analisis yang digunakan adalah analisis analisis regresi berganda dengan uji F, uji t dan uji elastisitas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja, lingkungan kerja dan kepuasan kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja dan kepuasan kerja memberikan pengaruh paling besar terhadap kinerja pegawai BKD Kabupaten Purbalingga. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja pegawai BKD Kabupaten Purbalingga, maka dapat pimpinan dapat memperbaiki motivasi, lingkungan kerja dan kepuasan kerja. Kepuasan kerja dapat menjadi titik berat dalam pembenahan kinerja pegawai karena ini terbukti berpengaruh paling besar dibanding variabel lain. Kata kunci: kinerja, motivasi kerja, lingkungan kerja, motivasi kerja | SUMMARY The study was entitled: THE INFLUENCE OF MOTIVATION, JOB SATISFACTION OF ENVIRONMENTAL PERFORMANCE AND BODY staffing DISTRICT OFFICER (BKD) DISTRICT PURBALINGGA. The purpose of research is to find out and analyze the influence of work motivation, job satisfaction and work environment on the performance of BKD District officials Purbalingga. Hypothesis put forward is work motivation, work environment and job satisfaction have a significant influence on performance and job satisfaction gives the greatest influence on the performance of BKD District officials Purbalingga. Analysis tool used is multiple regression analysis with the analysis of the F test, t test and test elasticity. Based on the research results it can be concluded that work motivation, job satisfaction and work environment has a significant influence on performance and job satisfaction gives the greatest influence on the performance of BKD District officials Purbalingga. Implications of this research is to improve the performance of BKD District officials Purbalingga, then get the leadership to improve motivation, job satisfaction and work environment. Job satisfaction can be a heavy point in revamping performance proved influential officials because most large compared to other variables. Keywords: performance, work motivation, work environment, work motivation | |
| 424 | 6392 | B1J009029 | METAZOA PARASIT PADA IKAN TALANG-TALANG (Scomberoides tol) DAN IKAN GEROT-GEROT (Pomadasys maculatus) YANG DIPASARKAN DI TPI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP | Kabupaten Cilacap memiliki hasil perikanan laut yang melimpah. Hasil tangkapan laut yang diperoleh mencapai 343,2 ton/bulan, sebagian besar terdiri atas jenis-jenis ikan pelagis dan ikan demersal yang mayoritas dipasarkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). Ikan yang dipasarkan di TPI PPSC diantaranya ikan talang-talang (Scomberoides tol) dan ikan gerot-gerot (Pomadasys maculatus). Ikan tersebut merupakan jenis ikan tangkapan yang mempunyai nilai ekonomis dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Kedua ikan tersebut merupakan ikan karnivora yang memangsa ikan-ikan kecil dan Crustacea dapat berperan sebagai hospes intermedier bagi beberapa jenis parasit, sehingga diperkirakan adanya berbagai jenis parasit yang menginfeksi ikan. Bahkan, beberapa parasit yang menginfeksi kedua ikan tersebut bersifat zoonosis yaitu dapat menular ke manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis, kelimpahan, intensitas, tingkat prevalensi metazoa parasit pada ikan talang-talang dan ikan gerot-gerot dan mengetahui adanya parasit yang bersifat zoonosis. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Jenis-jenis parasit yang ditemukan diidentifikasi serta kelimpahan jenis metazoa parasit menggunakan analisis varian, intensitas serangan parasit dihitung dengan rumus jumlah total parasit yang ditemukan pada ikan dibagi dengan jumlah ikan yang terinfeksi parasit, prevalensi dihitung dengan rumus jumlah ikan yang terinfeksi dibagi dengan jumlah total ikan yang diperiksa dikalikan 100%. Hasil penelitian diperoleh 29 metazoa parasit meliputi 15 metazoa parasit yang ditemukan menginfeksi ikan talang-talang dan 14 metazoa parasit yang ditemukan menginfeksi ikan gerot-gerot. Kelimpahan dan intensitas metazoa parasit tertinggi pada ikan talang-talang adalah Polyophisthocotylea indet. I dan pada ikan gerot-gerot adalah Hysterothylacium sp. III. Prevalensi ikan talang-talang dan ikan gerot-gerot yang terinfeksi metazoa parasit sebesar 100% serta terdapat cacing parasit bersifat zoonosis yaitu Hysterothylacium sp., Terranova sp., Anisakis sp., dan Philometra sp. | District of Cilacap has an abundant products of fishery. The Fishery catchment reach up to 343,2 tons/month, most of them refers to pelagic and demersal fishes which are marketed in Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). The marketed fishes are talang-talang fish (Scomberoides tol) and gerot-gerot fish (Pomadasys maculatus). Those fishes are categorized as high economic fishery haul and also as the most consumed fish. Those two kinds of fish are carnivorous fish which hunt small fishes and Crustacea can role as hospes intermedier for several kinds of parasite that can infect other fishes. Even, there are several parasites which infect them are zoonosis. This research aims to know varieties of metazoans, abundancy, intensity, prevalence of S. tol fish and P. maculatus fish and to know the existence of zoonosis parasites. Survey method was done for this research and samples was taking by randomly. Data of species metazoa parasite is analysed through identifying parasites found and the abundanve of parasitic metazoa by using varian analysis, parasite attack intensity was counted by the formula of total parasite found in fish over the sum of parasite infected fish, prevelance is counted by the formula of total amount of infected fish over total amount of examined fish times 100%. A total of parasitic metazoan was obtained consists of 15 parasitic metazoan which infect S. tol fish and 14 parasitic metazoan which infect P. maculatus fish. The Highest of abundance and intensity of parasitic metazoa to S. tol fish are Polyophisthocotylea indet I and to P. maculatus fish are Hysterothylacium sp. III. S. tol and P. Maculatus were fond 100% intected to metazoa parasite and contains zoonosis parasitic worm is Hysterothylacium sp., Terranova sp., Anisakis sp., dan Philometra sp. | |
| 425 | 6416 | F1A008075 | Makna Pasar Bagi Konsumen (Studi tentang Pasar Tradisional dan Pasar Modern dengan Konsumen di Kroya) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak pasar modern dan pasar tradisional untuk menarik konsumennya, untuk mengetahui interaksi sosial yang terjadi di pasar modern dan pasar tradisional, untuk mengetahui makna pasar modern dan pasar tradisional bagi konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, sedangkan teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kato dan Jadi Baru (pasar modern) berupaya dalam menarik konsumennya dengan cara menggunakan media radio, baliho/spanduk, selebaran-selebaran, pelayanan yang baik/ramah, tempatnya bersih dan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas, kualitas barang yang baik, tertata rapih. Upaya yang dilakukan oleh pedagang pasar tradisional adalah dengan cara ramah terhadap konsumen dalam menawarkan barang dagangannya dan juga tidak terlalu banyak mengambil untung. Interaksi sosial yang terjadi di pasar modern sangat minim, berbeda dengan interaksi sosial yang terjadi di pasar tradisional karena di pasar tradisional konsumen dengan pedagang saling tawar menawar harga sehingga konsumen dengan pedagang banyak melakukan interaksi sosial. Makna pasar tradisional bagi konsumen adalah pasar yang menjual beragam jenis barang yang terletak di tempat yang bagus dan harganya tidak bisa ditawar, sedangkan makna pasar tradidional bagi konsumen adalah tempat yang sangat ramai yang menjual berbagai macam barang. Pasar selain tempat bertemunya pembeli dengan penjual juga di pasar tradisional juga dapat ditemui pengemis, pengamen, kuli panggul, dan sebagainya. Implikasi yang diambil oleh penulis adalah pemerintah pusat atau pemerintah daerah dan juga semua pihak yang terkait dapat memodernnisasi pasar tradisional dengan manajemen pengelolaan secara modern baik dari sistem pengelolaan maupun kelembagaannya perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan pasar modern. | This research intent to know efforts that did by modern market party and traditional market to pull consumer, to know social interaction which is happen at modern market and traditional market, to know meaning of modern market and traditional market for consumer. Observational method utilized Qualitative- descriptive method, meanwhile informan take tech utilized tech purposive sampling . The result of observational show that Kato and Jadi Baru (modern market) get effort in pull their consumer by utilize radio media, billboard / banner, leaflets, good service / friendly, their place was clear and proveded by many facilities, a good quality commodity, neat set. Effort that did by seller of traditional market was by friendly to consumer in offer their merchandise and not also overdose take a much of benefit. social interaction that happen at modern market was very minim, in contrast to social interaction that happen at traditional market, because at traditional market consumers with seller are each dicker price so consumer with seller make a lot of social interaction. Modern market meaning for consumer is market that sell various type commodity, it lies at place nicely and its non-negotiable price, meanwhile tradidional market meaning for consumer is place really clamorous that sells various type commodity. Market besides place that buyer and seller meet, at traditional market can also find beggar, singing beggar, pelvic laborer, etc. Implication that took by writer is federal or local government and also party that involved gets make modern traditional market with a modern management preparation way, as well as of management system and also its institute need improved to be able to compete by modern market. | |
| 426 | 6393 | C1K006035 | THE EFFECTS OF COMMUNICATION, LEADERSHIP AND JOB SATISFACTION OF EMPLOYEES PERFORMANCE IN PT. PLN APJ PURWOKERTO | The purposes of this study are to analyze the affects of communication and leadership on job satisfaction of employees of PT. PLN APJ Purwokerto, and to analyze the effect of communication, leadership and employees job satisfaction on the work performance of PT. PLN APJ Purwokerto. This study uses test the validity and reliability of the research instruments and the classical assumptions on the data collected from the respondents. Multiple regression used to calculate the effect of independent variables on the dependent. To test the hypothesis the F test and t test are used. The results show that Communication and leadership affect job satisfaction. Communication, leadership and job satisfaction affect the work performance. | The purposes of this study are to analyze the affects of communication and leadership on job satisfaction of employees of PT. PLN APJ Purwokerto, and to analyze the effect of communication, leadership and employees job satisfaction on the work performance of PT. PLN APJ Purwokerto. This study uses test the validity and reliability of the research instruments and the classical assumptions on the data collected from the respondents. Multiple regression used to calculate the effect of independent variables on the dependent. To test the hypothesis the F test and t test are used. The results show that Communication and leadership affect job satisfaction. Communication, leadership and job satisfaction affect the work performance. | |
| 427 | 6394 | P2AA11041 | KAJIAN TERHADAP PENGHILANGAN OFF FLAVOR LEMBAGA JAGUNG DAN BAU AMIS IKAN TERI SERTA APLIKASINYA PADA PEMBUATAN CHIPS | Lembaga jagung yang bebas off flavor berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan chips. Pembuatan chips dari tepung lembaga jagung memiliki kendala rasa agak pahit. Salah satu cara untuk menutupi flavor tersebut dengan penambahan tepung teri. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menghilangkan off flavor lembaga jagung 2) Mengurangi bau amis pada ikan teri 3) Menentukan proporsi tepung lembaga jagung, tapioka, dan teri yang paling optimal untuk menghasilkan chips yang disukai panelis sekaligus membandingkan sifat sensori, sifat fisik maupun kimia chips lembaga jagung yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental meliputi tahap 1a yaitu penghilangan off flavor lembaga jagung, tahap 1b yaitu penghilangan bau amis pada teri, serta tahap 2 yaitu aplikasi pembuatan chips. Penghilangan off flavor lembaga jagung adalah dengan perlakuan perebusan (hot water blanching) dalam konsentrasi NaCl 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% selama 1 menit, 5 menit, dan 9 menit. Penghilangan bau amis pada teri menggunakan perlakuan perendaman dalam konsentrasi jahe 2%, 4%, dan 6% selama 1 jam, 2 jam , 3 jam, dan 4 jam. Pembuatan chips dilakukan dengan menggunakan tepung tapioka, tepung lembaga jagung bebas off flavor, dan tepung teri bebas bau amis dengan proporsi berat 50:45:5 (A1), 60:35:5 (A2), dan 70:25:5 (A3) dan waktu perebusan chips 60 menit, 75 menit, dan 90 menit. Data variabel sensori penghilangan off flavor maupun variabel sensori chips lembaga jagung dianalisis dengan uji Friedman dilanjutkan dengan uji perbandingan ganda. Data variabel fisik dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan lembaga jagung yang direbus dengan NaCl 1% selama 5 menit merupakan kombinasi paling optimum dalam penghilangan off flavor pahit, sedangkan perendaman ikan teri pada konsentrasi jahe 4% selama 2 jam merupakan kombinasi paling optimum dalam penghilangan bau amis. Interaksi perlakuan komposisi tepung dan lama perebusan berpengaruh nyata terhadap volume pengembangan, sangat nyata terhadap absorbsi minyak, warna, cita rasa, tekstur, kesukaan, dan tidak nyata terhadap aroma lembaga jagung. Kombinasi chips terbaik dari perlakuan proporsi tapioka, tepung lembaga jagung, dan tepung teri 70:25:5 (A3) dengan perebusan 90 menit (B1) menghasilkan chips lembaga jagung dengan volume pengembangan 122,7%; daya absorbsi minyak 13,91%; warna 3,3 (kuning agak kecokelatan); cita rasa 3,1 (enak); tekstur 3,3 (renyah); aroma lembaga jagung 3,8 (tidak tajam); kesukaan 3,1 (suka); kadar air 13,2%; kadar abu 4,49%; kadar protein total 6,65%; kadar lemak total 2,41%; kadar karbohidrat 86,46%; dan kadar serat kasar 3,99%. | Corn germ which free from off flavor is potential to be used as a food stuff for chips. Making chips from corn germ flour have constraint that is rather bitter taste. To mask the unpleasant flavor is conducted with addition of anchovy fish flour. This research aims are 1) To eliminate the off flavor from corn germ 2) To eliminate the fishy smell of anchovy 3) To determine the best treatment proportion of tapioca, corn germ flour, dan anchovy flour for producing chips as well as comparing the sensory, physical, and chemical of the product. The research method was experimental which done by phase 1a was eliminating the off flavor from corn germ, 1b eliminating the fishy smell on anchovy, and the second phase was application of the food stuff on making chips. Eliminating off flavor on corn germ was done by hot water blanching in concentration NaCl 0.5%, 1%, 1.5%, and 2% during 1 minute, 5 minute, dan 9 minute then observed the sensory blanched corn germ include bitter taste and the saltiness by 15 panelists. Eliminating of fishy smell on anchovy was done by immersion in grated ginger of concentration 2%, 4%, and 6% during 1, 2, 3, and 4 hour then observed the sensory characteristics include fishy smell and ginger smell by 15 panelists. Making chips was done by proporstion of tapioca, corn germ flour free from off flavor, and anchovy flour free from fishy smell with w/w proportion 50:45:5 (A1), 60:35:5 (A2), and 70:25:5 (A3) during boiling of the chips 60, 75, and 90 minutes. The sensory characteristics neither eliminating off flavor nor chips corn germ sensory was analyzed by using Friedman test and advanced with multiple comparison test. The physical characteristics was analyzed by using ANOVA and advanced with DMRT with 95% rate. The result showed that corn germ boiled by hot water blanching in NaCl concentration 1% during 5 minutes was the best combination in eliminating the off flavor bitter taste, as well as immersion the anchovy fish in concentration in 4% during 2 hours was the best combination in eliminating the fishy smell. The treatment interaction between proportion of flour and boiling period influenced on swelling volume, oil absorption, colour, flavor, texture, hedonic value, and not influenced on corn germ aroma. The best combination from proportion tapioca, corn germ, and anchovy fish was 70:25:5 (A3) with duration of boiling 90 minutes (B1). It resulted 122.7% swelling volume, 13.91% oil absorption, 3.3 colour (yellow brown), 3.1 flavor (good), 3.3 texture (crispy), 3.8 corn germ aroma (not strong), 3.1 hedonic value (like), water content was 13.2%, ash content was 4.49%, total protein content was 6.65%, total fat content was 2.41%, carbohydrate content was 86,46%, and crude fiber content was 3.99%. | |
| 428 | 6395 | P2CA11027 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) (Studi Kasus pada Kabupaten/Kota di Jawa Tengah) | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh PDRB, tenaga kerja, investasi swasta, belanja modal dan inflasi baik secara parsial maupun secara bersama-sama terhadap PAD kabupaten/kota di Jawa Tengah. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel, dapat diketahui bahwa variabel PDRB, tenaga kerja, investasi swasta dan belanja modal berpengaruh positif sedangkan variabel inflasi tidak berpengaruh terhadap PAD. Saran yang dapat dikemukakan bagi pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah adalah : (1) diharapkan lebih mengutamakan pengembangan sektor unggulan, (2) diharapkan terus merangsang para pengusaha agar memperluas usaha atau mendirikan usaha baru sehingga memperluas kesempatan kerja dan membuat kebijakan agar para pengusaha memprioritaskan penduduk setempat untuk dipekerjakan, (3) diharapkan menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan menyederhanakan proses perizinan, (4) diharapkan memberikan porsi anggaran yang lebih besar untuk belanja modal serta melakukan pengawasan penggunaan anggaran pemerintah serta (5) diharapkan menjaga stabilitas perekonomian daerah dengan mengatur tingkat inflasi agar tetap berada pada tingkat rendah. Penelitian ini mempunyai keterbatasan, yaitu : (1) hanya menganalisis faktor-faktor eksternal yang memengaruhi PAD serta (2) data investasi swasta yang digunakan bersumber dari BKPM RI sehingga tidak dapat menggambarkan kondisi penanaman modal yang sebenarnya pada kabupaten/kota di Jawa Tengah. | This research aims to analyze the influence of GRDP, employment, private investment, capital expenditure and inflation either simultaneously or partially on LGOR regency/city in Central Java. Based on test result of panel data regression, known that GRDP variable, employment, private investment and capital expenditure are positively impact whereas inflation variable isn’t has any impact toward LGOR. However, simultaneously those all of independent variable are impact toward current LGOR. Some suggestions can be presented to the regency/city government in Central Java are : (1) expected to give priority to the development of leading sectors, (2) expected to continue to stimulate businesses to expand or establish new businesses that expand employment opportunities and create policies that prioritize local residents to be employed, (3) expected to increase investment through a policy that supports and simplify regulation in investing, (4) expected to providing a great portion of the budget for capital expenditure and as well as monitoring the use of government budget and (5) expected to maintain the stability of the region’s economy with inflation set to remain at low level. This research has limitions are : (1) namely only analyze the external factors that influence LGOR and (2) private investment data are obtained from BKPM RI and therefore can not describe the condition of the actual investment at the regency/city in Central Java. | |
| 429 | 6396 | H1D009042 | EVALUASI PARAMETER KOEFISIEN DISTRIBUSI KENDARAAN (C) JALAN TIPE 4/2 UD DAN JALAN TIPE 2/2 UD UNTUK PERHITUNGAN TEBAL PERKERASAN LENTUR METODE BINA MARGA (Studi Kasus : Jl. Soepardjo Roestam Sokaraja dan Jl. Sultan Agung Sokaraja) | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan koefisien distribusi kendaraan untuk perencanaan tebal perkerasan lentur pada jalan empat lajur dua arah dan dua lajur dua arah. Serta menghitung seberapa besar perbedaan tebal perkerasan lentur dengan menggunakan nilai C penelitian dengan nilai C Bina Marga. Pada jalan tipe 4/2 UD salah satu faktor yang dapat mempengaruhi volume lalu lintas pada lajur rencana adalah perilaku pengguna dalam menjalankan kendaraan. Selain itu, ada faktor lain yang mempengaruhi distribusi kendaraan yaitu jika pemerintah daerah menetapkan suatu aturan bahwa suatu jalan tersebut hanya melayani salah satu arah pergerakan dari suatu kendaraan berat yaitu angkutan bus. Maka pembebanan distribusi kendaraan berat pada obyek penelitian lebih besar pada salah satu jalur arah yang melayani pergerakan laju kendaraan tersebut. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap distribusi kendaraan berat khususnya pada jalan tipe 2/2 UD. Koefisien distribusi kendaraan diperoleh dengan survey langsung pada jalan tipe 4/2 UD dan jalan tipe 2/2 UD selama 24 jam. Koefisien distribusi kendaraan merupakan volume kendaraan pada lajur rencana berbanding dengan volume kendaraan total yang melewati jalan tersebut. Dari penelitian yang dilakukan pada jalan tipe 4/2 UD menghasilkan nilai koefisien distribusi kendaraan (C) ringan sebesar 0,44 dan kendaraan berat sebesar 0,51. Pada penelitian untuk jalan tipe 2/2 UD menghasilkan nilai koefisien distribusi kendaraan (C) ringan sebesar 0,52 dan kendaraan berat sebesar 0,62. Nilai koefisien distribusi kendaraan (C) pada kedua tipe jalan tersebut lebih besar daripada nilai koefisien distribusi kendaraan (C) yang ditetapkan oleh Bina Marga untuk jalan tipe 4/2 UD dan jalan tipe 2/2 UD. Setelah dilakukan penghitungan tebal perkerasan menggunakan nilai C penelitian menghasilkan tebal perkerasan lebih besar 1-3 cm dibandingkan dengan penghitungan menggunakan nilai C dari Bina Marga. Hal ini membuktikan bahwa semakin besar nilai C yang digunakan maka semakin tebal perkerasan lentur yang direncanakan. | The aims of this research are to obtain a vehicle for planning the distribution coefficients of flexible pavement thickness on the roads of a four lane-two ways and two lane-two ways. It is also to calculate how many the differences of flexible pavement thickness by using the value of C research and the value of C Bina Marga. User behavior in running vehicle is one of the factors which affects the volume of the traffic on the track plan on 4/2 UD road type. Besides, there is another factor which influences the distribution of vehicles. If the local government pass a rule that a bus transportation is the only one service on the road, the load of heavy vehicle distributions on the object of research are greater in a line which serves the movement of the vehicle speed. This will greatly affect the distribution of heavy vehicles especially on 2/2 UD road type. Vehicle distribution coefficients are obtained by direct survey on 4/2 UD and 2/2 UD road types for 24 hours. Vehicle distribution coefficients are the volume of vehicles on the track plan divided by the total volumes of vehicles passing through the road. The research shows that on 4/2 UD road type gets the value of vehicle distribution coefficients (C) of the light vehicles 0,44 and heavy vehicles 0,51. Meanwhile, on 2/2 UD road type gets the value of vehicle distribution coefficients (C) of the light vehicles 0,52 and the heavy vehicles 0,62. The value of vehicle distribution coefficients (C) of both types are greater than the value of vehicle distribution coefficients defined by Bina Marga Methods. After the pavement thickness was calculated by using the value of C research, it shows that the pavement thickness is 1-3cm greater than the calculation using the value C of Highways. This proves that the greater of C value is used; the thickness of flexible pavement is planned. | |
| 430 | 6397 | F1D009050 | KEPENTINGAN EKONOMI POLITIK DALAM PEMBANGUNAN JEMBATAN LINGGAMAS DI KABUPATEN BANYUMAS DAN KABUPATEN PURBALINGGA MELALUI KERJASAMA ANTAR DAERAH | Tujuan penelitian ini untuk memahami dan mendeskripsikan proses terbentuknya kerjasama antar daerah Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga serta motif ekonomi politiknya. Hasil penelitian ini menunjukan kerjasama antar daerah antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga dilatarbelakangi oleh lahirnya otonomi daerah. Proses terbentuknya kerjasama antara Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga sendiri dimulai dari proses negosiasi yang lama yaitu dari tahun 2010 - 2012. Sedangkan untuk motif ekonomi politik dalam kerjasama tersebut dapat diuraikan dalam tiga variabel yaitu variabel nilai, kepentingan, dan kekuasaan. Pertama, variabel nilai dalam penelitian ini menunjukan bahwa kedua kabupaten lebih mementingkan nilai kerjasama dibandingkan nilai persaingan. Kedua, variabel kepentingan dimana dalam penelitian ini terlihat sekali terdapat faktor kepentingan dari aktor – aktor yang terlibat dalam kerjasama antar daerah. Ketiga, variabel kekuasaan dimana dalam penelitian ini pada dasarnya kedua kabupaten memiliki kekuasaan yang sama namun Kabupaten Purbalingga memiliki posisi tawar yang lebih daripada Kabupaten Banyumas. | The purpose of this study to understand and describe the process of the formation of inter-regional kerjasama Banyumas and Purbalingga political and economic motives. on this research, inter-regional cooperation between the Government of Banyumas and Purbalingga motivated by the birth of regional autonomy. The process of formation of inter-regional cooperation Banyumas and Purbalingga through a long negotiation process from year 2010 to 2012. This is due to the tug of interests such as funding issues and project bidding. As for the motives of political economy in the partnership can be described in three variables: the variable values, interests, and power. First, the value of the variable in this study indicate that both districts are more concerned with the value of cooperation than competition value. Second, the variable of interest in this study which looks at all factors included interests of actors - actors who are involved in the inter-regional cooperation. Thirdly, variable power which in this study are basically two districts have the same power but Purbalingga have a better bargaining position than Banyumas. | |
| 431 | 6398 | C1A007130 | ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA IKAN ASIN DI KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini berjudul “Analisis Strategi Pengembangan Usaha Ikan Asin Di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah permasalahan – permasalahan dari pengaruh lingkungan yang berubah, pengaruh internal antara lain penggunaan lahan dan kapasitas produksi belum optimal dan pengaruh eksternal antara lain munculnya pesaing bisnis ikan asin,fluktuasi harga beli dan harga jual. Dan bagaimana cara menentukan strategi yang paling tepat untuk diterapkan pada usaha ikan asin tersebut. Hipotesis dalam penelitian ini adalah usaha pengolahan ikan asin di Kecamatan Cilacap Selatan sudah menguntungkan, faktor internal (kekuatan dan kelemahan) berpengaruh signfikan terhadap usaha pengolahan ikan asin di Kecamatan Cilacap Selatan, dan strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha pengolahan ikan asin adalah dengan menata ulang manajemen bisnis ikan asin terutama manajemen produksi agar dapat memenuhi permintaan yang tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat mutu. Berdasarkan perhitungan hasil total biaya tetap adalah Rp 448.787,10, biaya variabel yang terdiri dari ikan lendra, ikan montok, ikan bilis, garam, listrik, dan karyawan sebesar Rp 11.090.783,67, sehingga biaya total sebesar Rp 11.539.570,77. Berdasarkan perhitungan rata- rata total penerimaan sebesar Rp 16.138.821,38, sehingga pendapatan perbulan bersih sebesar Rp 4.599.250,61. BEP produksi tercapai pada saat jumlah produksi 343,38 kg dan BEP harga terjadi pada saat jumlah harga jual Rp 7.699,19. Dan setelah dihitung dengan analisis Revenue Cost (R/C) menunjukan bahwa usaha pengolahan ikan asin sebesar 1,40 Kesimpulan dari penelitian ini bahwa usaha ini berada di posisi pertahankan dan pelihara. Dan letak Cilacap Selatan yang di dalamnya ada obyek Wisata Teluk Penyu mempermudah jalur pemasaran. Berdasarkan matriks SWOT diputuskan 4 kebijakan alternatif yang terbaik dan setelah menganalisis dengan QSPM strategi yg terbaik adalah melakukan perencanaan manajemen produksi terintegrasi dengan tujuan memenuhi permintaan tepat waktu, tepat jumlah, produk yang tepat mutu dan tepat tempat. Dan implikasi dari penelitian ini hendaknya usaha pengolahan ikan asin mengoptimalkan kinerja usaha pengolahan ikan asin serta melakukan perencanaan manajemen peroduksi yang terintegrasi dengan tujuan memenuhi permintaan tepat waktu, tepat jumlah, hasil produk tepat mutu, kelompok paguyuban ikan asin yang sudah ada diaktifkan kembali, kemudian aktif bekerja sama dengan dinas perikanan ataupun yang lainnya untuk meningkatkan usaha pengolahan ikan asin dan kelompok usaha ikan asin melakukan thapan pengembangan dari tahun ke tahun. | This research entitled “Strategy Analysis of Salted Fish Business Development in South Cilacap Sub District, Cilacap Regency. The research problems are changing in environmental influence, internal influence such as area and not optimal production capacity, and external influence such as business competitor, selling and buying price fluctuations. And deciding the best strategy to be implemented in the business. The hypotheses are salted fish management in South Cilacap Sub District is profitable, internal factors (Strength and Weakness) are significantly influencing salted fish business, and the best strategy to develop the business is rearranging the business management, specifically production management aims to fulfill demand on time, exact amount and qualified. The total fixed cost is Rp. 448,787.10, the variable cost consisting of lendra fish, montok fish, bilis fish, salt, electricity, and employee is Rp. 11,090,783.67, thus the total cost is Rp. 11,539,570.77. the average income is Rp. 16,138,821.38, thus the net income for a month is Rp. 4,599,250.61. BEP for Production is reached when the total production is 343.38 kg and BEP price is when the selling price Rp. 7,699.19. After calculating with Revenue Cost (R/C), the result shows that salted fish management is 1.40. The research conclusion is the business is in defense and manage position. South CIlacap location is near with Teluk Penyu as tourism object helps the marketing distribution. Based on SWOT analysis, there are 4 alternative policies and after analyzing with QSPM, the best strategy is integrating the production management with aim to fulfill the demand on time, exact amount, qualified product and correct location. The implication is salted fish business needs to optimize the management performance and planning for integrated production management with aim to fulfill the demand on time, exact amount, and qualified product. The salted fish association needs to be reactivated and have an active cooperation with fishery department to improve and develop the business year by year. | |
| 432 | 6404 | P2BA11029 | PRODUKTIVITAS, LAJU DEKOMPOSISI, DAN KANDUNGAN KARBON SERASAH MANGROVE FAMILIA RHIZOPHORACEAE DI SEGARA ANAKAN, CILACAP | Mangrove diketahui berpotensi dalam penyerapan karbon hingga mencapai 67,7 juta ton/ha/tahun. Potensi tersebut menjadi landasan dalam penelitian ini, yang memiliki tujuan umum mengevaluasi karbon tersimpan pada tiga spesies mangrove familia Rhizophoraceae, terdiri atas Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, dan Ceriops tagal di Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah. Tujuan khusus adalah untuk mengukur dan membandingkan produktivitas serasah, dekomposisi serasah dan komunitas nematoda, serta laju simpanan karbon organik, dari spesies mangrove familia Rhizophoraceae. Evaluasi karbon tersimpan pada tiga spesies mangrove tersebut dilakukan dengan mengukur dan membandingkan produktivitas serasah, dekomposisi serasah, dan laju simpanan karbon organik serasah. Produktivitas serasah diukur dengan metode litter trap, laju dekomposisi dihitung dengan percobaan litter bag, dan laju simpanan karbon organik dihitung mengikuti metode Kauffman dan Donato (2012). Ekstraksi nematoda pada serasah terdekomposisi sebagai mikrofauna yang berperan dalam food web dilakukan menggunakan metode Baermann funnel. Data dianalisis dengan Manova, dan korelasi antar variabel dihitung dengan Canonical Correspondence Analysis (CCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas serasah R. apiculata mencapai 525,15 g/m2/tahun, sedangkan B. gymnorrhiza 1.669,42 g/m2/tahun. Laju dekomposisi R. apiculata, B. gymnorrhiza, dan C. tagal berturut-turut sebesar 0,12, 0,18, dan 0,12%/hari. Hasil analisis laju simpanan karbon menunjukkan bahwa B. gymnorhiza memiliki rata-rata laju simpanan karbon lebih besar (518,69 g/m2/tahun) dibandingkan dengan R. apiculata (241,03 g/m2/tahun). Data produktivitas dan laju simpanan karbon C. tagal tidak dapat diambil karena faktor keamanan di lokasi penelitian. Sebanyak 41 familia nematoda teridentifikasi selama penelitian, yang meliputi 18 familia bacteriovores, 7 familia fungivores, 7 familia omnivores, 1 familia predator dan 8 familia root-feeders. Jumlah nematoda tertinggi terdapat pada serasah B. gymnorrhiza minggu ke-16 (34.101 individu/100 g). Indeks food web Structure index/SI, Enrichment index/EI, dan Channel index/CI R. apiculata berturut-turut yaitu 97,83-99,14; 44,83-80,95; 23,53-100,00. B. gymnorrhiza memiliki kisaran SI 96,74-99,11, EI 45,00-82,90, CI 19,29-100,00, sedangkan C. tagal memiliki nilai 97,23-99,50 (SI), 47,37-79,17 (EI), dan 22,81-100,00 (CI). Hasil analisis CCA menunjukkan korelasi antar faktor lingkungan, produktivitas, laju simpanan karbon, laju dekomposisi memiliki keeratan dan pengaruh yang kuat terhadap sebaran distribusi nematoda, dengan korelasi 0,79 (axis 1) dan 0,63 (axis 2), serta total varians mencapai 55,8%. | The potential mangroves to absorb carbon stimulated research with general objective was to evaluate carbon stored in three mangrove species of family Rhizophoraceae, (Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, and Ceriops tagal). The specific objectives was to measure productivity, decomposition and nematode community, as well as litter organic carbon storage of Rhizophoraceae litter. Evaluation of carbon stored was performed by measuring their productivity, decomposition and litter organic carbon storage rate. Productivity was measured by litter trap, decomposition was calculated by litter bag, and rate of organic carbon storage was estimated based on the method of Kauffman and Donato (2012). Nematodes were extracted by Baermann funnel method. Data were analyzed by Manova while the Correlation between the dependent and independent variables was tested by Canonical Correspondence Analysis (CCA). The results showed that litter productivity of R. apiculata was 525,15 g.m-2.year-1, whereas B. gymnorrhiza was 1669,42 g.m-2.year-1. Exponential decay value of R. apiculata, B. gymnorrhiza, and C. tagal were 0,12; 0,18; 0,12%.day-1. The rate of carbon storage B. gymnorhiza was 518,69 g.m-2.year-1, while R. apiculata was 241,03 g.m-2.year-1. Productivity and carbon storage rate of C. tagal were not be taken. There were 41 families of nematodes identified. The highest number of nematodes was observed in B. gymnorrhiza (34.101 individuals/100 g). Food web values indicated by structure, enrichment, and channel indices of R. apiculata were between 97,83–99,14; 44,83–80,95; 23,53–100,00. As those for B. gymnorrhiza was 96,74–99,11, 45,00–82,90, 19,29–100,00, whereas in C. tagal was between 97,23–99,50, 47,37–79,17, 22,81–100,00. CCA showed high correlation between environment factors and nematodes distribution, with cumulative percentage variance was 55,8%. | |
| 433 | 6399 | C1B006055 | PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN SIKAP REKAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Empiris pada PT. Surya Madistrindo AO Purwokerto) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Lingkungan Kerja dan Sikap Rekan Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi (Studi Empiris pada PT. Surya Madistrindo AO Purwokerto)”. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pegaruh lingkungan kerja dan sikap rekan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan, untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja, sikap rekan kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan, dan untuk menganalisis lingkungan kerja dan sikap rekan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, dan metode pengambilan sampel menggunakan convienance sampling. Regresi linier berganda yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini. Setelah dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dan analisis regresi multivariate, hasil penelitian menunjukan bahwa: Variabel lingkungan kerja dan sikap rekan kerja baik secara parsial maupun bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, variabel lingkungan kerja, sikap rekan kerja, dan kepuasan kerja baik secara parsial maupun bersama – sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan, dan variabel lingkungan kerja dan sikap rekan kerja masing-masing berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Surya Madistrindo AO Purwokerto dengan kepuasan kerja sebagai mediasi. Untuk memaksimalkan kinerja karyawan PT. Surya Madistrindo AO Purwokerto maka implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan agar selalu menjamin keamanan dan kenyamanan karyawan, dan perusahaan mengusahakan agar interaksi antar karyawan selalu tetap terjaga dengan baik. | The research entitled Effect of Work Environment and Co-Worker Attitude to Job Performance with Job Satisfaction as Mediating Variabel (Empirical Study at PT. Surya Madistrindo AO Purwokerto). The aims of this research was to determine the significance of the influence of the work environment and co-worker attitude are partially to the job satisfaction of employee, to determine the significance of the work environment, co-worker attitude, and job satisfaction are partially to the job performance of employee, and to determine the significance of the influence of the work environment, and co-worker attitudeare partially to the job performance of employee through the job satisfaction of employee as mediating variable. The research type is a assosiatif research, and the sampling method is a convienance sampling method. The multiple linear regression analysis was employed to analyze the data. After analyzed using multiple linear regression analysis and multivariate regression analysis, the results showed that: The variable of work environment and co-worker attitude either partially or jointly have significance effect to the job satisfaction, the variable of work environment, co-worker attitude, and job satisfaction either partially or jointly have significance effect to the job performance, and the variable of work environment and co-worker attitude either partially have significance effect to the job performance of employee through job satisfaction of employee as mediating variable. To maximize the job performance PT. Surya Madistrindo AO Purwokerto employee then implication this research are the enterprise in order to always guarantee of the sequrity and pleasure of employee, and the enterprise carry on interaction employee accompany always keep carefully. | |
| 434 | 6400 | P2BA11058 | BIODEGRADASI DETERJEN MENGGUNAKAN BAKTERI MANGROVE CILACAP DALAM BENTUK KULTUR TUNGGAL MAUPUN CAMPURAN SECARA AEROB | Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi potensi isolat bakteri ekosistem mangrove Tritih Kulon Cilacap dalam mendegradasi surfaktan deterjen dalam bentuk kultur tunggal maupun campuran secara aerob. Lumpur dari rizosfer tanaman Mangrove Tritih Kulon, Cilacap digunakan sebagai sumber isolat bakteri untuk dianalisa di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama adalah dua jenis surfaktan anionik deterjen (ABS dan LAS) dan faktor kedua adalah 5 kombinasi perlakuan bakteri. Variabel yang diamati adalah degradasi surfaktan anionik deterjen jenis ABS dan LAS oleh bakteri. Parameter yang diamati adalah persentase degradasi dan nilai laju degradasi surfaktan anionik deterjen yang dianalisis mengggunakan Anova. Hasil identifikasi cepat API 20NE dan API 50CH, bakteri pendegradasi deterjen yang mampu hidup dalam konsentrasi surfaktan 10 mg/L adalah Aeromonas caviae dan Bacillus mycoides. Rataan persentase degradasi surfaktan dengan perlakuan kultur campuran PS5 (B. mycoides) dan PS8 (A. caviae) menunjukkan persentase degradasi yang lebih baik dibanding kontrol, yaitu sebesar 29,76 ± 1,09% pada surfaktan ABS dan 41,67 ± 9,28% pada surfaktan LAS. Perlakuan kultur campuran PS5 (B. mycoides) dan PS8 (A. caviae) juga menunjukkan laju degradasi yang lebih baik dibanding kontrol yaitu sebesar 0,065 ± 0,007 mg/L/jam dalam mendegradasi surfaktan ABS pada jam ke-40 dan 0,109 ± 0,015 mg/L/jam dalam mendegradasi surfaktan LAS pada jam ke-24. Hasil analisis sidik ragam anova terhadap persentase degradasi dan laju degradasi menunjukkan pengaruh yang nyata. Penurunan konsentarsi surfaktan deterjen tertinggi terjadi pada perlakuan menggunakan kultur campuran (dari 10,14 ± 0,07 mg/L menjadi 7,02 ± 0,11 mg/L pada surfaktan ABS dan dari 10,11 ± 0,19 mg/L menjadi 5,83 ± 0,93 mg/L pada surfaktan LAS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah degradasi surfaktan anionik deterjen terbaik menggunakan bakteri kultur campuran Aeromonas caviae dan Bacillus mycoides dari lingkungan Mangrove Tritih Kulon Cilacap. | This study aimed to evaluate the potential of bacterial isolates from Mangrove Tritih Kulon Cilacap to degrade surfactant detergent in the form of single or mixed cultures aerobically. Mud of the Mangrove Tritih Kulon, Cilacap was used as a source of microbial isolate. The research was studied at Microbiology Laboratory Jenderal Soedirman University. The research method is experimental method with completely randomized design in factorial pattern. The first factor was two types of anionic detergents (ABS and LAS) and the second factor was a combination of 5 bacterial treatment. ABS and LAS detergents degradation by bacteria was examined . The parameters measured were the percentage of degradation and the degradation rate value used ANOVA. API 20NE and API 50CH rapid identification kits indicated that detergent degrading bacteria from mangrove Tritih Kulon Cilacap environment which were able to live in a surfactant concentration of 10 mg/L was Aeromonas caviae and Bacillus mycoides. The percentage degradation of treatment with mix culture was better than control, which was 29.76 ± 1.09% in the ABS surfactant and 41.67 ± 9.28% in LAS surfactant. Treatment of mixed cultures also showed better degradation rate than the control which was 0.065 ± 0.007 mg/L/h at ABS surfactant and at the 24 hour with a degradation rate of 0.109±0.015 mg/L/h at surfactant LAS. Results of analysis of variance on percentage and rate of degradation showed significant effect. Highest concentration lost was occurred in the treatment with mixed cultures of bacteria (from 10.14 ± 0.07 mg / L to 7.02 ± 0.11 mg/L in the surfactant ABS and from 10.11 ± 0.19 mg/L to 5.83 ± 0.93 mg/L on LAS surfactant. This suggests that treatment can lower the concentration of bacteria anionic detergent types of ABS and LAS. This study could proved that the bacteria from the Mangrove Tritih Kulon Cilacap environment could reduce and degradation concentration of anionic surfactant ABS and LAS. | |
| 435 | 6401 | P2BA11034 | POTENSI ASOSIASI BAKTERI ENDOFIT TANAMAN SENGON, JATI PUTIH, DAN AKASIA DALAM REMEDIASI LAHAN BEKAS TAMBANG | Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi bakteri resisten merkuri dan asosiasi antara bakteri endofit hasil isolasi dari daerah Mandor dengan tanaman sengon, jati putih dan akasia dalam mereduksi cemaran merkuri pada lahan bekas tambang emas. Penelitian eksperimental ini dilakuakan dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan tinggi, diameter batang, dan berat basah tanaman serta detoksifikasi merkuri. Data pertumbuhan tinggi, diameter batang, dan berat tanaman dianalisis dengan analisis ragam multivariat (Manova).Identifikasi cepat API 20NE dan API 50CH, menunjukkan bahwa bakteri resisten merkuri yang berasal dari daerah Cagar Alam Mandor yang mampu hidup dalam kisaran konsentrasi Hg 1,25-10,25 mgl-1 adalah Aeromonas caviae, Bacillus sp., dan Burkholderia cepacia. Pertumbuhan tanaman dengan perlakuan B. cepacia menunjukkan pertumbuhan tinggi sengon 9,7%lebih baikdibanding kontrol dan 112% jati putih, sedangkan akasia28,3%. Perlakuan B. cepacia menunjukkan pertumbuhan diameter batang lebih baik pada sengon 5,07%, 17,99% pada jati putih, dan 30,6% pada akasia. Terhadap berat tanaman, perlakuan B. cepacia menunjukkan pertumbuhan tinggi lebih baik, yaitu 5,07% pada sengon, 27,69% pada jati putih, dan 180,97% pada akasia.Hasil manova terhadap tinggi, diameter batang dan berat basah serta konsentrasi Hg tanah menunjukkan pengaruh nyata (wilk’s lamda : 0,014). Konsentrasi Hg tanah menunjukkan penurunan kandungan merkuri tanah berkisar 58,53-98,33%. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan bakteri endofit ke tanaman sengon, jati putih, dan akasia dapat menurunkan konsentrasi Hg tanah bekas tambang emas. Penelitian ini membuktikan bahwa bakteri endofit sengon, jati putih, dan akasia mampu tumbuh pada media bekas tambang emas, sekaligus menurunkan konsentrasi merkuri tanah tersebut. | The purpose of this study is to evaluate the mercury resistant bacteria and the association between endophytic bacteria isolated from the plant with sengon, jati putih and acacia in reducing mercury contamination at the ex-gold mine site.The research method used was experimental method with completely randomized design.. The observed variables wereplant height, stem diameter, plant fresh weight and mercury detoxification degree. The plant height, stem diameter, and plant weight data were analyzed using analysis of variance (Manova). API 20NE and API 50CHrapid identification kits indicated that mercury resistant bacteria originatedin Mandor Nature Reserve area which were able to live in the Hg concentration range from 1.25 to 10.25 mgl-1wereAeromonas caviae, Bacillus sp., and Burkholderia cepacia respectively. The average growth of plants treated withB. cepacia showed plant height better than the controls, with rates of 9.7% in sengon and 112% on jati putih, while the acacia, treated withBacillus sp. showed the best growth of 28.3%. Treatment with B. cepacia showed that stem diameter growth was better than the controls, which was 5.07% at sengon, 17.99% in the jati putih, and 30.6% in acacia respectively. While the observation of weight of plant biomass treated withB. cepacia showed it was better than the controls which was 5.07% on sengon, 27.69% in the jati putih, acacia and 180.97% respectively. The results of analysis of variance Manova to height, trunk diameter and wet soil Hg concentrations showed significant effect (Wilk's lambda: 0.014). Soil Hg concentrations decreased which ranged from 58.53 to 98.33%, indicating that the treatment could reduce soil Hg concentrations ofex-gold mine soil. In conclusion, this study proved that the endophytic bacteria of sengon, jati putih, and acacia could grow in gold mining soil media, as well as reduced the soil mercury concentration. | |
| 436 | 6403 | H1G008034 | STATUS PENCEMARAN PERAIRAN PLAWANGAN TIMUR SEGARA ANAKAN CILACAP BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT CD DALAM AIR DAN SEDIMEN | Penelitian ini berjudul status pencemaran perairan plawangan timur segara anakan cilacap berdasarkan kandungan logam berat Cd dalam air dan sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kandungan logam berat Cd pada air dan sedimen di perairan Plawangan Timur Cilacap serta status pencemaran di perairan Plawangan Timur Cilacap berdasarkan kandungan logam berat Cd pada air dan sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli 2013 menggunakan metode survey dengan teknik purposive random sampling pada enam stasiun dengan tiga kali ulangan. Data dianalisis secara deskriptif komparatif dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Cd pada media air berkisar 0,010-0,054 mg/L dan pada media sedimen berkisar 0,0432-2,205 mg/Kg. Kandungan logam berat Cd pada media air sudah melebihi standar baku mutu yakni 0,001 mg/L dengan demikian status pencemarannya tergolong sudah tercemar, sedangkan pada media sedimen pada beberapa stasiun yaitu I, II, III, dan VI telah melebihi standar baku mutu dengan demikian status pencemarannya tergolong sudah tercemar, tetapi pada stasiun IV dan V belum melebihi baku mutu yakni 0,7 mg/kg dengan demikian status pencemarannya tergolong belum tercemar. | The study entitled Water Pollution Status of East Plawangan Segara Anakan Cilacap based on Cd heavy metal content in water and sediment. This study aims to determine Cd heavy metal content in water and sediment in East Plawangan of Cilacap and water pollution status of East Plawangan waters of Cilacap based on Cd heavy metal content in water and sediment. The research was conducted in June 2013 using a survey method applying purposive random sampling technique at six stations in triplicates. Data were analyzed descriptively and comparatively Ftested. The results showed Cd metal content in the water medium ranged betwen 0.010-0.054 mg/L and the media sediments ranged betwen 0.0432-2.205 mg/Kg. Cd content in aqueous media had exceeded quality standard of 0.001 mg/L and was therefore classified as contaminated, while the media sediments at several stations, i.e. I, II, III, and VI hdave exceeded the quality standard thus status was classified as contaminated. However, Cd contents at stations IV and V had not exceeded quality standard 0.7 mg/kg thereby non-polluted status. | |
| 437 | 6405 | D1E010003 | HUBUNGAN PERSEPSI DAN PARTISIPASI PETERNAK BABI DALAM MENGELOLA LIMBAH DI KECAMATAN KERTEK WONOSOBO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan partisipasi peternak babi dalam mengelola limbah dan mengetahui hubungan antara persepsi (tanggapan) peternak babi dengan partisipasinya (perilaku) dalam mengelola limbah. Materi penelitian yang digunakan adalah peternak babi di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo. Jumlah responden diambil berdasarkan sampel dan wawancara berdasarkan kuisioner yang sudah disiapkan. Analisis data yang digunakan adalah Korelasi Rank Spearman dan Uji t. Parameter yang diteliti meliputi persepsi dan partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak babi di Kecamatan Kertek mempunyai persepsi dan partisipasi yang rendah terhadap pengelolaan limbah karena sebagian besar tingkat pendidikan peternak hanya sampai sekolah dasar. | This study aimed to determine perceptions and participation of pig farmers in managing waste and determine the relationship between perception (response) to the pig farmer participation (behavior) for waste management. The materialsused were a pig farmer in the district of Wonosobo regency Kertek. The number of respondents were taken based on the sample and were interviews based on questionnaires that had been prepared. Analysis of the data used was the Spearman Rank Correlation and t-test. The parameters examined included perceptions and participation. The results showed that pig farmers in the district of Kertek and low participation perception towards waste managementas most breeder education up to primary school. | |
| 438 | 6406 | F1C008009 | IDENTITAS POLITIK MAHASISWA DEMONSTRAN (STUDI KASUS IDENTITAS POLITIK KELOMPOK MAHASISWA DEMONSTRAN FISIP UNSOED PURWOKERTO) | Identitas Politik Mahasiswa Demonstran (Studi Kasus Identitas Politik Kelompok Mahasiswa Demonstran FISIP UNSOED PURWOKERTO) Universitas Negeri Jendral Soedirman (Unsoed) adalah salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang memiliki budaya politik. Salah satunya yaitu adanya fenomena kelompok mahasiswa demonstran di Fisip Unsoed. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pembentukan dan perkembangan identitas politik kelompok mahasiswa demonstran di Fisip Unsoed. Identitas kelompok mahasiswa demonstran terlihat dari berbagai tindakan politik yang dilakukannya di kampus dalam kurun waktu tahun 2010 hingga 2013. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik dan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Kriteria keabsahan data diterapkan dalam rangka membuktikan temuan hasil penelitian dengan kenyataan yang diteliti di lapangan. Teknik-teknik yang digunakan untuk membuktikan kebenaran data dilakukan melalui ketekunan pengamatan di lapangan, triangulasi sumber, triangulasi metode, triangulasi peneliti. Dari konsep diri, tindakan dan tindakan gabungan, diketahui bahwa mahasiswa demonstran Fisip Unsoed terus memproduksi identitas politik mereka di kampus. Penelitian ini kemudian menghasilkan identitas politik kelompok mahasiswa demonstran Fisip Unsoed yang terbentuk dalam kegiatan keseharian dan pengalaman gerakan mahasiswa yang memuncak menjadi kelompok kepentingan dengan metode aksi demonstrasi. Harapan peneliti, membumikan isu dan terus memperluas gerakan terus dilakukan agar kelompok mahasiswa demonstran ini tak menjadi menara gading dalam masyarakat. Selain itu, metode dan teori dalam penelitian tentang komunikasi politik atau gerakan mahasiswa lebih dieksplorasi. | Identity Politics Protesters Student (Case Study of Identity Politics Protests Student Groups FISIP UNSOED PURWOKERTO) State University of Jendral Soedirman (Unsoed) is one of the state universities that have a political culture. One of them is the phenomenon of student demonstrators in Fisip group Unsoed. The purpose of this study is to describe how the politics of identity formation and development of the student group of protesters in FisipUnsoed. The identity of the student group of protesters demonstrated by various political actions done on campus in the period of 2010 to 2013. This study uses the theory of symbolic interactionism and qualitative descriptive approach. Data collected through observation, interview and documentation. Data validation criteria applied in order to prove the findings of the research with the fact that observed in the field. The techniques used to prove the correctness of data persistence through field observation, triangulation of sources, methods triangulation, triangulation of researchers. Through the self-concept, measures and actions which are then combined meghasilkan Fisip Unsoed student protesters continue producing their political identity on campus. The research group then produced a political identity Fisip Unsoed student demonstrators formed in daily activities and experiences of the student movement that culminated into interest groups with a demonstration methods. Researchers hope, grounding issues and continue to expand the movement continues to be done so that the student group is not a demonstrator in the ivory tower. In addition, methods and theories in the study of political communication or the student movement further explored. | |
| 439 | 6413 | P2BA11024 | HUBUNGAN ANTARA STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DAN GASTROPODA DI HUTAN WISATA PAYAU PERUM PERHUTANI BKPH RAWA TIMUR CILACAP | Struktur komunitas merupakan bagian dari ekologi yang didalamnya ada keterkaitan antara kekayaan spesies, kepadatan spesies, dan distribusi spesies. Ekosistem mangrove perlu dipertahankan nilai kekayaan, kepadatan dan distribusi spesiesnya agar tetap memiliki fungsi ekologis yang berkesinambungan. Luas Hutan Wisata Payau saat ini mulai berkurang disebabkan oleh penebangan liar. Hal tersebut mengakibatkan penutupan kanopi pohon yang tidak sama di beberapa area, sehingga akan berpengaruh terhadap struktur komunitas gastropoda. Oleh karena itu, penelitian penutupan kanopi pohon yang dikaitkan dengan hubungan antara struktur komunitas mangrove dan gastropoda perlu dilakukan di Hutan Wisata Payau Perum Perhutani BKPH Rawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove, mengetahui struktur komunitas gastropoda, serta menganalisis hubungan antara struktur komunitas mangrove dan gastropoda di Hutan Wisata Payau Perum Perhutani BKPH Rawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Teknik pengambilan sampel mangrove dan gastropoda dilakukan secara Cluster Sampling. Hubungan antara kerapatan mangrove dan kepadatan gastropoda menggunakan software SPSS 19, sedangkan hubungan antara kepadatan spesies dan faktor lingkungan menggunakan BIO-ENV dengan software PRIMER V5. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kekayaan mangrove di Hutan Wisata Payau Perum Perhutani BKPH Rawa Timur dan ditemukan 2 spesies yaitu Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata. Kerapatannya tertinggi ditemukan di stasiun 1 (9.833 ind/ha), sedangkan kerapatannya terendah ditemukan di stasiun 5 (2.366 indi/ha) dengan distribusi yang mengelompok pada semua stasiun. Kekayaan gastropoda yang ditemukan di lokasi penelitian sebanyak 11 spesies yaitu Cheritidhea alata, Ceritidhea quadrata, Telescopium telescopium, Neritina violacea, Neritina lineata, Neritina zigzag, Cassidula aurifelis, casssidula nucleus, Chicoreus capucinus, Littoraria cainifera, dan Assimenia brevicula. Kepadatannya tertinggi ditemukan di stasiun 5 (33 ind/m2), sedangkan kepadatannya terendah ditemukan di stasiun 1 (6 ind/m2) dengan distribusi yang mengelompok di semua stasiun. Secara umum, kerapatan mangrove memiliki kecenderungan terbalik dengan kepadatan gastropoda karena Hutan Wisata Payau Tritih dalam keadaan suksesi. | Community structure is a part of the ecology in which there is a correlation among richness, density, and distribution of the species. Mangrove ecosystem should be maintained its richness value, density and distribution of the species in order to still have a sustainable ecological functions. The area of Hutan Wisata Payau have been decrease due to illegal logging. It leads to closure of the tree canopy which is not the same in some areas so it will effect the community structure of gastropods. Therefore, the study about tree canopy closure associated with the relationship between community structure of mangrove and gastropods needs to be done in Hutan Wisata Payau Perum Perhutani BKPH Rawa Timur. This study aims to know community structure of mangrove, know community structure of gastropod, and analyze the relationship between community structure of mangrove and gastropods in Hutan Wisata Payau Perum Perhutani BKPH Rawa Timur. The method used was a survey with Cluster Sampling for sampling techniques of mangrove and gastropods. The correlation between density of mangrove and gastropods analyzed by using SPSS 19 software whereas the correlation between species density and environmental factors using BIO-ENV with PRIMER V5 software. The results revealed showed that the richness of mangrove in Hutan Wisata Payau Perum Perhutani BKPH Rawa Timur found only 2 species which is Rhizophora mucronata and Rhizophora apiculata. The highest density found at station 1 (9,833 ind/ha), while the lowest density at station 5 (2,366 ind/ha), with a clustered pattern distribution in all stations. The richness of gastropods found in the research sites was 11 species wich is Cheritidhea alata, Ceritidhea quadrata, Telescopium telescopium, Neritina violacea, Neritina lineata, Neritina zigzag, Cassidula aurifelis, casssidula nucleus, Chicoreus capucinus, Littoraria cainifera, and Assimenia brevicula. The highest density found at station 5 (33 ind/m2) where the lowest density found at stasiun 1 (6 ind/m2), with a clustered pattern distribution in all stations. Generally, the density of mangrove has a reverse tendency to the density of gastropods due to Hutan Wisata Payau Tritih in succession. | |
| 440 | 6408 | H1A009032 | PENURUNAN KADAR ZAT WARNA METILEN BIRU DENGAN FOTOKATALIS TiO2-Cu MENGGUNAKAN SINAR LAMPU UV | Proses fotodegradasi zat warna menggunakan suatu bahan semikonduktor saat ini telah banyak diteliti didunia sebagai fotokatalis untuk mengurangi dampak polusi lingkungan. Salah satu metode dalam mendegradasi suatu senyawa organik (zat warna) yaitu menggunakan fotokatalis TiO2. Fotokatalis TiO2 memiliki fotoaktivitas yang tinggi dan bersifat inert. Namun adanya kekurangan dari fotokatalis TiO2 yaitu menggunakan sinar UV untuk mengeksitasi elektronnya ke pita konduksi dan terjadi rekombinasi elektron hole yang mengakibatkan penurunan aktivitas katalitik TiO2. Untuk mencegah hal tersebut, maka dalam penelitian ini dilakukan kombinasi TiO2 yang didoping oleh logam Cu. Pendopingan dilakukan menggunakan metode fotodeposisi dengan perbandingan rasio mol TiO2 dan Cu yaitu (99:1), (98:2), (97:3), dan (96:4). Fotokatalis TiO2 yang telah didopan logam Cu dapat meningkatkan aktivitas fotokatalitik TiO2 dalam mendegradasi kadar zat warna metilen biru. Fotokatalis yang memberikan aktivitas terbesar adalah fotokatalis TiO2-Cu dengan perbandingan (98:2). Penurunan kadar zat warna metilen biru menggunakan fotokatalis TiO2-Cu (98:2) pada waktu optimum yaitu 6 jam dibawah pengaruh sinar lampu UV. Persen penurunan kadar zat warna metilen biru pada pH 12 selama 6 jam adalah 98,04%. | Photodegradation process of pigment used a semiconductor material has been widely researched to reduced the impact of environmental pollution. One of method to degrade an organic compound (pigment) was using TiO2 photocatayst. TiO2 photocatalyst has a high photoactivity and inert. However, the shortage of TiO2 photocatalyst that used UV ray to excited electrons to the conduction band and the electron hole recombination occurs resulting in decreased TiO2 catalytic activity. To prevent it, in this case used a combination of TiO2 doped by Cu. Dope performed using photodeposition method with a mol ratio of TiO2 and Cu are (99:1), (98:2), (97:3), and (96:4). TiO2 which has been doped by Cu increased the photocatalytic activity of TiO2 in degrade levels of methylene blue. Photocatalytic that provided the greatest activity is photocatalytic TiO2-Cu in ratio (98:2). Decreased levels of methylene blue used photocatalyst TiO2-Cu (98:2) at the optimum time is 6 hour influenced by UV ray. Percent in decreased levels of methylene blue at Ph 12 for 6 hours is 98,04%. Key words : photocatalytic, TiO2-Cu, Methylene blue degradation |