Home
Login.
Artikelilmiahs
49304
Update
HAFIDHA HUSNA
NIM
Judul Artikel
POTENSI PEMANEN AIR HUJAN DALAM KONSERVASI SUMBER DAYA AIR DAN PENYEDIAAN AIR DOMESTIK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pemanenan Air Hujan (PAH) merupakan solusi alternatif untuk mengatasi krisis air yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, dan perubahan iklim. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karanggintung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada November 2024 hingga Maret 2025. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi teknologi PAH dalam konservasi sumber daya air dan pemenuhan kebutuhan air domestik. Kegiatan lapangan meliputi pengukuran laju infiltrasi pada empat jenis tutupan lahan (pekarangan dengan rumput, tanpa rumput, kebun, dan lahan dengan naungan), serta survei kebutuhan air rumah tangga. Analisis data menggunakan model Horton, data curah hujan 10 tahun (2014–2023), dan metode neraca air. Hasil menunjukkan bahwa teknologi PAH mampu mengurangi limpasan permukaan hingga 62,66% pada curah hujan 19,81 mm. Luas atap 10.734,50 m² dapat menampung air hujan hingga 33.903,84 m³/tahun, dengan kebutuhan air domestik sebesar 8.506,69 m³/tahun. Laju infiltrasi tertinggi terjadi pada lahan dengan naungan (71,52 mm/jam), dan terendah pada lahan tanpa rumput (29,29 mm/jam). Penelitian ini membuktikan bahwa PAH efektif dalam menekan limpasan dan menjadi solusi alternatif penyediaan air domestik yang berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rainwater harvesting (RWH) is a promising solution to address water scarcity resulting from population growth, land use change, and climate variability. This study was conducted in Karanggintung Village, Banyumas Regency, Central Java, from November 2024 to March 2025. The objectives were to assess the potential of RWH technology in water resource conservation and in fulfilling domestic water needs. Field measurements included infiltration rates on four land cover types (grassy yard, bare yard, plantation, and shaded land), along with household surveys to determine daily water consumption. Data analysis used the Horton model, rainfall records (2014–2023), and the water balance equation. Results showed that RWH reduced surface runoff by up to 62.66% under a rainfall intensity of 19.81 mm. With a rooftop catchment area of 10,734.50 m², the system can collect up to 33,903.84 m³/year, exceeding the annual domestic demand of 8,506.69 m³. The highest infiltration was observed in shaded areas (71.52 mm/hour), while the lowest occurred in bare land (29.29 mm/hour). These findings indicate that RWH not only reduces runoff but also serves as a sustainable alternative for providing domestic water, particularly in semi-urban communities facing similar challenges.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save