Artikelilmiahs

Menampilkan 361-380 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3616310G1D009028PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL QUR’AN TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI UNIT REHABILITASI SOSIAL DEWANATA CILACAPPengaruhTerapiMurottal Al Qur’an TerhadapKualitasTidurLansia di Unit RehabilitasiSosialDewanataCilacap
SasongkoPriyoDwi Oktora1, Iwan Purnawan2, Deny Achiriyati3

ABSTRAK

Latarbelakang :Salah satumasalah yang seringdihadapailansiaadalahburuknyakualitastidur. Hal initerjadikarenafaktorpenuaandimanaterjadipenurunanproduksihormonserotonin.Terapimurottal Al Qur’an menggunankanirama yang ritmisdanharmonissehinggadapatmenstimulasiproduksihormonserotonin.Dimanahormoniniakanmemperbaikiiramasirkadiansehinggaberpotensimeningkatkankualitastidurlansia.
Tujuan :tujuanpenelitianiniuntukmengidentifikasipengaruhterapimurottal Al Qur’an terhadapkualitastidurlansia di Unit RehabilitasiSosialDewanataCilacap
Metode :Penelitianinimenggunakandesainquasi experiment with control group.Tekhnik sampling yang digunakanadalahsimple random sampling dengan 40 responden.Jumlahrespondendibagimenjadi 2 kelompok, 20 respondenkelompokintervensidan 20 respondenkelompokkontrol.Adapunkriteriainklusiyaitu :lansia di Unit RehabilitasiSosialDewanataCilacap, usiarespondenantara 60 – 80 tahundanbersediamenjadiresponden. Sedangkankriteriaeksklusiyaitu :gangguan mental, pendengaran, merokokdanmenggunakanobattidur. Kualitastidurdiukurdengankuisioner PSQI.
Hasil :Ada perbedaan yang bermaknaantarakualitastidursebelumdansesudahpemberianterapimurottal Al Qur’an (p value 0,000; α = 5%). Sedangkanpadakelompokkontroltidakadaperbedaan yang bermaknaantarakualitastidursebelumdansesudahpengamatan (p value0,083 ; α = 5). Selainitu, terdapatperbedaan yang bermaknaantarapeningkatankualitastidurkelompokintervensidankontrol (p value = 0,000; α = 5%).
Kesimpulan :Ada pengaruhterapimurottal Al Qur’an terhadapkualitastidurlansia di Unit RehabilitasiSosialDewanataCilacap

Kata kunci :kualitastidur, lansia, terapimurottal Al Qur’an
The Effect of Murottal Al Qur’an Therapy on Elderly’s Quality of Sleep in Dewanata Social Rehabilitation Unit of Cilacap
SasongkoPriyoDwi Oktora1, Iwan Purnawan2, Deny Achiriyati3
ABSTRACT

Background :One of Elderly problems is a bad quality of sleep. It occurs because of aging factors. SircadianRhythme change in elderly is caused by the decreation of serotonin production. The murottal Al Qur’an Therapy use a rhythmical and harmonious melody so that it can stimulatesserotonin productions. So it is one of therapy that probably solve elderly bad quality of sleep.
Purpose :The study aimto identify the effect of murottal Al Qur’an therapy on elderly quality of sleep in Dewanata Social Rehabilitation Unit Cilacap.
Method :this study used quasi experiment design. Simple random sampling applied to 40 respondents that divided 20 respondents as intervention group and 20 respondents as control group. Quality of sleep was measured with PSQI. Inclusion criteria were good hearing respondent, 60 till 80 years old, and wanted to follow this research. Exclusion criteria were mental health diseae, smooking and used sleep medications.
Result :Statistic analysis with paired t test showed that there was a significant difference between before and after givedmurottal Al Qur’an therapy in intervention group (p value = 0,000 : α = 5%). But the other side there was no significant difference between before and after observation in control group (p value = 0,083). The independent t test showed there was an significant difference between quality of sleep improvement intervention and control group (p value = 0,000).
Conclusion :Murottal Al Qur’an therapy is effective to increase eldery quality of sleep in Dewanata Social Rehabilitation Unit of Cilacap.


Keyword : Quality of sleep, elderly, murottal Al Qur’an therapy
3626312G1D009015Hubungan antara kepercayaan diri dengan aktualisasi diri pada remaja desa kutasari kecamatan baturraden kabupaten banyumasHUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN AKTUALISASI DIRI PADA REMAJA DI DESA KUTASARI KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS

Panggih Sediyo 1, Endang Triyanto 2, Aswin 3

ABSTRAK



Latar belakang: Aktualisasi diri merupakan salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat terpenuhi oleh setiap orang. Apabila kondisi masyarakat menunjang, maka proses pengaktualisasian diri akan dapat dicapai. Apabila seseorang memiliki kepercayaan diri yang tinggi maka ia akan lebih mudah untuk mengaktualisasikan atau mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimilkinya.
Tujuan: Penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara kepercayaan diri dengan aktualisasi diri pada remaja di Desa Kutasari Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian dilakukan di Desa Kutasari pada bulan Juli 2013, menggunakan desain crosssectional. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu 48 remaja di Desa Kutasari. Instrumen yang dipergunakan adalah kuesioner kepercayaan diri dan kuesioner aktualisasi diri yang diuji validitas dan reliabilitas. Analsis data menggunakan uji Spearman.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki dan usia responden paling banyak adalah 19 tahun. Sebagian besar pendidikan responden yaitu SMA. Diketahui bahwa nilai p value=0,002 (p<α=0,05). Nilai Spearman =0,431, Aktualisasi diri remaja di Desa Kutasari adalah 62,5% (sedang). Kepercayaan diri remaja di Desa Kutasari mayoritas adalah 72,9 % (sedang).
Kesimpulan : Ada hubungan antara kepercayaan diri dengan aktualisasi diri pada remaja di Desa Kutasari Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas.

Kata Kunci: remaja, kepercayaan diri, aktualisasi diri



1. Mahasiswa S1 Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
2. Dosen Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
3. Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas
Hubungan kepercayaan diri terhadap aktualisasi diri remaja akhir di Desa Kutasari, kecamatan baturraden, Kabupaten banyumas

CORRELATION BETWEEN SELF-CONFIDENCE WITH SELF-ACTUALIZATION IN TEENAGERS AT KUTASARI VILLAGE
BATURRADEN REGENCY, BANYUMAS

Panggih Sediyo 1, Endang Triyanto 2, Aswin 3

ABSTRACT

Background: Self actualization is one of the needs which are expected to be fulfilled by everyone. If the community condition supports, the self actualizing process will be achieved. If someone has high confidence, they will be easier to actualize or develop abilities owned.
Objective: This study was to identify the correlation between self confidence with self actualization in teenagers at Kutasari village, Baturraden regency, Banyumas.
Methods: The study was conducted in the Kutasari village on July 2013, used a cross-sectional design. This study used purposive sampling, which was consisted of 48 teenagers in the village Kutasari. The instrument used was a self-confidence questionnaire and self-actualization questionnaire, which were tested for validity and reliability. The data analysis used Spearman's test.
Results: The results showed that the respondent was from male sex at the most and age of 19 years old at the most. Most of the respondents are high school education. It was known that the p value = 0.002 (p <α = 0,05). Spearman value = 0.431, the value of teenagers’ self actualization in the Kutasari village was 62.5% (moderate). The majority of teenagers’ self confidence of the in the Kutasari village was 72.9% (moderate).
Conclusion: There was a correlation between self self-confidence with self actualization in teenagers at Kutasari village, Baturraden regency, Banyumas.

Keywords: teenagers, self-confidence, self-actualization










1. S1 students of Nursing, Faculty of Medicine and Health Sciences, University of Jenderal Soedirman
2. Lecturer of Nursing, Faculty of Medicine and Health Sciences, University of Jenderal Soedirman
3. Civil Servant of Banyumas Regency
3636313P2CA12001ANALISIS PENGARUH BELANJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT TERHADAP PDRB KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2006-2010
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat terhadap PDRB kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat, serta menganalisis seberapa besar multiplier effect pengeluaran pemerintah Provinsi Jawa Barat tehadap PDRB Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder time series tahun 2006-2010 dan data cross section 26 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Dengan menggunakan model regresi data panel fixed effect model (FEM), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara agregat belanja tidak langsung pemerintah kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat berpengaruh positif terhadap PDRB. Namun, secara dimensional belanja bunga, belanja hibah, dan belanja bantuan tidak berpengaruh terhadap PDRB. Belanja subsidi, belanja bagi hasil, belanja bantuan keuangan berpengaruh positif terhadap PDRB, sementara belanja pegawai dan belanja tak terduga berpengaruh negative terhadap PDRB. Sementara itu, secara agregat belanja langsung pemerintah kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat berpengaruh positif terhadap PDRB pada tenggat waktu 1 tahun, namun secara dimensional belanja barang dan jasa berpengaruh positif terhadap PDRB tanpa tenggat waktu, dan belanja modal berpengaruh positif terhadap PDRB dengan tenggat waktu 2 tahun. Hasil lain dari penelitian ini diketahui bahwa pengeluaran pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki multiplier effect yang tinggi terhadap PDRB.
Berdasarkan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini maka beberapa saran dapat dikemukakan sebagai berikut. (1) Pemerintah kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat sebaiknya dapat menyusun kembali komposisi alokasi anggaran yang lebih tepat. (2) Pemerintah kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat sebaiknya dapat meningkatkan alokasi belanja modal, dan menetapkan proyek pembangunan infrastruktur yang memiliki payback period lebih pendek guna mendorong tumbuhnya investasi-insvestasi swasta dalam menyokong perekonomian dan mempercepat pembangunan daerah. (3) Untuk mempertahankan dan meningkatkan multiplier effect pengeluaran pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebaiknya pemerintah Provinsi Jawa Barat lebih banyak mengalokasikan anggaran yang dapat memberikan multiplier effect tinggi.
This research is aimed to analyze the influence of government expenditure of the West Java district/towns towards its RGDP and to analyze of multiplier effect government expenditure of West Java Province towards its RGDP. This research using the secondary time series data for the period 2006-2010 and cross section data of 26 districts/towns in West Java Province. Using the pool least square of fixed effect model (FEM), the research found that the indirect expenditure of district/town in West Java at the aggregate level has positive effect towards RGDP. However, dimensionally, the interest expenditure, grand expenditure, and social aids expenditure have no effect towards RGDP, subsidies expenditure, sharing fund expenditure, and financial aids expenditure have positive effect towards RGDP, while government personnel expenditure, and unpredicted expenditure have negative effect towards RGDP. Meanwhile, the direct expenditure of district/town in West Java at the aggregate level has positive effect towards RGDP on the 1 year time lag, however, dimensionally, the goods and services expenditure has positive effects towards RGDP without time lag, and the capital expenditure has positive effects towards RGDP on the 2 years time lag. The last result in this research found that the local government expenditure of West Java has high multiplier effect towards RGDP.
Based on the result found in this research, some suggestions are presented as follows. (1) The local government district/town of West Java Province should be able to re-arrange the composition of budget allocation for more appropriate. (2) The local government of the district/town of West Java Province should be able to increase the capital expenditure budget, and establish the infrastructure development project which has shorter payback period in order to encourage the growht of private investments in supporting and accelerating the development of regional economy. (3) To maintain and increase the multiplier effect government expenditure of the West Java Province, the government should allocate more the budget for some expenditure that have high multiplier effect
3646314D1B008013HUBUNGAN ANTARA PERIODE BERANAK DENGAN LITTER SIZE DAN BOBOT LAHIR ANAK BABI, DI PERUSAHAN PETERNAKAN BABI, KEDUNGBENDA, KEMANGKON PURBALINGGAIndonesia beriklim tropis, keadaan ini tidak terlalu menguntungkan bagi kehidupan ternak khususnya ternak babi, keunggulan dari ternak babi adalah pakan, pertumbuhannya cepat, umur kebuntinganrelatif singkat, litter size dan bobot lahirnya tinggi dan dalam satu tahun dua kali beranak . tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara 1). Periode beranak induk babi, 2). Litter size induk setiap periode beranak 3). Bobot lahir setiap anak dengan satuan kilogram. Ternak babi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 35 ekor babi betina yang bunting terdiri atas 18 ekor induk Landrace dan 17 ekor induk Yorkshire. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 7. Faktor pertama adalah bangsa babi (Landrace dan Yorkshire) sedangkan faktor kedua adalah periode beranak (1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7). Data dianalisis dengan rnenggunakan sidik ragam (ANOVA). Ternak babi memiliki potensi penampilan reproduksi yang baik. Hal tersebut dapat ditunjukkan oleh interval setiap generasi yang relatif singkat dan mampu untuk menghasilkan anak dalam jumlah banyak setiap periode/tahun. Masa kebuntingan ternak babi relatif siingkat yaitu rata-rata 114 hari atau 3 bulan 3 minggu 3 hari. Penelitian menghasilkan rataan Litter size (P1) 8,0 ± 0,9 ekor; (P2) 10,0 ± 0,0 ekor; (P3) 11,571 ± 3,0 ekor; (P4) 12,0 ± 1,2 ekor; (P5) 9,5 ± 1,9 ekor; (P6) 10,0 ± 2,0 ekor dan (P7) 8,250 ± 2,4 ekor, Rata-rata 10 ekor. Bobot lahir yang tertinggi yaitu periode kelahiran ke 7 yaitu 1,64 kg, sedangkan bobot lahir yang terendah yaitu periode kelahiran ke 4 yaitu 1,13 kg. Kedua penelitian tersebut ini berpengaruh nyata (P<0,05).
Kata kunci : Ternak babi, Bangsa, Kelahiran, Penampilan Reproduksi
Indonesia tropical climate, this situation is not very favorable for animal life in particular pigs, pigs are the hallmarks of feed, rapid growth, relatively short gestation, litter size and birth weight and height in a year two times lambing. This study aimed to determine the relationship between 1) Sow’s lambing period, 2) The sow litter size in a lambing period, and 3) Piglet birth weight in kilograms. Pigs used in this study were 35 pregnant female pigs consisted of 18 Landrace sows and 17 Yorkshire sows.The experiment design used in this study was Completely Randomized Design (CRD) with factorial experimental 2 x 7 factorial patterm. The first factor is the pig's breed (Landrace and Yorkshire) and the second one was the lambing period (1, 2, 3, 4, 5, 6 and 7). The data were analyzed with analysis of variance (ANOVA). Pigs have the potential for good reproductive performance. This can be showed by the short generation interval and the large litter size on every period per year. The Lambing period of a pig is relatively short, in which an average of 114 days or 3 months 3 weeks 3 days. The results of reslarch showed that the averange of litter size of (P1) was 8.0 ± 0.9; (P2) was 10.0 ± 0.0; (P3) was 11.571 ± 3.0; (P4) was 12.0 ± 1.2; (P5) was 9.5 ± 1.9; (P6) was 10.0 ± 2.0 and (P7) was 8.250 ± 0.5 with the average of 10. The highest weight births occurred during the 7th period, while the lowest ones were born during the 4th that was 1.13 period. Both of these studies gave significant effects (P < 0,05).
Keywords: Pig Farming, Breed, Birth, Reproductive Performance
3656315P2CA11022DAMPAK Supermarket TERHADAP PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DAN PERKEMBANGAN EKONOMI KOTA CIREBON
Penelitian kali ini mengukur seberapa besar dampak supermarket pada pasar tradisional di Kota Cirebon. Responden dalam penelitian ini merupakan pedagang yang berjualan di Pasar tradisional di Kota Cirebon. Responden penelitian ini berjumlah 97 orang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggabungkan penelitian secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis secara kuantitatif dengan menggunakan metode differencein-difference (DiD), metode uji t-berpasangan, dan anlisi trend. Serta analisis secara kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam.
Hasil penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif secara statistik menemukan dampak signifikan negatif pada omzet penjualan, jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh pedagang dan jumlah pembeli yang datang ke pasar tradisional. Dilihat dari sisi perekonomian secara umum, supermarket memberikan dampak pada penurunan jumlah retribusi pasar serta kontribusinya terhadap Pendapatan asli daerah Kota Cirebon. Namun dilain pihak memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi melalui peningkatan sektor perdagangan di Kota Cirebon.
Temuan-temuan kualitatif menunjukkan bahwa kelesuan yang terjadi di pasar tradisional kebanyakan bersumber dari masalah internal pasar tradisional yang memberikan keuntungan pada supermarket. Karena itu, untuk menjamin keberlangsungan pasar tradisional diperlukan perbaikan sistem pengelolaan pasar tradisional yang memungkinannya dapat bersaing dan tetap bertahan bersama kehadiran supermarket.
This research measured how big the impact of supermarkets on traditional markets in the city of Cirebon. Respondents in this study is a merchant that sells at a traditional market in the city of Cirebon. This study respondents totaled 97 people. This research is a descriptive study that combines qualitative and quantitative research. Quantitative analysis using differencein-difference (DiD) and methods of tabulation, as well as qualitatively by using in-depth interviews.
Results of research using quantitative methods were statistically found significant effects on sales turnover and the number of buyers who come to the traditional markets, but had no impact on the amount of labor used in helping merchants conduct business. The qualitative findings suggest that the downturn in traditional markets is mostly caused by internal problems of traditional markets that provide benefits in the supermarket. Therefore, to ensure the sustainability of the traditional market management system needed improvement memungkinannya traditional markets can compete and survive with the presence of a supermarket.
3666321G1F009005UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN SLATRI
(Calophyllum soulattri) SEBAGAI ANTIFUNGI YANG DI ISOLASI
DARI NIRA KELAPA
INTISARI

Gula kelapa merupakan produk makanan yang sering digunakan oleh masyarakat. Kualitas produk gula kelapa ditentukan oleh nira kelapa. Nira kelapa merupakan bahan pangan yang rentan terkontaminasi oleh fungi. Beberapa tanaman dapat digunakan sebagai pengawet alami karena diduga memiliki aktivitas antifungi. Daun slatri (Calophyllum soulattri) yang mengandung minyak atsiri, flavonoid, tanin, xanton dan kumarin yang berpotensi sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi dari ekstrak daun slatri dan untuk mengetahui nilai KHM dan KBM.
Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium. Sebelum dilakukan uji antifungi, terlebih dahulu dilakukan isolasi fungi dari nira kelapa dengan menggunakan metode pengenceran untuk mendapatkan isolat fungi yang menyebabkan kontaminasi pada nira kelapa. Kemudian dilakukan Uji aktivitas antifungi menggunakan metode dilusi cair untuk mengetahuinilai kadar hambat minimum (KHM) dan kadar bunuh minimum (KBM). Uji dilusi dilakukan dengan cara membuat variasi konsentrasi ekstrak 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,56%, dan 0,78%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungi kontaminan yang ditemukan pada nira kelapa adalah dari genus Penicillium sp. Nilai KHM yang didapat adalah sebesar 12,5% sedangkan nilai KBM yang didapat adalah sebesar 18,75%.
TEST ACTIVITY EXTRACT OF LEAF SLATRI (Calophyllum soulattri)
AS ANTIFUNGAL IN ISOLATION OF COCONUT SAP

ABSTRACT

Coconut sugar is a food product that usedby the public often. The quality of coconut sugar product is determined by the coconut sap. The coconut sap is a food that vulnerable to contamination by fungi. Some plants can be used as natural preservative, becausethey are suspected having antifungal activity. Slatri leaves (Calophyllum soulattri) which contains essential oils, flavonoids, tannins, and coumarins xanton potential as an antifungal. This study aims to determine the antifungal activity of leaf extracts slatri
This research was conducted with laboratory experimental method. Before any antifungal test did, first performed was isolated fungal of the coconut sap by using the dilution method, to obtain isolate fungus that causes contamination of coconut sap. After that , antifungal activity test was did by liquid dilution method to determine the value of minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum levels of suicide (KBM). Dilution test was done by making variationof the concentration of extract 50%, 25%, 12.5%, 6.25%, 3.125%, 1.56%, and 0.78%.
The results showed that the fungus contaminants, which found at the coconut sap was from the genus Penicillium sp,it seen from the based on macroscopic and microscopic views. MIC value that obtained was 12.5%, whereas the value obtained of KBM was 18.75%.

Keyword :TEST ACTIVITY EXTRACT OF LEAF SLATRI (Calophyllum soulattri)
AS ANTIFUNGAL IN ISOLATION OF COCONUT SAP

ABSTRACT

Coconut sugar is a food product that usedby the public often. The quality of coconut sugar product is determined by the coconut sap. The coconut sap is a food that vulnerable to contamination by fungi. Some plants can be used as natural preservative, becausethey are suspected having antifungal activity. Slatri leaves (Calophyllum soulattri) which contains essential oils, flavonoids, tannins, and coumarins xanton potential as an antifungal. This study aims to determine the antifungal activity of leaf extracts slatri
This research was conducted with laboratory experimental method. Before any antifungal test did, first performed was isolated fungal of the coconut sap by using the dilution method, to obtain isolate fungus that causes contamination of coconut sap. After that , antifungal activity test was did by liquid dilution method to determine the value of minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum levels of suicide (KBM). Dilution test was done by making variationof the concentration of extract 50%, 25%, 12.5%, 6.25%, 3.125%, 1.56%, and 0.78%.
The results showed that the fungus contaminants, which found at the coconut sap was from the genus Penicillium sp,it seen from the based on macroscopic and microscopic views. MIC value that obtained was 12.5%, whereas the value obtained of KBM was 18.75%.
3676337G1B007088Daya Bunuh Ekstrak Daun Dadap Serep (Erythrina lithosperma Bl. non Miq) Terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes aegyptiPenyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pengendalian DBD secara umum dilakukan dengan penggunaan insektisida sintetis. Penggunaan insektisida sintetis secara terus-menerus dan berulang-ulang dapat berdampak negative seperti terjadinya pencemaran lingkungan dan resistensi. Upaya untuk mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan penggunaan insektisida alami dari tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang berpotensi menjadi larvasida yaitu daun dadap serep (Erythrina lithospema Bl. non Miq). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya bunuh ekstrak daun dadap serep (Erythrina lithospema Bl. non Miq) terhadap larva Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah true experiment desing atau rancangan eksperimen murni. Jumlah larva Aedes aegypti yang digunakan adalah 600 ekor larva instar III yang diberi perlakuan ekstrak daun dadap serep konsentrasi 0% (kontrol), 1,5%, 1,75%, 2%, 2,25%, dan 2,5% dimana pada tiap kelompok perlakuan dan control diberi 25 ekor larva dengan 4 kali replikasi. Setelah 24 jam, diamati jumlah larva Aedes aegypti yang mati. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi 1,5% menyebabkan kematian sebanyak 39% dan pada konsentrasi 2,5% menyebabkan kematian 77%. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antar konsentrasi terhadap kematian larva Aedes aegypti dengan p=0,001 (< 0,05). Uji Mann Whitney menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara pasangan konsentrasi kecuali pada pasangan kelompok konsentrasi 1,5%:1,75% dan 2%:,2,5%. Hasil analisis probit menunjukan bahwa LC50 diperoleh pada konsentrasi 1,732%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daun dadap serep memberikan efek larvasidal terhadap Aedes aegypti. Perlu dilakukan upaya untuk mendapatkan sediaan yang lebih sederhana dan aplikatif untuk digunakan oleh masyarakat.Dengue Hemorhagic Fever (DHF) that infected by Aedes aegypti mosquito still become public health problem in Indonesia. The controlling of DHF commonly use synthetics insecticide. The continously usage of synthetics insecticide will cause negatif effects such as environment contamination and resistance. One effort to reduce them is the use of natural insecticide from plants. One of the plants that can be used to be insecticide is dadap serep. The objective of the research is to know the Kipling power of dadap serep leaf extract toward the Aedes aegypti larva. This research use true experiment desing. The number of Aedes aegypti larva that use in this research are 600 instar III larvas which are given the dadapserep leaf extract treatment with 0% concentration as the control, 1,5%, 1,75%, 2%, 2,25%, and 25%. In each group treatment and control are given 25 larvas with 4 times replication. After 24 hours, the amount of death larva are observed. The result of research show that 1,5% concentration cause 39% death larva and 2,5% causes 77% death larva. Kruskall Wallis data analysis shows that is significant difference between concentration and the amount of death larva with p=0,01 (<0,05). Mann Withney test shows the significant differences the concentration except in the concentration group of 1,5%;1,75% and 2%;2,25%. Probit analysis result shows that LC50 is obtained in 1,327% of concentration. From the result can be concluded that dadapserep leaf gide larvicide effect of Aedes aegypti. It needs to attempt to get more applicable form.
3686317G1D009051HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN HARGA DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN HARGA DIRI
PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI
DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

Siti Nur Khotimah1 Arif Setyo Upoyo2 Fajar Tri Asih3

Latar Belakang: Kanker payudara menimbulkan dampak psikologis salah satunya berupa penurunan harga diri. Terkait dengan harga diri, kecerdasan spiritual merupakan indikator penting dalam menemukan makna hidup. Seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual akan mampu menghadapi pilihan dan kenyataan hidup yang pasti akan datang dan harus dihadapi apapun bentuknya.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecerdasan spiritual dengan harga diri pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi yang dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dengan populasi sebanyak 148 responden. Sampel penelitian sebanyak 60 responden yang diambil dengan metode consecutive sampling selama masa penelitian pada bulan Juli 2013. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan dianalisis dengan uji rank spearman.
Hasil: Hasil analisis dengan uji rank spearman diperoleh nilai p = 0,436 (p > α = 0,05 dan r = 0,103).
Simpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara kecerdasan spiritual dengan harga diri pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Saran: Mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga diri pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi.
Kata kunci: Kanker Payudara, Harga Diri, Kecerdasan Spiritual.
CORRELATION BETWEEN SPIRITUAL QUOTIENT WITH SELF ESTEEM OF BREAST CANCER PATIENT UNDER GOING CHEMOTHERAPY IN RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

ABSTRACT

Siti Nur Khotimah1 Arif Setyo Upoyo2 Fajar Tri Asih3
Background: Breast cancer affect on phsycologist. It is self esteem decreasion. Spiritual quotient is a vital indicator on people life. Someone who has spiritual quotient can choose or receive their life.
Purpose: This research to identified correlation between spiritual quotient with self esteem of breast cancer patient under going chemotherapy in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Method: This study used correlation analysis. Sample were 60 respondents taken by consecutive sampling technique. The instrument used questionnaire and analysis used rank spearman.
Result: Rank spearman test showed p value = 0,436 (p > α = 0,05 and r = 0,103).
Conclusion: There was no significant correlation between spiritual quotient with self esteem of breast cancer patient under going chemotherapy in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Suggestion: To identified more about factors that influence self esteem of breast cancer patient under going chemotherapy.
Keywords: Breast Cancer, Self Esteem, Spiritual Quotient.
3696316G1F008067UJI AKTIVITAS KOMBINASI METRONIDAZOL DENGAN EKSTRAK ETHANOL KULIT BUAH MANGGIS
(Garcinia mangostana) TERHADAP Gardnerella vaginalis


Kejadian keputihan dari tahun ketahun semakin meningkat. Salah satu bakteri penyebab keputihan adalah Gardnerella vaginalis. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana) mengandung senyawa-senyawa yang mempunyai aktivitas antibakteri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri metronidazole yang dikombinasi dengan ekstrak kulit buah manggis terhadap G. vaginalis. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram untuk mengetahui besarnya zona hambat, dan dilusi cair untuk mengetahui nilai KHM (Konsentrasi Hambat Minimum). Uji aktivitas kombinasi metronidazole dengan ekstrak dilakukan dengan membandingkan aktivitas antibakteri metronidazol sebelum dan sesudah ditambahkan ekstrak.Diameter zona hambat kombinasi metronidazole dan ekstrak dengan metode difusi cakram dianalisis menggunakan uji paired t-test, sedangkan metodedilusi cair dianalisis secara deskriptif.
Hasil analisis dengan uji paired t-test menyatakan bahwa ada perbedaan zona hambat yang signifikan antara sebelum dan sesudah penambahan ekstrak, sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak kulit buah manggis dapat meningkatkan aktivitas metronidazol terhadap G. vaginalis. Nilai KHM yang didapat adalah 100,37 ppm.



Incidence of vaginal discharge is increasing from year to year. One of the bacteria that cause vaginal discharge is Gardnerella vaginalis. Rind of mangosteen (Garcinia mangostana)contains are compounds in plants that have antibacterial activity.
This study aims to determine the antibacterial activity of metronidazole combined with extract of mangosteen rind against G. vaginalis. Antibacterial test conducted by disc diffusion method to determine the inhibitory zone, and liquid dilution to determine the value of MIC (Minimum Inhibitory Concentration) before and after the extracts added.Activity assays of Metronidazole combination with extracts was done by comparing the antibacterial activity of metronidazole before and after the extract added. Diameter of inhibition zone of metronidazole combination with extract that used disc diffusion method were analyzed using paired t-test, whereas the liquid dilution method were analyzed descriptively.
Results of analysis with paired t-test states that there is significant difference between the inhibition zone before and after the addition of the extract, but the addition of mangosteen rind extract can increase the activity of metronidazole against G. vaginalis. MIC value obtained was100,37 ppm.

3706319P2DA11015PENGARUH JENIS PENGENCER DAN KONSENTRASI SPERMATOZOA AYAM PELUNG TERHADAP PERIODE FERTIL DAN FERTILITAS TELUR AYAM ARAB

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi jenis pengencer dan konsentrasi spermatozoa terhadap periode fertil dan fertilitas. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimental laboratorium dengan rancangan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 3 dan 9 kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis pengencer (J) yaitu J1 = NaCl Fisiologis dan J2 = Ringer Laktat, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi spermatozoa (K) yaitu K1 = 50 juta, K2 = 100 juta, K3 = 150 juta. Dengan demikian terdapat 6 unit percobaan. Peubah yang diamati meliputi periode fertil dan fertilitas telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi (P > 0,05) antara jenis pengencer dan konsentrasi spermatozoa terhadap periode fertil dan fertilitas telur. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa jenis pengencer tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap periode fertil dan fertilitas telur, namun peningkatan konsentrasi spermatozoa berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap fertilitas telur tetapi tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap periode fertil. IB dengan konsentrasi 100 juta sel spermatozoa pada koleksi telur selama 21 hari menunjukkan hasil yang terbaik. Berdasarkan uji BNJ 5% menunjukkan bahwa kelompok perlakuan yang diinsiminasi dengan 50 juta sel spermatozoa (K1) menghasilkan fertilitas sebesar 44,52±8,027 nyata (P < 0,05) lebih rendah dibandingkan kelompok perlakuan yang diinseminasi dengan 100 (K2) dan 150 juta sel spermatozoa (K3) yakni masing-masing sebesar 56,66±11,19 dan 57,36±11,09, sedangkan K2 menghasilkan fertilitas yang sama dengan K3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan konsentrasi spermatozoa 100 juta menghasilkan persentase fertilitas yang terbaik.
The purpose of this experiment was to determine the interaction effects between diluent type and numbers of spermatozoa of Pelung Roosters on the fertile period and fertile eggs in Arab hens. The experiment was conducted using experimental laboratory method and Completely Randomized Design (CRD) in a 2x3 factorial design. Diluent type (J1= Physiological Saline and J2= Ringer lactate solution) was considered as first factor and numbers of spermatozoa (K1=50 million, K2=100 million and K3=150 million) as the second factor. Each of the treatment was replicated nine times. Variables measured were fertile period and egg fertility. The results showed that diluent type and numbers of spermatozoa had no a significant interaction (P > 0.05) on fertile period and egg fertility. Results of Anova showed that the type of diluent had no significant effect (P > 0.05) on fertile period and egg fertility. The numbers of spermatozoa had a significant effect (P < 0.05) on egg fertility, but not in fertile period. The average percentage of egg fertiltiy at the group hens inseminated with 50 million sperm cells (K1), 100 million sperm cells (K2) and 150 sperm cells (K3) was 44.52±8.027; 56.66±11.19 and 57.36±11.09, respectively. Based on HSD test showed that group K1 (P < 0.05) lower than that of K2 and K3. However, K2 had no a significant difference (P > 0.05) with K3 group. It can be concluded that Insemination with a 100 million of sperm cell for 21 day- egg collection gave the best egg fertility.
3716320P2CA11037ANALISIS EFISIENSI ALOKATIF PADA PERAJIN GULA KELAPA CETAK DAN KRISTAL ORGANIK DI DESA KARANGGINTUNG KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMASPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani gula kelapa cetak dan kristal di Desa Karanggintung Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Adapun sampel yang digunakan adalah 105 petani yang terdiri dari 30 petani gula kelapa Kristal dan 75 petani gula kelapa cetak. Penetapan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan rumus slovin. Penarikan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan April tahun 2013.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi (nira, tenaga kerja, air kapur dan bahan bakar) masih belum efisien. Adapun kondisi return to scale berada pada keadaan constant return to scale. Kelayakan usaha dari aspek ekonomis menunjukan bahwa ketika komponen biaya eksplisit yang diperhitungkan maka usahtani gula kelapa cetak dan kristal layak diusahakan (menguntungkan).
Implikasi dari penelitian ini adalah diperlukan adanya penyuluhan mengenai usaha gula kelapa yang benar mulai dari pemeliharaan pohon kelapa hingga proses pengolahan menjadi gula kelapa. Meningkatkan kesadaran petani dalam melakukan pengelolaan biaya produksi yang nantinya akan berdampak pada perolehan laba usaha.
The population of this research is all block and granule palm sugar crafters in Karanggintung Village, Banyumas District. The sample are 105 crafters which consist of 30 granule palm sugar crafters and 75 block palm sugar crafters.
Sampling is done by using the Slovin formula. The sampling method is simple random sampling method. The research was conducted in April of 2013.
The results showed that the efficiency level of using production factors (nira, employee, chalk water and fuel) has not been efficient. The conditions return to scale is constant returns to scale. Economic aspects of the feasibility crafters shows that when only the explicit cost components are taken into granule and block palm sugar crafters are profitable and feasible to do.
The implication of this research is necessary to have counseling about proper farming palm sugar from palm tree maintenance to the process into palm sugar. Increasing awareness of farmers in managing their production costs will have an impact on farm profitability.
3726322G1F009052AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DARI EKSTRAK DAUN SLATRI (Calophyllum soulattri)

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DARI EKSTRAK DAUN SLATRI (Calophyllum soulattri)

INTISARI

Daun slatri (Calophyllum soulattri) yang mengandung flavonoid, tanin, xantone, dan kumarin, berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan dan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun slatri.
Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium yang meliputi uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) ditentukan oleh besarnya hambatan serapan radikal DPPH yang dinyatakan dengan IC50. Kadar flavonoid total ditentukan dengan metode kolorimetri dengan pereaksi AlCl3 yang dinyatakan sebagai prosentase rutin dalam ekstrak.
Hasil penelitian menunjukkan IC50 ekstrak etanol daun slatri terhadap DPPH dengan sebesar 39,63 ± 14,99 ppm dan kadar flavonoid total ekstrak daun slatri sebesar 25,677 ± 0,046 % rutin dalam ekstrak.


ANTIOXIDANT ACTIVITY AND DETERMINATION TOTAL FLAVONOID CONTENT OF SLATRI LEAVE EXTRACT
(Calophyllum soulattri)


ABSTRACT

Slatri leaves (Calophyllum soulattri) which contains flavonoids, tanin, xhantone, and cumarin, has potential as an antioxidant. This research objective is to find antioxidant activity and count the concentration of flavonoid total ethanol extract of slatri leaves.
This research was conducted with laboratory experimental methods which include antioxidant activity assay using DPPH (2,2-diphenyl-1-pikrilhidrazil) is determined by the amount of DPPH radical absorption barriers represented by IC50. Levels of total flavonoids was determined by colorimetric method with AlCl3 reagent routinely expressed as a percentage in the extract.
The results showed IC50 leaf ethanol extract against DPPH with slatri of 39.63 ± 14.99 ppm and total flavonoid content of leaf extracts slatri of 25.677 ± 0.046% in the extract routine.





37322281H1C014073ANALISIS SISTEM PHOTOVOLTAIC BUS DC TERHUBUNG JALA-JALA MENGGUNAKAN PSIMBerkaitan dengan pembangkit energi terbarukan, seperti pembangkitan terdistribusi, masalah efisiensi juga terdapat pada jenis sistem distribusi yang diterapkan. Dengan memanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan seperti photovoltaic cell dan fuel cell dimana sumber-sumber tersebut menghasilkan keluaran DC, maka penggunaan sistem distribusi AC dapat menimbulkan lebih banyak losses akibat banyaknya proses konversi tegangan. Penggunaan sistem distribusi DC pada pembangkitan terdistribusi melibatkan lebih sedikit konverter, sehingga sistem distribusinya menjadi lebih efektif dan berpotensi mempunyai efisiensi sistem yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja pada masing-masing topologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sistem dc. Topologi yang digunakan pada penelitian ini yaitu on-grid dan off-grid yang akan dianalisa unjuk kerjanya dari sisi pembangkit dan sisi beban dengan menggunakan software PSIM. PSIM adalah salah satu produk dari perusahaan Powersim yang ditujukan khusus untuk keperluan simulasi di bidang elektronika daya (power electronics). Dari hasil simulasi dapat disimpulkan, efisiensi sistem paling rendah yaitu 86,57% dengan losses sebesar 135,775 W terjadi pada konfigurasi PV-baterai dan jala-jala dengan nilai resistansi 0,5 Ohm. Sedangkan, presentase efisiensi paling tinggi yaitu 99,39% dengan nilai resistansi beban 12 Ohm pada konfigurasi jala-jala dan PV-tanpa baterai dengan losses sebesar 0,804535329 W; konfigurasi jala-jala dengan losses sebesar 0,294 W; dan konfigurasi PV-tanpa baterai dengan losses sebesar 0,8049 W.According to renewable energy, such as distributed generation, efficiency problem also occurred in applied distribution system. To utilize renewable energies such as photovoltaic cell and fuel cell which produce DC power, thus with AC distribution system can produce more losses than DC distribution system because of more process in power conversion. In distributed generation with DC distribution system that use less converter, the distribution system is more effective and potentially have better efficiency system. This paper objective is to know system performance in each topologies in PLTS on grid with DC system. Topologies that include in this paper are on-grid topology and off grid topology. That would be analyzed the system performance in generation and load with PSIM software. PSIM software is one product of POWERSIM company for simulation in power electronics. The conclusions is that the lowest system efficiency is 86,57%, in PV-24 V battery and grid configuration, 0,5 load resitance with losses about 135,775 W. Whereas the greatest system efficiency is 99,39% with 12 Ohm load resistance. We can get the greatest system efficiency in grid and PV no battery with losses about 0,804535329 W; grid configuration with losses about 0,294 W; PV no battery configuration with losses about 0,8049 W.
3746323G1B009034EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH
(Studi Kualitatif Evaluasi Pengelolaan Sampah di Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas)
Kepadatan penduduk akan mengakibatkan peningkatan produksi sampah setiap harinya, sehingga diharapkan agar pengelolaannya dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Pandangan masyarakat masih menganggap sampah merupakan barang yang tidak mempunyai nilai, sehingga mereka memperlakukan sampah menurut keinginan mereka sendiri. Pelaksanaan pengelolaan sampah diperlukan aspek-aspek pengelolaan sampah yang berkesinambungan. Untuk itu diperlukan evaluasi pengelolaan sampah sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 6 Tahun 2012 dengan harapan aspek-aspek pengelolaan sampah dapat sesuai dengan peraturan dan dapat berkesinambungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengelolaan sampah di Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Mtode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subyek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 5 orang yang terdiri dari 1 orang sebagai informan utama dan 4 orang sebagai informan pendukung. Cara pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, analisis dokumen, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi pengelolaan sampah di Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas belum semua aspek pengelolaan sampah sesuai dengan Peraturan, sehingga menimbulkan ketidaklancaran dalam pelaksanaan pengelolaan dan menimbulkan dampak kesehatan, dampak lingkungan, dan dampak sosial ekonomi pada wilayah tersebut yang merugikan bagi masyarakat.Purwokerto of Banyumas District. Methods that used was qualitative descriptive. Respondent obtained by purposive sampling amounted to 5 people consisting of one major informer and 4 people as supporters informer. The data, collected in deep interview, observation, document analysis, and documentation. The result indicated that of not all aspects of waste management in regulations, why so that the implementation of the management not clear and society got disadvanteges.
3756324G1B009024FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKBERHASILAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU (TB PARU) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II KEMBARAN KABUPATEN BANYUMASIndonesia menduduki peringkat terbesar keempat insiden kasus tuberkulosis di dunia. Upaya penanggulangan TB Paru yang telah dilakukan yaitu melalui program DOTS, dengan salah satu upayanya adalah pengobatan yang dilakukan selam 6 bulan. Proses pengobatan yang memakan waktu lama sehingga besar kemungkinan terjadinya drop out pengobatan sehingga proses pengobatan tidak berhasil. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakberhasilan pengobatan TB Paru di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Kasus adalah penderita TB paru yang drop out/putus pengobatan, sedangkan kontrol adalah penderita TB paru yang pengobatan lengkap dan dinyatakan sembuh. Jumlah sampel 40 sampel, dengan rincian kasus sebanyak 8 orang dan kontrol sebanyak 32 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan hanya variabel kepatuhan minum obat yang terbukti berhubungan dengan ketidakberhasilan minum obat (p=0,000). Variabel-variabel yang tidak terbukti berhubungan yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, kepatuhan kontrol dahak, kategori PMO, Perilaku PMO dan keterjangkauan ke pelayanan kesehatan. Penderita TB Paru sebaiknya melakukan pengobatan secara patuh dengan berobat teratur dan meminum obat sesuai dosis, kontrol dahak dilakukan sesuai prosedur (3 kali selama masa pengobatan) serta meningkatkan pendidikan kesehatan kepada penderita dengan cara konsultasi selama kontrol pengobatan dan menguatkan peran keluarga sebagai PMO. Indonesia was ranked the fourth largest incident tuberculosis cases in the world. Pulmonary tuberculosis control efforts that have been done that is through the DOTS program, with one of his efforts was the treatment done during 6 months. Treatment process that takes a long time so the greater the risk of drop out of treatment so that the treatment process was not successfull. The purpose of this study was to determine the factors associated with unsuccesfull treatment of pulmonary tuberculosis in the Public Health’s Center II Kembaran. The method used an analytical method with a case-control approach. Cases are pulmonary tuberculosis patients who drop out/default of treatment, while the controls were pulmonary tuberculosis patients who complete treatment and was declared cured. Number of samples was 40 samples, with details of the case as many as 8 sample and control as many as 32 samples. Statistical test was used chi-square test. Results of research conducted only variable medication adherence showing to be associated with the failure to take medication (p-value = 0.000). While the variables of age, gender, education, employment, compliance control sputum, category of treatment observer, treatment observer’s behavior and affordability to health care was not shown to be associated with the unsuccesfull treatment. Pulmonary tuberculosis patients should take medication regularly with treatment and take medication as prescribed, control of sputum token at 3 times during the treatment period and to improve health education to patients with consultation program during the control treatment.
3766328G1B009053FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KETERAMPILAN PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA PADA PETUGAS SURVEILANS DEMAM BERDARAH DENGUE
PUSKESMAS DI KABUPATEN BANYUMAS
Petugas surveilans tingkat puskesmas yang ada di Kabupaten Banyumas dianggap masih kurang maksimal dalam pelaksanaan tugasnya. Terbukti sebanyak 66,7% petugas surveilans puskesmas belum melakukan analisis data, tetapi hanya sampai pendataan kasus. Kemampuan analisis data harus dikuasai oleh setiap petugas surveilans untuk menghasilkan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat dalam penanganan penyakit Demam Berdarah Dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat keterampilan penyajian dan analisis data pada petugas surveilans Demam Berdarah Dengue di tingkat puskesmas di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan pendekatan cross-sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 petugas surveilans puskesmas, metode pengambilan sampel dengan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil analisis, dari 6 variabel (tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, lama bekerja, pelatihan, motivasi pimpinan dan kelengkapan sarana pengolahan data) menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik dengan tingkat keterampilan penyajian dan analisis data. Saran bagi Dinas Kesehatan yaitu memberikan pelatihan tentang penyajian dan analisis data untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas surveilans, serta memberikan kelengkapan sarana pengolahan data berupa buku petunjuk teknis sebagai sarana penunjang untuk meningkatkan pengetahuan petugas.Surveillance officer in Banyumas Health Service Center considered still insufficient execution of his duty. Proved to 66,7% 39 surveillance officers have not done an analysis of data, but just case registered. Data analysis ability must be mastered by every surveillance officer to get information that can be used quickly as a basic decision and precisely to handle Dengue Haemoragic Fever. This research aimed to know the factors related to skill level on presentation and analysis of data on Dengue Haemoragic Fever Surveillance officer in Banyumas Health Service Center. This research was quantitative using cross-sectional study approach. The amount of sampels in this study was 35 surveillance officers, with purposive sampling method which meet the criteria of exclusion and inclusion. The result showed that of 6 variables (educational level, level of knowledge, work, training, motivational leadership and completeness of data processing ) were no association with skill level of presentation and analysis of data. Suggestion for Health Departement, provide training about the presentation and analysis of data to improve knowledge level and skill level of surveillance officers, and also give the completeness of data processing facility in the form of a technical manual to improve their knowledge.
3776326G1D008044HUBUNGAN PRESTASI AKADEMIK, KETERAMPILAN PSIKOMOTOR DAN KEMATANGAN EMOSI MAHASISWA PROFESI NERS UNSOED TERHADAP KEMAMPUAN MERAWAT KLIEN GANGGUAN JIWALatar Belakang : Prestasi akademik adalah pencapaian tingkat keberhasilan karena usaha belajar dilakukan secara optimal. Keterampilan psikomotor adalah keterampilan individu merawat sesuai prosedur keamanan penuh bagi kliennya. Kematangan emosi adalah pencapaian tingkat kedewasaan dari perkembangan emosi. Pada saat profesi ners mahasiswa dilihat kemampuanya dalam merawat klien gangguan jiwa.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan prestasi akademik, keterampilan psikomotor dan kematangan emosi mahasiswa profesi ners Unsoed terhadap kemampuan merawat klien gangguan jiwa.
Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif non-eksperimental menggunakan pendekatan cross sectional. Menggunakan teknik total sampling, yang berjumlah 61 mahasiswa. Analisa data menggunakan Rank Spearman.
Hasil Penelitian : Hasil analisis Rank Spearman data tidak terdistribusi secara normal atau homogen sehingga mempengaruhi datanya tidak tersebar merata di setiap range, namun mengelompok di 1 range mengakibatkan pengaruh terhadap hasil korelasi dan menyebabkan hasilnya tidak berhubungan antara prestasi akademik, keterampilan psikomotor dan kematangan emosi terhadap kemampuan mahasiswa profesi ners dalam merawat klien gangguan jiwa.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan signifikan prestasi akademik, keterampilan psikomotor dan kematangan emosi mahasiswa profesi ners Unsoed terhadap kemampuan merawat klien gangguan jiwa.
Background : Academic achievement is the achievement level of success because of the efforts done in an optimal learning. Psychomotor skills are individual skills appropriate care for full security procedures for its clients. Attainment of emotional maturity is the maturity level of emotional development. In Phase profession seen his student nurses ability's caring for clients with mental disorders.
Goal : To identify the relationship of academic achievement, psychomotor skills and emotional maturity of the student professional nurses Unsoed client's ability to treat mental disorders.
Methods : A quantitative non-experimental study using cross-sectional approach. Using total sampling techniques that amounted to a total of 61 students. Data analysis using the Spearman Rank.
Results : Spearman Rank analysis showed no significant association of academic achievement, psychomotor skills and emotional maturity of the student nurses ability caring for clients with mental disorders.
Conclusion : There is no significant relationship of academic achievement, psychomotor skills and emotional maturity of the student nurses ability caring for clients with mental disorders.
3786333G1B009078EFEKTIVITAS MEDIA LEAFLET DAN FILM DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA SISWA SMP MUHAMMADIYAH 3 PURWOKERTOMasa remaja merupakan masa yang rentan, dan menurut Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2007, pengetahuan remaja umur 15-24 tahun tentang kesehatan reproduksi masih rendah dan terdapat 55,2% remaja usia 15-24 tahun yang pernah melakukan perilaku berisiko, sehingga remaja sangat rentan terhadap masalah-masalah kesehatan terutama kesehatan reproduksi diantaranya adalah HIV/AIDS. Hal tersebut mendorong untuk dilakukan pemberdayaan diri dengan menggunakan pendidikan kesehatan untuk membantu diri sendiri dan keluarga dalam mencegah HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media film dan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pencegahan HIV/AIDS. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap setelah pendidikan kesehatan baik yang menggunakan media leaflet maupun film. Media film lebih efektif dibandingkan leaflet, sehingga media film dapat digunakan sebagai alternatif pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa Sekolah Menengah Pertama. Adolescence is the susceptible, and according by Indonesia Young Adult Reproductive Health Survey in 2007, knowledge of youth aged 15-24 years of reproductive health is still low and there is 55.2% of youth aged 15-24 years ever do a risky behavior, so that young adult are particularly susceptible to health problems especially reproductive health including HIV/AIDS. The purpose of this study was to determine the effectiveness of media in improving knowledge and attitudes in preventing HIV/AIDS. The results of this study showed a difference in the level of knowledge and attitudes after health education who use media leaflet and film. Media film more effective than leaflets, so that media film can be used as an alternative education health to improve knowledge and attitude students junior high school.
3796334P2BA11047OPTIMASI PAKAN BUATAN BERBASIS MEAT AND BONE MEAL (MBM) SEBAGAI PROTEIN UNTUK PERTUMBUHAN DAN SINTASAN JUVENIL LOBSTER AIR TAWAR
(Cherax quadricarinatus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sintasan, perbandingan efisiensi pakan dan kinerja pertumbuhan Lobster air Tawar (Cherax quadricarinatus) yang diberi pakan komersil dengan pakan berbahan baku meat and bone meal (MBM).
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan dilakukan analisis ragam, dan jika ada perbedaan nyata antara perlakuan dilakukan uji beda nyata Duncan. Parameter yang diamati adalah, laju pertumbuhan harian, pertambahan berat dan bobot tubuh, efisiensi pakan (FCR), kelangsungan hidup (SR) dan hepato somatik indeks. Parameter kualitas air yang diukur adalah suhu, pH, daya larut oksigen (DO).
Pakan perlakuan berupa pakan dari tepung ikan dengan 5 kombinasi MBM yang terdiri dari Pakan A sebagai kontrol (100% tepung ikan), Pakan B(25% MBM dan 75% tepung ikan),Pakan C(50% MBM dan 50% tepung ikan), pakan D(75% MBM dan 25% tepung ikan), dan Pakan E(100% MBM) Kadar protein pakan A adalah 25,92%, pakan B 25,98%, pakan C 24,55%, pakan D 23,17% dan pakan E 21,97% udang diberi pakan sampai kenyang (at satiation) dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari yaitu pagi dan malam hari. Pemeliharaan udang dilakukan selama 8 minggu dengan melakukan sampling 7 hari sekali.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sintasan tidak menunjukan perbedaan yang tidak nyata (P> 0,05) sintasan lobster yang tinggi yaitu pada perlakuan pakan PA (K) yaitu 92%. Konversi ratio pakan antara perlakuan pakan A, B, C, D, dan E tidak berbeda nyata (P > 0,05) FCR tertingi dicapai pada perlakuan pakan PE. Laju pertumbuhan harian tidak memberikan pengaruh perbedaan yang nyata (P< 0,05), Dari hasil penelitian didapat bahwa laju pertumbuhan yang tertinggi dicapai pada perlakuan PD. Hepato somatic indek menujukan pengaruh yang nyata (P<0,05) berat tertinggi dicapai pada perlakuan PC dan frekuensi molting menunjukan tidak ada perbedaan nyata (P> 0,05) yaitu paling tinggi dicapai pada kelompok perlakuan pakan PD. Selama penelitian, parameter fisika air pada semua perlakuan masih berada pada kisaran yang layak untuk pemeliharan juvenile lobster air tawar.
This research is aim to determine the survival rate, feed efficiency ratio and growth performance of freshwater lobster (Cherax quadricarinatus) that were fed with commercial feed made from meat and bone meal (MBM).
This research uses a completely randomized design with 5 treatments and each treatments consist of 5 repetitions. To determine the effect between treatments it is required analysis of variance, and if there is a real difference between the treatments, the significantly different Duncan test was needed. Observed parameters are, daily growth rate, weight gain and body weight, feed efficiency (FCR), survival (SR) and hepato somatic index. Measured water quality parameters were temperature, pH, solubility of oxygen (DO).
Feed treatment in the form of fish meal with MBM combination consists of Feed A as a control (100% fish meal), Feed B (25% MBM and 75% fish meal), Feed C (50% MBM and 50% fish meal) , feed D (75% MBM and 25% fish meal), and feed E (100% MBM). The amount of protein in feed A is 25.92%, B is 25.98%, C is 24.55%, D is 23.17% and E is 21.97%. Shrimp fed to satiety (at satiation) with the frequency of feeding 2 times a day that is morning and evening. Shrimp maintenance done for 8 weeks by sampling once at 7 days
Based on the research results, it is found that the survival rate show a difference that is not significant (P> 0.05). Lobster survival rate is highest at the feed treatment PA (K) is 92%. Feed ratio conversion between feed treatments A, B, C, D, and E were not significantly different (P >0.05). The highest FCR achieved in feed treatment PE. Daily growth rate does not give significant differences (P <0.05). From the research results it is found that the highest growth rate achieved in the treatment PD. Hepato-somatic index shows significant effect (P <0.05) the highest weight achieved in the treatment PC and the molting frequency showed no significant differences (P> 0.05) the highest achieved in the group of feed treatment PD. During the research, physical parameters of the water in all treatments still in the appropriate range for the maintenance of juvenile freshwater lobster.
3806356P2AA11001RESPON EMPAT VARIETAS PADI TERHADAP DOSIS PUPUK ANORGANIK DAN BOKASHI
Guna mencapai produktivitas padi yang tinggi dan lestari, perlu dikembangkan teknologi usahatani “intensifikasi yang rasional”, dengan memadukan pemberian pupuk anorganik dan pupuk organik secara seimbang. Untuk mengetahui pengaruh pupuk organik dan kombinasinya dengan pupuk anorganik (N, P, K) terhadap peningkatan hasil padi sawah, telah dilaksankan percobaan. Pecobaan dilaksanakan selama tujuh bulan yaitu mulai bulan Agustus 2011 sampai dengan bulan Pebruari 2012 pada lahan sawah di Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian tempat 160 meter di atas permukaan laut. Percobaan dilakukan dengan bentuk rancangan petak-petak terbagi tiga faktor, yaitu: varietas (Ciherang, Inpari XIII, IR 64, dan Situbagendit) sebagai petak utama, dosis pupuk anorganik (0% anjuran, tanpa pemberian pupuk urea, SP-36, dan KCl; 50% dosis anjuran, 131,76 kg urea/ha, 50 kg SP-36/ha, dan 50 kg KCl/ha; dan 100% dosis anjuran, 263,51 kg urea/ha, 100 kg SP-36/ha, dan 100 kg KCl/ha) sebagai anak petak, dan dosis bokhasi (0 t/ha, 5 t/ha, 10 t/ha, dan 15 t/ha) sebagai anak-anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas IR 64 menghasilkan bobot gabah per rumpun tertinggi (26,93 g). Hal ini berkaitan dengan tingginya bobot gabah permalai (4,16 g). Pemakaian bokashi pada dosis 0 t/ha, 5 t/ha, 10 t/ha dan 15 t/ha tidak memberikan pengaruh terhadap variabel pertumbuhan maupun variabel produksi dari keempat varietas padi yang diuji. Pemakaian pupuk anorganik pada dosis anjuran 100 % (263,51 kg urea/ha, 100 kg/ha SP-36100, dan 100 kg/ha KCl) menghasilkan tinggi tanaman tertinggi (97,389 cm), jumlah anakan II tertinggi (25,67 batang), dan jumlah daun tertinggi (77,19 helai). Pemberian pupuk anorganik belum memberikan pengaruh terhadap bobot gabah per malai. Interaksi ketiga faktor, varietas Ciherang yang dipupuk dengan dosis pupuk anorganik 0% anjuran dan pupuk bokashi 10 t/ha menghasilkan jumlah gabah per malai tertinggi, yaitu 195,41 butir. Agriculture technology ” rational intentification” needs to be improved in order to reach highest and eternal productivity of paddy, it’s conducted with integrating anorganic fertilizers and organic fertilizers equilibrately. In the aim to know the influence of organic fertilizers and its combination with anorganic fertilizers (N, P, K) to the growth of paddy, there had been held a research. The research has conducted for seven months, started from August 2011 to February 2012 in paddy field, Datar village, Sumbang subdistrict, Banyumas regency with the high place 160 above sea level. The experimental designed was split-split plot design with the factors are: varietas Ciherang, Inpari XIII, IR 64, and Situbagendit) as main plot, the dosages of anorganic fertilizers (0% recommendation), without urea fertilizers giving, SP-36, and KCl, 50% recommended dose, 31,76 kg urea/ha, 50 kg SP-36/ha, and 50 kg KCl/ha; 100% recommended dose, 263,51 kg urea/ha, 100 kg SP-36/ha, and 100 kg KCl/ha) as sub plot, and dosages of bokashi as sub-sub plot.The result of this research showed that variety IR 64 has the high yield (26,93 g). It related to the high yield per malai (4,16 g). The usages of Bokashi of dosages 0 t/ha, 5 t/ha, 10 t/ha and 15 t/ha did not give the influence to the growth and production of all variety of paddy. The usages of anorganic fertilizer to the dose of 100% (263,51 kg area/ha, 100 kg/ha SP-36100, and 100 kg.ha KCl) had the highest plant growth (97,389 cm), the highest amount of second sub (25,67 stems) and the higher leave (77,19 sheets), whereas the application of anorganic fertilizers had not given influence to grains per malai. Interaction of the third factor variety Ciherang which was fertilized with anorganic fertilizers dosages 0 % and Bokashi addition 10 t/ha gave the higher number of grains per malai, it is 195,41 grains.