Home
Login.
Artikelilmiahs
48434
Update
NADILA SYIFFA MAHARINI
NIM
Judul Artikel
Analisis Efisiensi Teknis Pada Usahatani Jagung Di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tingkat kebutuhan terhadap jagung di Indonesia terbilang tinggi, mengingat perannya yang strategis sebagai bahan pangan, pakan ternak, benih, dan bahan baku industri. Kecamatan sumbang merupakan sentra produksi jagung di Kabupaten Banyumas yang memiliki tingkat produktivitas lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional. Pengalokasian input produksi yang optimal dapat menghasilkan produktivitas yang maksimal pula, serta dapat meningkatkan keuntungan bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah petani jagung di Kecamatan Sumbang sudah efisien secara teknis serta mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat inefisiensi teknis pada usahatani jagung. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) di Kecamatan Sumbang sebagai sentra produksi jagung di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2024 dengan menggunakan metode probability sampling dengan teknik simple random sampling sebanyak 57 responden petani jagung. Penelitian dilakukan di 3 desa di Kecamatan Sumbang, yaitu Desa Kebanggan, Desa Silado, dan Desa Karanggintung dengan pertimbangan ketiga desa tersebut merupakan desa dengan tingkat produksi jagung tertinggi. Metode analisis data yang digunakan adalah fungsi produksi stochastic frontier Cobb-douglass menggunakan FRONTIER 4.1 untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis petani dan faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi jagung. Rata-rata tingkat efisiensi yang dimiliki petani jagung dilokasi penelitian sebesar 0,85 yang menandakan petani sudah efisien secara teknis. Faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi jagung yaitu luas lahan, benih, pupuk NPK, pestisida, dan tenaga kerja. Penelitian ini memberikan hasil bahwa input produksi yang memiliki pengaruh nyata terhadap produksi jagung yaitu luas lahan, benih, pupuk NPK, pestisida, dan tenaga kerja. Optimalisasi masih dapat dilakukan terutama melalui peningkatan penggunaan benih, pestisida, dan tenaga kerja. Faktor- faktor yang dapat mempengaruhi tingkat inefisiensi teknis pada penelitian ini yaitu umur dan pendidikan formal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The demand for maize in Indonesia is considerably high due to its strategic role as a food source, animal feed, seed material, and industrial raw material. Sumbang District is one of the maize production centers in Banyumas Regency, with a productivity level that exceeds the national average. Optimal allocation of production inputs can lead to maximum productivity and increased profitability for farmers. This study aims to determine whether maize farmers in Sumbang District are technically efficient and to identify the factors influencing technical inefficiency in maize farming. The research location was purposively selected in Sumbang District as a major maize producing area in Banyumas Regency. The study was conducted from August to October 2024 using a probability sampling method with simple random sampling, involving 57 respondent maize farmers. The research was carried out in three villages in Sumbang District Kebanggan, Silado, and Karanggintung selected based on their high levels of maize production. The data were analyzed using the stochastic frontier production function with a Cobb-Douglas specification, employing FRONTIER 4.1 software to assess the level of technical efficiency and the influence of production factors on maize output. The average technical efficiency among maize farmers in the study area was 0.85, indicating that they are already operating efficiently. The production factors significantly affecting maize output were land area, seed, NPK fertilizer, pesticides, and labor. The study found that land area, seed, NPK fertilizer, pesticides, and labor had a statistically significant impact on maize production. There is still room for optimization, particularly through increased use of seed, pesticides, and labor. The factors found to influence the level of technical inefficiency in this study were age and formal education.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save