Home
Login.
Artikelilmiahs
6401
Update
JUMIATI, S.Si
NIM
Judul Artikel
POTENSI ASOSIASI BAKTERI ENDOFIT TANAMAN SENGON, JATI PUTIH, DAN AKASIA DALAM REMEDIASI LAHAN BEKAS TAMBANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi bakteri resisten merkuri dan asosiasi antara bakteri endofit hasil isolasi dari daerah Mandor dengan tanaman sengon, jati putih dan akasia dalam mereduksi cemaran merkuri pada lahan bekas tambang emas. Penelitian eksperimental ini dilakuakan dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan tinggi, diameter batang, dan berat basah tanaman serta detoksifikasi merkuri. Data pertumbuhan tinggi, diameter batang, dan berat tanaman dianalisis dengan analisis ragam multivariat (Manova).Identifikasi cepat API 20NE dan API 50CH, menunjukkan bahwa bakteri resisten merkuri yang berasal dari daerah Cagar Alam Mandor yang mampu hidup dalam kisaran konsentrasi Hg 1,25-10,25 mgl-1 adalah Aeromonas caviae, Bacillus sp., dan Burkholderia cepacia. Pertumbuhan tanaman dengan perlakuan B. cepacia menunjukkan pertumbuhan tinggi sengon 9,7%lebih baikdibanding kontrol dan 112% jati putih, sedangkan akasia28,3%. Perlakuan B. cepacia menunjukkan pertumbuhan diameter batang lebih baik pada sengon 5,07%, 17,99% pada jati putih, dan 30,6% pada akasia. Terhadap berat tanaman, perlakuan B. cepacia menunjukkan pertumbuhan tinggi lebih baik, yaitu 5,07% pada sengon, 27,69% pada jati putih, dan 180,97% pada akasia.Hasil manova terhadap tinggi, diameter batang dan berat basah serta konsentrasi Hg tanah menunjukkan pengaruh nyata (wilk’s lamda : 0,014). Konsentrasi Hg tanah menunjukkan penurunan kandungan merkuri tanah berkisar 58,53-98,33%. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan bakteri endofit ke tanaman sengon, jati putih, dan akasia dapat menurunkan konsentrasi Hg tanah bekas tambang emas. Penelitian ini membuktikan bahwa bakteri endofit sengon, jati putih, dan akasia mampu tumbuh pada media bekas tambang emas, sekaligus menurunkan konsentrasi merkuri tanah tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this study is to evaluate the mercury resistant bacteria and the association between endophytic bacteria isolated from the plant with sengon, jati putih and acacia in reducing mercury contamination at the ex-gold mine site.The research method used was experimental method with completely randomized design.. The observed variables wereplant height, stem diameter, plant fresh weight and mercury detoxification degree. The plant height, stem diameter, and plant weight data were analyzed using analysis of variance (Manova). API 20NE and API 50CHrapid identification kits indicated that mercury resistant bacteria originatedin Mandor Nature Reserve area which were able to live in the Hg concentration range from 1.25 to 10.25 mgl-1wereAeromonas caviae, Bacillus sp., and Burkholderia cepacia respectively. The average growth of plants treated withB. cepacia showed plant height better than the controls, with rates of 9.7% in sengon and 112% on jati putih, while the acacia, treated withBacillus sp. showed the best growth of 28.3%. Treatment with B. cepacia showed that stem diameter growth was better than the controls, which was 5.07% at sengon, 17.99% in the jati putih, and 30.6% in acacia respectively. While the observation of weight of plant biomass treated withB. cepacia showed it was better than the controls which was 5.07% on sengon, 27.69% in the jati putih, acacia and 180.97% respectively. The results of analysis of variance Manova to height, trunk diameter and wet soil Hg concentrations showed significant effect (Wilk's lambda: 0.014). Soil Hg concentrations decreased which ranged from 58.53 to 98.33%, indicating that the treatment could reduce soil Hg concentrations ofex-gold mine soil. In conclusion, this study proved that the endophytic bacteria of sengon, jati putih, and acacia could grow in gold mining soil media, as well as reduced the soil mercury concentration.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save