Home
Login.
Artikelilmiahs
49302
Update
WIDIA ARUM SAPUTRI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BERBASIS FUZZY AHP UNTUK BUDIDAYA PADI KETAN LUSINAS DI DAERAH RAWAN BANJIR DAN KEKERINGAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Beras ketan varietas unggul lebih tinggi produktivitasnya dibandingkan beras ketan varietas lokal, lebih tahan terhadap hama dan penyakit, lebih tanah terhadap kondisi cuaca ekstrem, dan dapat membantu diversifikasi pangan, sehingga penggalaan budidaya padi ketan lusinas sebagai salah satu ketan varietas unggul dapat dijadikan alternatif dalam menjaga ketahanan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mendapatkan peta sebaran kesesuaian lahan padi ketan dengan algoritman FAHP berbasis SIG di Kabupaten Cilacap dan Banyumas, 2) mendapatkan lokasi potensial untuk budidaya padi ketan lusinas di Kabupaten Cilacap dan Banyumas yang berfokus pada daerah rawan banjir dan kekeringan. Bobot setiap parameter adalah C-Organik (0,17), KTK (0,16), pH tanah (0,21), fragmen kasar (0,075), kelerengan (0,12), kondisi drainase (0,089), curah hujan (0,13), dan temperatur (0,049). Kabupaten Cilacap dan Banyumas memiliki potensi yang besar untuk budidaya padi ketan lusinas dengan luas lahan sangat sesuai seluas 431 km2. Pada daerah rawan banjir dengan risiko rendah seluas 32,6 km2 dan daerah rawan kekeringan risiko rendah seluas 21,2 km2. Sehingga hasil penelitian dapat digunakan untuk mengetahui daerah yang sesuai untuk budidaya padi ketan lusinas di daerah rawan banjir dan kekeringan serta dapat digunakan sebagai saran dalam pengambilan kebijakan terkait dengan kesesuaian lahan untuk budidaya padi ketan lusinas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Compared to local varieties, improved glutinous rice cultivars have higher productivity, better resistance to pests and diseases, greater tolerance to extreme weather conditions, and contribute to food diversification. Therefore, promoting the cultivation of Lusinas—a superior glutinous rice variety—can serve as a viable alternative for enhancing national food security. The objectives of this study are: 1) to develop a GIS-based FAHP land suitability map for glutinous rice cultivation in Cilacap and Banyumas Regencies; 2) to identify potential areas for Lusinas glutinous rice cultivation, particularly in flood-prone and drought-prone regions. The parameter weights were: soil pH (0.21), organic carbon (0.17), cation exchange capacity (0.16), rainfall (0.13), slope (0.12), drainage condition (0.089), coarse fragment (0.075), and temperature (0.049). The results revealed that Cilacap and Banyumas Regencies possess significant potential for Lusinas glutinous rice cultivation, with a total of 438 km² categorized as highly suitable land. Within this region, 32,6 km² is identified as low-risk flood-prone areas, while 21,2 km² is categorized as low-risk drought-prone areas. The findings of this research provide critical insights into identifying suitable regions for Lusinas glutinous rice cultivation in areas vulnerable to both flooding and drought. Furthermore, these results can serve as essential recommendations for policy-making related to land suitability and agricultural planning for Lusinas glutinous rice cultivation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save