Artikel Ilmiah : B1B021036 a.n. AUDREY SAYYIDA NAFIZA

Kembali Update Delete

NIMB1B021036
NamamhsAUDREY SAYYIDA NAFIZA
Judul ArtikelANALYSIS OF SECONDARY METABOLITE PROFILES OF
Cyanthilium cinereum (L.) H. Rob EXTRACTS WITH
DIFFERENT DRYING METHODS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penggunaan tanaman obat telah menjadi bagian integral dari peradaban manusia.
Di antaranya, Cyanthilium cinereum adalah tanaman obat serbaguna yang dikenal karena itu
kandungan metabolit sekunder yang kaya, seperti alkaloid, flavonoid, dan polifenol.
Senyawa-senyawa ini berkontribusi secara signifikan terhadap aktivitas farmakologisnya, C.
cinereum adalah tanaman obat yang kaya akan metabolit sekunder seperti polifenol,
flavonoid, dan alkaloid, yang berkontribusi pada sifat anti-inflamasi, anti-diabetes,
dan sifat antioksidan. Penelitian ini menyelidiki efek dari pengeringan yang berbeda
metode pengeringan oven, pengeringan matahari, dan pengeringan angin pada metabolit sekunder
kandungan metabolit sekunder pada daun C. cinereum.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga
perlakuan dan enam kali ulangan, analisis kualitatif dan kuantitatif dilakukan
dilakukan melalui spektrofotometri UV-Vis. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah berbagai metode pengeringan yang digunakan untuk mengolah ekstrak C. cinereum.
Variabel terikatnya adalah konsentrasi senyawa dalam larutan
kimia metabolit sekunder yang dihasilkan dari setiap jenis pelarut, daun
morfologi daun, berat kering, dan rendemen ekstrak daun C. cinereum. Analisis statistik
menggunakan ANOVA pada taraf kesalahan 5% dan 1% dan DMRT pada taraf kesalahan 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengeringan mempengaruhi kandungan metabolit sekunder.
metabolit sekunder, pengeringan angin mempertahankan kandungan polifenol tertinggi dengan nilai 25,75
± 16,71 mg GAE/L, sedangkan pengeringan dengan sinar matahari menghasilkan flavonoid tertinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)The use of medicinal plants has been an integral part of human civilization.
Among these, Cyanthilium cinereum is a versatile medicinal plant known for it’s
rich secondary metabolite content, such as alkaloids, flavonoids, and polyphenols.
These compounds contribute significantly to it’s pharmacological activities, C.
cinereum is a medicinal plant rich in secondary metabolites like polyphenols,
flavonoids, and alkaloids, which contribute to its anti-inflammatory, anti-diabetic,
and antioxidant properties. This study investigates the effect of different drying
methods oven drying, sun drying, and wind drying on the secondary metabolite
content in C. cinereum leaves.
This Research using a Completely Randomized Design (CRD) with three
treatments and sixs replications, qualitative and quantitative analyses were
conducted through UV-Vis spectrophotometry. The independent variable in this
study is that various drying methods are used to process the extract of C. cinereum.
The dependent variable was the concentration of compounds in a solution of
secondary metabolite chemicals produced from each type of solvent, leaf
morphology, dry weight, and yield in C. cinereum leaf extracts. Statistical analysis
used ANOVA at a 5% and 1% error level and DMRT at a 5% error level.
The results showed that the drying method affects the content of secondary
metabolites, wind drying preserved the highest polyphenol content with value 25.75
± 16.71 mg GAE/L, while sun drying yield the highest flavonoid with value 152.65
± 43.21 mg QE/L and alkaloid with value 126.02 ± 41.10 mg QNE/L levels. Oven
drying was the least effective. Therefore, sun drying is considered the most optimal
for flavonoid and alkaloid preservation, while wind drying is best for polyphenols.
Kata kunciKeywords: Alkaloid, Cyanthilium cinereum, Drying Methods, Flavonoid, Polyphenol
Pembimbing 1Prof. Dr. Hernayanti, M.Si.
Pembimbing 2Sri Lestari, S.Si., M.Si.
Pembimbing 3-
Tahun2025
Jumlah Halaman43
Tgl. Entri2025-05-19 12:39:35.34772
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.