Artikel Ilmiah : F1A021016 a.n. HANIFA SALMAH

Kembali Update Delete

NIMF1A021016
NamamhsHANIFA SALMAH
Judul ArtikelPeran Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendamping PKH dalam pemberdayaan masyarakat melalui P2K2 di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor dan mengetahui kendala yang dihadapi oleh pendamping PKH dalam pelaksanaan P2K2 di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Kebaruan dari penelitian ini adalah menggunakan analisis sosiologi dalam mengkaji peran pendamping PKH. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendamping PKH tidak hanya memberikan informasi tentang pencairan dana dan melakukan P2K2, tetapi turut mengatasi permasalahan para pemerlu atensi sosial. Kendala yang dihadapi adalah berupa permasalahan terkait pencairan dana dan sulitnya memberikan kesadaran kepada KPM untuk melakukan graduasi mandiri karena sulitnya mengubah pola pikir KPM dengan keterbatasan SDM Pendamping PKH dan kurang tegasnya aturan yang berlaku terkait dengan ketentuan graduasi KPM PKH.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to determine the role of PKH facilitators in community empowerment through P2K2 in Dramaga Subdistrict, Bogor Regency, and to identify the obstacles faced by PKH facilitators in implementing P2K2 in Dramaga Subdistrict, Bogor Regency. The novelty of this study lies in its use of sociological analysis to examine the role of PKH facilitators. The study employs a descriptive qualitative method with data collection techniques including in-dept interviews, observations, and documentation. The results indicate that the role of PKH facilitators extends beyond providing information on fund disbursement and conducting P2K2 activities; they also address the challenges faced by socially vulnerable individuals. The obstacles faced are related to fund disbursement and the difficulty of raising awareness among KPM to graduate independently due to the difficulty of changing the mindset of KPM with limited PKH facilitator human resources and the lack of strict rules regarding PKH KPM graduation requirements.














Kata kunciPKH, Pemberdayaan, P2K2
Pembimbing 1Tyas Retno Wulan
Pembimbing 2Rin Rostikawati
Pembimbing 3Masrukin
Tahun2025
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2025-07-25 14:08:41.760605
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.