Home
Login.
Artikelilmiahs
49300
Update
ILMI SALAMAH
NIM
Judul Artikel
Analisis Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Kayu Manis Indonesia di Pasar Dunia
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Komoditas kayu manis Indonesia memiliki potensi besar di pasar Internasional, di mana Indonesia menjadi salah satu negara produsen kayu manis dunia. Produksi dan volume ekspor kayu manis Indonesia tahun 2014-2023 cenderung mengalami penurunan. Tetapi di sisi lain, harga ekspor kayu manis justru mengalami peningkatan yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui keunggulan komparatif ekspor kayu manis Indonesia di pasar dunia; 2) Mengetahui keunggulan kompetitif ekspor kayu manis Indonesia di pasar dunia; 3) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat daya saing komparatif kayu manis Indonesia di pasar dunia; 4) Menganalisis hubungan daya saing komparatif kayu manis Indonesia dengan negara-negara kompetitor lainnya di pasar dunia. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu berupa data panel yang merupakan gabungan dari data time series tahun 1994-2023 dan data cross section dari lima negara eksportir kayu manis terbesar dunia. Data sekunder diperoleh melalui instansi resmi seperti Trade Map, UN Comtrade, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI) dan World Bank. Analisis data yang digunakan yaitu Revelead Comparative Advantage (RCA), Export Competitiveness Index (ECI), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), Analisis Regresi Linier Berganda, dan Korelasi Rank Spearman. Data dalam penelitian ini diolah menggunakan Software Microsoft Excel 2021 dan IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai keunggulan komparatif yang tinggi dengan nilai rata-rata RCA sebesar 18,337 dan berada diurutan ketiga setelah Srilangka dan Vietnam. Keunggulan kompetitif dianalisis menggunakan ECI dan ISP. Hasil analisis ECI menunjukkan bahwa kayu manis Indonesia tidak memiliki keunggulan kompetitif dan memiliki kecenderungan daya saing yang menurun dengan nilai rata-rata sebesar 0,997. Hasil analisis ISP menunjukkan bahwa Indonesia cenderung sebagai negara pengekspor kayu manis dan berada pada tahap kematangan dengan nilai rata-rata sebesar 0,908. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi daya saing komparatif kayu manis Indonesia adalah volume ekspor kayu manis Indonesia, harga ekspor ekspor kayu manis Indonesia, nilai tukar, dan tingkat inflasi Indonesia. Hasil analisis korelasi Rank Spearman meunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Indonesia dengan masing-masing negara eksportir kayu manis lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesian cinnamon commodities have great potential in the international market, where Indonesia is one of the world's cinnamon producing countries. Production and export volume of Indonesian cinnamon in 2014-2023 tend to decline. But on the other hand, the export price of cinnamon has actually increased significantly. The purpose of this study is: 1) Knowing the comparative advantages of Indonesian cinnamon exports in the world market; 2) Knowing the competitive advantages of Indonesian cinnamon exports in the world market; 3) Analyzing the factors that influence the comparative competitiveness of Indonesian cinnamon in the world market; 4) Analyzing the relationship between the comparative competitiveness of Indonesian cinnamon with other competing countries in the world market. This research is included in quantitative research. The data used is secondary data, namely panel data which is a combination of time series data from 1994-2023 and cross-section data from the world's five largest cinnamon exporting countries. Secondary data is obtained through official agencies such as Trade Map, UN Comtrade, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI) and World Bank. The data analysis used is Revelead Comparative Advantage (RCA), Export Competitiveness Index (ECI), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), multiple regression analysis, and spearman r correlation. The data in this study was processed using Software Microsoft Excel 2021 and IBM SPSS 25. The results of the study show that Indonesia has a high comparative advantage with an average RCA value of 18.337 and is ranked third after Sri Lanka and Vietnam. Competitive advantage is analyzed using ECI and ISP. The results of the ECI analysis show that Indonesian cinnamon does not have a competitive advantage and has a tendency for declining competitiveness with an average value of 0,997. The results of the ISP analysis show that Indonesia tends to be a cinnamon exporting country and is at a maturity stage with an average value of 0,908. multiple linear regression analysis shows that the factors that influence the comparative competitiveness of Indonesian cinnamon are Indonesian cinnamon export volume, Indonesian cinnamon export price, the exchange rate, and Indonesia's inflation rate. The results of the spearman rank correlation analysis show that there is no significant relationship between Indonesia and each other cinnamon exporting countries.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save