Artikel Ilmiah : A1D021114 a.n. ZIYADAH MA'RIFATUL ILHAMI

Kembali Update Delete

NIMA1D021114
NamamhsZIYADAH MA'RIFATUL ILHAMI
Judul ArtikelFormula Biopestisida Bacillus subtilis NPA6 untuk Pengendalian Penyakit Moler Bawang Merah
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penyakit Moler adalah penyakit tanaman bawang merah yang dapat mengurangi hasil hingga 50%. Penyakit ini disebabkan oleh jamur patogen Fusarium oxysporum f. sp. Cepae. Tumbuhan dengan gejala penyakit moler ditunjukkan oleh perubahan warna daun menjadi hijau pucat, layu, dan memutar, serta membusuk umbi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan formula cair dan padat biopestisida B. subtilis NPA6 dan 2) mengetahui kemampuan formula cair dan padat biopestisida B. subtilis NPA6 untuk mengendalikan penyakit moler bawang. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan di Desa Linggasari, Distrik Kembaran, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian 117 meter di atas permukaan laut dari Mei hingga Agustus 2024. Tahap awal, tahapan penelitian ini adalah persiapan alat dan bahan, penanaman, membuat cairan dan cairan dan solid. Studi ini menggunakan desain kelompok acak (RAK) dengan 4 perawatan: P0 (kontrol), P1 (rumus cair), P2 (formula padat), dan P3 (fungisida). Setiap pengobatan diulangi 6 kali, jadi ada 24 plot pengobatan. Variabel yang diamati termasuk periode inkubasi, kejadian penyakit, intensitas penyakit, tingkat infeksi, AUDPC, dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula padat biopestisida B. subtilis NPA6 paling efektif dalam mengendalikan penyakit Moler dengan efektivitas 34,02%, sedangkan efektivitas formula cairan adalah 30,83%.
Abtrak (Bhs. Inggris)Moler disease is a disease of shallot plants that can reduce yields by up to 50%. This disease is caused by the pathogenic fungus Fusarium oxysporum f. sp. cepae. Plants with symptoms of moler disease are indicated by changes in leaf color to pale green, wilting, and twisting, as well as rotting of the bulbs. This research aims to 1) Develop liquid and solid formulas of biopesticide B. subtilis NPA6 and 2) Knowing the ability of liquid and solid formulas of biopesticide B. subtilis NPA6 to control onion moler disease. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency with an altitude of 117 meters above sea level from May to August 2024. The initial stages of this research were preparation of tools and materials, planting, making liquid and solid formulas, application, observation, and data analysis. The study used a Randomized Group Design (RAK) with 4 treatments: P0 (control), P1 (liquid formula), P2 (solid formula), and P3 (fungicide). Each treatment was repeated 6 times, so there were 24 treatment plots. Variables observed included incubation period, disease incidence, disease intensity, infection rate, AUDPC, and effectiveness. The results showed that the solid formula of biopesticide B. subtilis NPA6 was most effective in controlling moler disease with an effectiveness of 34.02%, while the effectiveness of the liquid formula was 30.83%.
Kata kunciBacillus subtilis NPA6, bakteri endofit, Fusarium oxysporum f. sp. cepae, penyakit moler, bawang merah.
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. Nur Prihatiningsih, M.S.
Pembimbing 2Hana Hanifa, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2025-05-19 13:33:27.221471
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.