| NIM | F1F021057 |
| Namamhs | AISYAH RAMADHANI |
| Judul Artikel | Analisis Fenomena Deepfake porn pada K-pop Idol di Korea Selatan sebagai Transnational Organized Crime pada Tahun 2022-2024 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Fenomena Deepfake porn yang menargetkan idola K-pop wanita di Korea Selatan sebagai bentuk kejahatan transnasional terorganisir. Konten-konten porno yang dihasilkan sebagian besar diproduksi di Korea Selatan, penyebarannya meluas secara global melalui platform digital seperti Telegram dan situs-situs ilegal. Fenomena ini juga telah menjadi alat pemerasan (sextortion) dan komoditas ilegal yang diperjualbelikan melalui sistem keanggotaan tertutup dan pembayaran anonim. Hal ini menunjukkan bahwa kejahatan berbasis teknologi seperti Deepfake porn tidak lagi bersifat lokal, melainkan merupakan bentuk baru dari ancaman global yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam memahami bagaimana Deepfake porn dapat dikatakan sebagai kejahatan transnasional yang terorganisir (TOC). Sedangkan teknik pengumpulan data dihimpun dari data sekunder yang diolah dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, laporan dan situs yang dianalisis secara kualitatif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The phenomenon of Deepfake pornography targeting female K-pop idols in South Korea has emerged as a form of transnational organized crime. Most of the pornographic content is produced in South Korea, but its distribution has expanded globally through digital platforms such as Telegram and illegal websites. This phenomenon has also become a tool for extortion (sextortion) and an illicit commodity traded through closed membership systems and anonymous payment methods. This indicates that technology-based crimes like Deepfake pornography are no longer local in nature but represent a new and complex form of global threat. This research employs a descriptive method to examine how Deepfake pornography can be classified as a transnational organized crime (TOC). The data used in this study were collected through secondary sources, including books, journals, reports, and websites, and were analyzed qualitatively to gain a comprehensive understanding of the phenomenon from the perspective of international crime and digital security. |
| Kata kunci | Porno Manipulasi, Idola K-pop, Kejahatan Transnasional, TOC, Kejahatan Digital |
| Pembimbing 1 | Dr. Agus Haryanto, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dias Pabyantara S.M., M.Hub.Int |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 67 |
| Tgl. Entri | 2025-05-19 12:57:04.777153 |
|---|