Artikelilmiahs
Menampilkan 45.921-45.940 dari 48.746 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45921 | 49290 | A1F020082 | OPTIMASI PROPORSI TEPUNG MOCAF DAN JAMBU BIJI MERAH PADA PEMBUATAN PIE BUAH | Pie merupakan salah satau jenis pastry yang termasuk ke dalam jenis short pastry. Pie yang berkualitas baik dapat dilihat saat proses adonan, jika adonannya baik maka kualitas yang dihasilkan akan baik. Penggunaan tepung mocaf sebagai pengganti tepung terigu memerlukan proporsi dan formula yang tepat sehingga dapat menghasilkan produk pie dengan kualitas yang optimal. Salah satu buah yang dapat dijadikan bahan isian pie yaitu jambu biji merah. Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) untuk menetapkan proporsi tepung mocaf dan jambu biji merah yang optimal dalam pembuatan pie jambu, (2) untuk mengkaji karakteristik sensori dan kimia produk pie jambu biji merah dengan formula optimal. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Teknologi Pertanian, Laboratorium Pangan dan Gizi Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman selama 7 bulan dari Juli 2024 hingga Februari 2025. Metode optimasi yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Simplex Lattice Design (SLD) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan dua variabel input, yaitu tepung mocaf (26-30%) dan buah jambu (17-21%). Kemudian, diperoleh 8 formula pie jambu yang akan dievaluasi untuk optimasi formula pie jambu berdasarkan variabel respon yang digunakan, yaitu paramereter sensori (kelembutan, keremahan, flavor mocaf, dan flavor jambu). Pengujian sensori pada tahap optimasi dilakukan oleh 35 panelis semi terlatih dengan 8 sampel, selanjutnya dilakukan tahap verifikasi dan validasi pada formula optimum. Hasil formula optimum dibandingkan dengan produk kontrol. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan software Design Expert v.13 dan SPSS IBM Statistik 26 dengan uji t pada taraf 95%. Penelitian ini menghasilkan formula optimum pie jambu dengan proporsi tepung mocaf sebesar 26% dan jambu biji merah sebesar 21%. Hasil uji sensori menunjukkan tepung mocaf berpengaruh terhadap peningkatan respons flavor mocaf dan keremahan serta menurunkan respons kelembutan. Karakteristisasi sensori pada pie jambu dengan formula optimum memiliki skor warna isian pie (4,26), warna kulit pie (3,66), kelembutan (3,60), keremahan (3,74), dan kesukaan (4,11). Proporsi jambu berpengaruh terhadap peningkatan respons kelembutan, flavor jambu, dan kesukaan secara keseluruhan serta menurunkan respons keremahan. Karakterisasi kimia pada pie jambu dengan formula optimum memiliki kadar air 18,77%, kadar abu 0,68%, kadar protein 10,08%, kadar lemak 8,86%, dan kadar karbohidrat 61,5%. Pie jambu dengan formula optimum memiliki kadar karbohidrat lebih tinggi dibanding formula kontrol. Sedangkan, kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar lemak lebih rendah dibandingkan dengan formula kontrol. Atribut yang memiliki perbedaan signifikan, yaitu kadar air dan kadar abu. | Pie is one type of pastry that is included in the type of short pastry. A good quality pie can be seen during the dough process, if the dough is good then the resulting quality will be good. The use of mocaf flour as a substitute for wheat flour requires the right proportion and formula so that it can produce pie products with optimal quality. One of the fruits that can be used as pie filling material is red guava. The purpose of this research is to: (1) to determine the optimal proportion of mocaf flour and red guava in making guava pie, (2) to assess the sensory and chemical characteristics of red guava pie products with the optimal formula. The research was conducted at the Agricultural Technology Processing Laboratory, Food and Nutrition Laboratory of Agricultural Tehcnology, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman for 7 months from July 2024 to February 2025. The method used in this research is Simplex Lattice Design (SLD) with completely randomized design (RAL). This study employed two input variables, namely mocaf flour (26-30%) and guava fruit (17-21%). Then, 8 guava pie formulas were obtained which will be evaluated for guava pie formula optimization based on the response variables used, namely sensory parameters (softness, crispness, mocaf flavor, and guava flavor). Sensory testing at the optimization stage was carried out by 35 semi trained panelists with 8 samples, then the verification and validation stage was carried out on the optimum formula. The results of the optimum formula were compared with the control product. The data obtained were analyzed using Design Expert v.13 software and SPSS IBM Statistics 26 with t test at 95% level. This study produced an optimum formula for guava pie with a proportion of mocaf flour of 26% and red guava of 21%. The sensory test results showed that mocaf flour has an effect on increasing the response of mocaf flavor and weakness and decreasing the softness. The sensory characterization of guava pie with the optimum formula had a score of pie filling color (4,26), pie crust color (3,66), softness (3,60), crispness (3,74), and overall liking (4,11). The proportion of guava has an effect on increasing response of softness, guava flavor, and overall liking and decreasing the weak response. The chemical characterization of guava pie with the optimum formula have a moisture content of 18,%, ash content of 0,68%, protein content of 10,08%, fat content of 8,86%, and carbohydrate content of 61,5%. Guava pie with optimum formula has higher carbohydrate content than the control formula. Meanwhile, water content, ash content, protein content, and fat content were lower than the control formula. The attribute that has a significant difference is water content and ash content. | |
| 45922 | 49291 | A1D019161 | PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA GENOTIPE TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) INTRODUKSI DI DATARAN MENENGAH KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS PADA MUSIM HUJAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa genotipe cabai besar introduksi di dataran menengah Kabupaten Banyumas dengan ketinggian lokasi sekitar 600 mdpl. Penelitian dilakukan di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada bulan Februari hingga Agustus 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan empat galur introduksi dan dua varietas pembanding. Galur introduksi tersebut adalah SV0853HA, SVHA8913, SV8233HD, dan SVHD3979 serta dua varietas pembanding yakni Baja dan Pilar. Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, umur berbunga, umur panen, panjang buah, panjang tangkai buah, diameter buah, jumlah buah per tanaman, bobot per buah, bobot buah per tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%. Selanjutnya dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada variabel pertumbuhan/vegetatif dibandingkan dengan varietas pembanding. Parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang tangkai buah, luas daun, jumlah buah per tanaman, umur mulai berbunga, panjang buah, diameter buah, bobot buah, dan bobot buah per tanaman. Perlakuan introduksi pada tanaman cabai menunjukkan bahwa tanaman dapat tumbuh dan berkembang pada kondisi lokal. Dari hasil data penelitian bisa di lihat bahwa galur yang terbaik yang bisa menjadi varietas unggul yaitu galur SVHD3979 dibandingkan dengan varietas pembanding yaitu Baja dan Pilar yang bisa di tanam di dataran menengah kecamatan Sumbang. | This study aims to determine the growth and yield of introduced genotypes of chili pepper in medium plans of Banyumas Regency, at an elevation of approximately 600 masl. The research was conducted in Limpakuwus village, Sumbang subdistrict, Banyumas regency, from February until August 2023. A Randomized Complete Block Design (RCBD) was used, with treatments consisting of four introduced genotypes and two comparison varieties. The introduced genotypes were SV0853HA, SVHA8913, SV8233HD, and SVHD3979, while the comparison varieties were Baja and Pilar. The observed variables included plant height, stem diameter, leaf area, flowering age, harvest age, fruit length, fruit stalk length, fruit diameter, number of fruits per plant, fruit weight per fruit, and total fruit weight per plant. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at a 5% significance level, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the same significance level. The results of this study show that in terms of growth/vegetative variables, the observed parameters such as plant height, number of leaves, stem diameter, fruit stalk length, leaf area, number of fruits per plant, days to flowering, fruit length, fruit diameter, fruit weight, and fruit weight per plant demonstrated differences compared to the control varieties. The introduction treatment on chili plants indicates that the plants are capable of growing and developing under local conditions. Based on the research data, the best line that has the potential to become a superior variety is line SVHD3979, which outperformed the comparison varieties, Baja and Pilar, and is suitable for cultivation in the midland areas of Sumbang District. | |
| 45923 | 49293 | H1B021078 | STRUKTUR BALOK KAYU TERHADAP NILAI KUAT LENTUR DENGAN METODE PERKUATAN EXTERNALLY BONDED-FIBER REINFORCED POLYMER (FRP) | Penurunan kekuatan lentur pada balok kayu akibat pengaruh lingkungan dan beban berlebih menjadi tantangan dalam konstruksi berbahan kayu. Penelitian ini menganalisis pengaruh metode perbaikan balok kayu rambutan (Nephelium lappaceum) menggunakan teknik Externally Bonded (EB) dengan material Fiber Reinforced Polymer (FRP) terhadap peningkatan kekuatan lentur. Empat tipe perkuatan pada balok kayu rambutan digunakan dalam penelitian ini yang masing-masing diuji dalam kondisi sebelum perbaikan (SP1–SP4) dan setelah perbaikan menggunakan FRP (DP1 DP4). Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbaikan menggunakan FRP meningkatkan kekuatan lentur masing-masing sebesar 21% (DP1), 9% (DP2), 9% (DP3), dan 31% (DP4). Pola kegagalan yang diamati meliputi compression, simple tension, dan cross-grain tension sesuai klasifikasi ASTM D143. Konfigurasi FRP Tipe 4 (DP4) terbukti paling efektif dalam meningkatkan kekuatan lentur dan dapat direkomendasikan sebagai solusi perbaikan struktural pada balok kayu. | The reduction in flexural strength of timber beams due to environmental exposure and excessive loading presents a significant challenge in wood-based construction. This study analyzes the effect of a repair method for rambutan wood (Nephelium lappaceum) beams using the Externally Bonded (EB) technique with Fiber Reinforced Polymer (FRP) material to improve flexural performance. Four types of reinforcement configurations were applied to the rambutan wood beams, each tested under conditions before repair (SP1–SP4) and after FRP application (DP1–DP4). The results show that FRP repair increased flexural strength by 21% (DP1), 9% (DP2), 9% (DP3), and 31% (DP4), respectively. Observed failure patterns included compression, simple tension, and cross-grain tension, in accordance with ASTM D143 classification. The Type 4 FRP configuration (DP4) proved to be the most effective in enhancing flexural strength and is recommended as a structural repair solution for timber beams. | |
| 45924 | 49294 | C1A018053 | PENGARUH INDIKATOR KEUANGAN TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN SYARIAH YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA | Perbankan syariah di Indonesia mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, itandai dengan peningkatan total aset dan perluasan layanan yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Namun, profitabilitas antar bank syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan variasi ang cukup besar. Beberapa bank seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat peningkatan Return on Equity (ROE), sedangkan bank lain seperti Bank Aladin Syariah justru mencatat ROE negatif secara berkelanjutan. Variasi ini mendorong perlunya analisis terhadap faktor-faktor internal yang memengaruhi profitabilitas bank yariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Non Performing Financing (NPF), Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Net Income (NI), Cost to Income Ratio (CIR), dan Operating Expense to Operating Income Ratio (BOPO) terhadap profitabilitas bank syariah di Indonesia, yang diukur menggunakan ROE. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel. Objek penelitian terdiri dari empat bank syariah yang terdaftar di BEI, yaitu BSI, BTPS, BANK, dan PNBS, dengan periode observasi triwulanan dari tahun 2021 hingga 2024. Data yang digunakan merupakan ata sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel NPF, CAR, FDR, NI, CIR, dan BOPO erpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank syariah. Secara parsial, variabel BOPO memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap ROE, yang menunjukkan bahwa peningkatan pembiayaan bermasalah dan inefisiensi operasional dapat menurunkan laba pemegang saham. Sementara itu, variabel NI berpengaruhpositif signifikan terhadap ROE, yang mengindikasikan bahwa peningkatan laba bersih secara langsungmeningkatkan profitabilitas. Variabel NPF, CAR, FDR dan CIR tidak menunjukkan pengaruh signifikan, yangmengindikasikan bahwa kecukupan modal dan likuiditas tidak secara langsung memengaruhi tingkat pengembalian ekuitas dalam konteks penelitian ini. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi manajemen bank, regulator, dan investor. Bagi manajemen, fokus terhadap pengendalian NPF dan efisiensi operasional harus menjadi prioritas. Bagi regulator, hasil ini dapat menjadi masukan dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pertumbuhan perbankan syariah yang sehat. Bagi investor, rasio keuangan seperti NI dan BOPO dapat dijadikan indikatorutama dalam menilai prospek investasi di sektor perbankan syariah. Dengan demikian, penelitian iniberkontribusi dalam memperkuat literatur akademik sekaligus memberikan rekomendasi praktis untukpengembangan industri perbankan syariah di Indonesia. Kata Kunci: Perbankan Syariah, Profitabilitas, Return On Equity | Islamic banking in Indonesia has experienced significant growth in recent years, marked by an increase in total assets and the expansion of services based on Sharia principles. However, the profitability among Islamic banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) shows considerable variation. Some banks, such as Bank Syariah Indonesia (BSI), recorded an increase in Return on Equity (ROE), while others, such as Bank Aladin Syariah, consistently posted negative ROE. This variation highlights the need for an analysis of internal factors affecting the profitability of Islamic banks. This study aims to examine the influence of Non-Performing Financing (NPF), Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Net Income (NI), Cost to Income Ratio (CIR), and Operating Expense to Operating Income Ratio (BOPO) on the profitability of Islamic banks in Indonesia, measured by ROE. A quantitative approach is used, employing panel data regression analysis. The objects of the study include four Islamic banks listed on the IDX—BSI, BTPS, BANK, and PNBS—with quarterly observation periods from 2021 to 2024. The data used are secondary data. The analytical tool used is panel data regression. The results show that simultaneously, the variables NPF, CAR, FDR, NI, CIR, and BOPO significantly influence the profitability of Islamic banks. Partially, the BOPO variable has a negative and significant effect on ROE, indicating that increased problem financing and operational inefficiency can reduce shareholder returns. Meanwhile, the NI variable has a positive and significant effect on ROE, indicating that an increase in net income directly enhances profitability. The variables NPF, CAR, FDR, and CIR do not show a significant influence, suggesting that capital adequacy and liquidity do not directly affect the return on equity in the context of this study. This research provides important implications for bank management, regulators, and investors. For management, focusing on controlling NPF and improving operational efficiency should be a priority. For regulators, these findings may serve as input in formulating policies that support healthy growth in Islamic banking. For investors, financial ratios such as NI and BOPO can serve as key indicators in assessing investment prospects in the Islamic banking sector. Therefore, this study contributes to strengthening academic literature while offering practical recommendations for the development of the Islamic banking industry in Indonesia. Keywords: | |
| 45925 | 49300 | A1A021056 | Analisis Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Kayu Manis Indonesia di Pasar Dunia | Komoditas kayu manis Indonesia memiliki potensi besar di pasar Internasional, di mana Indonesia menjadi salah satu negara produsen kayu manis dunia. Produksi dan volume ekspor kayu manis Indonesia tahun 2014-2023 cenderung mengalami penurunan. Tetapi di sisi lain, harga ekspor kayu manis justru mengalami peningkatan yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui keunggulan komparatif ekspor kayu manis Indonesia di pasar dunia; 2) Mengetahui keunggulan kompetitif ekspor kayu manis Indonesia di pasar dunia; 3) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat daya saing komparatif kayu manis Indonesia di pasar dunia; 4) Menganalisis hubungan daya saing komparatif kayu manis Indonesia dengan negara-negara kompetitor lainnya di pasar dunia. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu berupa data panel yang merupakan gabungan dari data time series tahun 1994-2023 dan data cross section dari lima negara eksportir kayu manis terbesar dunia. Data sekunder diperoleh melalui instansi resmi seperti Trade Map, UN Comtrade, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI) dan World Bank. Analisis data yang digunakan yaitu Revelead Comparative Advantage (RCA), Export Competitiveness Index (ECI), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), Analisis Regresi Linier Berganda, dan Korelasi Rank Spearman. Data dalam penelitian ini diolah menggunakan Software Microsoft Excel 2021 dan IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai keunggulan komparatif yang tinggi dengan nilai rata-rata RCA sebesar 18,337 dan berada diurutan ketiga setelah Srilangka dan Vietnam. Keunggulan kompetitif dianalisis menggunakan ECI dan ISP. Hasil analisis ECI menunjukkan bahwa kayu manis Indonesia tidak memiliki keunggulan kompetitif dan memiliki kecenderungan daya saing yang menurun dengan nilai rata-rata sebesar 0,997. Hasil analisis ISP menunjukkan bahwa Indonesia cenderung sebagai negara pengekspor kayu manis dan berada pada tahap kematangan dengan nilai rata-rata sebesar 0,908. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi daya saing komparatif kayu manis Indonesia adalah volume ekspor kayu manis Indonesia, harga ekspor ekspor kayu manis Indonesia, nilai tukar, dan tingkat inflasi Indonesia. Hasil analisis korelasi Rank Spearman meunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Indonesia dengan masing-masing negara eksportir kayu manis lainnya. | Indonesian cinnamon commodities have great potential in the international market, where Indonesia is one of the world's cinnamon producing countries. Production and export volume of Indonesian cinnamon in 2014-2023 tend to decline. But on the other hand, the export price of cinnamon has actually increased significantly. The purpose of this study is: 1) Knowing the comparative advantages of Indonesian cinnamon exports in the world market; 2) Knowing the competitive advantages of Indonesian cinnamon exports in the world market; 3) Analyzing the factors that influence the comparative competitiveness of Indonesian cinnamon in the world market; 4) Analyzing the relationship between the comparative competitiveness of Indonesian cinnamon with other competing countries in the world market. This research is included in quantitative research. The data used is secondary data, namely panel data which is a combination of time series data from 1994-2023 and cross-section data from the world's five largest cinnamon exporting countries. Secondary data is obtained through official agencies such as Trade Map, UN Comtrade, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI) and World Bank. The data analysis used is Revelead Comparative Advantage (RCA), Export Competitiveness Index (ECI), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), multiple regression analysis, and spearman r correlation. The data in this study was processed using Software Microsoft Excel 2021 and IBM SPSS 25. The results of the study show that Indonesia has a high comparative advantage with an average RCA value of 18.337 and is ranked third after Sri Lanka and Vietnam. Competitive advantage is analyzed using ECI and ISP. The results of the ECI analysis show that Indonesian cinnamon does not have a competitive advantage and has a tendency for declining competitiveness with an average value of 0,997. The results of the ISP analysis show that Indonesia tends to be a cinnamon exporting country and is at a maturity stage with an average value of 0,908. multiple linear regression analysis shows that the factors that influence the comparative competitiveness of Indonesian cinnamon are Indonesian cinnamon export volume, Indonesian cinnamon export price, the exchange rate, and Indonesia's inflation rate. The results of the spearman rank correlation analysis show that there is no significant relationship between Indonesia and each other cinnamon exporting countries. | |
| 45926 | 49298 | L1B021052 | Produksi Hidrolisat Protein dari Limbah Udang dengan Hidrolisis Secara Enzimatis Menggunakan Enzim Protease Komersial dari Bacillus subtilis | Hidrolisis protein merupakan proses untuk mendegradasi protein menjadi peptida rantai pendek dan asam amino. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas enzim protease dari Bacillus subtilis pada pembuatan hidrolisat protein dari limbah udang, serta mengetahui karakteristik hidrolisat protein dari limbah udang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode observasi skala laboratorium. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah preparasi sampel, tahap kedua yaitu proses hidrolisis protein limbah udang, dan tahap ketiga yaitu uji proksimat dan asam amino hidrolisat protein limbah udang. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh aktivitas enzim protease setelah 0 jam; 6 jam; 12 jam; 18 jam; 24 jam; 30 jam; dan 36 jam berturut-turut yaitu 0,23 U/mL; 0,353 U/mL; 0,391 U/mL; 0,612 U/mL; 0,639 U/mL; 0,641 U/mL; 0,606 U/mL. Kandungan proksimat hidrolisat protein limbah udang diperoleh kadar air 4,29%; kadar abu 10,32%; kadar lemak 0,39%; kadar protein 48,12%; dan kadar karbohidrat 36,89%. Kandungan asam amino hidrolisat protein limbah udang diperoleh asam amino non esensial sebanyak 8 jenis dan asam amino esensial sebanyak 10 jenis. | Protein hydrolysis is a process to degrade protein into short chain peptides and amino acids. The purpose of this study was to determine the activity of the Bacillus subtilis protease enzyme in the production of protein hydrolysate from shrimp waste, as well as to determine the characteristics of protein hydrolysate from shrimp waste. The method used in this study was the laboratory scale observation method. This study was conducted in three stages. The first stage is sample preparation, the second stage is the process of shrimp waste protein hydrolysis, and the third stage is the proximate and amino acid test of shrimp waste protein hydrolysate. Based on the results of the study, the protease enzyme activity was obtained after 0 hours; 6 hours; 12 hours; 18 hours; 24 hours; 30 hours; and 36 hours respectively, namely 0.23 U / mL; 0.353 U / mL; 0.391 U / mL; 0.612 U / mL; 0.639 U / mL; 0.641 U / mL; 0.606 U / mL. The proximate content of shrimp waste protein hydrolysate obtained water content of 4.29%; ash content of 10.32%; fat content of 0.39%; protein content of 48.12%; and carbohydrate content of 36.89%. The amino acid content of shrimp waste protein hydrolysate contains 8 types of non-essential amino acids and 10 types of essential amino acids. | |
| 45927 | 49302 | A1C021029 | ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BERBASIS FUZZY AHP UNTUK BUDIDAYA PADI KETAN LUSINAS DI DAERAH RAWAN BANJIR DAN KEKERINGAN | Beras ketan varietas unggul lebih tinggi produktivitasnya dibandingkan beras ketan varietas lokal, lebih tahan terhadap hama dan penyakit, lebih tanah terhadap kondisi cuaca ekstrem, dan dapat membantu diversifikasi pangan, sehingga penggalaan budidaya padi ketan lusinas sebagai salah satu ketan varietas unggul dapat dijadikan alternatif dalam menjaga ketahanan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mendapatkan peta sebaran kesesuaian lahan padi ketan dengan algoritman FAHP berbasis SIG di Kabupaten Cilacap dan Banyumas, 2) mendapatkan lokasi potensial untuk budidaya padi ketan lusinas di Kabupaten Cilacap dan Banyumas yang berfokus pada daerah rawan banjir dan kekeringan. Bobot setiap parameter adalah C-Organik (0,17), KTK (0,16), pH tanah (0,21), fragmen kasar (0,075), kelerengan (0,12), kondisi drainase (0,089), curah hujan (0,13), dan temperatur (0,049). Kabupaten Cilacap dan Banyumas memiliki potensi yang besar untuk budidaya padi ketan lusinas dengan luas lahan sangat sesuai seluas 431 km2. Pada daerah rawan banjir dengan risiko rendah seluas 32,6 km2 dan daerah rawan kekeringan risiko rendah seluas 21,2 km2. Sehingga hasil penelitian dapat digunakan untuk mengetahui daerah yang sesuai untuk budidaya padi ketan lusinas di daerah rawan banjir dan kekeringan serta dapat digunakan sebagai saran dalam pengambilan kebijakan terkait dengan kesesuaian lahan untuk budidaya padi ketan lusinas. | Compared to local varieties, improved glutinous rice cultivars have higher productivity, better resistance to pests and diseases, greater tolerance to extreme weather conditions, and contribute to food diversification. Therefore, promoting the cultivation of Lusinas—a superior glutinous rice variety—can serve as a viable alternative for enhancing national food security. The objectives of this study are: 1) to develop a GIS-based FAHP land suitability map for glutinous rice cultivation in Cilacap and Banyumas Regencies; 2) to identify potential areas for Lusinas glutinous rice cultivation, particularly in flood-prone and drought-prone regions. The parameter weights were: soil pH (0.21), organic carbon (0.17), cation exchange capacity (0.16), rainfall (0.13), slope (0.12), drainage condition (0.089), coarse fragment (0.075), and temperature (0.049). The results revealed that Cilacap and Banyumas Regencies possess significant potential for Lusinas glutinous rice cultivation, with a total of 438 km² categorized as highly suitable land. Within this region, 32,6 km² is identified as low-risk flood-prone areas, while 21,2 km² is categorized as low-risk drought-prone areas. The findings of this research provide critical insights into identifying suitable regions for Lusinas glutinous rice cultivation in areas vulnerable to both flooding and drought. Furthermore, these results can serve as essential recommendations for policy-making related to land suitability and agricultural planning for Lusinas glutinous rice cultivation. | |
| 45928 | 49303 | L1B021031 | EVALUASI EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PETAK PEMELIHARAAN TERHADAP BEBAN PENCEMAR PADA PETAK LIMBAH BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SKALA INTENSIF | Keberhasilan budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) ditentukan oleh kesesuaian aspek teknis serta pengelolaan kualitas air media budidaya. Penelitian ini dilakukan di tambak udang intensif Nusawungu, Cilacap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara parameter kualitas limbah dengan praktik pengelolaan budidaya serta menilai efektivitas pengelolaan tersebut berdasarkan parameter limbah yang diamati. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Kualitas air limbah pada fase akhir budidaya mengalami penurunan pada parameter pH (8,1 menjadi 6,86 pada petak limbah 1 dan 8,2 menjadi 6,72 pada petak limbak 2), serta peningkatan pada TDS (383 mg/L menjadi 9.990 mg/L pada petak limbah 1 dan 312 mg/L menjadi 9.990 mg/L pada petak limbah 2), salinitas (12 ppt menjadi 18 ppt pada petak limbah 1 dan petak limbah 2), dan total ammonia (0,25 mg/L menjadi 0,5 mg/L pada petak limbah 1 dan petak limbah 2) yang menandakan bahwa pengelolaan budidaya kurang optimal. Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa kualitas air di petak pemeliharaan memiliki hubungan yang kuat dengan kualitas air di petak limbah budidaya dengan R2 = 0,9547 yang berarti sekitar 95,47% perubahan kualitas air pada petak limbah 1 dapat dijelaskan oleh perubahan yang terjadi di petak A, serta R2 = 0,9783 yang berarti sekitar 97,83% perubahan kualitas air pada petak limbah 2 dapat dijelaskan oleh perubahan yang terjadi di petak B. Oleh karena itu, perubahan parameter kualitas air limbah dapat digunakan sebagai indikator untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan budidaya pada petak pemeliharaan. | The success of vaname shrimp (Litopenaeus vannamei) cultivation is determined by the suitability of technical aspects and the management of the quality of the cultivation medium. This study was conducted at intensive shrimp farm in Nusawungu, Cilacap. The purpose of this study was to evaluate the relationship between waste quality parameters and cultivation management practices and to assess the effectiveness of these practices based on the waste parameters observed. This study employed a field observation method with a quantitative approach. The sampling technique was used purposive sampling. Water quality in the final phase of cultivation decreased in pH parameters (from 8.1 to 6.86 in waste plot 1 and from 8.2 to 6.72 in waste plot 2), but increased in TDS (from 383 mg/L to 9,990 mg/L in waste plot 1 and from 312 mg/L to 9,990 mg/ L in waste plot 2), salinity (12 ppt to 18 ppt in waste plots 1 and 2), and total ammonia (0.25 mg/L to 0.5 mg/L in waste plots 1 and 2), indicating that aquaculture management was less than optimal. The results of the linear regression analysis indicated a strong relationship between the water quality in the maintenance plot and the water quality in the waste plot, with R² = 0.9547, meaning that approximately 95.47% of the changes in water quality in waste plot 1 can be explained by changes occurring in plot A, and R² = 0.9783, meaning that approximately 97.83% of the changes in water quality in waste plot 2 can be explained by changes occurring in plot B. So that the changes in wastewater quality parameters can be used as an indicator to evaluate the effectiveness of aquaculture management in the maintenance plot | |
| 45929 | 49301 | A1A021025 | Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Menjual Gabah kepada Pedagang Perantara di Desa Sindangwangi Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran | Desa Sindangwangi merupakan salah satu desa di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran dengan mata pencaharian terbesar masyarakatnya adalah di bidang pertanian, yaitu sekitar 40% masyarakatnya adalah petani. Beberapa tantangan yang dihadapi oleh petani di Desa Sindangwangi terkait dengan pemasaran padi seperti daya tawar petani rendah, kurangnya transparansi harga, dan ketergantungan kepada pedagang perantara. Para petani di Desa Sindangwangi cenderung menjual gabahnya kepada pedagang perantara meskipun mendapatkan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui faktor internal dan eksternal secara parsial yang mempengaruhi keputusan petani dalam menjual gabah kepada pedagang perantara di Desa Sindangwangi, 2) Mengetahui faktor internal dan eksternal secara simultan yang mempengaruhi keputusan petani dalam menjual gabah kepada Pedagang perantara di Desa Sindangwangi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran pada bulan Februari hingga Maret 2025. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Objek penelitian ini yaitu keputusan petani dalam menjual gabah kepada pedagang perantara di Desa Sindangwangi. Rancangan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel yang dibutuhkan sebanyak 66 responden (petani) dan 4 informan tambahan (pedagang perantara). Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara yang mengacu pada kuesioner, dan studi pustaka. Metode analisis data yang digunakan untuk uji instrumen yaitu uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik (uji normaitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas), uji parsial (uji t), uji regresi linear berganda, uji simultan (uji F), dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen yaitu faktor internal yang meliputi jumlah tanggungan keluarga, pengalaman, kebutuhan mendesak, kepercayaan, dan kebiasaan serta faktor eksternal yang meliputi ketidakpastian harga, kurangnya informasi pasar, teknis pembayaran, dan fasilitas transportasi pedagang perantara secara parsial berpengaruh positif terhadap keputusan petani dalam menjual gabah kepada pedagang perantara di Desa Sindangwangi. Namun, variabel aksesibilitas ke pasar secara parsial berpengaruh negatif terhadap keputusan petani dalam menjual gabah kepada pedagang perantara di Desa Sindangwangi. Selain itu, secara simultan seluruh variabel independen juga berpengaruh positif terhadap keputusan petani dalam menjual gabah kepada pedagang perantara di Desa Sindangwangi. | Sindangwangi Village is one of the villages in Padaherang District, Pangandaran Regency with the largest livelihood of the people is in the agricultural sector, which is around 40% of the people are farmers. Some of the challenges faced by farmers in Sindangwangi Village are related to rice marketing such as low bargaining power of farmers, lack of price transparency, and dependence on intermediary traders. Farmers in Sindangwangi Village tend to sell their crops in the form of grain to middlemen even though they get lower prices compared to market prices. The objectives of this study are: 1) To find out the internal and external factors that partially affect the decision of farmers in selling grain to intermediary traders in Sindangwangi Village, 2) To know the internal and external factors simultaneously that affect the decision of farmers in selling grain to intermediary traders in Sindangwangi Village. This research was carried out in Sindangwangi Village, Padaherang District, Pangandaran Regency from February to March 2025. The determination of the research area was carried out deliberately (purposive). The object of this research is the decision of farmers in selling grain to intermediary traders in Sindangwangi Village. The sampling design used a purposive sampling technique with the required sample number of 66 respondents (farmers) and 4 additional informants (intermediary traders). Data collection techniques are observation, interviews that refer to questionnaires, and literature studies. The data analysis methods used for the instrument test are validity and reliability test, classical assumption test (normity test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test), partial test (t test), namely multiple linear regression test, simultaneous test (F test), and coefficient test (R2). The results of the study showed that all independent variables, namely internal factors including the number of family dependents, experience, urgent needs, trust, and habits as well as external factors including price uncertainty, lack of market information, payment techniques, and transportation facilities of intermediary traders partially had a positive effect on farmers' decisions in selling grain to intermediary traders in Sindangwangi Village. However, the variable of accessibility to the market partially had a negative effect on farmers' decisions to sell grain to intermediary traders in Sindangwangi Village. In addition, simultaneously all independent variables also have a positive effect on farmers' decisions to sell grain to intermediary traders in Sindangwangi Village. | |
| 45930 | 49304 | A1C021002 | POTENSI PEMANEN AIR HUJAN DALAM KONSERVASI SUMBER DAYA AIR DAN PENYEDIAAN AIR DOMESTIK | Pemanenan Air Hujan (PAH) merupakan solusi alternatif untuk mengatasi krisis air yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, dan perubahan iklim. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karanggintung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada November 2024 hingga Maret 2025. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi teknologi PAH dalam konservasi sumber daya air dan pemenuhan kebutuhan air domestik. Kegiatan lapangan meliputi pengukuran laju infiltrasi pada empat jenis tutupan lahan (pekarangan dengan rumput, tanpa rumput, kebun, dan lahan dengan naungan), serta survei kebutuhan air rumah tangga. Analisis data menggunakan model Horton, data curah hujan 10 tahun (2014–2023), dan metode neraca air. Hasil menunjukkan bahwa teknologi PAH mampu mengurangi limpasan permukaan hingga 62,66% pada curah hujan 19,81 mm. Luas atap 10.734,50 m² dapat menampung air hujan hingga 33.903,84 m³/tahun, dengan kebutuhan air domestik sebesar 8.506,69 m³/tahun. Laju infiltrasi tertinggi terjadi pada lahan dengan naungan (71,52 mm/jam), dan terendah pada lahan tanpa rumput (29,29 mm/jam). Penelitian ini membuktikan bahwa PAH efektif dalam menekan limpasan dan menjadi solusi alternatif penyediaan air domestik yang berkelanjutan. | Rainwater harvesting (RWH) is a promising solution to address water scarcity resulting from population growth, land use change, and climate variability. This study was conducted in Karanggintung Village, Banyumas Regency, Central Java, from November 2024 to March 2025. The objectives were to assess the potential of RWH technology in water resource conservation and in fulfilling domestic water needs. Field measurements included infiltration rates on four land cover types (grassy yard, bare yard, plantation, and shaded land), along with household surveys to determine daily water consumption. Data analysis used the Horton model, rainfall records (2014–2023), and the water balance equation. Results showed that RWH reduced surface runoff by up to 62.66% under a rainfall intensity of 19.81 mm. With a rooftop catchment area of 10,734.50 m², the system can collect up to 33,903.84 m³/year, exceeding the annual domestic demand of 8,506.69 m³. The highest infiltration was observed in shaded areas (71.52 mm/hour), while the lowest occurred in bare land (29.29 mm/hour). These findings indicate that RWH not only reduces runoff but also serves as a sustainable alternative for providing domestic water, particularly in semi-urban communities facing similar challenges. | |
| 45931 | 49305 | F1A021016 | Peran Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendamping PKH dalam pemberdayaan masyarakat melalui P2K2 di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor dan mengetahui kendala yang dihadapi oleh pendamping PKH dalam pelaksanaan P2K2 di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Kebaruan dari penelitian ini adalah menggunakan analisis sosiologi dalam mengkaji peran pendamping PKH. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendamping PKH tidak hanya memberikan informasi tentang pencairan dana dan melakukan P2K2, tetapi turut mengatasi permasalahan para pemerlu atensi sosial. Kendala yang dihadapi adalah berupa permasalahan terkait pencairan dana dan sulitnya memberikan kesadaran kepada KPM untuk melakukan graduasi mandiri karena sulitnya mengubah pola pikir KPM dengan keterbatasan SDM Pendamping PKH dan kurang tegasnya aturan yang berlaku terkait dengan ketentuan graduasi KPM PKH. | This study aims to determine the role of PKH facilitators in community empowerment through P2K2 in Dramaga Subdistrict, Bogor Regency, and to identify the obstacles faced by PKH facilitators in implementing P2K2 in Dramaga Subdistrict, Bogor Regency. The novelty of this study lies in its use of sociological analysis to examine the role of PKH facilitators. The study employs a descriptive qualitative method with data collection techniques including in-dept interviews, observations, and documentation. The results indicate that the role of PKH facilitators extends beyond providing information on fund disbursement and conducting P2K2 activities; they also address the challenges faced by socially vulnerable individuals. The obstacles faced are related to fund disbursement and the difficulty of raising awareness among KPM to graduate independently due to the difficulty of changing the mindset of KPM with limited PKH facilitator human resources and the lack of strict rules regarding PKH KPM graduation requirements. | |
| 45932 | 49306 | F2A023012 | PENYELENGGARAAN PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO MELALUI SISTEM ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) | Penerapan Sistem Perizinan Berusaha Berbasis Risiko melalui Online Single Submission (OSS) merupakan langkah inovatif dalam administrasi pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keterbukaan dalam proses perizinan usaha di Indonesia. Dengan pendekatan berbasis risiko, pemerintah dapat mengelola risiko terkait kegiatan usaha lebih baik, sehingga memberikan izin usaha dengan lebih tepat dan terukur. OSS memungkinkan pelaku usaha untuk mengajukan semua permohonan perizinan secara terintegrasi melalui platform digital, mempercepat proses perizinan, mengurangi birokrasi, dan meningkatkan transparansi. Dengan demikian, OSS mendukung kemajuan ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Kata kunci: perizinan berusaha, Sistem Online Single Submission (OSS). | The implementation of the Risk-Based Business Licensing System through the Online Single Submission (OSS) is an innovative step in government administration aimed at enhancing efficiency, transparency, and openness in the business licensing process in Indonesia. With a risk-based approach, the government can manage business-related risks better, thus providing business permits more accurately and measurably. OSS allows business actors to submit all licensing applications seamlessly through a digital platform, speeding up the licensing process, reducing bureaucracy, and enhancing transparency. Consequently, OSS supports economic progress and enhances Indonesia's competitiveness in the global market. Key words: business licensing, Online Single Submission System (OSS). | |
| 45933 | 49607 | K1B021017 | Peramalan Laju Inflasi di Kalimantan Tengah Menggunakan Model ARIMA-GARCH | Laju inflasi merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur kestabilan perekonomian suatu wilayah, termasuk di Provinsi Kalimantan Tengah. Data laju inflasi di Kalimantan Tengah bulan Januari 2014-Desember 2024 menunjukkan fluktuasi tinggi dengan inflasi terendah terjadi pada Februari 2021 dan tertinggi terjadi pada September 2022. Hal ini mengindikasikan adanya gejala heteroskedastisitas sehingga diperlukan model peramalan yang mampu menangkap pola volatilitas, seperti model ARIMA-GARCH. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model ARIMA-GARCH terbaik untuk meramalkan laju inflasi di Kalimantan Tengah. Model ARIMA digunakan untuk meramalkan laju inflasi, sedangkan model GARCH digunakan untuk meramalkan volatilitasnya. Data penelitian dibagi menjadi dua, yaitu data training (Januari 2014-Juli 2024) untuk menentukan model ARIMA-GARCH dan data testing (Agustus 2024-Desember 2024) untuk menguji akurasi model. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa model ARIMA(0,1,1)-GARCH(1,0) adalah model terbaik dengan nilai MAPE sebesar 13,07% dan RMSE sebesar 0,1791. Hasil peramalan untuk lima bulan ke depan menunjukkan laju inflasi yang stabil dengan sedikit tren naik, yaitu laju inflasi Januari 2025 sebesar 1,0150% dengan volatilitas sebesar 0,1363%, selanjutnya dituliskan dengan (1,0150±0,1363)%. Adapun, laju inflasi dan volatilitas Februari 2025 (1,0154±0,1476)%, Maret 2025 (1,0159±0,1494)%, April 2025 (1,0167±0,1497)%, dan Mei 2025 (1,0178±0,1498)%. Berdasarkan hasil peramalan tersebut, laju inflasi di Kalimantan Tengah lima bulan ke depan rendah dan stabil. | The inflation rate is one of the important indicators for measuring the stability of an economy, including in Kalimantan Tengah Province. Inflation rate data in Kalimantan Tengah from January 2014 to December 2024 shows high fluctuations, with the lowest inflation occurring in February 2021 and the highest in September 2022. This indicates the presence of heteroskedasticity, necessitating a forecasting model capable of capturing volatility patterns, such as the ARIMA-GARCH model. This study aims to determine the best ARIMA-GARCH model for forecasting inflation rates in Kalimantan Tengah. The ARIMA model is used to forecast inflation rates, while the GARCH model is used to forecast volatility. The research data is divided into two parts: training data (January 2014–July 2024) to determine the ARIMA-GARCH model and testing data (August 2024–December 2024) to test the model's accuracy. Based on the research results, it was found that the ARIMA(0,1,1)-GARCH(1,0) model is the best model with a MAPE value of 13.07% and an RMSE of 0.1791. The forecast results for the next five months indicate a stable inflation rate with a slight upward trend, with the January 2025 inflation rate at 1.0150% and volatility at 0.1363%, written as (1.0150±0.1363)%. The inflation rate and volatility for February 2025 are (1.0154 ± 0.1476)%, March 2025 (1.0159 ± 0.1494)%, April 2025 (1.0167 ± 0.1497)%, and May 2025 (1.0178±0.1498)%. Based on the forecasting results, the inflation rate in Kalimantan Tengah in the next five months is low and stable. | |
| 45934 | 49307 | H1B021008 | PEMODELAN RUMAH RUSPIN MENGGUNAKAN BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) 3D, 4D DAN 5D | Pertumbuhan penduduk yang pesat di Indonesia menyebabkan meningkatnya kebutuhan perumahan, sementara metode konstruksi konvensional dinilai belum mampu mengatasi backlog yang ada. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah sistem prefabrikasi RUSPIN yang menawarkan efisiensi waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan memodelkan rumah prefabrikasi RUSPIN menggunakan pendekatan Building Information Modeling (BIM) 3D, 4D, dan 5D sebagai dasar untuk mengetahui penerapan sistem RUSPIN tersebut dari sisi biaya dan waktu konstruksi. Proses pemodelan dilakukan pada prototipe rumah sederhana tipe 39 dengan memanfaatkan Autodesk Revit sebagai alat visualisasi 3D, serta Autodesk Naviswork untuk simulasi waktu (4D) dan integrasi biaya (5D). Hasil pemodelan menunjukkan biaya konstruksi rumah sistem RUSPIN sebesar Rp 117.550.753 dan durasi pelaksanaan selama 58 hari. Pemanfaatan BIM dalam pemodelan ini menghasilkan visualisasi yang jelas, perhitungan volume pekerjaan yang lebih akurat, serta estimasi biaya dan waktu yang terintegrasi. Dengan demikian, dapat diketahui penerapan rumah prefabrikasi RUSPIN beserta biaya dan waktunya, yang dapat menjadi acuan dalam upaya mengatasi backlog perumahan di Indonesia melalui metode konstruksi yang lebih efisien. | Rapid population growth in Indonesia has led to an increase in housing demand, while conventional construction methods are considered unable to address the existing backlog. One solution that can be implemented is the RUSPIN prefabrication system, which offers time and cost efficiency. This study aims to model RUSPIN prefabricated houses using a Building Information Modeling (BIM) 3D, 4D, and 5D approach as a basis for understanding the application of the RUSPIN system in terms of construction costs and time. The modeling process was conducted on a simple prototype house of type 39, utilizing Autodesk Revit as a 3D visualization tool, and Autodesk Navisworks for time simulation (4D) and cost integration (5D). The modeling results indicate that the construction cost of the RUSPIN system house is Rp 117,550,753, with a construction duration of 58 days. The use of BIM in this modeling process resulted in clear visualizations, more accurate calculations of work volumes, and integrated cost and time estimates. Thus, the application of the RUSPIN prefabricated house system, along with its costs and time requirements, can serve as a reference in efforts to address the housing backlog in Indonesia through more efficient construction methods. | |
| 45935 | 49308 | C1L018001 | PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WORD SQUARE DAN TALKING STICK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 3 PEMALANG | Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian menggunakan non-equivalent-control-group-design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe word square dan talking stick terhadap kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 3 Pemalang. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X di SMA Negeri 3 Pemalang Tahun Ajaran 2024/2025 dengan jumlah 144 peserta didik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Berdasarkan teknik tersebut, sampel dalam penelitian ini sebanyak 69 peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe word square dan talking stick dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Nilai post-test kelas ekperimen yaitu sebesar 84,11 lebih tinggi dibandingkan dengan nilai post-test kelas kontrol yaitu sebesar 71,55. | This research is an experimental study with a research design using a non-equivalent-control-group-design. This study aims to determine the differences in the cooperative learning model of the word square and talking stick types on critical thinking skills in economics subjects at SMA Negeri 3 Pemalang. The population in this study were 144 students of grade X at SMA Negeri 3 Pemalang in the 2024/2025 academic year. The sampling technique in this study used purposive sampling. Based on this technique, the sample in this study was 69 students. Based on the results of the research and data analysis, it shows that there are differences in critical thinking skills between classes using the cooperative learning model of the word square and talking stick types and classes using conventional learning models. The post-test score of the experimental class was 84.11, higher than the post-test score of the control class, which was 71.55. | |
| 45936 | 49311 | A1F021037 | Pendugaan Umur Simpan Nasi Ayam Balado Dengan Penambahan Bubuk Kecombrang Dalam Kemasan Retort Pouch Pada Berbagai Suhu Penyimpanan | Permintaan terhadap makanan siap saji meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban yang menginginkan produk praktis dan bergizi. Nasi ayam balado merupakan salah satu produk ready to eat berbasis nasi dan olahan ayam yang memiliki umur simpan terbatas akibat kandungan air dan nutrisi tinggi, sehingga rentan terhadap kerusakan mikrobiologis. Penambahan bahan pengawet alami seperti bubuk bunga kecombrang (Etlingera elatior) yang kaya akan senyawa fenolik, flavonoid, dan antioksidan berpotensi menghambat pertumbuhan mikroba dan memperpanjang umur simpan. Penelitian pendugaan umur simpan produk nasi dan lauk ready to eat sudah pernah diteliti. Namun penelitian mengenai umur simpan dari nasi dan lauk ready to eat yang ditambahkan pengawet alami berupa bubuk kecombrang belum pernah diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menduga umur simpan produk nasi ayam balado ready to eat dengan penambahan bubuk kecombrang dalam kemasan retort pouch menggunakan metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) model Arrhenius, serta mengevaluasi perubahan karakteristik mikrobiologi, kimia, dan sensoris produk selama penyimpanan pada suhu 27°C, 35°C, dan 55°C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) model Arrhenius untuk menentukan umur simpan nasi ayam balado dengan penambahan 0,25% bubuk kecombrang. Faktor yang diuji adalah suhu penyimpanan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah total mikroba, kadar FFA, mutu sensori berupa warna, aroma, tekstur, rasa, dan overall liking. Nasi ayam balado dengan penambahan bubuk kecombrang disimpan selama 35 hari pada suhu 27°C, 35°C, dan 55°C dan dilakukan pengujian pada hari ke-0, ke-7, ke-14, ke-21, ke-28, dan ke-35. Hasil data pengujian total mikroba dan kadar asam lemak bebas dianalisis menggunakan uji ANOVA. Sementara itu, data hasil uji sensori dianalisis menggunakan Kruskall Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil perhitungan model Arrhenius dipilih parameter kadar FFA sebagai parameter kritis untuk menentukan umur simpan nasi ayam balado dengan penambahan bubuk kecombrang karena energi aktivasinya terkecil dibandingkan parameter lainnya. Pendugaan umur simpan nasi ayam balado dengan penambahan bubuk kecombrang dalam kemasan retort pouch memiliki pendugaan umur simpan selama 83,71 minggu jika disimpan pada suhu 27°C, umur simpan 38,57 minggu jika disimpan pada suhu 35°C, dan umur simpan 6,55 minggu jika disimpan pada suhu 55°C. Pada parameter mikrobiologis dan kimia terjadi peningkatan total plate count dan kadar asam lemak bebas selama pengamatan lama penyimpanan. Sementara itu, parameter sensori mengalami penurunan di akhir penyimpanan dengan kesukaan panelis terbaik pada nasi ayam balado dengan penambahan 0,25% bubuk kecombrang yang disimpan pada suhu 27°C. | The demand for ready-to-eat meals is increasing in line with changes in the lifestyle of urban communities who want practical and nutritious products. Chicken balado rice is one of the ready to eat products based on rice and chicken processed foods that have a limited shelf life due to their high water and nutrient content, making them susceptible to microbial spoilage. The addition of natural preservatives such as torch ginger flower powder (Etlingera elatior), which is rich in phenolic compounds, flavonoids, and antioxidants, has the potential to inhibit microbial growth and extend shelf life. Research on estimating the shelf life of ready to eat rice and side dish products has been conducted. However, research on the shelf life of ready to eat rice and side dish products with the addition of natural preservatives in the form of torch ginger powder has not been conducted. This study aims to estimate the shelf life of ready to eat chicken balado rice products with the addition of torch ginger powder in retort pouch packaging using the Arrhenius model of Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT), as well as to evaluate changes in the microbiological, chemical, and sensory characteristics of the product during storage at temperatures of 27°C, 35°C, and 55°C. The method used in this study was the Arrhenius model Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) method to determine the shelf life of balado chicken rice with the addition of 0.25% kecombrang powder. The factor tested was storage temperature. The parameters used in this study were total microbes, FFA content, and sensory quality in the form of color, aroma, texture, taste, and overall liking. Chicken balado rice with the addition of kecombrang powder was stored for 35 days at temperatures of 27°C, 35°C, and 55°C, and testing was conducted on days 0, 7, 14, 21, 28, and 35. The test results for total microbial count and free fatty acid content were analyzed using ANOVA. Meanwhile, the sensory test results were analyzed using the Kruskall-Wallis and Mann-Whitney tests. The results of the study indicate that the Arrhenius model calculation selected FFA content as the critical parameter for determining the shelf life of balado chicken rice with the addition of kecombrang powder because it has the lowest activation energy compared to other parameters. The estimated shelf life of balado chicken rice with the addition of kecombrang powder in retort pouch packaging is 83,71 weeks when stored at 27°C, 38,57 weeks when stored at 35°C, and 6,55 weeks when stored at 55°C. In microbiological and chemical parameters, there was an increase in total plate count and free fatty acid content during the extended storage period. Meanwhile, sensory parameters showed a decrease at the end of storage, with the best panelist preference for chicken balado rice with the addition of 0,25% kecombrang powder stored at 27°C. | |
| 45937 | 49618 | E2A023008 | Penguatan Kepastian Hukum Kewenangan Kejaksaan Sebagai Penyidik dalam Tindak Pidana Korupsi Sidang Perkara Nomor 28/PUU-XXI/2023 | Kasus korupsi di Indonesia masih sangat perlu diperhatikan mengingat akibat yang ditimbulkan dapat merugikan negara dan masyarakat. Penanganan pemberantasan korupsi selanjutnya dilaksanakan beberapa Lembaga negara yang diberi wewenang langsung oleh undang-undang salah satunya melalui Lembaga Kejaksaan Republik Indonesia. Kepastian hukum kewenangan tersebut sangat diperlukan agar tercipta keselarasan antar Lembaga pemerintahan dan menghindari tumpah tindih kewenangan. Selanjutnya dalam menulis artikel ini menggunakan metode pendekatan yaitu metode empiris dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Perumusan masalah yang diangkat dalam artikel ini adalah mengenai kepastian hukum terhadap penguatan kejaksaan sebagai penyidik dalam tindak pidana korupsi. Selanjutnya tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk menganalisis kepastian hukum atau legal standing kewenangan kejaksaan sebagai penyidik dalam tindak pidana korupsi. Kewenangan Kejaksaan yaitu terdapat pada Pasal 30 ayat (1) huruf d Undang- Undang 5 Tahun 1991 tentang Kejaksaan Republik Indonesia yang kemudian dinyatakan tidak berlaku dengan Undang-Undang 16 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia. Kemudian pada Pasal 26 UU No. 19 Tahun 2019 Perubahan kedua UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. | Corruption cases in Indonesia still really need attention considering that the consequences can be detrimental to the state and society. Handling the eradication of corruption is then carried out by several state institutions which are given direct authority by law, one of which is through the Prosecutor's Office of the Republic of Indonesia. Legal certainty of authority is very necessary to create harmony between government institutions and avoid overlapping authority. Furthermore, in writing this article, we used an approach method, namely an empirical method with descriptive analytical research specifications. The formulation of the problem raised in this article is regarding legal certainty in strengthening the prosecutor's office as an investigator in criminal acts of corruption. Furthermore, the purpose of this article is to analyze legal certainty or the legal standing of the authority of the prosecutor's office as an investigator in criminal acts of corruption. The authority of the Prosecutor's Office is contained in Article 30 paragraph (1) letter d of Law 5 of 1991 concerning the Prosecutor's Office of the Republic of Indonesia which was later declared invalid by Law 16 of 2004 in conjunction with Law Number 11 of 2021 concerning Amendments to Law Number 16 of 2004 concerning the Prosecutor's Office of the Republic of Indonesia. Then in Article 26 of Law no. 19 of 2019 Second amendment to UU No. 31 of 1999 concerning Corruption Crimes. | |
| 45938 | 49619 | E2A023026 | PERAN DAN FUNGSI JAKSA DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN DINAMIKA HUKUM | Perkembangan hukum merupakan hal yang wajar terjadi dikarenakan perlu adanya penyesuaian antara hukum dan masyarakat. Perkembangan dalam aspek hukum tentunya akan memengaruhi fungsi dan peran dari aparat penegak hukum, tak terkecuali jaksa. Sebagai profesi yang berperan menjadi penuntut umum dan pengacara negara, jaksa dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan tetap bersikap profesional. Artikel ini bertujuan untuk melakukan penelitian terhadap tantangan yang dihadapi oleh jaksa pada perkembangan hukum dan bagaimana pengaruh perkembangan hukum terhadap sikap profesionalisme jaksa. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan bertolak kepada UU Kejaksaan dan Kode Etik Perilaku Jaksa, disertai dengan beberapa pertanyaan yang akan diajukan kepada jaksa sebagai tolak ukur kebenaran penulisan ini dari sudut pandang praktek di lapangan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah tantangan yang dihadapi oleh jaksa adalah bagaimana seorang jaksa mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang ada, seperti pada diadaptasinya restorative justice, di mana seorang jaksa harus mampu menyelesaikan suatu perkara yang sudah memenuhi persyaratan perkara yang dapat diselesaikan melalui metode tersebut. Selanjutnya adalah mengenai sikap profesional dari jaksa yang dilandasi oleh kompetensi jaksa itu dalam menguasai aturan-aturan yang ada dan kemampuan adaptif dengan perkembangan teknologi untuk menyelesaikan segala hal yang berkaitan dengan peran dan fungsinya sebagai seorang jaksa. | Legal development is a natural thing that occurs because there is a need for adjustments between law and society. Developments in the legal aspect will certainly influence the functions and roles of law enforcement officers, including prosecutors. As a profession whose role is to be a public prosecutor and state attorney, prosecutors are required to be able to adapt to changes and remain professional. This article aims to conduct research on the challenges faced by prosecutors in legal developments and how legal developments influence the professionalism of prosecutors. This research uses a normative juridical method based on the Prosecutor's Law and the Prosecutor's Code of Ethics, accompanied by several questions that will be asked to prosecutors as a benchmark for the truth of this writing from a practical point of view in the field. The results of this research are that the challenge faced by prosecutors is how a prosecutor is able to adapt to existing changes, such as the adaptation of restorative justice, where a prosecutor must be able to resolve a case that meets the requirements of a case that can be resolved using the method the. Next is regarding the professional attitude of the prosecutor which is based on the prosecutor's competence in mastering existing regulations and the ability to adapt to technological developments to resolve all matters related to his role and function as a prosecutor. | |
| 45939 | 49309 | I1E021059 | Persepsi Siswa Tentang Nilai Asusila Pada Pembelajaran Senam Lantai Di SMA Negeri 1 Baturraden | Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa laki-laki terhadap nilai asusila dalam pembelajaran senam lantai di SMA Negeri 1 Baturraden. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketidaknyamanan sebagian siswi saat melakukan gerakan senam lantai di hadapan siswa laki-laki, yang diduga berkaitan dengan persepsi visual yang tidak sesuai. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui angket tertutup berskala Likert yang disebarkan kepada 75 siswa laki-laki. Instrumen penelitian mencakup enam indikator, yaitu perhatian, minat, suasana hati, keunikan stimulus, intensitas stimulus, dan gerakan. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa sebagian besar siswa laki-laki memiliki persepsi dalam kategori cukup sebesar 61,3%. Persepsi kategori “cukup” ini mengindikasikan bahwa siswa belum sepenuhnya memahami nilai moral dan etika dalam pembelajaran senam lantai. Mereka tidak secara eksplisit memandang senam lantai sebagai aktivitas yang mengandung nilai asusila, namun juga belum sepenuhnya menginternalisasi bahwa pembelajaran tersebut bersifat edukatif dan berorientasi pada keterampilan jasmani. Persepsi yang ambigu ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti minat dan perhatian, serta faktor eksternal seperti intensitas gerakan dan stimulus visual yang muncul saat pembelajaran berlangsung. Kesimpulan: persepsi siswa laki-laki masih perlu dibina melalui strategi pembelajaran yang menekankan nilai moral, etika, dan pendekatan yang sensitif terhadap perbedaan gender. Guru diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, menanamkan sikap saling menghargai, serta memberikan pemahaman bahwa senam lantai merupakan bagian dari pembelajaran jasmani yang teknis, edukatif, dan berkarakter. | Background: This study aims to identify male students’ perceptions of immoral values in floor gymnastics learning at SMA Negeri 1 Baturraden. The research was motivated by discomfort expressed by some female students when performing floor gymnastics movements in front of male peers, which may be related to misdirected visual perceptions. Methodology: This research employed a descriptive quantitative method using a Likert-scale questionnaire distributed to 75 male students. The instrument included six indicators: attention, interest, mood, uniqueness of stimulus, intensity of stimulus, and movement. Results: The results showed that most male students had a moderate perception level, with 61.3% categorized as "moderate." This indicates that students have not fully understood the moral and ethical aspects embedded in floor gymnastics learning. They do not explicitly view floor gymnastics as containing immoral elements but also have not fully internalized the activity as an educational and skill-based component of physical education. This neutral perception is influenced by both internal factors, such as interest and attention, and external factors, such as the intensity of movement and visual stimuli during practice. Conclusion: The study concludes that male students’ perceptions still require guidance through learning strategies that emphasize moral values, ethics, and gender-sensitive approaches. Teachers are expected to create a conducive and respectful learning environment and foster understanding that floor gymnastics is a technical, educational, and character-building component of physical education. | |
| 45940 | 49310 | J0A022051 | Creating a Guidebook for English Broadcast Script Writing at Radio Republik Indonesia Purwokerto | Laporan praktik kerja ini berjudul “Creating a Guidebook for English Broadcast Script at Radio Republik Indonesia Purwokerto.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 26 Agustus hingga 26 November 2024 di Radio Republik Indonesia (RRI) Purwokerto. Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk membuat buku panduan tentang naskah siaran berbahasa Inggris di Radio Republik Indonesia Purwokerto. Dalam pelaksanaannya, penulis menggunakan tiga metode, yaitu wawancara, dokumentasi, dan praktik langsung. Pembuatan buku panduan ini melalui beberapa tahap, antara lain: penentuan ide berdasarkan hasil wawancara awal dengan penyiar program English Corner terkait ketersediaan buku panduan, wawancara lanjutan melalui WhatsApp untuk mengetahui struktur naskah siaran, serta penyusunan kerangka buku berupa penentuan judul dan daftar materi. Setelah draft buku terbentuk, dilakukan revisi bersama pembimbing tugas akhir, dilanjutkan dengan penyuntingan berdasarkan saran pembimbing, perancangan tata letak, desain sampul, penyusunan konten melalui aplikasi Canva, hingga proses penjilidan buku. Dalam penyusunan buku panduan ini, penulis menghadapi beberapa kendala, seperti terbatasnya informasi dari Radio Republik Indonesia mengenai naskah siaran berbahasa Inggris, serta kurangnya contoh yang relevan dengan topik yang dibahas pada sumber-sumber daring. Untuk mengatasi hal tersebut, penulis mencari referensi tambahan, seperti jurnal ilmiah yang tersedia secara online. Selain itu, guna memudahkan pencarian sumber yang sesuai, penulis menggunakan simbol quotation marks (“...”) pada kata kunci saat melakukan penelusuran informasi di mesin pencari. | The internship report is entitled “Creating a Guidebook for English Broadcast Script at Radio Republik Indonesia Purwokerto.” The internship was carried out from August 26 to November 26, 2024, at Radio Republik Indonesia (RRI) Purwokerto. The purpose of the internship was to create a guidebook for english broadcast script at radio republik indonesia purwokerto. During the internship, the writer employed three methods: interviews, documentation, and hands-on practice. The development of the guidebook involved several stages, including identifying the idea based on an initial interview with the English Corner announcer regarding the availability of a guidebook, followed by a WhatsApp interview to understand the structure of the broadcast script, and the creation of an outline consisting of the title and material list. After the draft was completed, revisions were made in consultation with the thesis advisor, followed by editing based on the advisor’s feedback, layout design, cover creation, content formatting using Canva, and finally, the bookbinding process. During the preparation of this guidebook, the writer encountered several challenges, such as the limited availability of information from Radio Republik Indonesia regarding English broadcast scripts and the lack of relevant examples in online sources related to the topic. To overcome these challenges, the writer sought additional references, such as academic journals available online. Furthermore, to facilitate the search for relevant sources, the writer used quotation marks (“...”) on specific keywords when conducting searches using search engines. |