Artikel Ilmiah : I1E021059 a.n. MUHAMMAD FAKHRI AMMAR

Kembali Update Delete

NIMI1E021059
NamamhsMUHAMMAD FAKHRI AMMAR
Judul ArtikelPersepsi Siswa Tentang Nilai Asusila Pada Pembelajaran Senam Lantai Di SMA Negeri 1 Baturraden
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa laki-laki terhadap nilai asusila dalam pembelajaran senam lantai di SMA Negeri 1 Baturraden. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketidaknyamanan sebagian siswi saat melakukan gerakan senam lantai di hadapan siswa laki-laki, yang diduga berkaitan dengan persepsi visual yang tidak sesuai.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui angket tertutup berskala Likert yang disebarkan kepada 75 siswa laki-laki. Instrumen penelitian mencakup enam indikator, yaitu perhatian, minat, suasana hati, keunikan stimulus, intensitas stimulus, dan gerakan.
Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa sebagian besar siswa laki-laki memiliki persepsi dalam kategori cukup sebesar 61,3%. Persepsi kategori “cukup” ini mengindikasikan bahwa siswa belum sepenuhnya memahami nilai moral dan etika dalam pembelajaran senam lantai. Mereka tidak secara eksplisit memandang senam lantai sebagai aktivitas yang mengandung nilai asusila, namun juga belum sepenuhnya menginternalisasi bahwa pembelajaran tersebut bersifat edukatif dan berorientasi pada keterampilan jasmani. Persepsi yang ambigu ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti minat dan perhatian, serta faktor eksternal seperti intensitas gerakan dan stimulus visual yang muncul saat pembelajaran berlangsung.
Kesimpulan: persepsi siswa laki-laki masih perlu dibina melalui strategi pembelajaran yang menekankan nilai moral, etika, dan pendekatan yang sensitif terhadap perbedaan gender. Guru diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, menanamkan sikap saling menghargai, serta memberikan pemahaman bahwa senam lantai merupakan bagian dari pembelajaran jasmani yang teknis, edukatif, dan berkarakter.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: This study aims to identify male students’ perceptions of immoral values in floor gymnastics learning at SMA Negeri 1 Baturraden. The research was motivated by discomfort expressed by some female students when performing floor gymnastics movements in front of male peers, which may be related to misdirected visual perceptions.
Methodology: This research employed a descriptive quantitative method using a Likert-scale questionnaire distributed to 75 male students. The instrument included six indicators: attention, interest, mood, uniqueness of stimulus, intensity of stimulus, and movement.
Results: The results showed that most male students had a moderate perception level, with 61.3% categorized as "moderate." This indicates that students have not fully understood the moral and ethical aspects embedded in floor gymnastics learning. They do not explicitly view floor gymnastics as containing immoral elements but also have not fully internalized the activity as an educational and skill-based component of physical education. This neutral perception is influenced by both internal factors, such as interest and attention, and external factors, such as the intensity of movement and visual stimuli during practice.
Conclusion: The study concludes that male students’ perceptions still require guidance through learning strategies that emphasize moral values, ethics, and gender-sensitive approaches. Teachers are expected to create a conducive and respectful learning environment and foster understanding that floor gymnastics is a technical, educational, and character-building component of physical education.
Kata kuncipersepsi siswa, nilai asusila, senam lantai, pendidikan jasmani
Pembimbing 1Didik Rilastyo Budi S.Pd., M.Pd
Pembimbing 2Ayu Rizky Febriani S.Pd., M.Pd
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2025-07-25 15:05:21.829879
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.