Home
Login.
Artikelilmiahs
49294
Update
MERI AGUSTIN
NIM
Judul Artikel
PENGARUH INDIKATOR KEUANGAN TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN SYARIAH YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perbankan syariah di Indonesia mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, itandai dengan peningkatan total aset dan perluasan layanan yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Namun, profitabilitas antar bank syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan variasi ang cukup besar. Beberapa bank seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat peningkatan Return on Equity (ROE), sedangkan bank lain seperti Bank Aladin Syariah justru mencatat ROE negatif secara berkelanjutan. Variasi ini mendorong perlunya analisis terhadap faktor-faktor internal yang memengaruhi profitabilitas bank yariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Non Performing Financing (NPF), Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Net Income (NI), Cost to Income Ratio (CIR), dan Operating Expense to Operating Income Ratio (BOPO) terhadap profitabilitas bank syariah di Indonesia, yang diukur menggunakan ROE. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel. Objek penelitian terdiri dari empat bank syariah yang terdaftar di BEI, yaitu BSI, BTPS, BANK, dan PNBS, dengan periode observasi triwulanan dari tahun 2021 hingga 2024. Data yang digunakan merupakan ata sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel NPF, CAR, FDR, NI, CIR, dan BOPO erpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank syariah. Secara parsial, variabel BOPO memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap ROE, yang menunjukkan bahwa peningkatan pembiayaan bermasalah dan inefisiensi operasional dapat menurunkan laba pemegang saham. Sementara itu, variabel NI berpengaruhpositif signifikan terhadap ROE, yang mengindikasikan bahwa peningkatan laba bersih secara langsungmeningkatkan profitabilitas. Variabel NPF, CAR, FDR dan CIR tidak menunjukkan pengaruh signifikan, yangmengindikasikan bahwa kecukupan modal dan likuiditas tidak secara langsung memengaruhi tingkat pengembalian ekuitas dalam konteks penelitian ini. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi manajemen bank, regulator, dan investor. Bagi manajemen, fokus terhadap pengendalian NPF dan efisiensi operasional harus menjadi prioritas. Bagi regulator, hasil ini dapat menjadi masukan dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pertumbuhan perbankan syariah yang sehat. Bagi investor, rasio keuangan seperti NI dan BOPO dapat dijadikan indikatorutama dalam menilai prospek investasi di sektor perbankan syariah. Dengan demikian, penelitian iniberkontribusi dalam memperkuat literatur akademik sekaligus memberikan rekomendasi praktis untukpengembangan industri perbankan syariah di Indonesia. Kata Kunci: Perbankan Syariah, Profitabilitas, Return On Equity
Abtrak (Bhs. Inggris)
Islamic banking in Indonesia has experienced significant growth in recent years, marked by an increase in total assets and the expansion of services based on Sharia principles. However, the profitability among Islamic banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) shows considerable variation. Some banks, such as Bank Syariah Indonesia (BSI), recorded an increase in Return on Equity (ROE), while others, such as Bank Aladin Syariah, consistently posted negative ROE. This variation highlights the need for an analysis of internal factors affecting the profitability of Islamic banks. This study aims to examine the influence of Non-Performing Financing (NPF), Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Net Income (NI), Cost to Income Ratio (CIR), and Operating Expense to Operating Income Ratio (BOPO) on the profitability of Islamic banks in Indonesia, measured by ROE. A quantitative approach is used, employing panel data regression analysis. The objects of the study include four Islamic banks listed on the IDX—BSI, BTPS, BANK, and PNBS—with quarterly observation periods from 2021 to 2024. The data used are secondary data. The analytical tool used is panel data regression. The results show that simultaneously, the variables NPF, CAR, FDR, NI, CIR, and BOPO significantly influence the profitability of Islamic banks. Partially, the BOPO variable has a negative and significant effect on ROE, indicating that increased problem financing and operational inefficiency can reduce shareholder returns. Meanwhile, the NI variable has a positive and significant effect on ROE, indicating that an increase in net income directly enhances profitability. The variables NPF, CAR, FDR, and CIR do not show a significant influence, suggesting that capital adequacy and liquidity do not directly affect the return on equity in the context of this study. This research provides important implications for bank management, regulators, and investors. For management, focusing on controlling NPF and improving operational efficiency should be a priority. For regulators, these findings may serve as input in formulating policies that support healthy growth in Islamic banking. For investors, financial ratios such as NI and BOPO can serve as key indicators in assessing investment prospects in the Islamic banking sector. Therefore, this study contributes to strengthening academic literature while offering practical recommendations for the development of the Islamic banking industry in Indonesia. Keywords:
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save