Home
Login.
Artikelilmiahs
6398
Update
BENI SAPUTRA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA IKAN ASIN DI KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Analisis Strategi Pengembangan Usaha Ikan Asin Di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah permasalahan – permasalahan dari pengaruh lingkungan yang berubah, pengaruh internal antara lain penggunaan lahan dan kapasitas produksi belum optimal dan pengaruh eksternal antara lain munculnya pesaing bisnis ikan asin,fluktuasi harga beli dan harga jual. Dan bagaimana cara menentukan strategi yang paling tepat untuk diterapkan pada usaha ikan asin tersebut. Hipotesis dalam penelitian ini adalah usaha pengolahan ikan asin di Kecamatan Cilacap Selatan sudah menguntungkan, faktor internal (kekuatan dan kelemahan) berpengaruh signfikan terhadap usaha pengolahan ikan asin di Kecamatan Cilacap Selatan, dan strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha pengolahan ikan asin adalah dengan menata ulang manajemen bisnis ikan asin terutama manajemen produksi agar dapat memenuhi permintaan yang tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat mutu. Berdasarkan perhitungan hasil total biaya tetap adalah Rp 448.787,10, biaya variabel yang terdiri dari ikan lendra, ikan montok, ikan bilis, garam, listrik, dan karyawan sebesar Rp 11.090.783,67, sehingga biaya total sebesar Rp 11.539.570,77. Berdasarkan perhitungan rata- rata total penerimaan sebesar Rp 16.138.821,38, sehingga pendapatan perbulan bersih sebesar Rp 4.599.250,61. BEP produksi tercapai pada saat jumlah produksi 343,38 kg dan BEP harga terjadi pada saat jumlah harga jual Rp 7.699,19. Dan setelah dihitung dengan analisis Revenue Cost (R/C) menunjukan bahwa usaha pengolahan ikan asin sebesar 1,40 Kesimpulan dari penelitian ini bahwa usaha ini berada di posisi pertahankan dan pelihara. Dan letak Cilacap Selatan yang di dalamnya ada obyek Wisata Teluk Penyu mempermudah jalur pemasaran. Berdasarkan matriks SWOT diputuskan 4 kebijakan alternatif yang terbaik dan setelah menganalisis dengan QSPM strategi yg terbaik adalah melakukan perencanaan manajemen produksi terintegrasi dengan tujuan memenuhi permintaan tepat waktu, tepat jumlah, produk yang tepat mutu dan tepat tempat. Dan implikasi dari penelitian ini hendaknya usaha pengolahan ikan asin mengoptimalkan kinerja usaha pengolahan ikan asin serta melakukan perencanaan manajemen peroduksi yang terintegrasi dengan tujuan memenuhi permintaan tepat waktu, tepat jumlah, hasil produk tepat mutu, kelompok paguyuban ikan asin yang sudah ada diaktifkan kembali, kemudian aktif bekerja sama dengan dinas perikanan ataupun yang lainnya untuk meningkatkan usaha pengolahan ikan asin dan kelompok usaha ikan asin melakukan thapan pengembangan dari tahun ke tahun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research entitled “Strategy Analysis of Salted Fish Business Development in South Cilacap Sub District, Cilacap Regency. The research problems are changing in environmental influence, internal influence such as area and not optimal production capacity, and external influence such as business competitor, selling and buying price fluctuations. And deciding the best strategy to be implemented in the business. The hypotheses are salted fish management in South Cilacap Sub District is profitable, internal factors (Strength and Weakness) are significantly influencing salted fish business, and the best strategy to develop the business is rearranging the business management, specifically production management aims to fulfill demand on time, exact amount and qualified. The total fixed cost is Rp. 448,787.10, the variable cost consisting of lendra fish, montok fish, bilis fish, salt, electricity, and employee is Rp. 11,090,783.67, thus the total cost is Rp. 11,539,570.77. the average income is Rp. 16,138,821.38, thus the net income for a month is Rp. 4,599,250.61. BEP for Production is reached when the total production is 343.38 kg and BEP price is when the selling price Rp. 7,699.19. After calculating with Revenue Cost (R/C), the result shows that salted fish management is 1.40. The research conclusion is the business is in defense and manage position. South CIlacap location is near with Teluk Penyu as tourism object helps the marketing distribution. Based on SWOT analysis, there are 4 alternative policies and after analyzing with QSPM, the best strategy is integrating the production management with aim to fulfill the demand on time, exact amount, qualified product and correct location. The implication is salted fish business needs to optimize the management performance and planning for integrated production management with aim to fulfill the demand on time, exact amount, and qualified product. The salted fish association needs to be reactivated and have an active cooperation with fishery department to improve and develop the business year by year.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save